My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Spend Time Together


__ADS_3

Setelah Edwyn benar-benar pulih, dia pun di perbolehkan untuk meninggalkan Valinor. Dan hari itu dia berkesempatan untuk bertemu semua Valar yang ada di Valinor sembari mengucapkan terima kasih karena telah merawatnya dengan baik selama ini.


Edwyn pergi menemui satu persatu Valar di kediamannya, dari Valar Agung sampai yang terakhir adalah Fanwe. Disana dia banyak mengobrol bersama, rasanya Fanwe adalah satu-satunya Valar yang begitu baik dan perhatian kepadanya.


Setelah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mereka, tiba saatnya untuk pergi ke Sandora. Alissa telah menunggunya disana, dan Edwyn akan pergi bersama Aerox yang sekarang sudah mau menganggapnya sebagai teman.


“ Edwyn, tunggu.” Sahut Fanwe sebelum dirinya naik ke atas tubuh Aerox.


“ Ada apa yang mulia.?” Tanya Edwyn penasaran.


“ Selama satu minggu ini, tolong jangan membuat Alissa merasa berat untuk berpisah denganmu.” Ucap Fanwe membuat Edwyn kebingungan.


“ Kenapa seperti itu?”


“ Kamu harus ingat kalau kalian itu berbeda, dunia kalian pun berbeda, jadi sebagai seorang ayah dari Alissa aku hanya berpesan jangan terlalu memberikan harapan kepadanya.”


Edwyn masih tidak mengerti dengan apa yang di katakana oleh Fanwe, namun hal itu akan selalu di ingatnya. Aerox pun mulai membawanya, dan seperti biasa Aerox selalu terbang dengan kecepatan yang membuat Edwyn harus mencengkram bulunya dengan kuat.


Aerox memberontak saat Edwyn mencengkramnya, namun hal itu tetap di lakukan Edwyn supaya dirinya tidak terjatuh. Berapa kali pun dia terbang bersama Aerox, rasa takutnya pada ketinggian akan terus menghantuinya.


“ SUDAH KU KATAKAN PELAN-PELAN.” Teriak Edwyn yang masih dapat di dengar oleh Fanwe saat itu.


**


Udara di Sandora perpantau hangat hari ini. dari kaca jendela kamarnya, Alissa menatap kejauhan dengan penuh harap seseorang yang di tunggunya segera tiba di kerajaan. Seharusnya sebentar lagi dia sudah tiba, dan hal ini semakin membuat Alissa antusias.


Mendengar suara terompet yang mendadakan ada kedatangan seseorang di luar istana sontak membuat Alissa bergerak cepat meninggalkan kamarnya. Sang ibu sudah memberikan izin kepdanya untuk Edwyn dapat tinggal di istana selama satu minggu, dan sekarang pun dia sudah tidak di larang untuk keluar dari istana lagi.


Sekarang Alissa sudah berada di puncak istana dimana Edwyn dan Aerox baru saja tiba, melihat kedatangan mereka langsung membuat Alissa memeluk Edwyn.


“ Selamat datang di kerajaan Sandora.” Ucap Alissa setelah itu melepaskan pelukannya.


“ Akhirnya aku bisa datang ke tempat ini untuk bersenang-senang.” Lontar Edwyn yang masih terpesona dengan keindahan kota itu.


“ Ikut aku bertemu ibuku, dia sudah menunggumu di dalam.” Ajak Alissa menarik lengan Edwyn namun tiba-tiba pria itu menahan langkahnya.


“ Ada apa.?” Tanya Alissa bingung.


“ Aku merasa tidak pantas bertemu ibumu dengan penampilan seperti ini.” Jawab Edwyn lirih.


“ Tidak perlu khawatir, ibu selalau menerima siapapun dengan penampilan seperti itu.” Ajak Alissa kembali dan akhirnya Edwyn tidak menolak.


Perasaan gugup Edwyn akan bertemu dengan ratu Elf membuatnya semakin tak karuan, perlahan namun pasti mereka sudah berada di ruang pertemuan dimana Winola telah menunggu mereka di dalam.


Edwyn terkejut bukan main setelah melihat wujud Winola yang sangat cantik, kecantikannya persis seperti gambaran Elf yang selama ini dia baca. Meskipun Alissa juga sama cantiknya dengan sang ibu, namun kecantikan yang mereka miliki cukup berbeda.


“ Senang bertemu dengan anda yang mulia.” Ucap Edwyn sambil membungkuk hormat di depan Winola.


“ Tidak perlu terlalu sopan, santai saja.” Balas Winola lirih.


“ Maaf kalau aku lancang, tapi anda sangat cantik.” Lontar Edwyn seketika membuat semua yang ada di ruangan itu tersenyum mendengarnya.


“ Terima kasih atas pujiannya.” Ucap Winola ikut tersipu malu.

__ADS_1


“ Ibu, jadi dia adalah Edwyn Karl. Dia adalah pria yang selama ini banyak menolongku selama aku datang ke dunia manusia, jadi ku mohon untuk menyambutnya dengan baik di kerajaan ini.” Jelas Alissa kemudian.


“ Selamat datang di kerajaan Sandora Edwyn, semoga kau bisa bersenang-senang selama berada di tempat ini.” Sahut Winola kemudian di balas anggukan semangat darinya.


Rasa gugup Ewdyn seketika sirna begitu melihat sikap dari sang ratu dan juga para bawahannya yang menerimanya dengan sangat baik. Mereka bahkan langsung membawa Edwyn menuju kamar yang akan dia tempati selama satu minggu ini.


**


Keesokan harinya secara kebetulan, Sandora saat ini sedang merayakan festival rakyat untuk merayakan hasil panen yang memang selalu di adakan pada hari minggu pertama setelah panen.


Pada festival rakyat ini seluruh masyrakat akan berkumpul di alun-alun Sandora, banyak pameran yang di lakukan disana hingga parade yang di lakukan secara besar-besaran.


Selama ini Alissa belum pernah mengikuti festival karena larangan Winola, namun kali ini dia beruntung karena bisa pergi kesana bersama Edwyn dan teman-temannya yang lain.


“ Ayo cepat, teman-temanku sudah menunggu di luar pintu istana.” Ajak Alissa pada Edwyn yang baru saja selesai bersiap-siap.


Alissa dan Edwyn bergegas keluar dari pintu istana untuk menuju alun-alun, bahkan dari tempatnya saat ini dia bisa melihat dua raksasa yang berada tak jauh dari tempatnya dan mereka adalah teman-teman Alissa yang sempat menolongnya dari para Troll waktu itu.


Setibanya di titik kumpul terlihat ekspresi wajah Edwyn yang berubah ketika melihat teman-teman Alissa yang ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dari dirinya.


“ Jadi seperti ini wujud dari peri yang ada di buku dogeng.” Benak Edwyn terus menatap teman-teman peri Alissa.


“ Tidak sopan.” Balas Bubbles sambil memukul wajah Edwyn karena telah di perhatikan seperti itu.


Semua yang melihatnya hanya tertawa termasuk Alissa, dia sangat puas melihat Edwyn yang akhirnya tahu bahwa wujud peri hanya sekecil itu. Padahal selama ini dia sudah mengidolakan mereka dan berharap bisa dekat dengan salah satu dari mereka.


“ Ayo kita pergi bersenang-senang.” Ajak Alissa kemudian di sambut antusias dari teman-temannya.


Setelah mereka cukup bersenang-senang, mereka semua berpindah dari keramaian menuju hutan Sandora untuk mengenang kepergian dua teman mereka yaitu Beam dan Sandy. Keduanya di makamkan di hutan Sandora sebagaimana mereka sangat senang bermain-main disana.


Hutan yang biasa saja sebelumnya telah di sulap menjadi hutan yang sangat indah oleh para peri, terdapat kunang-kungan yang berkelap-kelip menerangi tempat mereka saat ini dan juga beberapa bunga yang berkemakaran indah meskipun malam sudah datang.


Saat itu Alissa terlihat sangat asyik dengan Edwyn, dia tak berhenti mencertakan keadaan di hutan Sandora kepada pria itu. Melihatnya membuat teman-temannya itu beranggapan aneh terhadapnya, terutama Bubbles dan Berry yang terus mengamati mereka dengan tatapan tajam.


“ Sepertinya pria itu menyukai Alissa.” Gumam Bubbles.


“ Kau salah, justru Alissa yang menyukainya.” Balas Berry.


“ Ini tidak boleh sampai terjadi, kita harus membuat mereka jauh.” Sambung Bubbles.


“ Tapi apa yang harus kita lakukan.?”


“ Aku ada ide.” Seru Bubbles sabil berbisik-bisik pada ketiga temannya, kemudian terbang ke arah mereka berdua.


Kemudian Bubbles dengan berani masuk di tengah-tengah mereka dan mengeluh pada Alissa dan Edwyn bahwa dia lapar. Kemudian Bubbles menyuruh Edwyn untuk pergi memetik buah-buahan yang ada di dalam hutan, awalnya Alissa tidak setuju karena Edwyn belum mengenal dunia ini sepenuhnya namun dengan tegas Edwyn menerima permintaan itu sehingga dia dengan cepat beranjak dari tempatnya.


“ Tenang saja, kami akan menemaninya.” Seru Berry yang kemudian terbang mengikuti Edwyn bersama dengan Sparkel dan Leonard.


Selama Edwyn pergi, Bubbles menarik perhatian Alissa dengan membuatnya mendengarkan cerita yang dia buat-buat. Namun fokus Alissa saat itu tertuju pada pintu masuk hutan yang di masuki oleh Edwyn barusan.


“ Kenapa kau tidak mendengarkan ceritaku.?” Tegur Bubbles kemudian membuat Alissa minta maaf karena tidak fokus padanya.


Tak lama setelah itu, Edwyn kembali bersama ketiga teman-temannya dengan buah-buahan yang di bawa oleh Edwyn. Anehnya Berry, Sparkel, dan Leonard tampak lengket pada Edwyn seperti sedang di mabuk cinta.

__ADS_1


“ Apa yang kalian lakukan, menjauh dari sana.” Tegur Bubbles sontak membuat mereka bertiga menolak keras.


Jelas hal ini membuat Bubbles heran, padahal dia sudah menyuruh mereka bertiga untuk menakuti Edwyn di dalam hutan tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka tidak mau lepas dari Edwyn sampai Alissa ikut bingung dengan sikap mereka.


“ Sebenarnya ada apa dengan kalian? Beberapa saat yang lalu kalian bahkan tidak seperti ini.” Tanya Alissa.


“ Kami sangat menyukai Edwyn.”


“ Benar, kami sangat menyukainya.”


“ Aku ingin Edwyn berlama-lama di Sandora.”


“ Apa yang mereka katakana.?” Tanya Edwyn penasaran.


“ Mereka bilang kalau.” Belum sempat Alissa menjawab ketiganya sudah menutup mulut Alissa dan melarangnya untuk memberitahu Edwyn.


Bubbles kemudian menatap Edwyn penuh teliti, apa yang membuat ketiga temannya bisa luluh pada Edwyn secepat itu. Sampai kapan pun dia tidak akan bersikap seperti teman-temanya sekarang.


“ Aku mau pulang.” Sahut Bubbles tiba-tiba.


“ Tunggu, Bubbles ada apa denganmu.?” Tanya Alissa namun Bubbles tidak mendengarnya dan tetap beranjak dari sana.


**


Pagi keesokan harinya pun tetap sama dimana Bubbles enggan bermain bersama mereka, padahal hari itu sangat cerah dan sangat cocok untuk bermain di luar. Tak ada yang tahu kenapa Bubbles seperti itu, bahkan ketiga teman perinya seakan tak peduli dengan sikap Bubbles yang tiba-tiba berubah.


“ Aku akan pergi menemui Bubbles, kalian tetap disini sampai aku datang.” Ujar Alissa yang merasa tidak bisa tinggal diam lagi.


“ Apa kau ingin aku temani.?” Shaut Edwyn namun Alissa menolaknya.


Alhasil Alissa tetap pergi seorang diri memasuki hutan, dia tahu kediaman para peri hutan berada tak jauh dari tempat mereka bermain saat ini. dan setibanya disana, Alissa di sambut baik oleh ibu dari Bubbles dan memberitahunya bahwa Bubbles sedang berada di tepi sungai sejak tadi pagi.


Alissa melihat sosok Bubbles yang duduk termenung menatap aliran sungai yang tenang, kemudian Alissa datang sembari menjatuhkan tubuhnya di sebelah Bubbles.


“ Kenapa menghindar terus? Padahal kita sudah kembali berkumpul bersama tapi kenapa kamu justru memilih untuk menyendiri.?” Tanya Alissa lirih.


“ Aku tidak suka dengan manusia itu.” Balasnya ketus.


“ Kenapa? Bukankah Edwyn manusia yang baik.?”


“ Dia memang baik, tapi aku tetap tidak menyukainya.”


“ Kenapa? Ayo beritahu aku, diam saja seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah.”


Bubbles kemudian menoleh ke arah Alissa dengan mata yang berkaca-kaca, kemudian dia melompat ke Alissa dan memeluknya dengan erat sambil menangis tersedu-sedu.


“ Aku cemburu melihatmu dekat dengannya, aku takut dia akan membawamu pergi dari dunia ini.” Isak Bubbles.


Sekarang Alissa paham kenapa Bubbles bersikap seperti itu, dia kemudian meraih makhluk kecil itu untuk berdiri di telapak tangannya.


“ Kau harus tahu kalau aku dan Edwyn hanya sebatas teman, dia tidak mungkin membawaku pergi dari sini. lagi pula dia hanya berada disini selama satu minggu, setelah itu aku harus menghilangkan ingatannya tentang dunia ini. Dan kau tahu apa artinya kan.” Ucap Alissa menatap Bubbles dengan tatapan sendu.


“ Kalian akan saling melupakan untuk selamanya.?” Lontar Bubbles di balas anggukan pelan dari Alissa.

__ADS_1


__ADS_2