
Winola melirik sekitar yang terlihat hancur berantakan oleh perang yang di ciptakan Zake, melihat di bawah sana terdapat laut padahal sebelumnya adalah sebuah perkotaan menandakan kehancuran negara itu sudah mengalami kerusakan hampir 100 %.
Dan manusia pun tidak ada yang berani ikut campur atau nyawa mereka yang menjadi taruhannya, Winola benar-benar menyesal terlambat mengetahui ini semua. Jika saja bukan karena Yavanna, mungkin semua ini tidak akan pernah dia ketahui.
“ Ibu, maafkan aku.” Ucap Alissa yang tidak tahu harus berkata apa lagi di hadapan sang ibu.
“ Simpan dulu permintaan maafmu, kita hadapi musuh kita bersama-sama.” Balas Winola tegas.
Alissa berusaha melawan dirinya sendiri yang terbawa emosional dengan kedatangan Winola, dia pun mulai menoleh ke arah Zake dengan tatapan tajam dimana saat ini dua Elf Calaquendi dengan kekuatannya yang hebat sedang menatap Zake yang masih dengan santainya menganggap mereka sebagai musuh yang mudah untuk di hadapi.
“ Kita hadapi dia bersama-sama ibu.” Ucap Alissa mulai bersungguh-sungguh.
Pertama-tama Alissa menyerang Zake yang kemudian di lanjutkan oleh Winola, meskipun kekuatan sihir Winola tidak sehebat Alissa akan tetapi kecepatan dan keakuratan dalam mengenai sasaran dapat menguntungkan mereka berdua sebagai kerja sama tim.
Zake juga tak mau ketinggalan dengan menyerang mereka secara bergantian, bahkan dia tak segan-segan mengeluarkan monsternya kembali untuk membantunya. Energi Zake sudah mulai habis mengingat dia sudah bertarung dengan dua Valar hebat sebelumnya, belum lagi dia harus mengeluarkan beberapa monster dengan kekuatannya itu sehingga kali ini dia tidak boleh terlihat santai.
“ Bagaimana dia bisa menggunakan kekuatannya sedangkan pria aneh itu sudah mati di tanganku.?” Benak Zake kebingungan melihat Alissa yang bisa dengan mudahnya menggunakan kekuatannya di dunia manusia.
“ Pergerakanmu sudah cukup lambat, apa kau sudah mulai kehabisan energi.?’ Lontar Alissa namun mendapat tawa kecil dari Zake.
“ Jangan bercanda, aku hanya sedang mengumpulkan kekuatanku untuk menyerang kalian berdua.” Balasnya dengan sombong.
“ Ini mungkin akan menjadi yang terakhir, tapi setidaknya bisa membuat mereka berdua kalah dari ku.” Benak Zake yang mencoba untuk menggunakan kekuatan terlarangnya.
Sesuatu muncul di sekitar Zake persis seperti petir hitam yang membuat Alissa dan Winola harus menjaga jarak dengannya, hal ini baru pertama kali di lihat oleh Winola selama hidupnya.
Dari tempat Zake berdiri awan hitam pun muncul sampai menembus langit dan kilat petir hitam yang menyelimutinya dengan suara yang menakutkan.
“ Kekuatan seperti apa itu.?” Ucap Winola benar-benar di buat terperangah oleh Zake.
Semua makluk yang melihatnya ikut terdiam seakan di hipnotis oleh kejadian tersebut, selang beberapa saat seluruh makhluk itu tergelatak tak bedaya di tanah bahkan dengan para Oars yang berada di pihak mereka ikut tak sadarkan diri secara bersamaan.
Kejadian ini di lanjutkan dengan sosok Zake yang kemudian melayang di udara dan kedua sayap hitam muncul di punggungnya, jelas hal ini semakin membuat semuanya merasa bingung sebab sejauh ini belum ada ras Elf yang memiliki sayap seperti itu.
Tiba-tiba saja Zake terbatuk-batuk, dia terus terbatuk sampai mengeluarkan darah dari mulutnya. Kemudian seseorang muncul dan menyahut dari bawah sana.
“ Hentikan semua ini Zake, ambisi mu tidak akan pernah berjalan seperti yang kau inginkan.” Sahut suara itu menarik semua perhatian termasuk Zake.
“ Sammy.?” Ucap Winola terkejut dengan kemunculannya.
“ Kau istri yang tidak berguna, untuk apa kau muncul di tempat ini.” sahut Zake dengan nafas yang tersengal-sengal.
“ Aku masih hidup dan putra kita pun masih hidup, berhentilah melakukan kejahatan dan hiduplah dengan tenang.” Balas Sammy.
“ Diam kau wanita bodoh.” Sahut Zake yang kemudian membuat tubuh Sammy terlempar sangat jauh.
“ Sammy.” Teriak Alissa yang sudah tidak bisa menyelamatkannya karena jarak mereka yang jauh.
“ Zake.!!!” Teriak Alissa geram sambil menatap ke arah pria itu.
“ Aku tidak kemana-mana, kau tidak perlu meneriaki ku seperti itu gadis bodoh.” Balas Zake.
“ Kau memang pantas untuk mati.” Lontar Alissa yang tak tanggung-tanggung menghampiri Zake dengan kekuatan yang di ajarkan oleh Fanwe.
__ADS_1
Saat itu Zake ingin membalasnya namun tiba-tiba saja kondisi tubuhnya melemah, sementara Alissa sudah semakin dekat dan ledakan yang dahsyat pun terjadi. Semua yang berada di dekat lokasi itu akan mendapatkan efek ledakannya begitu pun dengan Alissa yang hampir terlempar namun Winola dengan cepat menangkap tubuhnya.
Semua hening seketika setelah ledakan itu terdengar, di sekitar Alissa dan Winola masih ada asap yang mengepung mereka.
“ Kau baik-baik saja.?” Tanya Winola mengecek keadaan Alissa dengan cemas.
“ Aku baik bu, bagaimana denganmu.?”
“ Ibu juga baik.”
Lalu mereka berdua menoleh ke arah Zake terlempar, Alissa sangat yakit bahwa tubuh Zake mengenai serangan darinya dan membuatnya terlempar ketika serangan itu mengenainya.
“ Aku akan mengeceknya.”
“ Tunggu, kau tidak boleh sembarangan.”
“ Tidak apa-apa bu, aku yakin dia tidak berdaya lagi.”
Dan Winola pun harus melepaskan tangan Alissa dan membiarkannya pergi mengecek keadaan Zake, wanita itu terdiam menatap langkah putrinya yang sangat hati-hati. Dalam benak Winola bersyukur sebab dia bisa melihat putrinya tumbuh menjadi pemberani seperti dirinya dulu, ia merasa menyesal atas perbuatannya selama ini yang selalu melarang Alissa melakukan apapun yang dia inginkan.
Saat ini Alissa sudah berada di lokasi tempat Zake terlempar, namun anehnya dia tidak menemukan tubuh Zake dimana-mana. Mustahil jika tubuhnya ikut meledak hancur sementara dia mengeluarkan kekuatan yang sekiranya hanya dapat membuat seseorang patah tulang.
“ Ini aneh, dimana dia berada.?”
Aerox muncul dari langit dan rupanya dia telah memenangkan pertarungannya dengan naga itu, dan Aerox juga memberitahu Alissa kalau tubuh Zake berada di sebelah timur dekat dengan bukit Hasselbrack.
Alissa meminta Aerox untuk membawanya kesana, dan setelah dia tiba di lokasi tubuh Zake berada dirinya di buat terkejut sebab yang dia temukan adalah potongan dari tubuh Zake saja.
“ Apa ini artinya dia hancur karena ledakan itu.?” Tanya Alissa mencoba memastikan semuanya dengan baik.
**
Setelah kejadian ini, beberapa prajurit Sandora datang untuk mengevakuasi beberapa korban untuk segera di beri perawatan. Sementara itu Alissa terlihat begitu kelelahan, namun dirinya masih harus bergerak untuk mencari keberadaan Edwyn saat ini.
Alissa pergi ke tempat ayahnya dimana Winola sedang mengurusny untuk segera di bawa pulang, namun di tempat ayahnya tidak di temukan sama sekali tubuh Edwyn baik dalam keadaan hidup ataupun mati.
“ Winola tunggu.” Ucap suara parau itu membuat dua prajurit yang membawa tubuhnya terpaksa harus berhenti.
“ Alissa pasti sedang mencari Edwyn, tolong beritahu dia bahwa pria itu berada di Valinor.” Lanjut Fanwe kemudian.
“ Siapa Edwyn.?”
“ Kau akan mengetahuinya nanti.”
Winola menagngguk pelan setelah itu dia menghampiri Alissa dan memberitahu apa yang Fanwe sampaikan kepadanya. Setelah mendengar bahwa Edwyn berada di Valinor lantas membuat Alissa merasa kegirangan yang itu artinya Edwyn telah selamat dari bahaya besar ini dan omongan Zake yang berkata bahwa Edwyn telah mati hanya gertakan belaka saja.
“ Kalau begitu aku mau ke bawah, ada sesuatu yang ingin ku cari.” Sahut Alissa dengan bersemangat.
“ Bergegaslah.” Balas Winola kemudian.
Dan setelah mendapat izin dirinya segera ke bawah untuk mencari satu persatu Oars yang telah berubah kembali ke wujud semula mereka, Alissa berharap dia bisa menemukan teman-temannya disana.
Tubuh Alissa diam di tempatnya ketika dia melihat dua makhluk yang tidak asing sedang tergeletak di hadapannya, tangisnya saat itu pecah dan ada rasa bahagia akhirnya bisa menemukan Bubbles dan Berry yang selama ini sudah di cari kemana-mana olehnya.
__ADS_1
Dan yang lebih membuat Alissa senang adalah karena keduanya masih hidup, meskipun saat ini mereka sedang tak sadarkan diri tapi setidaknya dia bisa memegang kedua temannya dengan penuh kebahagiaan.
**
Perbedaan waktu di dunia para Elf dan dunia manusia sangat berguna untuk saat ini, dimana semua makhluk yang mendapatkan luka akibat pertarungan saat ini telah mendapatkan pengobatan di Sandora. Proses pemulihan pun berjalan dengan cepat dan semua makhluk perlahan pulih dari luka yang mereka dapatkan.
Alissa juga sudah memperbaiki semua hubungannya dengan sang ibu, menjelaskan semua yang telah terjadi dan tak lupa meminta maaf kepadanya jika selama ini dirnya sudah banyak membuat khawatir.
Winola senang karena Alissa tidak pernah melupakannya, dia tahu batasan yang harus di lakukan dan yang tidak. Winola merasa itu sudah cukup baginya, dan dia memaafkan Alissa dengan tulus.
Terhitung sudah satu bulan berlalu, Alissa dan Winola di panggil oleh valar Agung untuk membahas masalah yang kemarin sempat di tunda untuk proses pemulihan. Alissa tentu saja sangat bersemangat sebab dia akan bertemu dengan Edwyn, padahal sejak hari pertama kembali ke dunia Elf dirinya sudah sangat ingin menemui pria itu.
Yang datang menjemput Alissa dan Winola tak lain adalah Aerox, dengan kecepatan yang dia miliki untuk dapat sampai di Valinor hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Dan sekarang mereka sudah tiba di Valinor, lebih tepatnya adalah istana Valar agung yang untuk pertama kalinya Alissa kunjungi. Istana putih yang sangat megah dengan prajurit putih yang berdiri di sepanjang pintu masuk telah menyambut mereka dengan ramah.
“ Jadi ini ya tempat Valar Angung tinggal, aku jadi penasaran seperti apa wujudnya.” Benak Alissa sangat antusias.
Sebuah pintu besar berwarna putih baru saja terbuka dan dua wanita cantik menyambut mereka untuk masuk ke dalam, di atas singgasana terlihat pria tua dengan rambut sebahu bergelombang dan janggut putih yang menghias sebagian wajahnya.
“ Selamat datang di Valinor Alissa Freeda, mungkin ini adalah kali pertama kau datang ke Valinor dan bertemu denganku.” Sahut Manwe yang merupakan Valar dari semua Valar yang ada di Valinor.
Mendengar hal itu hanya dapat membuat Alissa mengangguk, dia tidak bisa mengatakan jika dirinya sudah pernah datang ke Valinor sebelumnya. Tapi apa yang di katakana bahwa ini pertemuan pertama mereka adalah kebenaran yang tidak bisa di elakkan.
“ Aku sudah mendengar tentang perbuatan yang kau lakukan selama ini dan aku bangga karena kau telah menyelamatkan sebagian dari dunia ini dengan mengalahkan Zake. Meskipun kau telah banyak membantu, ada satu hal yang harus kau lakukan untuk membayar kesalahan sebelumnya.”
“ Saya bersedia menerima hukuman yang anda berikan yang mulia.” Ujar Alissa dengan hormat.
“ Hukuman pertama yang harus kalian berdua lakukan adalah membuat dunia manusia kembali seperti sebelumnya.”
“ Bukankah itu mustahil yang mulia? “
“ Kau memiliki kekuatan yang dapat membangkitan orang mati, cukup hidupkan mereka kembali dan hilangkan ingatan mereka atas kejadian yang telah menimpa mereka saat itu.”
“ Winola akan membantumu melakukannya, dan Azura juga akan membantu dalam masalah ini.”
“ Aku tidak tahu kalau aku memiliki kekuatan yang bisa menghidupkan orang sudah mati.” Sahut Alissa menatap Manwe bingung.
“ Ikut aku menemuinya.” Ajak Manwe kemudian.
Manwe mengajak Alissa dan Winola ke satu ruangan yang berada di sebelah istana, dari desain ruangan tersebut sudah menjelaskan bahwa mereka memasuki kawasan medis yang artinya mereka akan menemui seseorang yang sedang menjalani masa perawatan.
Ketika mereka memasuki satu ruangan yang di dominasi oleh warna serba putih, mereka di tunjukkan oleh sosok manusia yang terbaring di atas tempat tidur dan Alissa terkejut ketika melihat yang ada disana adalah Edwyn.
“ Apa yang terjadi padanya.?” Tanya Alissa khawatir.
“ Dia telah meninggal beberapa minggu yang lalu, dan jika di hitung dari waktu dunia manusia mungkin dia telah meninggal empat hari yang lalu.” Jawab Manwe.
Tangis Alissa pecah, melihat Edwyn sudah tak bernyawa lagi membuat perasaannya hancur berkeping-keping. Winola berusaha untuk menenangkannya, dan tujuan Manwe membawanya ke tempat itu adalah untuk membuktikan bahwa kekuatan untuk menghidupkan orang mati Alissa benar-benar bisa di gunakan.
“ Tapi aku benar-benar tidak tahu cara melakukannya.” Ucap Alissa kebingungan.
“ Aku yang akan membantumu untuk menguasainya.” Sahut sosok wanita yang baru muncul.
__ADS_1
Dia adalah Nienna yang merupakan Valar pengasih dan kehidupan, meskipun Nienna tidak bisa menghidupkan orang yang sudah mati tapi dia bisa melakukan sesuatu pada makhluk hidup agar mereka bisa hidup dengan baik.
“ Biarkan mereka berada di ruangan ini dan jangan ada yang mengganggunya, dan untukmu Winola. Kita harus bertemu dengan Fanwe untuk membahas sesuatu.” Ujar Manwe di balas anggukan pelan darinya.