My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Melepaskanmu


__ADS_3

Alissa terkejut ketika dia mencoba kekuatannya untuk menghidupkan makhluk yang telah mati, percobaan pertama itu berhasil pada seekor burung yang telah mati akibat di serang oleh hewan lain. Burung yang telah di hidupkan oleh Alissa kini bisa terbang, dia bahkan mengucapkan terima kasihnya sebelum meninggalkan tempat itu.


Di sudut ruangan terlihat Nienna yang kagum dengan perkembangan Alissa, padahal dia hanya belajar beberapa hari saja dan sekarang dirinya sudah mampu mengaktifkan kekuatan itu.


“ Bagaimana sekarang? Apa kau sudah siap untuk melakukannya.?” Tanya Nienna.


“ Aku sudah siap.” Balas Alissa dengan sangat yakin.


Nienna pun kembali membawa Alissa ke tempat Edwyn berada saat ini, dan setiap kali Alissa melihat Edwyn ia kembali merasakan sakit. Meskipun dia tahu saat ini dirinya akan membuat Edwyn hidup kembali.


Dengan mengangkat kedua tangannya ke atas tubuh Edwyn kemudian menutup kedua matanya dengan harap pria itu bisa kembali hidup seperti burung yang telah dia selamatkan dari kematian.


“ Hiduplah, kumohon.” Benak Alissa dengan penuh harap.


Dari yang Alissa rasakan saat ini tubuh Edwyn mengalami perubahan, tubuh yang awalnya terlihat pucat mulai kembali normal di susul oleh detak jantung yang dapat di rasakan oleh Alissa.


Alissa menangis melihatnya berhasil menghidupkan Edwyn, Nienna ikut memberikan selamat kepada Alissa dan membuatnya harus tetap fokus karena semua itu tidak berhenti di situ saja. Dia harus membuat tubuh Edwyn kembali seperti semula, sehingga ketika dia terbangun nanti kondisinya akan dalam keadaan sempurna.


“ Dengan begini kau juga bisa menghidupkan Melkor dan Vaire.” Gumam Nienna.


Setelah memastikan Edwyn benar-benar kembali hidup, tubuh Ewdyn di bawa oleh suruhan Nienna untuk di berikan perawatan sampai dia kembali sadar. Sementara itu Alissa harus menghadap kepada Manwe untuk menyampaikan apa yang telah terjadi hari ini.


**


Dengan kekuatan baru yang di milikinya saat ini, Alissa telah berhasil menghidupkan Edwyn dan Viare dari kematian. Namun saat ini ada yang membuatnya heran begitu pun dengan semua Valar yang berada di sana ikut heran melihat tubuh Melkor yang tidak mendapatkan respon apapun.


“ Ini aneh, kenapa hanya Melkor yang tidak dapat di hidupkan.?” Ucap Eslle setelah mencoba mengecek tubuh pria itu lagi.


“ Jika di lihat tubuhnya tidak mendapatkan luka yang serius, tapi kenapa dia bisa mati semudah itu di tangan seorang penyihir.” Sambung Yavanna.


“ Benar, bahkan kau bisa mengalahkan penyihir itu dengan mudah tapi kenapa Melkor tidak bisa melakukannya.?” Lontar Nienna.


“ Sammy memberitahuku bahwa Zake memiliki mata-mata di dunia ini, aku tidak ingin menuduhnya tapi aku curiga bahwa tuan Melkor adalah mata-mata yang di maksud olehnya.” Ucap Alissa seketika membuat semuanya terdiam dan fokus menatapnya.


“ Kami pun sudah mencurigai hal itu sebelum kejadian ini berlangsung.” Sahut Fanwe.


Alissa melihat semua ekspresi wajah para Valar dan ternyata mereka sependapat dengan Fanwe, hanya saja untuk membahasnya tanpa bukti adalah kejahatan dan hal itu tidak boleh di lakukan di Valinor.


Setelah Alissa memberitahu mereka bahwa ada mata-mata di Valinor maka semua semakin curiga jika Melkor adalah dalang di balik semuanya, tak heran jika akses mereka untuk menculik beberapa makhluk di dunia ini sangat mudah.


“ Dan Melkor adalah salah satu dari generasi ku yang mengetahui bahwa pohon Alemilos adalah pohon roh para dewa. Mungkin dia yang memberitahu informasi itu pada Zake.” Lanjut Fanwe.


“ Apa itu artinya Melkor masih hidup dan ini adalah tubuh peggantinya saja.?” Ucap Nienna menatap mereka satu persatu.


Fanwe kemudian membuktikan bahwa tubuh itu bukanlah Melkor dengan kekuatannya, dan beberapa saat kemudian tubuh itu berubah menjadi lumpur yang meleleh dan sudah terbukti bahwa Melkor mengganti tubuhnya dengan sihir perubah bentuk.


“ Dia mungkin masih hidup di suatu tempat.”


“ Apa kita harus mencarinya.?”

__ADS_1


“ Tidak pelru, jika dia kembali dengan sendirinya itu artinya dia memiliki rencana lain yang harus kita waspadai.”


“ Bagaimana dengan Valar Agung? Apa kita harus memberitahu hal ini kepadanya.?”


“ Biar aku yang memberitahu beliau.” Sahut Fanwe dan di balas anggukan setuju daru mereka semua.


**


Tugas kedua yang harus di lakukan oleh Alissa sekarang adalah menghidupkan manusia yang telah mati oleh Zake, dia tidak sendirian melainkan di temani oleh Winola dan beberapa Valar yang di utus langsung untuk menyelesaikan tugas tersebut.


Tercatat sekitar seribu orang yang telah mati di kota itu, selebihnya menghilang dari kota. Karena tugas mereka hanya untuk membuat mereka kembali hidup dan menghilangkan sebagian ingatan mereka, tugas itu di lakukan hanya dalam sehari saja oleh mereka.


“ Aku penasaran dimana Varda saat ini, dia menghilang saat melawan Zake.” Ucap Yavanna saat dia telah selesai menyisiri hutan untuk mencari korban.


“ Tidak ada yang melihat pertarungan mereka waktu itu, kita tidak tahu dimana dia? Apakah dia masih hidup atau sudah mati.” Balas Eslle.


“ Padahal Varda adalah Valar hebat seperti Fanwe, mengetahuinya menghilang seperti ini membuatku sedih.” Lontar Nienna.


“ Aku berharap dia segera kembali, meskipun dalam keadaan luka parah.” Kata Yavanna sambil menoleh ke atas langit yang dimana sudah berubah menjadi malam sejak kedatangan mereka di dunia manusia pagi ini.


Malam itu juga mereka menyudahi tugas mereka dengan membiarkan seluruh manusia itu kembali ke kota, dan sekarang sudah waktunya untuk kembali ke Valinor.


“ Ada apa Alissa.?” Tanya Winola pada putrinya yang terlihat memasang wajah sendu.


“ Tidak apa-apa bu.” Balasnya dengan lirih.


Fanwe yang melihatnya pun langsung paham, dia segera menghampiri Alissa dan meminta Winola untuk kembali ke Sandora sendirian. Fanwe akan membawa Alissa menuju satu tempat sebelum dia kembali ke Sandora.


**


Setibanya di kediaman Valar Agung, mereka kemudian di persilahkan masuk ke dalam oleh pengawal yang berjaga di luar. Melihat kedatangan Fanwe dan Alissa membuat Manwe menatap mereka dengan penasaran.


“ Ada apa.?” Tanya Manwe.


“ Yang mulia, kedatangan saya kemari adalah untuk meminta satu permintaan kepadamu.” Ucap Fanwe.


“ Permintaan apa.?”


“ Ini tentang anak manusia bernama Edwyn, saya memohon untuk anda mengizinkan anak itu untuk tinggal di Sandora selama satu minggu sebelum dia kembali ke dunianya.” Pinta Fanwe sontak membuat Alissa terkejut mendengarnya.


“ Untuk dasar apa aku harus setuju dengan permintaanmu itu.”


“ Sebagai bentuk perpisahan anak itu dan putri saya yang mulia.”


“ Bagaimana pun juga anak manusia itu telah berbuat cukup banyak atas keselamatan putri saya, dan saya ingin mereka bersama menghabiskan waktu sebelum mereka berpisah.”


“ Lalu kenapa bukan putrimu sendiri yang memintanya, kenapa harus kamu yang mewakilkannya.?”


Lalu Fanwe melirik Alissa yang menahan rasa gugupnya sejak tadi, dan Alissa melirik Fanwe dan mendapatkan tatapan yang membuatnya merasa jauh lebih baik. Kemudian Alissa kembali menoleh ke arah Manwe dan berkata.

__ADS_1


“ Izinkan saya bersamanya selama satu minggu yang mulia, setelah itu saya akan membawanya kembali ke dunia manusia.” Balas Alissa lirih.


“ Baiklah, aku akan memberikan waktu selama satu minggu. Tapi kau harus menjamin dia tidak berbuat hal yang tidak-tidak selama tinggal di dunia ini.” Lontar Manwe.


“ Saya berjanji yang mulia.” Seru Alissa dengan senang hati.


**


Tepat setelah Alissa dan Fanwe meninggalkan kediaman Valar Agung, keduanya mendapat kabar baik dari Nienna bahwa Edwyn sudah siuman dan saat ini dia sedang mengisi tenaga dengan menyantap makanan yang di sediakan oleh pelayan Nienna di kediamannya.


Alissa harus berpisah dengan Fanwe sebab dia harus kembali ke hutan untuk mengerjakan sesuatu, sebelum pergi Alissa memeluk ayahnya dengan penuh kasih sayang dan mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah mengerti apa yang dia inginkan.


“ Selanjutnya kau harus membujuk ibumu, tapi ayah yakin dia akan setuju dengan Edwyn tinggal disana selama satu minggu.” Ucap Fanwe.


“ Serahkan padaku, aku akan membujuk ibu sampai dia setuju.” Balasnya dengan senyum merekah.


Setelah berpisah dari Fanwe, Alissa segera menuju di kediaman Nienna. Tempat tinggal Nienna sangatlah indah dengan pemandangan yang tidak di temukan di dunia bawah, layaknya seperti surga yang bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan.


Setelah tiba disana, Alissa merasa sangat gugup untuk bertemu dengan Edwyn. Entah kenapa jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari sebelum dia datang ke tempat itu.


Di depan matanya saat ini terdapat ruangan yang di tempati oleh Edwyn beristirahat, langkahnya mendadak berhenti sambil menatap pintu itu dengan segala pikiran yang berkecamuk.


“ Masuklah, dia sudah menunggumu.” Lalu Nienna tiba-tiba muncul dan mendorongnya dengan pelan.


“ Dia sudah tahu aku mau datang.?” Tanya Alissa terkejut.


“ Aku yang memberitahunya, dia sudah menunggumu. Sekarang masuklah.” Balas Nienna kemudian.


Perlahan namun pasti Alissa mulai memberanikan diri untuk masuk, saat ini dia telah memegang knop pintu dan pelan-pelan membukanya. Sedikit demi sedikit dia bisa melihat isi dari ruangan itu, terlihat seorang pria yang sedang duduk di atas kursi menikmati buah-buahan segar yang telah di sediakan untuknya.


“ Hmm, Edwyn.” Panggil Alissa yang tak berani menatapnya.


Pelukan hangat tiba-tiba di rasakan oleh Alissa dan itu membuat jantungnya kembali berdetak sangat keras sampai dia takut jika Edwyn akan mendengarnya.


“ Aku senang kau masih hidup, aku sangat senang.” Ucap Edwyn seketika membuatnya terharu.


“ Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Karena kau berhasil selamat dari kematian.” Balas Alissa dan ikut memeluk Edwyn dengan erat.


Setelah cukup berpelukan, akhirnya mereka melepaskan pelukan itu dan saling menatap wajah satu sama lain. Alissa dan Edwyn kemudian tertawa, kecanggungan yang mereka rasakan menghilang sangat cepat dan Alissa sudah kembali merasa lebih baik saat ini.


“ Terima kasih karena telah menghidupkan aku kembali.”


“ Jangan mati lagi, kau harus tetap hidup dengan lama.”


“ Kalau pun aku hidup dengan lama, aku tetap tidak bisa menyamai umurmu.”


“ Kalau begitu bereinkarnasilah lagi supaya kita bisa bertemu.”


“ Bagaimana jika aku tidak bertemu denganmu jika aku bereinkarnasi.?”

__ADS_1


“ Aku akan mencarimu dimana pun kamu berada.”


Mereka kembali tertawa sampai tawa mereka terdengar jelas di luar sana, Nienna yang mendengarnya ikut tersenyum. Usia remaja memang sangat identik dengan aura romantic, dan hal itu membuatnya tidak tahan berlama-lama disana.


__ADS_2