
Kota Hamberg sedang di padati oleh masyarakat untuk menyaksikan festival yang di langsungkan hari itu, banyak dari mereka yang datang bersama keluarga, teman, hingga kekasih. Tapi untuk Alissa, dia tidak tahu sebutan apa yang cocok untuknya dan Edwyn saat ini.
Saat itu Alissa melihat ada pasangan yang pergi sambil bergandengan tangan, dan dia melihat tangan Edwyn dengan perasaan campur aduk. Alissa sangat ingin meraihnya agar mereka berdua bisa saling bergandengan seperti yang di lakukan orang-orang.
Karena banyaknya manusia di tempat itu, membuat Alissa sampai tersambar oleh orang yang juga ingin pergi ke arah yang berlawanan. Melihat hal tersebut membuat Edwyn langsung meraih tangan Alissa agar mereka tidak berpisah.
Fokus Alissa kini tertuju pada tangannya yang di genggam erat oleh Edwyn, rasanya sangat menyenangkan sampai dia tak mau berhenti untuk tersenyum.
Cukup lama mereka saling bergandengan tangan sampai mereka tiba di alun-alun kota, Edwyn melepaskan genggamannya terlebih dulu dan meminta maaf kepada Alissa atas sikapnya yang kurang sopan.
“ Tidak apa-apa, hanya perkara genggaman tangan saja.” Balas Alissa malu-malu.
Hal itu juga membuat Edwyn malu sampai membuat wajahnya memerah, dia tidak berani melihat wajah Alissa selama beberapa detik dan fokus memandang ke tempat lain.
“ Mau menikmati es krim.?” Tanya Edwyn ketika dia tak sengaja melihat penjual es krim keliling di alun-alun.
“ Boleh.” Jawab Alissa lirih.
Dan Edwyn segera menyebrang sendirian, tak lama setelah itu dia membawa dua cone es krim dengan rasa vanilla dan coklat. Alissa memilih coklat karena dia sangat suka dengan rasa itu.
“ Dingin.” Komentar Alissa ketika dia telah mencicipinya sedikit.
“ Tentu saja, itu kan terbuat dari es.” Balas Edwyn tertawa kecil melihat tingkah lucu Alissa.
“ Aku belum pernah mencoba rasa vanilla sebelumnya, apa itu enak.?” Tanya Alissa melirik es krim Edwyn.
“ Kau mau coba.” Edwyn menyodorkan es krim miliknya ke Alissa dan seketika membuat wajahnya memerah menahan malu.
Awalnya Alissa ragu mencobanya, namun karena Edwyn terus menawarkan es krimnya alhasil membuat Alissa mencoba es krim tersebut. Dan setelah mencoba rasa vanilla dia menemukan rasa baru yang dia sukai selain coklat sekarang.
“ Vanila sangat enak, meskipun coklat jauh lebih enak.” Serunya dan kembali mencicipi es krim miliknya.
Setelah es krim mereka habis, keduanya kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat-lihat pameran labu yang tersedia hampir di sepanjang jalan. Festival labu ini mengingatkan dengan festival yang dulu pernah dilangsungkan di Sandora, saat itu Edwyn menjadi tamu disana dan siapa yang tahu kalau sekarang adalah Alissa yang menjadi tamunya.
**
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Alissa dan Edwyn sudah cukup menikmati festival dengan sangat seru hingga waktu memaksa mereka untuk pulang ke rumah.
“ Sayang sekali, waktu berjalan begitu cepat. Aku terlalu senang bisa pergi bersamamu seperti ini.” Gumam Edwyn membuat Alissa diam di tempatnya.
Edwyn ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alissa, dia pun menghampiri wanita itu dan kembali menjelaskannya.
“ Maksudku, aku senang bisa menemanimu dan melihatmu ikut senang menikmati festival ini.” Lanjut Edwyn yang tersadar jika ucapannya mengandung arti lain.
__ADS_1
“ Apa kau benar-benar tidak bisa mengingatku.?” Tanya Alissa menatap kedua mata Edwyn lurus.
“ Apa kita pernah kenal sebelumnya?” tanya Edwyn lirih.
“Aku memang mengalami amnesia, dan jika benar aku pernah mengingatmu tolong beritahu aku seperti apa hubungan kita dulu? Kenapa aku merasa begitu senang jika bersamamu.?” Lanjutnya penuh harap.
“ Katakan Alissa, katakana padanya kalau kalian saling mencintai.” Benak Alissa mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
“ Aku,” Belum sempat Alissa melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja seseorang memanggil Edwyn dengan suara yang tak asing.
Benar, dia adalah Sofia yang datang menjemput Edwyn. Wanita itu langsung berdiri di sebelahnya dan merangkul lengan Edwyn seolah-olah menunjukkan di hadapan Alissa bahwa Edwyn adalah miliknya.
“ Aku sudah menunggumu sejak tadi, aku sudah membuat makan malam spesial untuk kita berdua.” Ucap Sofia namun tatapannya tetap tertuju kepada Alissa.
“ Kau tidak perlu menjemputku seperti ini.” Balas Edwyn merasa risih di hadapan Alissa.
“ Aku minta maaf kalau sikapku membuatmu jengkel, aku berjanji tidak akan seperti itu lagi.” Lontar Sofia yang akhirnya melirik Edwyn.
“ Aku permisi, terima kasih untuk hari ini.” Sahut Alissa dan berlalu meninggalkan mereka terlebih dulu.
Saat itu Edwyn menoleh ke arah Alissa pergi, entah mengapa dia merasa sedih menyaksikan Alissa yang harus kembali seorang diri. Dan sekarang Sofia semakin mempererat genggamannya sampai Edwyn merasa sesak.
“ Ayo kita pulang.” Ajak Edwyn agar dia bisa terlepas sesegera mungkin.
**
Ketika Alissa sudah keluar dari rumah, mereka pun berpindah tempat menuju satu tempat yang di rasa cukup aman untuk membahas hal penting tersebut.
“ Aku masih menaruh rasa curiga padamu, meskipun kau mengatakan sebelumnya kalau kau tidak mengenal Edwyn tetap saja membuatku kepikiran. Sebaiknya kau jujur padaku, sebenarnya kau ini siapa? Dan apa tujuanmu berada di dekat Edwyn.?” Lontar Sofia tanpa basa basi.
“ Kalau ku katakana aku khawatir kau tidak akan mempercayaiku.” Balas Alissa dengan santai.
“ Kenapa aku tidak akan percaya? Jangan bertele-tele dan katakan semuanya dengan jelas.!!!”
“ Aku memang mengenalnya, kami bertemu sebelum dia kehilangan ingatannya. Dan asal kau tahu saja, aku adalah wanita pertama yang tinggal di rumahnya sebelummu. Bahkan kamar yang di tempati oleh Edwyn adalah mantan kamar yang dulu di buatkan olehku, seharusnya yang marah adalah aku karena aku adalah wanita pertama yang di cintainya.”
Sofia mengedipkan matanya beberapa kali, dia mencoba mencerna setiap ucapan yang di keluarkan oleh Alissa. Dan entah mengapa dia merasa tidak percaya dengan semua itu, baginya Alissa adalah seorang penipu yang ingin mengambil keuntungan saja.
“ Kau tidak mempercayaiku kan.” Lontar Alissa membuat Sofia kembali tersadar,
“ Lalu kenapa kau berbohong sebelumnya.?”
“ Jika aku jujur saat itu aku yakin Edwyn akan menganggapku wanita aneh, jadi aku memilih untuk diam.”
__ADS_1
Sekarang Sofia mulai percaya, dari pengetahuan Alissa tentang Edwyn dan juga obrolan keduanya yang selalu tumpang tindih membuat perasaannya tidak aman.
“ Jika kau mengenalnya, kemana saja kau selama ini? dimana kau saat dia mengalami kecelakaan dan membuat ingatannya menghilang.?” Tanya Sofia ketus.
“ Aku.” Alissa tidak bisa menjawabnya, bagaimana pun juga dia tidak akan memberitahu Sofia tentang dirinya yang sebenarnya.
“ Alih-alih mengetahui kemana aku selama ini, kenapa kau tidak waspada saja? aku masih tidak akan menyerah mendapatkan Edwyn kembali.” Lanjut Alissa kemudian.
“ Wanita licik. Sudah ku duga kalau kau adalah wanita yang sangat licik.” Balas Sofia kesal.
“ Kenapa kau sangat terkejut? Apa kau takut jika aku bisa merebut Edwyn kembali.?” Lontar Alissa semakin membuat Sofia naik pitam.
“ Tidak akan ku biarkan, Edwyn tetap akan menikahiku.” Ujar Sofia sebelum akhirnya meninggalkan Alissa.
Wanita itu berjalan dengan cepat menuju rumah Edwyn, dia sempat menoleh ke Alissa sebentar sebelum akhirnya membanting pintu dengan keras. Sudah bukan hal baru lagi bagi Sofia yang selalu melakukan hal itu, dan Edwyn sudah terbiasa dengannya.
Sekarang Sofia sudah berada di dalam kamar, dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan kesal. Segala ucapan Alissa membuatnya marah, takut, dan semakin membenci wanita itu.
“ Bagaimana jika Edwyn mengingat semuanya, dia pasti akan sangat membenciku” Benak Sofia sambil menyentuh kepalanya yang terasa pusing.
Satu tahun yang lalu…
Kabar kecelakaan yang menimpa Edwyn setelah bencana besar yang terjadi di Hamberg terdengar di telinga Sofia, saat itu Sofia berada di kota Berg dan langsung menuju Hamberg untuk menemui Edwyn.
Namun ketika tiba disana, dia mendapati Edwyn yang mengalami gangguan ingatan dan dokter berkata bahwa separuh ingatan Edwyn menghilang dan dia hanya mengingat beberapa tahun sebelum kejadian itu terjadi.
Edwyn melupakan segalanya tapi dia ingat dengan Sofia yang merupakan temannya saat dia kecil, melihat kehadiran Sofia membuat Edwyn merasa bahagia dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk saling bergantung satu sama lain.
Sofia yang sejak dulu menyimpan perasaan terhadap Edwyn memanfaatkan kejadian ini dengan mengatakan bahwa ingatan yang hilang dari diri Edwyn adalah ingatan bahwa mereka berdua pernah menjalin hubungan bersama dan akan menikah.
Edwyn yang percaya kan hal tersebut akhirnya menerima Sofia, dia mengajak wanita itu untuk pindah ke Hamberg sekaligus membantunya mengembalikan ingatannya yang hilang.
Selama satu tahun setengah Sofia menemani Edwyn, dan dia berhasil membuat pria itu selalu bergantung kepadanya. Sofia tidak mengatakan kebenaran kepada Edwyn karena rasa cintanya yang sangat besar untuk pria itu. Dan jani pernikahan yang akan mereka langsungkan selalunya di tunda oleh Edwyn, bukan tanpa alasan dia hanya ingin membuat kehidupannya bersama Sofia lebih berarti dan Sofia pun menyetujui hal tersebut.
“ Kau suka dengan rasa coklat kan. Ini aku buatkan kue coklat untukmu.” Ucap Edwyn saat dia baru selesai membuatkannya untuk Sofia.
“ Tapi aku alergi coklat, kau tidak tahu.?” Balas Sofia yang kemudian membuat Edwyn terdiam.
“ Benarkah? Ku pikir kau menyukai, maafkan aku kalau begitu.”
Dan tak hanya sekali saja Edwyn melakukan kesalahan, dia selalu salah mengira apa yang di lakukan oleh Edwyn ada kaitannya dengan orang lain. Dan Sofia mencaritahu semua itu dari orang-orang di sekitar Edwyn, tapi sayangnya tak ada satupun dari mereka yang tahu jika Edwyn pernah dekat dengan seseorang.
Dan selama itu juga Edwyn selalu melakukan sesuatu yang mengundang perhatian Sofia, meskipun ingatannya mulai kembali sedikit demi sedikit tapi dia mengaku tidak pernah mengenal wanita lain selain Sofia.
__ADS_1
Karena tidak menemukan bukti apapun dan orang yang bersangkutan pun merasa tidak dekat dengan wanita lain membuat Sofia akhirnya berhenti mencaritahu semua itu dan fokus dengan dirinya dan Edwyn saja.