My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Trap


__ADS_3

Suara telepon baru saja berdering dan membuat Edwyn menoleh melirik ponselnya, dia melihat nomor tak di kenal baru saja menelponnya. Karena tak tahu siapa yang menelpon, tadinya dia hanya ingin mengabaikan panggilan tersebut sampai akhirnya Alissa muncul dan menjawab panggilan tersebut.


“ Halo.”


“ Bisa bicara dengan Edwyn.”


“ Siapa ini.?”


“ Tolong berikan padanya sekarang.”


Alissa melirik Edwyn dan memberikan ponselnya kepada pria itu, karena Alissa akhirnya Edwyn mau menjawab nya. Dengan wajah malasnya dia menjawab panggilan tersebut.


“ Ini aku Edwyn, siapa ini dan katakan apa yang ingin kau inginkan.?” Ketus Edwyn.


“ Kekasihmu sedang bersamaku sekarang, aku hanya memberikan waktu satu jam untukmu datang menyelamatkan dia di alamat yang ku berikan pada pesan singkat.”


“ Hey, tunggu. Aku belum selesai, kurang ajar.” Edwyn merasa sangat kesal dengan sikap pria yang di ajaknya bicara dimana dia langsung mengakhiri panggilan tanpa mendengarkan ucapan Edwyn.


Edwyn kemudian mengecek isi pesan yang di kirim oleh pria itu, selain alamat dia juga melihat sosok Sofia yang di ikat di sebuah kursi dengan mulut yang di perban.


“ Ada apa Edwyn.?” Tanya Alissa yang penasaran.


“ Seseorang menculik Sofia, dia memberikan waktu satu jam untukku menyelamatkannya.” Jawab Edwyn kemudian.


“ Bukankah ini terdengar cukup aneh? Dia menyuruhmu pergi menyelamatkannya begitu saja?”


“ Kau benar, biasanya penculik akan meminta tebusan atau sesuatu, tapi kenapa dia hanya menyuruhku untuk datang menyelamatkannya.?”


“ Kau harus pergi sekarang, kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan pada Sofia.”


“ Kau tetap disini sampai aku kembali.”


Alissa juga ingin pergi bersama Edwyn namun dia menolaknya, hal ini akan di selesaikan oleh Edwyn sendirian tanpa melibatkan siapapun apalagi Alissa yang tidak ada kaitannya dengan keselamatan Sofia.


**


Waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 malam, Alissa masih menunggu Edwyn kembali dengan Sofia. Namun dia sudah menunggu cukup lama hingga dirinya merasa cemas dan bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


“ Alissa, ini sudah malam. Aku menunggumu di rumah sejak tadi, kenapa kau masih berdiri di depan rumah Edwyn.?” Tanya Stevan yang akhirnya datang memanggil Alissa pulang.


“ Edwyn belum kembali, dan aku tidak tahu apa yang terjadi padanya dan Sofia.” Ucap Alissa masih dengan wajah cemasnya.


“ Kau tidak perlu menunggu mereka berdiri di depan rumahnya seperti ini, kau bisa menunggu di rumah dan makan malam sebentar.”


“ Aku tidak lapar, kau pulang saja duluan.”


Stevan tidak tahu cara membujuk Alissa seperti apa lagi, jika sudah menengar keputusan barusan hal yang dapat di lakukan Stevan hanya pasrah dan segera kembali ke rumah.


Tepat ketika Stevan menoleh tiba-tiba saja dia mendengar suara yang cukup keras di belakangnya, ketika Stevan kembali menoleh kearah Alissa barulah dia melihat wanita itu yang sudah terjatuh dengan sebuah anak busur yang mengenai tubuhnya.


“ Alissa, siapa yang melakukan ini.?” Stevan mencoba mencaritahu di sekitar tempat itu sambil berusaha melindungi tubuh Alissa.


Dia tidak tahu dari mana asal busur itu dan mengapa bisa mengenai Alissa tepat sasaran, semakin Stevan berusaha melindunginya semakin dirinya di buat takut dan was-was dengan sekitar tempatnya saat ini.


Satu tembakan anak busur lainnya berhasil mengenai Stevan, dia melirik ke mana arah anak busur itu berasal dan berhasil menemukan sosok pria yang berdiri di antara pepohonan sambil memegang busur panah.


“ Siapa kau, “ Belum sempat Stevan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja dia merasa kesadarannya mulai menghilang sehingga yang di lihatnya hanya sekilas dari sosok pria yang semakin mendekat menghampirinya.


“ Alissa, tidak boleh mati.” Ucap Stevan sebelum akhirnya dia kehilangan kesadarannya sendiri.


**


Begitu sampai di dalam rumah, Edwyn membawanya duduk di atas kursi. Dia bergegas ke dapur mengambil air minum, sejenak dia tampak celingak-celinguk mencari sosok Alissa, sampai dia mengira jika Alissa sudah kembali ke rumahnya.


“ Minum dulu, kau mungkin syok dengan kejadian ini.” Ucap Edwyn pelan.


“ Terima kasih karena telah menolongku.” Jawabnya lirih.


“ Ceritakan padaku, bagaimana pria itu bisa menculikmu dan meninggalkanmu begitu saja di tempat itu.?” Tanya Edwyn penasaran.


“ Awalnya dia hanya menawarkanku tempat untuk tinggal, karena putus asa, aku akhirnya mengikuti ajakannya. Tapi aku tidak menyangka dia justru menculikku dan mengancam untuk membunuhku.” Isak Sofia yang tak dapat menahan air matanya lagi.


“ Sudah jangan menangis lagi, kau aman sekarang.” Edwyn bergerak ke samping tubuh Sofia dan menenangkannya sampai wanita itu benar-benar berhenti menangis.


Begitu Sofia sudah tenang, Edwyn membawanya ke kamar untuk dapat beristirahat. Setelah semua selesai barulah Edwyn keluar dari kamar tersebut dan memastikan sesuatu.

__ADS_1


Edwyn pergi ke rumah Alissa untuk mengecek sekaligus memberitahunya bahwa Sofia telah kembali, sebelum dia pergi jelas terlihat di wajah Alissa yang juga ikut mengkhawatirkan Sofia sebelumnya.


Ketika Edwyn baru saja keluar dari rumahnya, Bruno muncul dan menggonggong ke arah Edwyn. Bruno terus menggonggong di hadapannya namun Edwyn tidak mengerti maksud dari gonggongan tersebut.


Karena tak kunjung mengerti, akhirnya Bruno menarik kaos Edwyn dan mengajaknya ke satu tempat. Kini Edwyn dan Bruno sudah berada di dalam rumah, Edwyn di kejutkan dengan keadaan Stevan yang terluka dan bertanya mengenai kondisi pria itu.


“ Apa yang terjadi denganmu.?” Tanya Edwyn yang melihat luka yang di dapat Stevan terlihat sangat serius.


“ Seseorang tiba-tiba menyerang Alissa, dia juga menyerangku. Aku sempat kehilangan kesadaran diri, dan ketika aku terbangun ternyata Alissa sudah tidak bersamaku lagi.” Ungkap Stevan sukses membuat Edwyn terkejut bukan main.


“ Apa maksudmu? Alissa telah di culik oleh seseorang.?” Ucap Edwyn terlihat bergetar.


“ Aku tidak yakin, tapi sepertinya ada yang mengincar Alissa selama dia datang ke dunia ini.” Stevan sadar atas ucapannya, dia secara tidak sengaja telah mengungkap bahwa Alissa bukanlah makhluk di dunia manusia.


“ Kau juga tahu kalau Alissa bukan manusia.?” Lontar Edwyn kemudian di balas anggukan pelan dari Stevan.


Kini mereka berdua telah mengetahuinya satu sama lain, sehingga tak ada alasan lagi untuk menutupi apapun tentang Alissa. Karena kasus ini mereka berdua beranggapan bahwa seseorang menculik Alissa karena mengetahui tentang identitasnya, dan ini merupakan hal serius yang harus segera mereka tangani sebelum jejak Alissa semakin sulit untuk di temukan.


**


Terhitung sudah dua hari Edwyn dan Stevan mencari Alissa namun tidak berhasil menemukannya, mereka bahkan sudah meminta bantuan polisi dalam pencarian ini tapi sayangnya masih belum menemukan titik terangnya.


Selama dua hari ini juga Edwyn belum terlihat istirahat, lingkar hitam di bawah matanya terlihat begitu jelas sampai membuat sofia khawatir pada kondisinya saat ini.


“ Tidurlah, ini sudah malam dan kau belum pernah tidur selama dua hari.” Ucap Sofia menghampiri Edwyn yang sedang merenung di ruang tamu sambil melihat keluar jendela berharap sosok Alissa muncul diluar sana.


“ Aku tidak mengantuk, kau tidur duluan saja.” Balas Edwyn lirih.


“ Aku tidak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya, apa wanita itu sangat penting untukmu sekarang sampai kau melewatkan waktu tidur mu demi mengkhawatirkan dia.?” Lontar Sofia yang mulai kesal di buatnya.


“ Aku menyuruhmu untuk tidur, jangan membahas sesuatu yang membuatku ikut kesal.” Balas Edwyn terdengar cukup serius.


Sofia pun akhirnya beranjak dari sana, Edwyn sudah cukup marah dengan berkata seperti itu dan dia tidak ingin membuatnya semakin marah dengan pergi ke kamarnya.


Sekarang Edwyn terlihat diam, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Jejak Alissa sangat sulit untuk di temukan, dia hanya tahu jika sebelumnya Alissa mendapat luka busur dan tubuhnya di bawa pergi oleh seseorang dengan sebuah mobil hitam tanpa plat.


Hanya dari satu rekaman cctv tetangga mereka saja penculik Alissa dapat terdeteksi, selebihnya mereka tidak bisa berbuat apapun selain menunggu hasil pencarian polisi kota saat ini.

__ADS_1


“ Sebenarnya kau ada dimana.?” Benak Edwyn dengan hati yang sendu.


__ADS_2