My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
One By One


__ADS_3

Edwyn terlihat sangat terkejut melihat sosok wanita di belakangnya yang datang secara tak terduga, tubuhnya mendadak gemetar hebat saking ketakutan dengan aura yang terpancar dari wanita itu. Dia dapat merasakan aura yang sangat berbeda dan jahat dari wanita itu, tidak seperti Sean yang memiliki aura yang kuat namun tidak sejahat wanita tersebut.


“ Sepertinya Sean sudah bertindak sangat jauh, dia tidak berpikir apa jadinya jika dia mengirim kalian ke tempat ini tanpa strategi yang matang.” Ujar wanita itu masih dengan posisi yang sama.


Edwyn mencoba untuk menghindar dengan cara menyerang wanita itu dengan anak panah yang dia pegang, namun sayangnya pergerakan Edwyn dapat di baca dengan mudah oleh wanita penyihir itu sehingga dia menghindarinya dengan cepat.


“ Kau memang keturunan ayahmu, dia sangat cepat dan bisa membaca gerakanku sepertimu.” Ujar wanita penyihir itu membuat Edwyn tercekat.


“ Jadi kau sosok misterius itu? Kau yang telah membunuh ayahku.?” Tanya Edwyn menatapnya tajam.


“ Ku pikir orang-orang di Alinor telah memberitahumu semuanya, jadi ternyata tidak. Benar, aku adalah yang membunuh ayahmu.” Jawabnya dengan santai.


Edwyn memang tidak begitu mengenal ayahnya dengan baik, tapi melihat si pembunuh ayahnya sedang berdiri di depannya saat ini jelas membuat Edwyn sangat marah dan ingin membalas dendam kepadanya secara langsung.


Perlahan namun pasti Edwyn mulai mengggunakan busurnya dan bersiap membidik penyihir wanita itu dengan mengarahkan anak panah ke arahnya, aksi Edwyn rupanya tidak membuat si penyihir takut bahkan dia tetap berdiri di tempatnya dan membiarkan Edwyn melakukan apapun yang dia suka.


Satu dua anak panah telah di lemparkan ke arah wanita itu, namun setiap anak panahnya selalu meleset ke tempat lain. Edwyn tak mau menyerah, dia tetap membidiknya secara asal guna untuk mengecoh wanita itu. Dan setelah si penyihir sibuk menghindar, saat itulah Edwyn membidiknya dengan teknik yang selama ini dia pelajari dan benar saja bidikan Edwyn berhasil mengenai lengan penyihir itu.


“ Sudah cukup main-mainnya, aku tidak akan membiarkan mu bersenang-senang lebih jauh.” Lontar penyihir itu sambil menarik anak panah yang menancap di lengannya dengan kuat, kemudian anak panah itu di patahkan hanya dengan satu tangan saja.


Edwyn tidak berdiam diri, dia tetap menyerang sampai wanita itu menghampirinya. Tak ada pilihan lain selain menuruni anak tangga, dia pun berlari menuruni anak tangga selagi wanita itu mengejarnya dari belakang.


“ Sial.” Keluh Edwyn ketika dia sudah menuruni semua anak tangga namun mendapati satu ruangan yang tidak memiliki pintu keluar.


Edwyn menoleh ke arah wanita itu, dan dia sudah berdiri tepat di belakangnya. Rupanya wanita itu sudah membuat ruangan tersebut tidak memiliki pintu sehingga Edwyn tidak bisa pergi kemana-mana.


“ Sebaiknya kau menyerah saja bocah.” Lontar wanita itu yang sekarang sudah berdiri tepat di depan Edwyn.


**


Sementara itu Alissa tiba-tiba berhenti berlari dan membuat Momonga ikut berhenti melihatnya, Alissa tampak terdiam di tempatnya dan wajahnya mendadak pucat. Momongan bertanya ada apa kepadanya, namun Alissa tidak menjawab.


“ Alissa, kita harus melanjutkan langkah kita.” Seru Momonga yang sudah berdiri di punggung Alissa.


Alissa terlihat membeku sejenak sampai akhirnya dia terjatuh dan mengaku kesakitan, rasa sesak yang dia dapatkan datang dari sesuatu yang aneh. Kesadaran Alissa kembali dan memberitahu Momonga jika dia merasakan kekuatan yang sangat besar muncul di balik pintu besar berwarna coklat yang ada di depan mereka saat ini.


“ Apa kau sudah bisa berdiri.?” Tanya Momonga dan di balas anggukan pelan darinya.


Alissa pun bangkit kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu besar yang ada di depannya, perasaan cemas yang terus menghantuinya semakin bertambah. Dia tidak tahu sekarang matahari sudah ada di atas atau belum, di dalam kastil ini sangat gelap sehingga hampir tidak ada cahaya yang masuk ke dalam.


Terdengar suara teriakan yang membuat Alissa dan Momonga yakin bahwa itu adalah suara Andrew, dan setelah mereka membuka pintu yang pertama kali mereka lihat bukanlah Andrew dan sang ayah melainkan sekumpulan sosok misterius dengan jubah berwarna merah dengan jumlahnya yang sangat banyak.

__ADS_1


“ Sial, mereka sangat banyak.” Ucap Alissa yang terpaksa harus melawan mereka semua.


“ Momonga, bersembunyi di dalam pakaianku agar kau tetap aman.” Titah Alissa kemudian di balas anggukan cepat dari hewan itu.


Jumlah mereka mungkin ada seratus, dan Alissa harus mengalahkan mereka semua seorang diri. Mungkin akan memakan waktu yang banyak untuk dapat sampai di depan sana, dia harus menggunakan kekuatannya untuk membuat mereka semua membeku di tempat kemudian dia bisa dengan mudah melewati mereka.


Nahasnya Alissa tidak bisa menggunakan kekuatan itu kepada mereka, entah karena mereka di buat kebal akan sihir atau kekuatan Alissa yang tidak bisa aktif karena taka da Edwyn di sampingnya.


“ Tidak mungkin, Sean bilang jika Rohan adalah tempat yang penuh dengan energi sehingga kekuatanku pasti akan aktif dengan sendirinya.” Gumam Alissa masih mencoba mengerahkan kekuatannya kepada mereka semua.


“ Mereka tidak akan mempan dengan sihir pembeku, kau coba serang mereka saja dengan kekuatan lain.” Lontar Momonga.


Dalam sekejab mereka menyerang secara bersamaan dan Alissa melemparkan sihir seperti hempasan dengan angin yang sangat kuat sehingga membuat mereka terpental cukup jauh. Cara itu berhasil di lakukan olehnya, dan Alissa pun terus menerus menyerang mereka dengan kekuatan yang sama.


Setelah cukup menguras banyak tenaga, sekitar dua puluh dari mereka telah di kalahkan oleh Alissa. Namun saat ini Alissa sudah sangat kelelahan, dia tidak bisa menggunakan satu kekuatan secara terus menerus.


“ Aku tidak boleh menyerah, ini demi masa depan. Aku tidak akan membiarkan dia menguasai dunia dengan niat jahatnya.” Kemudian Alissa mencoba untuk tenang dan mengingat kembali hasil latihan dengan ayahnya waktu itu.


Kekuatan baru yang di wariskan oleh Fanwe kepadanya mungkin akan sangat berguna, dia tahu jika kekuatan ini mungkin akan membuat kerusakan yang sangat parah tapi tidak ada cara lain selain menggunakannya sekarang.


Aura di sekitar Alissa mulai berubah, seluruh ruangan menjadi aneh dan mereka yang mengelilingi Alissa merasakan getaran yang berbeda dari sebelumnya. Secara bersamaan mereka kembali menyerang Alissa, namun apa yang terjadi selanjutnya adalah mereka semua terpental dengan luka bakar yang membuat jiwa mereka menghilang dan hanya menyisakan jubah merah mereka saja.


“ Kau baik-baik saja sekarang.?” Tanya Momonga setelah dia keluar dari pakaian Alissa.


“ Hmm, aku merasa pusing tapi aku baik-baik saja.” Jawabnya lirih.


Suara pintu terkuak membuat mereka menoleh secara bersamaan, Alissa dapat melihat sosok dengan jubah berwarna hitam dengan rambut putih yang panjang keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah mereka secara perlahan.


“ Siapa dia.?” Tanya Alissa penasaran.


“ Dia adalah Zake si raja Elf Moriquendi. Dia merupakan ras pertama di bumi bagian tengah, dan sempat tinggal bersama para Valar sebelum akhirnya dia usir karena kejahatan yang telah dia perbuat.” Jawab Momonga.


Alissa sekarang paham dan mengerti bahwa pria yang kini berdiri di depannya adalah musuh bebuyutan ras Elf lainnya, lebih tepatnya dia adalah pemimpin yang dulu menyebabkan kesalahpahama di antara para leluhurnya.


“ Akhirnya kita bertemu juga, Alissa Freeda. Putri dari Winola Freeda dan cucu dari Narnia, kalian bertiga memang sangat mirip. Sorot mata, warna rambut, dan sikap sombong kalian.” Ujar pria bernama Zake itu.


Melihat Zake yang sudah berdiri di depannya justru membuat Alissa penasaran dengan keberadaan Andrew, dia mencoba bangkit dan bertanya keberadaan Andrew saat ini kepadanya.


“ Kenapa kau mencari putraku? Kau ingin menyelamatkannya juga?”


“ Beritahu aku dimana dia sekarang.?”

__ADS_1


“ Kau sepertinya sudah lupa jika semua ini terjadi karena Andrew, dia yang telah menjalankan misi ini sejak awal. Kenapa kau masih ingin menyelamatkannya.?”


“ Aku kemari bukan untuk itu, tapi aku akan menghentikanmu berbuat jahat di dunia ini.”


Zake perlahan tertawa keras mendengarnya, dia menganggap ucapan Alissa sama seperti sebuah lelucon yang dia maksud barusan. Kemudian Zake menghentikan tawanya dan menatap Alissa sekali lagi.


“ Sayangnya kau terlambat, aku sudah merebut kekuatan itu dari putraku dan sekarang aku memiliki kekuatan yang setara dengan para Valar yang ada di Valinor.” Setelah berkata seperti itu, Zake langsung menyerang Alissa sehingga membuat gadis itu terlempar sangat jauh menabrak tembok kastil hingga menyebabkan kehancuran yang sangat parah.


“ Alissa.?” Momonga terlihat sangat terkejut melihat kekuatan yang hebat itu berhasil membuat Alissa terpental.


Sekarang Momonga merasa tubuhnya merinding dengan keberadaan Zake di belakangnya, tanpa menunggu waktu lama Zake meraih momonga dan menatapnya dengan tajam.


“ Sean sepertinya lupa akan sesuatu, dia seharusnya tahu kalau dia tidak akan pernah bisa mengalahkan kami.” Ucap Zake yang kemudian meremukkan tubuh Momongan hingga membuat hewan mungil itu tak bisa bergerak lagi.


Setelah melempar tubuh Momonga ke lantai, tiba saatnya untuk Zake meninggalkan ruangan itu. Namun yang terjadi adalah Alissa menyerangnya dari belakang, dan itu sempat melukai Zake sedikit sebelum dia menghindar.


“ Kau masih bergerak rupanya.” Ujar Zake masih terlihat tetap santai.


“ Aku tidak akan menyerah begitu saja sebelum aku mengalahkanmu.” Lontar Alissa meski dalam keadaan tubuh penuh luka.


“ Baiklah aku akan meladenimu kalau begitu.” Sahut Zake kemudian.


Alissa kembali menyerangnya tanpa jeda namun tidak ada satu serangan yang berhasil mengenai Zake, kecepatan Zake dan cara menangkis serangan sangat cepat sampai dia tidak bisa membaca pergerakannya. Ini bahkan jauh lebih sulit dari pada saat berlatih bersama Fanwe, meski begitu Alissa tidak mau menyerah melakukannya.


Sudah cukup lama Alissa menyerang hingga energinya mulai berkurang dan dia merasa sangat kelelahan, di saat dirinya berhenti untuk menyerang saat itu juga Zake meragukan kekuatan Alissa yang di katakana setara dengan Valar dan bahkan melebihi kekuatan Valar agung.


“ Sekarang biar ku perlihatkan seperti apa kekuatan hebat yang sebenarnya.” Ucap Zake yang kemudian melepaskan jubahnya.


Tubuh Zake tiba-tiba melayang di udara, Alissa terkejut melihatnya karena dia tahu kalau Elf tidak bisa terbang. Aura di sekitar ruangan berubah menjadi gelap bahkan jauh lebih gelap dari sebelumnya, energi di sekitar mulai menghilang dan seperti di hisap oleh Zake oleh kekuatannya.


“ Aku sudah bilang jika kekuatan kita tidak sebanding, mungkin akan ku akhiri saja permainan kali ini. “


Sebuah busur yang tiba-tiba muncul dengan aura gelap yang melekat di sekitarnya siap membidik ke arah Alissa, meskipun dia tahu ini akan sangat berbahaya tapi Alissa tidak akan menghindar. Dia mencoba untuk mengumpulkan kekuatan pada lengannya untuk menangkis busur itu, dan tepat saat busur itu di hunuskan ke arahnya dia pun menangkisnya dengan sekuat tenaga.


Kekuatan dari anak panah itu jauh lebih kuat dari yang dia kira, tangannya terluka dan anak panahnya berhasil menusuk tubuh Alissa hingga membuat gadis itu kembali telempar karena efek dari kehebatan sihir hitam yang di tanamkan oleh Zake pada anak panah tersebut.


“ Silahkan berada di tempat ini lebih lama, aku akan pergi menghancurkan dunia yang kau maksud ingin kau lindungi barusan.” Ucap Zake yang perlahan meninggalkan ruangan itu.


Alissa masih bisa membuka matanya dan merasakan tubuhnya yang tidak dapat bergerak lagi, tanpa sadar air matanya mengalir dan dia menyesali segala perbuatannya yang tidak membuahkan hasil.


“ Maafkan aku semuanya.”

__ADS_1


__ADS_2