My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Ronde Dua


__ADS_3

“ Kau baik-baik saja.?” Tegur Andrew pada Alissa yang merenung di ruang bawah tanah sambil melihat para Oars yang tertidur dengan lelap di bawah sana.


“ Aku sudah mengecek mereka satu persatu, ku pikir di antara mereka yang berada di sini adalah temanku.” Jawab Alissa lirih.


“ Apa kau membenciku?” Lontar Andrew lagi.


“ Sangat membencimu.” Balas Alissa menatapnya serius.


“ Kalau pun kau juga ingin membunuhku atas perbuatanku selama ini, aku bersedia.”


“ Dasar bodoh, aku tidak sejahat itu. Setelah mengetahui alasan di balik semua ini perlahan kebencian itu sirna. Aku tidak perlu melakukan balas dendam, semua sudah cukup sampai disini saja.”


“ Padahal usiamu lebih muda dariku, tapi kau memiliki sikap yang sangat dewasa.”


“ Bagaimana sebagai balas budi atas kebaikanku, kau membantuku mengalahkan ayahmu.”


“ Mustahil dengan diriku yang sekarang, aku hanya akan menghambatmu saja.”


“ Kita akan bekerja sama sebagai tim.”


“ Hanya kita berdua.?”


“ Tentu saja tidak, aku tiba-tiba terpikir salah satu di antara kita bertiga.”


“ Siapa.?” Tanya Andrew penasaran.


**


Membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk Alissa memanggil bantuan teman-temannya, dan saat ini secara bersamaan dia kedatangan ratu dari Alinor bersama dengan para prajurit pemberani. Kemudian ada Erika yang telah memenuhi panggilan Alissa untuk datang menemuinya, meskipun sangat sulit Erika keluar dari dunia para Elf dia tetap nekat melakukannya untuk menolong Alissa dan Edwyn.


Setelah kedatangan mereka semua Alissa menjelaskan maksud dan tujuannya kepada mereka, bahkan sebelum Alissa memberitahunya pun sebenarnya mereka sudah mengetahui berita tentang perang yang terjadi di bumi saat ini.


Karena tujuan Alissa dan Joana sama-sama ingin mengalahkan Zake, mereka pun sepakat membuat tentara untuk melawan Zake dan pasukannya. Dan dengan bantuan Erika yang bisa mengendalikan pikiran, dia di minta untuk mengendalikan semua Oars yang berada di bawah tanah untuk bekerja sama dengan mereka.


Saat ini Erika sedang di tunjukkan keberadaan para Oars yang akan di kendalikannya, namun setelah dia tiba disana saat itu juga Erika di buat terkejut sebab dia tidak pernah mengira jumlahnya akan sangat banyak.


“Bagaimana? Apa kau bisa melakukannya.?” Tanya Alissa melirik Erika.


“ Akan ku usahakan, tapi ku rasa ini akan memakan waktu cukup lama. Apa tidak apa-apa.?” Balas Erika balik meliriknya.


“ Sepertinya kita masih waktu, perbedaan waktu di Rohan lebih cepat dari pada di dunia manusia. Ku harap kita bisa sampai disana sebelum Zake berangkat ke dunia para Elf.”


Setelah obrolan mereka selesai, Erika segera mencoba mengendalikan salah satu pikiran Oars yang ada di bawah sana. Beruntung mereka tidak menyerang, bahkan sikap mereka kepada Erika layaknya seekor kucing besar yang sedang mencari perhatian.


“ Aku akan meninggalkanmu disini, panggil aku jika kau membutuhkan sesuatu.” Seru Alissa di balas acungan jempol dari Erika di bawah sana.


**


Persiapan perang melawan Zake dan pasukannya sudah mencapai 80 %, Aerox dan Momonga juga sudah terbangun dari tidur panjangnya. Mereka kembali pulih dan ikut bersiap untuk perang yang akan datang.


Hari ini Sean akan kembali dari dunia manusia untuk memantau apa yang sedang terjadi disana, jika informasi Sean tentang dunia manusia sudah aman maka mereka akan kesana hari itu juga.


Tehitung sudah dua bulan dia mempersiapkan segalanya, para Oars telah tunduk di bawah kendali Erika. Mereka berjumlah seratus kepala yang dapat berguna membantu peperangan melawan Zake.


“ Alissa, ada yang ingin ku sampaikan kepadamu.” Sahut Sammy tiba-tiba.


Alissa pun beranjak dari tempatnya mengikuti Sammy yang menjauh dari semua orang, mereka membutuhkan tempat yang sunyi untuk membahas hal penting tersebut.


“ Apa yang ingin kau sampaikan padaku.?”

__ADS_1


“ Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Zake bekerja bersama makhluk lain yang ada di dunia para Elf.”


“ Makluk lain? Siapa makhluk itu.?”


“ Aku tidak tahu, tapi dia menjadi kaki tangan Zake selama disana.”


“ Apa dia juga salah satu Elf Calaquendi.?”


“ Sepertinya tidak, dia memiliki energi yang sangat besar. Tapi energinya tidak sebesar yang dimilikinya saat ini.”


“ Energi yang besar hanya di miliki oleh Valar.”


“ Aku pun berpikir seperti itu. Tapi tidak mungkin jika Valar yang menjadi kaki tangannya, Valar adalah makhluk yang agung dan suci.”


“ Kita tidak akan pernah tahu kalau ada di antara mereka yang akan berkhianat.”


“ Hanya itu yang ingin ku sampaikan, tolong berhati-hatilah jika sekiranya kau bertemu dengannya. Jangan pernah percaya pada siapapun.”


“ Kau tenang saja, terima kasih karena telah memberitahu ku tentang hal ini.”


Panggilan dari Sean tiba-tiba membuat Alissa terkejut, rupanya wanita itu telah kembali dari dunia manusia. Alissa dan Sammy segera kembali ke tempat berkumpul dan mendengar informasi yang di dapatkan oleh Sean setelah dia kembali dari sana.


“ Alissa dengarkan aku, ayahmu dan dua valar lainnya telah berusaha melawan Zake. Tapi sayangnya mereka kalah, dan saat ini Zake akan bergegas menuju dunia para Elf untuk melanjutkan tujuan mereka.” Ungkap Sean seketika membuat Alissa terkejut bukan main.


“ Ayahku di kalahkan oleh Zake.?”


“ Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Fanwe terbaring di tanah dengan beberapa anak panah yang menusuk tubuhnya.”


“ Tapi ayahku seorang valar yang hebat, bagaimana dia bisa di kalahkan semudah itu.”


“ Melkor dan Vaire juga sudah di kalahkan oleh mereka, aku tidak tahu sekuat apa Zake saat ini sehingga dia bisa membuat ketiganya kalah secara bersamaan.”


“ Kita harus segera ke dunia manusia, aku tidak akan membiarkan dia bertindak sesukanya lagi.” Ucap Alissa sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.


**


Tak hanya itu, Melkor yang telah kalah dari Amoera serta Vaire yang harus mati di tangan monster ciptaan Zake benar-benar membuktikan bahwa kekuatan mereka saat ini setara dengan para Valar.


“ Saatnya ke Sandora untuk membunuh sang ratu.” Ucap Zake yang sudah siap untuk keberangkatannya.


Langit tiba-tiba berubah menjadi cerah kembali, namun tiba-tiba tergantikan oleh malam yang di susul oleh udara dingin yang membuat siapapun akan merasakannya.


“ Tuanku, sepertinya kita kedatangan tamu baru.” Ujar Amoera yang baru saja tiba di tempat Zake.


“ Hmm, mereka hanya Valar biasa. Sayangnya Manwe bertindak sangat ceroboh telah mengirimkan mereka yang lebih kuat untuk maju terlebih dulu.” Balas Zake dengan senyum khasnya.


Sosok baru itu muncul dan mereka berjumlah tiga orang sama seperti sebelumnya, mereka adalah Varda yang merupakan Valar Bintang, kemudian Eslle yang merupakan Valar penyembuh, dan yang terakhir adalah Yavanna yang merupakan Valar Bumi.


Ketiganya kembali di utus oleh sang Valar Agung untuk mengalahkan Zake dan pasukannya, berita kekalahan Fanwe, Melkor, dan Vaire telah sampai di Valinor itu sebabnya mereka dengan cepat mengirim bantuan yang di harap mampu membuat Zake menyerah.


Sesuatu kembali muncul dari langit dan cahayanya sampai menyilaukan mata, perlahan namun pasti benda asing itu semakin dekat ke bumi dan itu merupakan kekuatan dari Varda yang dapat menggerakkan benda di luar angkasa sesukanya.


Meteor yang dia gerakkan dari angkasa saat ini jatuh ke satu titik di bawah sana, dengan kecepatan yang sangat hebat meteor itu berhasil menimpa monster yang di ciptakan oleh Zake hingga membuat beberapa Oars di bawah sana banyak yang mati mengenaskan.


Zake terkejut melihatnya, dia memang tidak seharusnya meremehkan Varda dengan kekuatannya yang menguasai luar angkasa. Jumlah pasukannya saat ini memang tersisa sedikit, tapi Zake belum menyerah sampai di situ saja.


“ Varda, aku menantangmu melawanku satu lawan satu.” Sahut Zake dengan suara yang lantang.


“ Dengan senang hati.” Balas Varda yang maju duluan dan membiarkan Eslle dan Yavanna mengambil tindakan mereka masing-masing.

__ADS_1


Amoera akan menghadapi Yavanna kali ini, sedangkan Eslle akan melihat kondisi Valar yang telah kalah untuk segera mendapatkan penyembuhan. Dari ketiganya memang hanya Fanwe dan Melkor saja yang di rasakan masih bernyawa, sehingga dia harus cepat-cepat sebelum terlambat.


**


Pertarungan penuh darah antara Zake dan Varda telah berlangsung sangat lama, dari malam hingga matahari kembali terbit dan mereka berdua belum ada yang kalah. Meskipun keduanya sudah babak belur tapi mereka masih bisa berdiri di tempat mereka masing-masing membuktikan bahwa mereka berdua masih siap untuk bertarung.


“ Jika kau kalah kali ini, Valinor hanya akan memiliki beberapa Valar lemah dan itu akan sangat mudah untuk mengalahkan kalian.” Seru Zake masih dengan tawa sombongnya.


“ Jangan terlalu naïf, aku masih belum kalah darimu.” Balas Varda yang sebaliknya tetap santai menghadapi Zake.


“ Fanwe pun berkata hal yang sama denganmu kemarin, tapi buktinya dia telah kalah dariku.”


“ Sayangnya aku berbeda dengan Fanwe.”


“ Bagiku kalian semua sama saja.” Balas Zake yang memberikan serangan dadakan hingga membuat tubuh Varda terlempar hingga menabrak tebing.


Varda terbatuk sambil mengeluarkan darah dari mulutnya, dia berusaha untuk bangkit namun Zake kembali menyerangnya dengan sihir hitam yang membuat tubuh Varda tidak dapat bergerak.


Varda harus tetap tenang agar dapat berkonstentrasi mengalahkan Zake dengan senjata rahasianya, dan semua itu mungkin akan sangat beresiko ditambah rekan Valarnya masih berada di sekitar mereka.


“ Aku harus membawanya ke dimensi lain.” Benak Varda.


Sebuah portal menuju dimensi lain terbuka dengan kekuatan Varda, dengan tarikan gravitasi yang kuat dia dan Zake masuk ke dalam dimensi tersebut dan menghilang dari dunia manusia.


Sementara itu di lain tempat, Yavanna sedang berhadapan dengan Amoera. Sangat mudah untuk melawan sesama wanita yang memiliki kekuatan sihir yang setara.


“ Tak ku sangka seorang penyihir hebat mau bekerja sama dengan ras Elf.” Yavanna berusaha memprovokasi Amoera untuk membuatnya kesal.


“ Salah siapa kami di usir dan di asingkan di tempat yang sangat hina.” Balas Amoera.


“ Sayangnya aku tidak akan membuang-buang waktu denganmu. Biarkan aku mengakhiri ini dengan lima menit saja.” Ujar Yavanna yang kemudian mencoba teknik sihir penguasanya untuk mengalahkan Amoera.


Memiliki kekuatan yang dapat menggerakkan bumi membuat Yavanna membuat getaran yang kuat hingga muncul retakan tepat di bawah kaki Amoera, awalnya Amoera dapat menghindar beberapa kali namun retakan itu muncul semakin besar dan terlihat curam.


Getaran yang hebat tak bisa membuat Amoera berpijak dengan baik, dan saat dia lengah saat itu juga Yavanna membuatnya terjatuh ke dasar jurang yang dia buat kemudian menutupnya kembali seperti sebelumnya.


“ Bagaimana mungkin mereka bertiga tidak bisa mengalahkan bedebah satu ini.” Ucap Yavanna setelah berhasil dengan tugasnya.


Selanjutnya Yavanna mendatangi tempat dimana Varda dan Zake bertarung, namun sayangnya dia tidak menemukan mereka berdua dimana pun. Tak lama setelah itu Eslle muncul dengan membawa Fanwe, Melkor, dan Vaire ke tempat Yavanna berada.


“ Apa mereka masih hidup.?” Tanya Yavanna.


“ Melkor dan Vaire sudah tidak bisa diselamatkan lagi, sementara Fanwe mengalami kondisi yang sangat buruk dan dia harus segera di bawa ke Valinor.” Jawab Eslle.


“ Kita benar-benar dalam masalah besar, sekarang Varda pun menghilang entah kemana.” Ucap Yavanna menunduk sendu.


Sesuatu tiba-tiba jatuh di antara mereka dan membuat asap yang tebal di muncul dimana-mana, serangan yang mendadak mengenai Yavanna dan juga Eslle. Keduanya terluka namun masih bisa bergerak, setelah asap itu menghilang sosok bayangan muncul hingga memperlihatkan bentuk aslinya.


“ Zake.?”


Di tangan Zake terlihat sepotong kepala yang membuat keduanya terkejut bukan main, kepala yang mereka lihat adalah kepala milik Varda yang telah berhasil di kalahkan oleh Zake.


“ Kalian bukan tandinganku.” Kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh Zake sebelum melemparkan sihir ke arah Yavanna dan Eslle sehingga membuat tubuh mereka terpental dengan jarak yang sangat jauh.


Zake yang melihat keadaan selama dia pergi ke dimensi lain untuk mengalahkan Varda pun semakin kesal, dia merasakan keberadaan Amoera sudah tidak ada lagi di dunia manusia.


Emosi Zake semakin meluap dan membuat aura di sekelilingnya berubah menjadi hitam, Zake masuk ke dalam mode dewanya yang tak akan terkalahan. Zake merasa sudah saatnya untuk pergi ke dunia para Elf dan menghancurkan tempat itu, dia tidak akan menundanya lagi.


Portal menuju Valinor masih terbuka di atas sana, Zake hanya perlu masuk dan tiba di Valinor lebih awal. Jika dia harus bertemu dengan Valar Agung pun tidak akan membuatnya mundur, dia akan mengalahkannya seorang diri.

__ADS_1


Zake mulai terbang menuju portal tersebut seorang diri, namun ketika dia hendak mendekati portal tersebut sebuah serangan brutal membuatnya menjauh dari portal hingga menimbulkan kehancuran di bawah sana.


“ Sudah ku katakan, aku tidak akan membiarkan mu mencapai tujuanmu itu dengan mudah.” Sahut Alissa yang datang bersama Aerox tepat sebelum Zake masuk ke dalam portal.


__ADS_2