My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Do You Get Deja Vu?


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan sore hari, Edwyn masih berada di dalam kamar menemani Alissa. Suhu tubuh gadis itu sudah kembali normal dan saat ini dia sedang tidur, yang membuat Edwyn terus menatapnya sepanjang waktu tanpa rasa bosan.


“ Aku bahkan tidak pernah melakukan hal ini kepada Sofia, tapi kenapa dengannya sangat berbeda.?” Benak Edwyn.


Edwyn melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore, dia tidak pergi mencari Sofia karena merasa bahwa wanita itu pasti akan kembali cepat atau lambat.


Tiba-tiba saja Edwyn terpikirkan sesuatu, dia dengan cepat menyalakan komputer miliknya sambil menatap tombol keyboard untuk menuliskan sesuatu. Namun sebelum itu dia melirik Alissa dengan tatapan sayu.


Tak lama setelah itu dia mulai mencari kata kunci Sandora pada pencarian internet, sambil menunggu hasilnya keluar entah mengapa Edwyn merasa sangat gugup dan terus menerus melirik Alissa yang masih tertidur.


Hasil dari pencarian Edwyn tidak di temukan, dan kata kunci Sandora itu tidak ada dimana-mana. Dia pun berpikir bahwa kota tempat tinggal Alissa mungkin tidak terdaftar di peta, sehingga dia akan menanyakan Negara asalnya ketika dia sadar nanti.


“ Sandora terdengar seperti nama kota yang ada di dunia fantasi, wajah gadis itu juga terlihat tidak nyata seperti manusia pada umumnya. Apa aku sudah gila dengan kecintaanku terhadap karakter fiksi.?”


**


Alissa terbangun dari tidurnya dan mendapati sehelai kain di atas keningnya, dia ingat cara ini pernah di lakukan Edwyn ketika dia sakit. Tidak di sangka hal ini masih di lakukannya, Alissa merasa senang atas perhatian Edwyn yang tidak berubah untuknya.


Waktu sudah meunjukkan pukul 8 malam, di sebelah tempat tidur sudah ada bubur dan obat dengan pesan yang menyebutkan bahwa Alissa harus sudah menghabiskannya jika dia sudah terbangun.


Rumah terdengar sangat sunyi, Alissa yang sudah merasa jauh lebih baik mencoba untuk keluar mencari Edwyn dan Sofia. Namun ketika dia keluar, tak satupun dari mereka yang terlihat sehingga membuatnya mengira bahwa keduanya mungkin sedang keluar bersama.


Ketika Alissa hendak ingin kembali ke kamar, suara knop pintu yang berusaha untuk di buka terdengar. Karena mengira pintu terkunci dan di luar sana adalah Edwyn dan Sofia, dia pun beranjak untuk membuka pintu.


Ketika Alissa membuka pintu dengan kunci cadangan, dia tiba-tiba di kejutkan dengan dua pria bertopeng yang memaksa untuk masuk. Alissa tahu kalau mereka adalah perampok sehingga mencoba untuk menutup kembali pintu, jika saja dia tidak sakit dia akan jauh lebih kuat mendorong pintu untuk tertutup.


Dan akhirnya Alissa kalah, membuat dua pria itu masuk ke dalam. Satu di antaranya mencoba menahan Alissa, dan satunya lagi mencoba untuk mencari harta benda yang sekiranya dapat untuk mereka jual kembali.


Kejadian ini mengingatkan Alissa pada seseorang yang juga ingin mencuri di rumah Edwyn, saat itu Edwyn datang untuk menyelamatkannya meskipun akhirnya dia sendiri yang membuat pelaku kewalahan.


“ Kau cantik juga.” Ucap pria itu menatap Alissa dengan tatapan genitnya.


“ Lepaskan aku.” Balas Alissa berusaha untuk menjauh namun gagal.


Satu pukulan telak berhasil mengenai pria yang menahan Alissa hingga membuat pria itu terpental, Alissa menoleh ke arah yang melakukannya dan dia adalah Edwyn.


Tak berhenti sampai situ saja, Edwyn langsung merebut pisau yang di pegang oleh pria itu dan mengancam salah satu temannya jika berani macam-macam.


Namun sayangnya pria satunya tidak mendengar apa kata Edwyn dan menyerangnya dengan brutal, tapi sayangnya Edwyn jago dalam hal bela diri sehigga mereka berdua berhasil di gagalkan oleh Edwyn.

__ADS_1


“ Aku akan menelpon polisi untuk membawa kalian berdua ke penjara.” Ucap Edwyn yang sudah sigap dengan ponselnya.


“ Kau baik-baik saja.?” Tanya Edwyn pada Alissa.


“ Aku tidak apa-apa, jangan khawatir.” Balas Alissa sekilas membuat Edwyn membayangkan sesuatu yang terasa pernah di alaminya.


Edwyn kemudian tersadar setelah panggilannya pada kantor polisi berhasil di jawab. Lantas dirinya segera beranjak untuk melaporkan kejadian di rumahnya malam ini.


“ Halo, tolong datang ke distrik Alster tepatnya di rumah nomor 234. Aku mendapat dua perampok yang ingin merampok rumahku, keduanya sudah berhasil di amankan. Baik, terima kasih.” Gumam Edwyn pada salah satu polisi dalam percakapan teleponnya.


**


Setelah Edwyn menghubungi kantor polisi, tak lama kemudian mereka datang dan langsung membawa kedua perampok itu untuk di introgasi. Setelah semua beres, Edwyn segera masuk ke dalam rumahnya dan menghampiri Alissa yang terlihat masih duduk di kursi.


“ Kau baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka kan.?” Tanya Edwyn memastikan bahwa Alissa tidak terluka sama sekali.


“ Kau masih sangat peduli padaku, tapi lucu sekali kau tidak bisa mengingatku.” Ucap Alissa pelan.


“ Kau bilang apa.?”


“ Bukan apa-apa.”


“ Edwyn kau baik-baik saja.?” Sahut seseorang yang baru saja datang dan terlihat terkejut melihat Edwyn menyentuh Alissa tepat di depan matanya.


“ Aku datang kemari segera setelah mendengar kalau rumahmu kedatangan dua orang perampok, tapi ternyata kau hanya bemesraan dengan wanita asing itu.” Ucap Sofia kesal.


“ Bukan seperti itu, aku barusan pergi mencarimu ketika rumahku di rampok, dan Alissa yang menghadapi mereka berdua sampai aku datang menolongnya.” Jelas Edwyn kepada Sofia.


“ Aku sudah pergi sejak tadi dank au baru saja mencariku? Aku tidak mengerti kenapa kau jadi berubah seperti ini semenjak kau membawanya kemari.”


“ Tidak seperti itu, kau salah paham.”


“ Sepertinya aku akan kembali ke Berg, aku tidak tahan dengan semua ini.”


“ Sofia tunggu dulu, jangan terlalu cepat memutuskannya.”


Alissa hanya dapat terdiam saat Edwyn berusaha membujuk Sofia untuk tidak pergi, saat ini Alissa tidak tahu harus melakukan apa? Dia merasa tidak enak pada Edwyn dengan kehadirannya yang sudah membuat dia dan Sofia bertengkar terus menerus.


“ Biar aku yang pergi dari rumah ini.” Sahut Alissa membuat Sofia dan Edwyn kompak menoleh ke arahnya.

__ADS_1


“ Aku adalah orang asing di rumah ini, dan sudah waktunya aku pergi dari rumah ini.” Lanjut Alissa kemudian.


“ Baguslah, akhirnya kau sadar dengan posisimu.” Sahut Sofia ketus.


“ Tapi kau mau kemana.?” Tanya Edwyn.


“ Aku bisa pergi mencari penginapan di sekitar sini, sekali lagi ku ucapkan terima kasih pada kalian berdua karena telah memberiku tempat tinggal.” Lontar Alissa.


Alissa segera mengambil barang-barangnya di kamar kemudian dia keluar dan pamit dengan Edwyn, setelah itu dia beranjak dari rumah itu dengan keyakinan yang kuat.


“ Memang bukan tempatku, aku tidak seharusnya berada disini mengganggu hubungan mereka berdua.” Benak Alissa setelah dia berhasil keluar dari rumah itu.


**


Pagi ini Edwyn terbangun dari tidurnya dan dia sudah berada di dalam kamarnya yang kemarin di huni oleh Alissa, perasaan aneh kembali menghampirinya. Dan entah mengapa sejak semalam dia terus memikirkan keadaan Alissa, padahal dia baru saja bangun dari sakit tapi sudah harus pergi dalam keadaan seperti itu.


Di samping itu juga dia tidak bisa menahannya atau Sofia yang akan pergi, tapi kenapa semua terasa sangat menyakitkan. Dia tidak mengerti kenapa perasaan ini merasukinya, dan suasana di kamar itu setelah Alissa pergi terasa sangat hampa lebih hampa dari sebelumnya.


“ Dimana sekarang dia berada.?”


Edwyn kemudian bangkit dari tempat tidurnya, dia berjalan menuju teras rumah untuk menghirup udara segar di pagi hari. Kemudian dia melihat Maria tetanggaanya yang sedang lewat dan menyapanya seperti biasa.


“ Hari ini kau membeli dua botol susu, tidak seperti biasanya.?” Tegur Edwyn.


“ Semalam aku menemukan seorang gadis cantik di depan rumahku, dia tidak memiliki tempat tinggal sehingga aku memanggilnya untuk tinggal di rumahku. Itu sebabnya aku membelikan satu botol susu untuknya.” Jawab Maria.


“ Apa dia wanita dengan rambut pirang dan mata yang berwarna biru.?”


“ Benar, apa kau juga mengenalnya.?”


“ Sebenarnya kemarin dia tinggal di rumahku, tapi Sofia tidak menyukainya sehingga dia pergi malam itu juga.”


“ Ya ampun, kenapa dia sangat kejam pada gadis cantik seperti itu.”


“ Untuk itu tolong jaga Alissa untuk sementara waktu di rumahmu, aku akan memberikan sedikit uang untukmu merawatnya.”


“ Tidak perlu, aku senang dengan keberadaannya di rumahku. Lagi pula aku sudah sangat tua, dan sangat membutuhkan seseorang untuk menemaniku.”


“ Terima kasih Maria, aku senang kau bisa membantunya.”

__ADS_1


“ Aku ke rumah dulu.”


Edwyn benar-benar merasa legah sekarang, akhirnya Alissa memiliki tempat tinggal yang aman dan lokasinya pun sangat dekat dengannya. Hal ini tidak perlu di beritahukan kepada Sofia, mungkin dia tetap tidak akan suka dengan hal ini.


__ADS_2