
Hari pelantikan valar baru untuk empat tahta kosong akan segera di lakukan hari ini. Semua valar yang tersisa sudah memenuhi ruang pertemuan dan mereka telah mendengar sepatah kata dari valar agung tentang keempat pilihan yang telah dia seleksi berdasarkan kekuatan dan rasa tanggung jawab yang mereka miliki.
Pintu berwarna putih itu baru saja terbuka dan tampak dua pria dan dua wanita memasuki ruangan dengan penampilan mereka yang berbeda-beda, pandangan Fanwe terus tertuju kepada mereka berempat dengan tatapan serius sampai salah satu dari mereka membalas tatapan Fanwe dengan senyuman kecil di bibirnya.
Valar Agung di wakili oleh penasehatnya mulai memperkenalkan keempat kandidat yang akan mengisi tahta kosong empat valar baru, dan yang pertama adalah Morgoth yang akan menggantikan Varda sebagai valar Bintang, Morgoth berasal dari tempat kelahiran yang sama dengan Varda dan kemampuannya hampir serupa dengan Varda karena mereka berguru pada guru yang sama.
Yang kedua adalah Aule yang menggantikan Melkor sebagai valar langit, dia merupakan cucu terakhir valar langit pertama. Dan yang ketiga adalah Ulqiora yang akan menggantikan Nienna sebagai valar kehidupan, tidak di jelaskan dari mana dia berasal dan yang terakhir adalah Cybelle yang mengisi tahta Vana sebagai valar flora dan fauna.
Dari keempat valar baru yang telah di perkenalkan barusan maka mereka akan melanjutkan tugas valar sebelumnya mulai hari ini, dan semua valar lama yang berada di ruangan harus menerima mereka dan mengajarkan mereka bagaimana menjadi seorang valar yang baik di Valinor.
Keempat Valar baru tersebut akan belajar masing-masing di antara valar lama, dan pembagiannya berdasarkan keinginan valar baru tersebut. Morgoth memilih Yavanna untuk mendapatkan pengetahuan tentang Valinor, Aule memilih Essle, Ulqiora memilih Vaire namun Vaire dengan tegas menolak sehingga Ulqiora harus memilih Azura.
Dan yang terakhir adalah Cybelle, dia memilih Fanwe dengan terang-terangan bahwa dia kagum pada Fanwe sejak dulu. Karena Fanwe pun tidak menolak maka pertemuan hari itu di akhir dengan cepat oleh Valar agung di serahkan kepada mereka masing-masing.
“ Mohon bantuannya, tuan Fanwe.” Ucap Cybelle dengan senyum yang merekah.
**
Setelah dari istana Valar agung, Fanwe mengajak Cybelle di kediamanannya untuk memperkenalkan dia tentang Valinor dan pengalamannya selama menjadi Valar hutan dan lautan.
“ Tempat yang sangat unik, aku tidak menyangka banyak tumbuhan dan hewan yang lucu di tempatmu tinggal tuan.” Ucap Cybelle ketika dia mengikuti Fanwe menuju hutan suci.
Tampak Aerox yang sedang tertidur pun langsung terbangun melihat kedatangan mereka, awalnya Aerox bersikap sangat baik pada Fanwe bahkan hampir terlihat seperti kucing yang menghampiri majikannya.
Berbeda halnya ketika Cybelle yang berusaha mendekati Aerox, reaksi hewan itu langsung berubah dan menghindari sentuhan Cybelle dengan sangat cepat.
“ Aerox biasanya sangat senang dengan Vana, aku tidak menyangka dia tidak menyukaimu sebagai pengganti Vana.” Lontar Fanwe sambil menjatuhkan tubuhnya diatas sebuah kursi.
“ Benarkah? Mungkin aku belum di terima dengan baik olehnya.” Balas Cybelle beralih duduk di atas kursi seperti Fanwe.
“ Penasehat belum menjelaskan tentangmu dengan jelas tadi, boleh aku tahu dari mana kau berasal dan bagaimana yang mulia memilihmu sebagai pengganti Vana untuk tahtanya.?” Tanya Fanwe menatapnya serius.
“ Sebetulnya aku hanya makluk biasa yang hidup di desa terpencil di bagian utara dunia ini, suatu hari aku tiba-tiba bisa berbicara dengan hewan dan membuat tumbuhan mati bisa hidup kembali. Saat itu aku bertemu dengan yang mulia, dia menawarkan ku untuk menjadi Valar dengan kekuatan yang ku miliki. Awalnya aku menolak, tapi dia memohon untukku tetap menjadi valar, butuh waktu lama untukku menerima tawaran itu dan seperti yang kau lihat sekarang, aku mengisi tahta valar flora dan fauna sekarang.” Jelas Cybelle kemudian.
“ Aku hanya bisa mengatakan selamat datang dan semoga kau bisa melakukan tugasmu dengan baik.” Lontar Fanwe lirih.
“ Terima kasih. Oh iya, ku dengar istrimu baru saja melahirkan, apa dia bayi perempuan lagi.?”
“ Bagaimana kau tahu tentang hal itu? Aku bahkan belum menceritakan kepada siapapun tentang kelahiran anak kedua ku.”
“ Aku mendengarnya saat pertemuan hari ini, aku tidak ingat siapa yang mengatakannya. Maaf kalau aku lancang.”
“ Tidak apa-apa, ku harap kau tidak menyebarkan tentang hal ini kepada siapapun. Aku tidak ingin identitas putraku terkuak sebelum waktunya tiba.”
“ Jadi dia bayi laki-laki.”
“ Benar, saat ini putriku sedang berada di dunia manusia mungkin dia akan segera kembali dalam waktu dekat ini.”
“ Boleh aku menjenguk istri dan anakmu.?”
“ Kenapa kau ingin menjenguknya.?”
“ Apa tidak boleh.?”
“ Aku sudah bilang kalau untuk saat ini identitasnya tidak boleh di ketahui oleh siapapun, bahkan teman-teman Valar yang lain pun masih belum boleh melihatnya.”
__ADS_1
“ Oke, aku akan menunggu sampai waktunya tiba.”
“ Sekarang kau boleh menceritakan tentang Valinor untukku, mungkin akan sangat menyenangkan jika kau menceritakannya secara langsung.” Lanjut Cybelle menatap Fanwe dengan lurus.
Setelah menceritakan semuanya kepada Cybelle, kini tiba saatnya wanita itu untuk pulang di kediamannya. Ketika Cybelle hendak bangkit dari kursi tiba-tiba saja dia merasa sakit pada pundaknya, Fanwe menanyakan ada apa dengan pundaknya dan dia tidak menjawab.
“ Hanya sedikit keseleo saja.” Balas Cybelle lirih.
“ Apa kau tidak ingin mengobatinya dulu? Aku punya terapi pengobatan yang cocok untuk masalahmu itu.” Sahut Fanwe.
“ Tidak perlu, nanti juga sembuh.” Tolak Cybelle sekali lagi.
“ Baiklah kalau begitu, berhati-hatilah di jalan pulang.”
Saat Cybelle sudah pergi dari kediaman Fanwe, entah mengapa Fanwe langsung teringat dengan penyusup yang berhasil terkena anak panah pada pundaknya. Jumlah mereka pun sama sekitar empat orang, tapi sayangnya dia tidak sempat melihat wajahnya saat itu.
**
Satu bulan telah berlalu, keempat Valar baru yang telah mengisi tahta berhasil melakukan tugasnya dengan baik hanya dalam jangka satu bulan. Hal ini membuat valar agung selalu memuji mereka dan selalu mengundang mereka untuk menghadiri jamuan makan bersama hampir setiap hari.
Valar yang lain tidak merasa cemburu dengan undangan tersebut yang hanya di tujukan kepada mereka yang baru, hal itu justru membuat Fanwe semakin mencurigai sesuatu yang aneh dengan sikap valar agung yang dulu sangat sulit untuk di temui jika bukan urusan yang penting.
Malam itu Yavanna dan Vaire datang menemui Fanwe, selama satu bulan ini mereka tidak tinggal diam melainkan mencaritahu lebih dalam tentang empat valar baru termasuk Yavanna yang menemani Morgoth selama satu minggu kemarin dalam mengenalkan Valinor.
“ Apa yang kalian temukan selama satu bulan ini.?” Tanya Fanwe.
“ Aku sudah mengikutinya beberapa hari terakhir, dia memiliki kekuatan yang cukup aneh. Tidak seperti Varda tapi kekuatannya kali ini lebih mengerikan, dia bisa memutuskan bagian tubuhnya namun di saat itu juga tubuhnya yang terputus akan beregenerasi dengan sangat cepat.” Jelas Yavanna.
“ Apa dia seorang monster.?” Shaut Vaire.
“ Dia bisa beregenerasi dengan cepat katamu.?” Lontar Fanwe yang kembali mengingat kejadian di hutan terlarang.
“ Mereka berempat memang sangat mencurigakan, entah mengapa aku merasa bahwa mereka adalah empat penyusup yang waktu itu sempat terlihat di hutan terlarang.”
“ Kalau begitu kita beritahu saja Valar agung bahwa mereka adalah palsu, bisa saja mereka menyamar sebagai valar baru untuk merencanakan sesuatu di Valinor.” Ucap Vaire.
“ Kita harus punya bukti yang cukup kuat untuk memberitahu yang mulia, jika kita salah mengambil tindakan maka kita yang akan mendapat masalah.” Ujar Fanwe.
“ Apa kita harus memanggil Eslle dan Azura juga untuk bergabung bersama kita? “ Tawar Yavanna.
“ Ku rasa tidak perlu, cukup kita berdua saja sudah jauh lebih baik.”
“ Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Vaire melirik Fanwe serius.
“ Untuk saat ini aku tidak tahu harus berbuat apa, tunggu sampai kita menemukan waktu yang tepat untuk memulainya kembali.” Balas Fanwe.
**
Keesokan harinya secara mendadak Fanwe dan Vaire di panggil oleh valar agung ke istananya, dan mereka berdua pergi dengan rasa penasaran yang tinggi. Ada apa gerangan sampai mereka harus kesana pagi-pagi sekali.
Setibanya di istana, mereka berdua langsung menemui yang mulia agung. Keduanya cukup terkejut sebab di dalam sana sudah ada Morgoth dan Aule, kemudian Fanwe dan Vaire ikut berdiri di depan singgasana menunggu pria setengah baya itu melontarkan kata-katanya.
“ Aku mempunyai misi untuk kalian berempat, dan misi ini hanya bisa di lakukan oleh kalian saja.” Lontar Valar agung.
“ Misi apa yang sekiranya hanya kami berempat yang dapat melakukannya yang mulia.?” Tanya Fanwe dengan sopan.
__ADS_1
“ Kalian berempat harus pergi ke Hueco Mundo untuk mengecek keadaan disana, aku telah mendapat laporan bahwa ada beberapa tahanan yang memberontak. Aku ingin kalian berempat yang membuat mereka semua kembali taat pada aturan yang berlaku disana.”
Mendengar kata Hueco Mundo yang merupakan penjara para penjahat kelas atas membuat Fanwe sedikit bingung menagapa misi ini harus di berikan kepadanya, biasanya misi ini di berikan kepada Melkor dan Vaire tapi kali ini dia harus ikut melaksanakannya.
“ Dan yang menjadi pemimpin dari misi ini adalah Aule.” Valar agung lagi.
Fanwe sekali lagi melirik Vaire, sekarang pemimpin dari misi ini bukanlah Vaire dan di berikan kepada Aule yang merupakan valar baru disini. Bahkan Aule sendiri tidak tahu dimana letak Hueco Mundo berada tapi dia sudah di tunjuk sebagai pemimpin.
“ Sebelum matahari sudah naik ke atas kalian berempat sudah harus meninggalkan Valinor, aku akan memberikan tumpangan pribadiku untuk kalian.” Sambungnya tanpa ada protes sama sekali dari mereka berempat yang artinya misi itu telah mereka terima.
**
Seekor makhluk besar dengan sayap yang indah baru saja muncul dari langit menghampiri Fanwe dan yang lain di bawah sana, makhluk besar yang dua kali lebih besar dari Aerox di sebut Uranus yang merupakan tunggangan pribadi Valar agung dimana kecepatannya mengalahkan Aerox dan perlindungan selama perjalanan tidak dapat di ragukan lagi.
Yang membuat Fanwe sampai tak habis pikir adalah mengapa Valar agung sampai memberikan tumpangan pribadinya kepada mereka sementara semua Valar juga memiliki tumpangan pribadi miliknya masing-masing.
Sebelum semua persiapan telah siap, Yavanna datang menemui Fanwe dan Vaire. Sebelum berangkat ada pesan yang di berikan Fanwe kepada Yavanna. Karena misi dadakan ini dia jadi tidak bisa mencaritahu lebih tentang mereka berempat.
“ Serahkan padaku, aku akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sampai kalian kembali.” Ucap Yavanna sebelum pergi dari sana.
Setelah Yavanna pergi ada Vaire yang sejak tadi mendengus sebal tak terima dengan posisinya saat ini. Fanwe hanya dapat meliriknya dengan pasrah, dia pun sama seperti Vaire namun dalam mode tenangnya.
“ Sial, aku harus bekerja sama dengan seorang kroco di dunia valar.” Protes Vaire yang merasa tidak sudi dengan misi yang di berikan saat ini.
“ Apa menurutmu valar agung terlalu pilih kasih sekarang? Jelas-jelas ada aku dan kamu yang merupakan valar lama dan lebih berpengalaman, tapi kenapa dia menunjuk kroco itu.?”
“ Kita ikuti saja alurnya, aku pun merasakan firasat yang buruk tentang misi ini. yang terpenting adalah kita harus fokus, jangan sampai membuatmu terbawa emosi sehingga menciptkan sesuatu yang tidak baik.” Balas Fanwe yang selalu tenang di segala situasinya.
“ Tuan-tuan, tumpangan telah siap. Saatnya untuk berangkat.” Sahut Aule yang datang menghampiri mereka berdua.
“ Jangan memasang wajah seperti itu.” Tegur Fanwe yang kemudian membuat Vaire harus mengubahnya sedikit lebih santai.
**
Sore itu Yavanna, Eslle, Azura, Ulqiora, dan Cybelle yang merupakan valar wanita sedang asyik menikmati secangkir teh hangat sambil mengobrol kecil yang membahas tentang masalah wanita tentunya.
Dari percakapan yang mereka bahas rupanya tak membuat Ulqiora dan Cybelle menanggapi setiap pembahasan tersebut, mereka hanya terdiam dan memperhatikan tiga yang lainnya dalam bercakap.
“ Kenapa kalian berdua diam saja? apa kalian tidak nyaman dengan pemabahasan ini.?” Tegur Yavanna melirik mereka bergantian.
“ Tidak juga, kami hanya bingung ingin menanggapinya.” Balas Ulqiora di sambung anggukan pelan dari Cybelle.
“ Saat ini Valinor sangat sepi, semua Valar pria tidak ada disini. Apa tidak ada masalah jika mereka semua pergi secara bersamaan.?” Tanya Cybelle tiba-tiba.
“ Memangnya apa yang harus di khawatirkan jika mereka tidak disini? Apa akan ada yang menyerang Valinor jika mereka tidak ada.?” Sahut Yavanna lagi.
“ Bisa saja, kita sebagai wanita tentu tidak memiliki kekuatan yang besar seperti mereka kan.” Balas Cybelle.
“ Meksipun kita seorang wanita, kita tidak akan bisa menjadi Valar jika kekuatan kita di anggap remeh begitu saja.” Serang Yavanna dengan penuh penekanan.
“ Kau sangat percaya diri sekali rupanya.” Lontar Ulquiro menarik perhatian mereka semua.
“ Ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu.?” Ucap Ulqiora.
“ Ucapanmu barusan membuatku tersinggung.” Balas Yavanna ketus.
__ADS_1
“ Baiklah, aku minta maaf.”
“ Aku selesai, sebaiknya aku kembali ke tempatku saja.” Yavanna bangkit dari tempatnya dan mulai meninggalkan mereka semua tanpa sepatah kata lagi.