My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Tertangkap


__ADS_3

Saat ini Alissa dan Edwyn sedang berada di halaman rumah, mereka berdua kompak menatap setangkai bunga di pekarangan yang tumbuh dengan baik. Kemudian Alissa menoleh kea rah Edwyn dan mendapat anggukan dari pria itu untuk menuangkan ramuan dari Sammy pada bunga tersebut.


Greeta menyarankan Alissa untuk mencobanya pada tumbuhan hidup, dan mereka pun memilih bunga yang ada di pekarangan untuk mencobanya. Dengan sedikit ragu Alissa mulai menuangkan ramuan itu pada tanaman tersebut.


Reaksi yang timbul dari ramuan itu membuat bunga tersebut seketika layu dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, mereka berdua jelas terkejut melihat efeknya begitu berbahaya dan jika Alissa meminumnya mungkin nasibnya akan sama dengan bunga itu.


“ Kita beruntung.” Ucap Edwyn.


“ Semua ini karena kamu, kamu yang telah menyelamatkan hidupku dengan tidak meminumnya.” Kata Alissa menoleh ke Edwyn dan memeluknya dengan erat.


Edwyn terdiam membeku saat Alissa dengan berani memeluknya, dia bingung harus membalas pelukan itu atau tetap menjaga tangannya agar tidak menyentuh gadis itu. Sejurus kemudian Alissa tersadar dan melepaskan pelukannya dengan cepat, dia menoleh ke arah lain karena malu begitu pun dengan Edwyn.


“ Giliranku untuk memasak, aku ke dapur dulu.” Seru Alissa bergegas meninggalkan pekarangan rumah.


Edwyn masih merasa kikuk setelah itu, namun di satu sisi dia merasa senang yang membuat hatinya terasa berbunga-bunga. Ini aneh tapi itu yang di rasakannya saat ini, hingga pandangan Edwyn tertuju pada seseorang yang berdiri tak jauh dari rumahnya.


“ Apa yang dia perhatikan.?” Tanya Edwyn heran.


Edwyn memastikan apakah orang itu sedang memperhatikannya atau tidak, dan ketika dia hendak menghampiri pria itu tiba-tiba saja ada seorang wanita yang berlari ke arah nya dan menggandeng tangan lalu meninggalkan tempat itu.


“ Hanya pejalan kaki.” Ucapnya pelan dan segera kembali ke dalam rumahnya.


**


Seperti laporan yang ia dengar sebelumnya, setiap awal bulan hingga akhir bulan tiba, Alissa dan Edwyn pergi ke bukit Hasselbrack untuk melihat apakah sosok itu kembali menjalankan aksinya atau tidak. Dan ternyata sudah hampir dua bulan ini tidak ada yang mencurigakan telah terjadi, keduanya hampir putus asa terutama Alissa yang sudah menghabiskan begitu banyak waktu di dunia manusia tapi masih belum mendapatkan informasi tentang teman-temannya.


“ Jangan bergerak, tetap di tempat. Siapa kalian.?” Mendengar suara itu sontak membuat Edwyn langsung mengangkat kedua tangannya dengan reflex.


“ Maaf pak, kami hanya pejalan kaki yang tidak sengaja sampai kemari.” Balas Edwyn setelah ia menoleh dan mendapati pimpinan polisi hutan tengah menodongkan senjata ke arah mereka.

__ADS_1


Saat itu Edwyn melihat pergerakan tangan Alissa, namun ia dengan cepat memberikan kode untuk tidak menggunakan kekuatannya kali ini. Dan Alissa mendengarkan apa perkataan Edwyn saat itu, dia juga ikut mengangkat kedua tangannya seperti yang di lakukan oleh Edwyn.


“ Kau berbohong, katakana dengan jujur apa alasan kalian kemari.” Sahut pimpinan polisi itu lagi.


“ Kami tidak berbohong pak.” Sambung Edwyn.


“ Aku sudah memperhatikan pergerakan kalian sejak satu bulan yang lalu, aku mendiamkan kalian bukan karena aku tidak peduli. Tapi aku juga memantau sebenarnya apa yang kalian lakukan di tempat ini.?” Tanya pimpinan polisi yang bernama Marco itu.


“ Kami hanya penasaran dengan cahaya yang muncul dua bulan lalu di bukit ini, itu sebabnya saya dan teman saya datang untuk mencaritahu sebab rumah kami sangat dekat dengan bukit ini berada.” Jelas Alissa membuat Edwyn menoleh ke arahnya dengan bingung.


“ Oh, jadi kalian melihatnya juga. Tapi bagaimana kalian bisa selalu datang ke tempat ini dengan bebas? Aku sudah menyuruh bawahanku untuk menjaga pintu masuk bukit dan sekitarnya, bagaimana kalian bisa lolos dari mereka.?” Tanya Marco penuh selidik.


“ Maaf pak, kami mnegaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi.” Balas Edwyn tak terpaksa harus mengakhiri semua ini agar tidak menjadi rumit.


“ Kami permisi.” Edwyn kemudian menarik tangan Alissa untuk segera meninggalkan bukit, namun tidak semudah itu mereka pergi setelah ketahuan oleh pemimpin kepolisian hutan langsung.


Karena perbuatan mereka sudah termasuk pelanggaran, maka keduanya harus menerima hukuman yang telah di tetapkan oleh pemerintahan dalam pelindungan bukit Hasselbrack.


“ Boleh aku tahu kenapa manusia tidak di perbolehkan memasuki tempat ini.?” Tanya Alissa yang dengan beraninya menanyakan hal tersebut.


“ Aku tidak berkewajiban untuk menjawab hal tersebut di tempat ini.” Balas Marco.


“ Kau tidak perlu menambah masalah, tanda tangan saja dan semua akan selesai.” Bisik Edwyn.


“ Apa itu tanda tangan? “ Alissa rupanya tidak paham soal itu dan membuat Edwyn menyuruhnya untuk membuat coretan sesukanya di lembar kertas itu.


Setelah mereka selesai menandatangani surat perjanjian, masih belum selesai sampai di situ sebab Marco kembali memberinya hukuman untuk membuang sampah yang telah di kumpulkan sebelumnya oleh bawahannya. Mereka di minta untuk membawa semua sampah-sampah itu ke kaki bukit dimana di sana terdapat tempat pembakaran sampah.


“ Dia sangat kejam, bagaimana mungkin membiarkan seorang wanita membawa sampah sebanyak ini ke bawah sana.” Keluh Alissa.

__ADS_1


“ Kalau berat sini berikan padaku.” Sahut Edwyn.


“ Tidak perlu, aku bisa sendiri.” Balas Alissa dan berjalan dengan cepat.


Sementara itu Marco masih mengamati mereka dengan dua lembar surat perjanjian milik mereka, Marco melirik nama mereka yang tertera disana dan terfokus pada tanda tangan Alissa yang begitu aneh sebab dia menggambar kupu-kupu disana dan bukannya tanda tangan.


**


Alissa dan Edwyn saat ini sedang duduk di sebuah ayunan taman bermain anak-anak, mereka hanya diam dan melamunkan apa yang telah terjadi kepada mereka hari ini. Alissa berpikir menjadi manusia sangatlah rumit, banyak sesuatu yang tidak boleh di lakukan dan juga cukup melelahkan.


“ Hey, apa kau pikir pria itu mempunyai rahasia tersembunyi dengan bukit itu.?” Tanya Alissa tiba-tiba.


“ Aku memang pernah mendengar kalau bukit itu di jadikan sebagai tempat oleh ilmuan untuk meneliti sesuatu, ada yang bilang mereka meneliti makhluk sepertimu dan juga temman-temanmu.” Jelas Edwyn.


“ Kau tahu dari mana, sedangkan Marco tidak memberikan jawaban seperti itu tadi.”


“ Aku membacanya di sebuah situs di internet, seorang anonym menyebutkan hal itu dan aku sebagai pecinta makhluk mitologi tentu saja percaya.”


“ Tapi jika memang seperti itu tak heran jika Marco menyembunyikannya dari kita. Dan juga ini masih menjadi tanda tanya besar di kepalaku, aku tidak tahu harus memulainya dari mana dan sekarang aku ragu apa aku bisa menuntaskan tujuanku datang kemari atau tidak.”


Edwyn beranjak dari tempatnya dan berdiri di hadapan Alissa sambil mengangkat kedua tangannya.


“ Aku bersamamu, jangan khawatir.” Ungkapnya sekali lagi membuat Alissa merasa tersentuh dengan kebaikan Edwyn.


Sebuah bola tiba-tiba mendarat tepat di punggung Edwyn sehingga membuat pria itu hampir terjatuh, ketika dia menoleh dua anak kecil menghampirinya sambil meminta maaf.


“ Maafkan kami.” Ucap mereka begitu polos.


Edwyn yang tidak bisa memarahi mereka kemudian mengambil bola tersebut dan ikut bermain bersama mereka, Edwyn sudah mengajak Alissa untuk bergabung dan gadis itu tidak menolaknya.

__ADS_1


Seumur hidup dia belum pernah bermain bola, dia dan teman-temannya hanya bermain hal-hal kecil dan itu pun sangat jarang. Berada di dunia manusia cukup menyenangkan, dan salah satunya adalah menghabiskan waktu seperti itu dengan tawa yang membuat perutnya sakit sendiri.


__ADS_2