My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
It'll be Okey


__ADS_3

Setelah Stevan tahu semua tentang Alissa, kali ini Alissa tidak pernah menutupi apapun kepada pria itu. Dia bisa dengan terang-terangan menumpahkan isi hatinya tentang Edwyn, dan tentang bagaimana Edwyn kemarin mengatakan bahwa dia merasakan sesuatu yang tak asing kepadanya.


Stevan berkesimpulan bahwa sebenarnya Edwyn hanya melupakan tentang kenangan mereka satu sama lain, namun perasaannya masih sama. Bagaimana pun waktu berlalu tapi pemilik hati itu masih tetaplah Alissa seorang.


“ Apa yang sedang kau lakukan.?” Tanya Stevan ketika dia baru saja kembali dari kebun.


“ Aku membuat bubur untuk Sofia, sepertinya dia masih sakit.” Jawab Alissa sibuk memindahkan bubur tersebut ke wadah yang akan dia bawa ke rumah Edwyn.


“ Kau sangat peduli rupanya, padahal wanita itu adalah sainganmu.”


“ Sejujurnya aku tidak pernah menganggapnya sebagai saingan, mungkin dia memang menyebalkan tapi aku tidak membencinya.”


“ Kau memang wanita yang baik.” Stevan menyentuh kepala Alissa yang membuat mereka berdua mendadak membeku di tempat.


“ Maaf, aku tidak sengaja melakukannya.” Balas Stevan yang dengan cepat menarik tangannya.


“ Tidak apa-apa, aku pergi dulu.” Ujar Alissa bergegas pergi.


Setelah Alissa pergi barulah Stevan terlihat salah tingkah, dia benar-benar tidak sadar memperlakukan Alissa seperti dirinya yang selalu menyentuh kepala Lily.


“ Jangan melihatku seperti itu.” Tegur Stevan pada Bruno yang sejak tadi memperhatikannya.


**


Alissa mengetuk pintu rumah Edwyn dengan tangan kanannya sebelum akhirnya kembali memegang mangkuk sup dengan keudua tangannya, tak lama berselang pintu terbuka dan yang membuat Alissa terkejut saat itu adalah sosok Sofia yang sudah berdiri dengan tubuh yang sehat.


“ Selamat pagi, aku membawakan bubur untukmu.” Ujar Alissa berusaha untuk tersenyum.


“ Terima kasih banyak, aku senang atas perhatianmu, ayo silahkan masuk.” Ajak Sofia yang membuat Alissa terkejut dengan sikapnya barusan.


“ Sayang, Alissa datang membawakanku bubur. Dia sangat perhatian ya.” Lontar Sofia ketika mereka sudah berada di ruang makan.


Saat itu Edwyn memperhatikan Alissa dengan ekspresi terkejut, kemudian dia sadar dan mengucapkan terima kasihnya. Mangkuk bubur di letakkan di atas meja makan, dan Alissa menyebutkan bahwa bubur itu di buat untuk mereka berdua.


“ Hmm, buburnya sangat enak, aku akan menghabiskannya.” Seru Sofia setelah ia mencicipinya sekali.


“ Ada apa dengan suasana pagi ini? kenapa sikap Sofia padaku tiba-tiba berubah? Apa yang sebenarnya terjadi dengannya.?” Benak Alissa benar-benar penasaran.


“ Kau ingin ikut sarapan dengan kami.?” Tanya Edwyn berhasil membuyarkan pikiran Alissa.


“ Tidak terima kasih, Stevan menungguku dirumah.” Balas Alissa cepat.


“ Baiklah kalau begitu.” Balas Edwyn terlihat kecewa.


“ Aku permisi. Silahkan nikmati sarapan kalian.” Lanjutnya berlalu dengan cepat.


**

__ADS_1


Karena persediaan uang mereka sudah habis, Alissa dan Stevan menuju kota untuk menjual sebagian hasil kebun untuk dapat membeli kebutuhan rumah lainnya. Mereka menjual semua hasil kebun pada satu orang yang kebetulan tertarik dengan jualan mereka, dari hasil kebun itu mereka mendapatkan uang yang sekiranya cukup untuk belanja kebutuhan rumah.


“ Alissa.” Panggil Stevan membuat wanita itu menoleh penasaran.


“ Kenapa.?”


“ Banyak orang yang memperhatikanmu, apa mungkin karena warna rambutmu yang berbeda.?”


“ Benarkah? Aku bahkan tidak sadar kalau aku menjadi pusat perhatian.”


“ Bagaimana jika kau merubah warnanya menjadi hitam? Aku hanya menyarankan saja, rasanya sangat tidak nyaman melihat mereka yang memperhatikanmu seperti itu.”


“ Boleh, aku pernah memakai warna hitam dan hal itu berhasil membuat mereka berhenti memperhatikanku.”


“ Kalau begitu ayo kita ke salon.”


Alissa dan Stevan pun memasuki sebuah salon kecantikan, disana mereka meminta kepada pemilik salon untuk mewarnai rambut Alissa agar dia terlihat seperti warga sekitar.


“ Aku akan meninggalkanmu sebentar, aku akan pergi belanja.” Ucap Stevan.


“ Kau tidak ingin menungguku.?” Cegah Alissa.


“ Biar aku saja, jadi setelah aku selesai belanja kita bisa langsung pulang.”


“ Kau yakin baik-baik saja.”


“ Kalau begitu hati-hati, aku akan menunggumu disini.”


Setelah Stevan pergi, si pemilik salon langsung memuji Stevan di depan Alissa. Dia mengira jika Stevan adalah kekasih Alissa, dan mengatakan bahwa Stevan adalah laki-laki yang baik dan sejati.


“ Kami berdua hanya teman.” Balas Alissa.


“ Sayang sekali, padahal kalian berdua sangat cocok.”


Alissa hanya tersenyum tipis mendengarnya, dia menatap dirinya di hadapan cermin dimana saat ini rambutnya sedang di warnai oleh pemilik salon. Hal ini mengingatkan Alissa dengan Edwyn yang dulu pernah mewarnai rambutnya sendiri, kenangan itu benar-benar membuatnya sangat rindu.


**


Suara dering bel pintu salon dan langkah kaki dua orang yang saling berpapasan setelah salah satu dari mereka keluar membuat keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan terkejut.


Alissa terkejut melihat kemunculan Edwyn ketika dia keluar dari salon, sedangkan Edwyn terkejut ketika melihat sosok Alissa dengan rambut berwarna hitam.


Air mata jatuh di pipi Edwyn saat itu juga, Alissa yang menyadarinya dengan cepat memberikan sapu tangan untuk menghapus air mata tersebut. Namun yang di dapat Alissa adalah pelukan mendadak dari Edwyn yang membuatnya cukup terkejut.


“ Edwyn.?”


Alissa dapat mendengar isak tangis Edwyn yang membuatnya semakin bingung kenapa pria itu tiba-tiba bersikap demikian, tak ingin mengganggunya Alissa hanya membiarkan Edwyn tetap memeluknya sampai dia puas.

__ADS_1


Dari ujung jalan Alissa bisa melihat sosok Stevan yang kembali untuk menjemputnya, namun Stevan yang menyadarinya memberi kode kepada Alissa untuk tetap bersama Edwyn dan dia akan pulang lebih dulu.


“ Terima kasih.” Benak Alissa kepada Stevan yang mengerti dengan situasi tersebut.


**


Saat ini Alissa dan Edwyn sedang berada di sebuah tempat yang hanya ada mereka berdua, keduanya memutuskan untuk pindah dari keramaian dan sekarang sudah menghabiskan waktu cukup lama disana dalam keheningan.


“ Kau sudah baikan sekarang.?” Tanya Alissa mengawali percakapan.


“ Hmm.”


“ Kenapa kau tiba-tiba menangis ketika melihatku tadi.?”


“ Aku tidak tahu, ketika melihatmu dengan rambut hitam rasanya ada yang aneh dengan diriku. Itu tiba-tiba membuatku menjadi emosional, maaf ya kalau aku memelukmu tanpa izin.”


“ Tidak apa-apa, ku pikir ada sesuatu yang kau ingat sehingga membuatmu terbawa emosi.”


“ Alissa.” Panggil Edwyn dengan nada yang sedikit bergetar.


“ Aku sudah mencaritahu tentang masa laluku sebelumnya, tapi aku tidak mendapatkan informasi tentangmu sama sekali. Ini aneh, aku merasa kita pernah dekat dan aku merasakannya setiap berada di dekatmu.”


“ Kau sudah sering mengatakan hal ini.”


“ Aku belum selesai, aku penasaran apa sebenarnya kau ini bukan manusia.?” Ucap Edwyn seketika membuat kedua mata Alissa membulat dengan sempurna.


“ Kenapa kau berkata seperti itu? Kalau aku bukan manusia, lalu aku apa.?”


“ Seorang Elf.”


Alissa kembali di kejutkan dengan ucapan Edwyn yang selalu benar, dia tidak berani menatap wajah Edwyn karena tidak tahu harus menjawabnya seperti apa.


“ Hari ini aku pergi ke perpustakaan umum untuk membaca sesuatu, dan kau tahu apa yang ku temukan disana.?”


“ Apa itu.?”


“ Aku membaca jika salah satu kekuatan Elf adalah mampu menghapus ingatan seseorang, dan saat membacanya aku tiba-tiba teringat padamu. Dari fisikmu sebelumnya kau terlihat seperti mereka, dan semua yang kau ketahui tentangku tapi aku tidak mengetahuinya sama sekali tentangmu. Bukankah itu semua berkaitan, apa aku benar.?”


“ Hmm, aku benar.” Jawab Alissa yang tidak bisa menutupinya lagi.


“ Jadi benar kau adalah Elf yang telah menghapus ingatanku.?” Ucap Edwyn terlihat lebih terkejut sekarang.


“ Aku tidak tahu harus menjelaskannya dari mana, mungkin tidak akan cukup jika aku menjelaskannya dalam satu atau dua jam.” Ungkap Alissa.


“ Kita menginap di tempat lain malam ini.” Lontar Edwyn.


“ Lalu bagaimana dengan Sofia? Dia pasti akan mencarimu.”

__ADS_1


“ Aku akan menghubunginya dan berkata jika aku lembur malam ini.”


__ADS_2