My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Merelakanmu


__ADS_3

Kekalahan Zake telah membuat seluruh dunia merasa lega, namun di samping itu mereka semua harus kehilangan Fanwe dan Alissa yang telah menjadi korban dalam perang melawan Zake.


Melkor yang mendengar kabar bahwa Zake telah tewas mulai menyerahkan dirinya secara pasrah, beberapa pasukan Zake pun telah kembali ke wujudnya semula dan mereka sudah mendapatkan jiwa dan pikiran mereka masing-masing.


Manwe selaku Valar agung merasa malu atas apa yang telah dia alami, dia pun berani bertanggung jawab dan akan melepaskan dirinya yang sebagai valar tertinggi di Valinor.


Di hari yang sama semua korban yang tewas di kumpulkan di satu tempat, semua yang mendengar kabar Fanwe dan Alissa telah memenuhi tempat itu termasuk Winola yang tak bisa menahan tangisannya saat melihat suami dan putrinya kini sudah tidak bernyawa lagi.


“ Maafkan aku, aku tidak bisa menolong kalian di saat seperti ini.” Isak winola di hadapan jasad Fanwe dan Alissa.


Winola terus menyalahkan dirinya dan tidak mau berhenti menangis sejadi-jadinya di hadapan mereka berdua, sampai pada akhirnya tubuh Winola merasa lemas dan kesadarannya hilang sehingga jendral Zion datang untuk membawanya ke tempat yang lebih baik.


Erika yang saat ini berada di hadapan Alissa hanya bisa meminta maaf dan berterima kasih atas semua yang telah di lakukan oleh Alissa, namun saat itu Erika sadar bahwa di tempat itu tidak ada Edwyn sehingga dia pergi mencari pria itu dengan cepat.


Erika berhasil menemukan Edwyn sedang merenung di dekat sebuah pohon besar, dari raut wajahnya sudah menggambarkan dengan jelas bahwa dia telah kehilangan sosok Alissa.


“ Kau baik-baik saja.?” Tanya Erika yang sudah berhasil mendekati Edwyn.


“ Menurutmu apa aku terlihat baik-baik saja sekarang.?” Edwyn menoleh dengan wajah sendunya, kemudian Erika berdiri di sebelah Edwyn dan berkata.


“ Kau tidak perlu khawatir, Alissa adalah Elf dan semua Elf yang meninggal akan terlahir kembali ke dunia. Kalian pasti akan bertemu suau saat nanti.”


“ Aku tidak peduli soal itu, aku hanya merasa bersalah kepadanya.”

__ADS_1


“ Kenapa.?”


“ Dia datang untuk menemuiku di dunia manusia, tapi aku tidak bisa mengingat semua tentang dia. Selama itu dia berusaha untuk membuatku mengingatnya, tapi aku tidak berhasil melakukannya. Sampai pada akhirnya aku bisa mengingat semua kenangan bersamanya, tapi kematian sudah menghampirinya begitu cepat.” Edwyn kembali menangis di buatnya, Erika pun mengusap punggung Edwyn untuk menenangkannya karena hanya itu yang dapat dia lakukan saat ini.


**


Tanpa terasa sudah dua hari telah berlalu sejak hari penuh tangisan itu, dan sekarang adalah hari dimana Alissa dan Fanwe akan di makamkan di Valinor dan hanya akan di hadiri oleh mereka yang pantas untuk hadir termasuk Edwyn yang di anggap sebagai kerabat dekat dari Alissa.


Sebelumnya Edwyn memohon untuk tetap berada di sana sampai Alissa di makamkan, dia ingin melihat pemakaman itu sebelum dirinya di kembalikan ke dunianya.


Seluruh Valar hadir di acara pemakaman, begitu pun dengan Winola dan Edwyn yang berdiri di paling depan menghadap ke tempat dimana jasad Fanwe dan Winola akan dibakar di api suci.


Setiap makhluk yang mati dan melewati prosesi pembakaran di api suci maka dirinya akan mendapatkan tempat yang tenang, dan proses reinkarnasi akan berlangsung lebih cepat nantinya.


Winola di persilahkan untuk berdoa untuk Fanwe, dan dalam doa tersebut Winola berharap Fanwe bisa tenang di alam sana dan jika dia di beri kesempatan untuk terlahir ke dunia maka harus mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


“ Aku hanya ingin kau terlahir sebagai wanita yang bebas merasakan kehidupan yang kau sukai, tanpa harus mengorbankan dirimu lagi untuk banyak orang.” Benak Edwyn dengan penuh harap.


Setelah prosesi pemakaman selesai di lakukan, Winola memanggil Edwyn untuk bicara berdua dengannya. Dan saat itu sebelum obrolan mereka dimulai Edwyn langsung bersujud di kaki Winola memohon maaf karena tidak bisa melindungi Alissa di saat-saat terakhirnya.


“ Ini bukan salahmu, kepergian Alissa hanya sementara dan dia pasti akan kembali. Aku hanya ingin menyampaikan kepadamu, tetap tegar saat kau kembali ke dunia manusia.” Lontar Winola seketika membuat Edwyn tercengang.


“ Kenapa kau tidak membenciku? Aku yang telah membuatnya meninggal.”

__ADS_1


“ Jangan salahkan dirimu. Aku sudah menerima dan ikhlas atas kepergiannya, jadi sekarang adalah bagaimana kamu bisa menghadapi kehidupanmu setelah ini, ku harap kau akan baik-baik saja.”


“ Aku pasti akan baik-baik saja, terima kasih yang mulia dan maaf sekali lagi.”


Setelah Winola selesai mengobrol dengan Edwyn maka tiba waktunya untuk Edwyn pun di antar menuju portal dua dunia. Dan dengan kepergian Edwyn hari itu akan membuat portal tersebut di tutup untuk selama-lamanya, sekarang dan di masa depan portal yang terbuka hanya ada di Valinor saja untuk memastikan tidak aka nada kejahatan lagi di dunia ini.


**


Lima tahun kemudian.


Pria itu baru saja membuka kedua matanya, dia melihat seisi ruangan yang tidak asing lagi. Dia kemudian bangun dan duduk sambil menyandar di kepala tempat tidur, pandangannya tunduk ke bawah dengan sayu sambil menatap kedua tangannya yang masih terasa hangat oleh sesuatu.


Sesaat kemudian dia ingat bahwa dirinya harus pergi bekerja, dan dengan cepat beranjak dari tempat tidur kemudian bersiap-siap. Pagi itu dia melewatkan sarapan paginya dan akan membeli roti dan susu di jalan menuju tempat kerjanya saja.


Untuk sampai di tempat kerjanya dia menggunakan sepeda motor miliknya yang sudah lama bersamanya, meskipun jenisnya sudah terlalu tua dan ketinggalan jaman namun dia masih setia bersama motor ini karena baginya kenangan bersama motor itu tidak bisa di gantikan oleh yang baru.


Ketika dia melewati alun-alun kota, tampak sekumpulan manusia yang sedang bersiap-siap untuk melakukan pameran dan salah satu dari mereka terlihat menggunakan kostum makhluk mitologi Elf.


Edwyn berhenti sejenak dan menatapnya dari kejauhan, dalam hatinya yang terdalam dia merindukan sosok yang telah lama pergi dari hidupnya. Namun kenangan tentang wanita itu masih di simpannya sampai sekarang, karena bagi Edwyn melupakannya adalah pilihan terjahat sehingga dia rela mengingat semua kenangan itu meski taruhannya harus merasakan sakit hati setiap hari.


Terhitung sudah lima tahun yang lalu sejak kejadian itu, sebagian kenangan Edwyn memang telah dihapus namun di saat terakhir dia hanya ingin mengingat satu orang saja dan itu adalah Alisssa.


Kenagan Edwyn tentang Alissa bukan lagi tentang dia adalah Elf yang telah banyak berkorban untuk semua makhluk, namun tentang seorang wanita yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya.

__ADS_1


Kemudian Edwyn kembali melanjutkan perjalanannya, Edwyn percaya bahwa hari baik akan segera menghampirinya. Dia pasti bisa melewati semua ini.


**


__ADS_2