My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Investigasi


__ADS_3

Panggilan untuk seluruh Valar di istana Valar agung hari itu juga mengundang rasa penasaran semua Valar di kediaman mereka saat mendapat surat panggilan untuk segera datang kesana.


Fanwe datang bersama Nienna dan Yavanna saat itu, mereka masih belum tahu alasan mereka di kumpulkan secara mendadak. Setibanya di istana masing-masing Valar duduk di singgasana mereka sementara di atas sana sudah duduk Valar Agung Manwe.


“ Karena kalian semua sudah datang berkumpul di tempat ini, langsung saja tanpa menunggu waktu lama ku persilahkan untuk Valar Bintang memasuki ruangan ini.” Ucap Manwe sontak mengundang perhatian semua Valar ke arah pintu masuk.


Pintu baru saja terbuka dengan lebar, kemudian langkah kaki ringan memasuki ruangan itu dimana saat ini seluruh perhatian tertuju kepadanya dengan berbagai reaksi dan respon yang berbeda-beda.


“ Varda masih hidup?”


“ Bagaimana mungkin? Ini sudah berjalan dua tahun dan dia kembali.”


“ Benar-benar tidak bisa di percaya.”


Nienna berbisik kepada Vana yang duduk di sebelahnya untuk menanyakan tentang Varda, dan wanita itu tersenyum ke arah Nienna dengan memberitahunya bahwa dia sudah tahu sebelumnya jika Varda masih hidup dan hari ini Manwe akan melontarkan beberapa pertanyaan untuknya di depan semua Valar yang berkumpul.


“ Varda, Valar Bintang yang telah menghilang dua tahun setelah kejadian di dunia manusia. Apa kau bersedia untuk menceritakan dengan jelas apa yang telah menimpamu selama itu, dan bagaimana kau bisa kembali ke Valinor tanpa sedikit pun luka di tubuhmu.?” Seru penasehat Manwe yang mewakili pertanyaan inti dari kembalinya Varda ke Valinor.


“ Saya bersedia yang mulia, di tempat ini saya akan menceirtakan secara jelas dimana dan apa yang saya lakukan sehingga saya bisa kembali ke Valinor dengan selamat.” Jawab Varda dengan tegas.


**


Fanwe duduk di atas sebuah pohon di hutan tempatnya selalu memfokuskan energinya untuk tetap stabil, kemudian Nienna dan Yavanna datang menemuinya. Sudah dua jam berlalu dari pertemuan penjelasan Varda tentang dirinya dan setelah itu semua Valar di persilahkan untuk kembali di kediaman mereka masing-masing.


Varda tidak di nyatakan bersalah, dia menjelaskan bahwa dirinya menjadi korban setelah Zake membawanya ke dimensi lain. Setelah itu dia berusaha kabur yang membuat dirinya tersesat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuknya dapat kembali ke Valinor.


“ Bagaimana menurutmu tentang pengakuan Varda hari ini.?” Tanya Nienna pada Fanwe.


“ Aku percaya pada Varda, lain cerita jika yang datang adalah Melkor.” Balas Fanwe.


“ Sampai sekarang belum ada kabar tentang Melkor, aku mendengar beberapa bulan yang lalu dari tim pencari bahwa Melkor masih hidup dan berada di suatu tempat yang belum di ketahui.” Sambung Yavanna.


“ Semenjak Zake mati, dunia ini menjadi damai baik itu dari dunia manusia, Allure, dan dunia kita. Ku harap tidak ada Zake kedua yang ingin menguasai dunia dengan ambisinya yang kejam itu.” Ujar Fanwe membuat Nienna dan Yavanna setuju dengan hal tersebut.


“ Besok kau akan ke Sandora untuk memeriksa keadaan Winola bukan? Apa kau ingin aku pergi denganmu.?” Tanya Nienna.


“ Tidak perlu, tunggu sampai anak kedua ku lahir dan kalian berdua bisa datang berkunjung.” Balas Fanwe.


“ Sayang sekali ya putri pertama kalian tidak disini, apa Alissa sudah berhasil bertemu dengan Edwyn lagi.?” Gumam Yavanna.


“ Semoga mereka berdua sudah bertemu, Alissa sangat mencintai pemuda itu dan aku tahu rasanya ingin bisa bersama seseorang yang di cintai.” Ucap Fanwe.


“ Dan kau sendiri terpaksa haru hidup di tempat yang berbeda dengan istrimu, kau pasti selalu merasa kesepian bukan.” Seloroh Nienna di sambut tawa kecil dari Yavanna yang ikut menggoda Fanwe.


“ Sudah tugas seorang Valar yang harus menetap di sini, apa yang bisa ku lakukan.” Balas Fanwe pasrah.


**


Kedatangan Fanwe ke Sandora mengundang banyak perhatian dari masyarakat disana, sebab ini kali pertama Fanwe datang secara formal dimana dirinya di sambut dengan hangat oleh masyarakat disana.


Fanwe akan menemani Winola sampai dia melahirkan nanti, sekitar satu bulan lagi Winola akan melahirkan anak kedua mereka yang di belum di ketahui jenis kelaminnya. Fanwe dan Winola memang sengaja tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak kedua mereka sebagai bentuk kejutan jika anaknya sudah lahir nanti.


Masyarakat Sandora menyambut Fanwe dengan iringan music dan memberikan hadiah kepadanya, karena Fanwe hanya bisa duduk di atas tubuh Aerox yang membawanya sampai ke istana dia pun menyapa semua masyarakat dengan lambaian tangan dan senyuman khas yang sangat tampan.

__ADS_1


Siapapun sudah tahu bahwa Fanwe merupakan Valar yang terkenal kuat dan tampan, banyak dari mereka yang sangat menyukai pasangan Valar dan Elf itu. Sejauh ini belum ada Valar yang menikahi ras Elf selain Fanwe, pada jaman dulu hal itu terdengar tabu dan Valar hanya dapat menikah dengan Valar lain atau makhluk yang tinggal di Valinor saja.


Setelah Fanwe dan Winola menikah, banyak dari mereka yang semakin percaya bahwa makhluk suci seperti Valar tetap bisa menikah dengan makluk dari ras berbeda dan semua itu tidak mendatangkan perang ataupun kebencian dari berbagai pihak.


“ Yang mulia, selamat datang di Sandora.” Ucap jendral Zion yang menyambut Fanwe di gerbang utama istana.


Setelah Fanwe tiba di istana, dia di sambut oleh Winola di pintu masuk menuju ruangan sang ratu. Fanwe tersenyum ke arah Winola dan memberikan pelukan hangat sekaligus mengusap lembut perut Winola yang sudah terlihat begitu besar.


“ Bagaiamana keadaanmu?” Tanya Fanwe.


“ Aku baik seperti biasa.” Jawab Winola.


Fanwe memberi kode kepada prajurit untuk meninggalkan mereka berdua di ruangan itu, dan setelah hanya ada mereka berdua Fanwe pun memberitahu Winola tentang apa yang telah terjadi di Valinor baru-baru ini.


“ Cukup mengejutkan dia kembali setelah dua tahun menghilang.”


“ Sebelum kemari dia datang menemuiku dan kau tahu apa yang dia katakana?”


“ Apa itu.?”


“ Dia bertemu dengan Alissa dan Edwyn, dia juga bilang kalau keduanya sudah hidup bersama disana yang itu artinya kita tidak perlu berharap lebih Alissa kembali ke dunia ini.”


“ Sebagai seorang ibu aku tetap sedih mendengarnya, ku harap mereka berdua bisa datang untuk melakukan upacara pernikahan segera.”


“ Kita hanya bisa menunggu mereka datang.”


**


Di luar istana saat ini sedang kedatangan teman-teman peri Alissa yang ingin bertemu dengan Winola secara langsung. Sebelumnya mereka sudah mengirim surat permohonan untuk dapat bertemu namun sayangnya belum ada balasan sampai sekarang sehingga membuat mereka terpaksa datang secara langsung.


“ Ini penting, sesuatu terus terjadi dengan portal dua dunia. Thanos dan Gamora selalu merasa ada yang aneh tapi mereka tidak mengingat apapun tentang kejadian itu.” Ujar Sparkel.


“ Apa maksudmu ada penyusup yang masuk ke dunia ini.?”


“ Sepertinya begitu, terakhir kali aku dan Leonard melihat dua pria yang bertemu dengan mereka berdua tapi anehnya Thanos dan Gamora tidak mengingat apapun, dan kami juga tidak mengenal siapa kedua pria itu.” Lanjut Sparkel.


“ Dan hari ini mereka kembali merasakan hal aneh, portal dua dunia selalu terbuka setiap hari tapi setelah di cek mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.”


“ Kalian jangan bercanda, jika masalah ini hanya sebuah lelucon aku tidak akan memaafkan kalian.”


“ Kami sungguhan, tolong beritahy ratu untuk membuat keamanan portal tetap aman.”


“ Baiklah, aku akan menangani masalah ini secepatnya.”


“ Dan satu lagi, kami mendapat pesan dari Alissa dari tupai ini. Tolong bawa dia kepada sang ratu.” Lanjut mereka dan membuat jendral Zion menerima hewan kecil itu untuk di bawa ke hadapan sang ratu.


**


Seekor tupai itu baru saja memberitahu pesan yang dia sampaikan kepada Winola dimana pesan itu berisi tentang informasi Alissa yang akan kembali ke Sandora, dan tentang Edwyn yang masih kehilangan ingatan namun menginginkan ingatan itu kembali dengan meminta bantuan Winola.


Dalam pesan itu ada kejanggalan yang di temukan, pertama tentang kabar Alissa dan Edwyn yang akan ke Sandora namun sampai sekarang mereka belum kembali dan yang kedua adalah penyusup yang masuk ke dunia ini secara misterius.


Dua pria yang di maksud memasuki portal hutan terlarang beberapa hari yang lalu menimbulkan rasa penasaran Fanwe saat itu. Dia curiga jika yang memasuki portal adalah Varda namun pria itu mengaku bahwa dia kembali ke dunia ini melalui portal yang ada di hutan Sabaody.

__ADS_1


“ Lalu menurutmu siapa yang masuk melalui portal hutan terlarang.?” Gumam Winola melirik Fanwe.


“ Aku tidak ingin menuduhnya tapi entah mengapa tiba-tiba aku hanya berpikir itu adalah Varda dan pria satunya lagi adalah Melkor.” Jawab Fanwe.


“ Kalau begitu kita harus menyelidiknya segera, keamanan portal dua dunia harus di perketat saat ini kita tidak tahu musuh baru mana lagi yang akan berulah.” Ujar Winola yang akan segera memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan keamanan istana dan juga hutan terlarang.


“ Winola tunggu,” Panggil Fanwe menahan tangan istrinya saat itu.


“ Ada apa.?”


“ Sepertinya aku harus kembali ke Valinor. Tapi sebelum itu aku akan ke hutan terlarang untuk melakukan sesuatu.”


“ Kau akan mencaritahu tentang dua pria itu juga.?”


Fanwe mengangguk dan berkata, “ Aku mendapatkan firasat buruk, dan aku harus memastikannya sebelum terlambat.” Lanjut Fanwe.


“ Baiklah, kau boleh pergi. “


“ Maafkan aku.”


“ Jangan minta maaf, sudah tugasmu sebagai Valar untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana pun juga kau adalah Valar hutan dan kejadian ini terjadi di hutan tempatku berkuasa, aku serahkan padamu sebagian.”


“ Terima kasih karena sudah mengerti.” Fanwe memeluk Winola sebentar sebelum akhirnya dia harus pergi meninggalkan istana Sandora.


**


Fanwe baru saja tiba di hutan terlarang bersama Aerox, setibanya disana dia langsung melakukan panggilan dewa kepada sang pemilik hutan dimana hanya Fanwe yang dapat melakukan hal tersebut. Karena kekuatan Fanwe yang dapat mengendalikan semua hutan yang ada di dunia itu, dia harus menanyakannya secara langsung kepada pohon dewa tentang dua penyusup yang telah datang ke hutan terlarang.


“ Kau sudah lama tidak memanggilku, apa yang membuat yang mulai Fanwe sampai memanggilku keluar.”


“ Ini penting, beberapa hari yang lalu ada dua penyusup yang datang ke dunia ini. Mereka masuk melalui portal dua dunia hutan terlarang, itu sebabnya aku ingin mencaritahu siapa mereka darimu karena penjaga portal tidak bisa mengingat apapun dan kemungkinan ingatan mereka telah di hilangkan oleh penyusup tersebut.”


“ Baiklah, aku akan membantumu mencaritahu siapa mereka. Tolong beri aku waktu untuk melihatnya dengan kekuatanku.”


Fanwe hanya bisa mengangguk pelan dan menunggu hingga pohon dewa selesai mencaritahu siapa dua penyusup yang datang ke hutan terlarang, di samping itu tampak beberapa teman Alissa yang bersembunyi di balik pepohonan menyaksikan Fanwe dan pohon dewa baru saja selesai membahas tentang penyusup hutan terlarang.


“ Selama aku hidup di Sandora, ini kali pertama aku melihat ada pohon seperti itu disini.” Bisik Bubble.


“ Kau benar, bentuknya sangat aneh dan dia bisa bicara.” Sambung Berry.


Fanwe menoleh ke arah mereka dengan tatapan yang menakutkan, membuat mereka semua takut dan langsung berhambur meninggalkan tempat itu.


Pohon dewa terlihat baru saja membuka kedua matanya, dari ekspresi yang di tunjukkan sudah membuat Fanwe merasa penasaran. Hingga akhirnya pohon dewa angkat bicara atas penelsuruan yang dia lakukan beberapa menit yang lalu.


“ Memang benar ada dua penyusup yang memiliki energi yang cukup besar, hampir setara denganmu hanya saja satu di antara mereka memiliki energi yang lebih besar dan lebih kuat darimu.” Jelas pohon dewa.


“ Apa kau melihat wajah dari mereka berdua.?” Tanya Fanwe.


“ Sayangnya aku tidak bisa melihatnya, mereka di kelilingi oleh sihir hitam yang sangat pekat yang membuatku tidak bisa melihat mereka dengan jelas.”


“ Apa kau berpikir bahwa mereka adalah seorang Valar.?”


“ Sepertinya begitu, di dunia ini yang memiliki energi kuat hanya para Valar dan beberapa Elf yang terpilih.”

__ADS_1


“ Terima kasih atas informasinya, ini cukup membantuku untuk menemukan siapa dia sebenarnya.”


__ADS_2