My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Teman Yang Pengertian


__ADS_3

Setelah berdamai dengan dirinya sendiri, akhirnya Bubbles mulai luluh dan mau menerima keberadaan Edwyn di antara dia dan teman-temannya. Dan sejak saat itu mereka semua bermain bersama, menikmati festival rakyat yang di adakan selama tiga hari di Sandora.


Dan tibalah di malam puncak festival dimana akan di tampilkan pertunjukkan kembang api raksasa oleh kerajaan yang dimana semua itu di berikan sebagai hadiah untuk memeriahkan festival.


Malam itu Alissa dan yang lain sudah stay di satu tempat yang sangat pas untuk menyaksikan kembang api, di tangan mereka sudah ada masing-masing cemilan kesukaan mereka untuk menemani malam itu semakin lebih menyenangkan.


“ Apa jangan-jangan kau juga belum pernah melihat kembang api sebelumnya.?” Ucap Edwyn.


“ Biasanya aku hanya melihat dari menara, tapi kali ini cukup berbeda dan aku sangat senang.” Jawab Alissa.


Dan persiapan pelepasan kembang api ke udara sudah siap dengan sempurna, hanya dalam hitungan beberapa detik suara dentuman menuju langit membuat semua pasang mata tak sabar untuk melihat keindahan kembang api festival malam itu.


Letusan kembang api berhasil menerangi malam yang gelap dengan kilaunya yang begitu indah, ada yang berbentuk bunga, hewan, bahkan atraksi kembang api yang di gerakkan langsung oleh kekuatan sihir sang ibu.


Ewdyn jelas baru pertama kali melihat hal yang seperti ini, dia tidak bisa menemukannya selain di dunia para Elf. Kemudian dia menoleh ke kanan dimana teman-teman Alissa tampak menikmati keindahan kembang api tersebut, lalu setelah itu dia menoleh ke Alissa yang dimana gadis itu sedang tersenyum ke arah langit yang membuat wajahnya terpantul cahaya kembang api yang membuatnya terlihat sangat cantik.


Sadar tengah di perhatikan oleh Edwyn membuat Alissa langsung salah tingkah, dia bertanya kepada Edwyn mengapa dia menatapnya seperti itu.


“ Kau terlihat sangat cantik malam ini.” Ungkapnya sukses membuat Alissa langsung tersipu malu.


Mendengar hal tersebut keluar dari mulut Edwyn juga membuat teman-teman Alissa mengejeknya, dan Edwyn pun sadar atas apa yang di katakannya barusan. Dia sadar jika itu adalah kata-kata yang keluar tanda dia sadari, namun jika ingin di pikir baik-baik mengatakan Alissa cantik bukanlah sebuah kebohongan sebab gadis itu memang sangat cantik sejak awal.


Sekarang giliran Edwyn yang menanggung malu karena di ejek oleh teman-teman Alissa, melihatnya ikut membuat Alissa tertawa dan tawa itu berhasil mencairkan suasana yang tadinya beku menjadi lebih hangat.


Mereka kemudian lanjut menyaksikan kembang api, namun di samping itu terlihat Edwyn yang diam-diam melirik Alissa. Hal itu jelas di ketahui oleh Alissa, namun dia berpura-pura tidak melihatnya agar tidak membuat Edwyn canggung.


**


Alissa benci mengakui bahwa hari ini merupakan hari terakhir dia bersama Edwyn, besok pagi Edwyn harus di pulangkan ke tempat asalnya. Dan yang membuatnya lebih sedih lagi ketika dia sendiri yang harus membuat ingatan Edwyn menghilang, semua yang telah terjadi di antara mereka hanya akan di ingat oleh Alissa selamanya.


Pagi itu Alissa yang baru saja bangun dari tidurnya merasa kurang bersemangat untuk bangkit dari sana, padahal dia tahu kalau waktu bersama Edwyn hanya sebentar tapi mengetahui mereka akan segera berpisah jauh lebih membuatnya malas untuk bergerak.


Suara ketukan di jendela kamar baru saja membuat Alissa bergeming, dia tahu bahwa yang datang mungkin salah satu teman perinya. Alissa pun bangkit dari tempat tidur dan segera membuka jendela, dan benar saja yang datang saat itu adalah Bubbles dengan nafas yang tersengal-sengal.


“ Apa yang membuatmu sampai seperti ini.?” Tanya Alissa penasaran.


“ Kenapa kau tidak ke hutan? Kami sudah menunggumu sejak tadi tahu.” Balasnya masih berusaha mengatur nafasnya.


“ Aku malas, memangnya ada apa disana.?” Alissa kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan malas.


“ Ada sesuatu yang ingin kami tunjukkan kepadamu dan Edwyn.” Lanjut Bubbles sambil menarik rambut Alissa agar dia mau bangun kembali.


“ Bubbles, kau tahu kan ini adalah hari terakhir ku bersama Edwyn. Besok dia sudah harus kembali ke dunianya, dan semua kenangan kita hanya aku yang bisa mengingatnya.”


“ Oleh karena itu kau harus ke hutan bersama Edwyn sekarang.”


“ Datang ke hutan bersamanya sekarang tidak akan membuatnya tetap mengingatku besok.”


“ Kenapa kau jadi seperti ini? apa kau tidak ingin membuat satu kenangan yang mungkin bisa membuatnya mengingatmu kembali.”

__ADS_1


Alissa menoleh dengan bingung, dia tidak mengerti maksud dari ucapan Bubbles barusan. Kemudian Alissa bangun dan menatap Bubbles kemudian menyuruhnya untuk menjelaskan ucapannya barusan.


“ Kau harus mengakui perasaanmu kepadanya, hal itu mungkin bisa membuatnya mengingatmu. Kau tahu hati seseorang tidak akan pernah berubah meskipun dia lupa ingatan.”


“ Tapi aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap Edwyn, aku hanya menganggapnya sebagai teman.”


“ Kalau kau tidak memiliki perasaan apapun selama ini kepadanya, lalu apa artinya sikap penuh perhatianmu itu? Kau bahkan selalu menatapnya dengan tatapan tulus yang belum pernah kau lakukan selama ini.” Ucap Bubbles yang membuat Alissa kemudian tersadar akan hal itu.


“ Aku telah menyukai Edwyn.?” Benak Alissa mencoba menyadarkan dirinya akan hal tersebut.


“ Baiklah, kalau kau tidak siap untuk ke hutan pagi ini. Maka datanglah nanti malam, kau harus datang seorang diri kesana.” Sambung Bubbles sebelum akhirnya meninggalkan kamar Alissa.


**


Malam itu Alissa cukup ragu untuk pergi ke hutan, dia sudah banyak menghabiskan waktunya di kamar dan belum bertemu dengan Edwyn sejak tadi. Dia hanya mondar mandir tida jelas sampai pada akhirnya dia mulai tergerak untuk pergi ke hutan.


Alissa sudah mendapat izin dari Winola untuk pergi ke hutan, sebelum pergi dia sempat melewati kamar Edwyn dan berpikir apakah pria itu masih berada di dalam kamarnya atau tidak.


Pada akhirnya setelah lima menit berdiri disana dia pun pergi, mungkin untuk pergi ke hutan sekarang adalah waktu yang tepat. Dan mungkin juga Edwyn sudah berada disana sejak tadi.


Setibanya di hutan, Alissa tidak menemukan keberadaan teman-temannya disana. Dia hanya mendapati tempatnya sering berkumpul bersama terdapat meja yang terbuat dari batang pohon dan dua kursi dari batu yang telah di ukir menyerupai kursi sebelumnya.


“ Alissa.?” Suara itu berhasil membuat Alissa menoleh dengan pelan.


“ Edwyn.” Ucapnya yang terkejut melihat pria itu akhirnya muncul.


Keduanya hanya diam sesaat sebelum akhirnya Bubbles dan teman-teman yang lain datang, mereka pun menyuruh Alissa dan Edwyn untuk segera duduk. Tak lama setelah itu menu makanan datang, rupanya teman-teman Alissa sengaja menyiapkan semua ini sebagai bentuk perpisahan Alissa dan Edwyn agar lebih berkesan.


Entah mengapa suasana menjadi lebih canggung, Alissa tidak tahu harus membahas apa sementara Edwyn sibuk merangkai kata yang tepat untuk di sampaikan kepada Alissa.


“ Aku/Aku.” Mereka mengucapkannya secara bersamaan dan menyuruh untuk mengucapkannya lebih dulu.


Pada akhirnya yang mengalah adalah Edwyn, dia memberi kesempatan untuk Alissa mengatakannya lebih dulu.


“ Aku hanya ingin bilang terima kasih atas waktunya selama ini, ku harap kau tetap sehat saat kita berpisah besok.” Ujar Alissa.


“ Hmm, aku pasti akan menjaga diri dengan baik.” Balasnya lirih.


“ Bagaimana dengamu.?” Tanya Alissa menatap Edwyn penasaran.


“ Aku hanya ingin bilang terima kasih karena telah memberikan kenangan yang indah selama berada disini, aku pasti akan selalu mengingat hal ini.” Jawab Edwyn namun membuat Alissa sedih mendengarnya.


Selama ini Alissa tidak memberitahu Edwyn bahwa dia akan menghilangkan ingatannya besok, jika hal itu sampai di ketahui oleh Edwyn mungkin dia tidak akan senang dan marah kepadanya.


“ Kenapa kau terlihat sedih? Malam ini teman-temanmu telah membuat kejutan yang sangat indah, aku sampai terharu melihatnya. Padahal perpisahan kita hanya sementara, jika ingin kita bisa bertemu lagi.”


“ Edwyn.” Panggil Alissa lirih.


“ Hmm.?”

__ADS_1


“ Ada satu hal yang ingin ku katakan kepadamu.”


“ Apa itu.?”


“ Besok aku harus menghilangkan ingatanmu sehingga kau tidak bisa mengingat apapun tentang dunia ini dan juga semua yang telah kita lalui.” Lontar Alissa sontak membuat Edwyn tak bergeming sama sekali.


Angin malam berhembus sangat lembut, rasanya ada yang patah mendengar hal itu namun Edwyn tetap memasang wajah santainya. Dia tidak tahu harus merespon pernyataan Alissa barusan, terdengar sangat rumit.


“ Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal.?”


“ Aku tidak ingin membuatmu sedih.”


“ Justru ini lebih membuatku sedih.”


“ Aku tidak bermaksud untuk” Alissa menggantung ucapannya saat melihat Edwyn berdiri dari kursinya.


“ Kau mau kemana.?” Tanya Alissa.


“ Aku mau kembali ke kamarku.”


“ Tapi aku belum selesai.” Alissa benar-benar tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi, dia hanya bisa menatap kepergian Edwyn dengan emosi yang dia rasakan saat ini.


Sementara itu teman-teman Alissa yang bersembunyi dan menyaksikan semuanya hanya dapat menghela nafas panjang, mereka gagal membuat Alissa dan Edwyn menikmati malam perpisahan mereka dengan romantis.


**


Pagi sudah datang di saat Alissa tidak bisa tidur semalam, dia terus memikirkan Edwyn namun enggan untuk menemuinya setelah dari hutan. Dia tahu akan menyesali semua ini, tapi hatinya sedang tidak bisa di ajak berkompromi sekarang.


Panggilan dari jendral Zion untuk segera mengantar Edwyn pulang sudah tiba, dia harus bersiap-siap untuk mengantar pria itu kembali ke dunia asalnya.


Ketika Alissa sudah tiba di ruang pertemuan, terlihat Edwyn yang tertunduk diam enggan untuk meliriknya apalagi bicara dengannya. Alissa hanya dapat pasrah dan berpikir mungkin ini yang terbaik untuk perpisahan mereka.


Setelah segala persiapan telah selesai, mereka semua bergegas menuju portal dua dunia. Setibanya disana, Alissa di beri waktu untuk bicara bersama Edwyn berdua sebelum mereka berpisah.


Jendral Zion dan dua pengawal lainnya menjauh untuk membiarkan mereka dapat mengobrol dengan nyaman, namun yang terjadi adalah mereka berdua hanya saling diam tak melihat wajah satu sama lain.


“ Cepat katakan Alissa, lagi pula dia tidak akan mengingatnya setelah ini.” Benak Alissa terus menerus meyakinkan dirinya.


“ Edwyn, aku” Alissa langsung terkejut dengan kedua mata yang membulat sempurna saat dia mendapat pelukan yang erat dari Edwyn.


“ Aku sangat marah padamu karena tidak memberitahuku sejak awal, aku mengira jika kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu kembali tapi ternyata tidak. Jika aku tahu sejak awal, aku akan membuat begitu banyak kenangan indah bersamamu meskipun imbalannya aku tidak bisa mengingat semua itu nanti.”


Entah mengapa mendengar hal itu justru membuat Alissa sedih dan menangis, dia tidak tahan dengan perpisahan yang menyakitkan ini. setelah dia menyadari bahwa dia mencintai pria itu, takdir pun harus bekerja untuk memisahkan mereka.


“ Aku siap untuk kehilangan ingatanku, tapi bolehkah aku menciummu untuk pertama dan terakhir.?” Pinta Edwyn dan di balas anggukan pelan dari Alissa.


Tangis Alissa semakin pecah saat Edwyn menciumnya, ini pertama kali dirinya merasakan kebahagiaan yang di selimuti oleh kesedihan. Dia tidak bisa melakukan apapun selain pasrah pada keadaan.


“ Aku mencintaimu Alissa.” Ucap Edwyn setelah dia selesai mencium Alissa.

__ADS_1


“ Aku juga mencintaimu.” Balas Alissa dengan isak tangis.


__ADS_2