My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Keadaan Darurat


__ADS_3

Kabut tebal mengiringi perjalanan Fanwe, Vaire, Aule, dan Morgoth ketika mereka telah tiba di perbatasan Hueco Mundo. Uranus tiba-tiba menolak untuk mengangkut mereka sehingga mereka terpaksa harus berjalan kaki menuju penjara Hueco Mundo yang terkenal mengerikan itu.


Penjara yang di jaga ketat oleh Sembilan monster raksasa yang haus akan darah dan tidak bisa di jinakkan oleh siapapun juga. Alasan mengapa banyak pejahat yang di penjara disana adalah karena Sembilan monster itu akan menjaga mereka dan tidak ada yang berani untuk melewati penjagaannya.


Karena kabut tebal itu Fanwe dan yang lain kesulitan untuk melihat jalan, mereka membutuhkan penerangan namun sayangnya penerangan hanya akan menarik perhatian penjaga Hueco Mundo saja sehingga mereka terpaksa harus berjalan dengan arah yang di katakana oleh Vaire.


Fanwe melihat sekeliling tempat yang di kelilingi oleh kabut tebal, taka da yang dapat di lihat saat itu sampai dia berpikir aka nada serangan dadakan yang datang. Saat itu Fanwe tiba-tiba menghentikan langkahnya saat dia tidak melihat ketiga temannya yang berjalan di depan, Fanwe memanggil nama mereka namun taka da balasan dari mereka.


“ Akhirnya hanya ada kita berdua di tempat ini.” Ucap suara yang tak asing sedang bicara di belakang Fanwe.


“ Jadi semua ini adalah jebakan kalian? Untuk apa? Untuk memisahkan aku dan Vaire dari Valinor.?” Sahut Fanwe yang menoleh dengan santai ke arah Morgoth.


“ Ternyata memang benar apa kata Cybelle, kau adalah seseorang yang sangat pintar menebak.” Lontar Morgoth dengan senyum kecilnya.


“ Dan kau harus tahu kenapa kami mengikuti perintah dari yang mulia bukan karena kami menerimanya begitu saja. Itu karena, aku dan Vaire sudah merencakan ini sejak awal.” Senyum Fanwe saat itu mengembang dan dia membuat semua kabut di tempatnya menghilang dengan mudah.


Kesembilan monster penjaga rupanya sudah berada di sekeliling mereka dan sekarang sedang melihat mereka dengan sangat jelas. Fanwe dengan cepat memanggil Aerox, dan hewan yang berubah menjadi seekor semut yang bersembunyi di balik jubah Fanwe kini berubah menjadi bentuknya semula.


Morgoth yang terkejut dengan rencana Fanwe berusaha untuk melarikan diri namun dirinya berhasil di tangkap oleh salah satu monster itu sehingga mau tidak mau dia harus meladeninya satu persatu.


Fanwe yang sudah berada di udara mengamati sekitar mencari Vaire apakah dia sudah berhasil menipu Aule apa belum, dan dari jarak yang cukup jauh dia berhasil menemukan mereka berdua dimana saat ini Vaire menunjukkan emosinya yang tak terkalahkan.


“ Kau pikir kami diam karena kami mudah di tipu, dasar bodoh. Kami sudah tahu rencanamu untuk memisahkan aku dan Fanwe dari Valinor, tapi sayangnya rencanamu ini hanya cukup sampai disini saja.” Sahut Vaire yang berhasil melayangkan serangan tepat sasaran kearah Aule yang saat itu tidak bisa menangkisnya sama sekali.


Kekacauan yang di buat Vaire menimbulkan perhatian monster lainnya sehingga mereka dengan cepat berlari kearahnya, untungnya Aerox bisa mengimbangi kecepatan mereka dan berhasil menarik Vaire ke udara tepat pada waktunya.


Morgoth dan Aule terlihat berusaha mengalahkan kesembilan monster dan dapat di saksikan oleh Fanwe dan Vaire dari udara, keduanya tampak kesulitan menghadapi keganasan monster itu namun mereka berdua tidak ada niatan untuk menyelamatkan mereka atas kejahatan yang telah mereka tahu.


“ Kau memang cukup hebat, tak heran kau kandidat yang cocok untuk menjadi Valar agung di kemudian hari.” Ucap Vaire dengan nafas yang terengah-engah.


“ Kita buat mereka kewalahan baru setelah itu memisahkan mereka dari monster-monster itu.” Gumam Fanwe lirih.


Hueco Mundo merupakan tempat yang gersang dan di penuhi oleh padang pasir, di sebelah utara atau lebih tepatnya lokasi penjara itu merupakan sebuah lautan yang dimana laut adalah kekuasan Fanwe sendiri. Dengan kata lain jika Morgoth dan Aule selesai di kalahkan oleh kesembilan monster itu, maka Fanwe akan memanggil monster laut untuk muncul menghentikan mereka.


Setelah satu jam melihat pertempuran mereka dengan Sembilan monster, rupanya Aule dan Morgoth bisa mengalahkan empat monster sekaligus dan tersisa lima monster lagi yang akan mereka hadapi namun sayangnya energi mereka sudah hampir habis dan sepertinya Fanwe harus bergerak cepat sebelum mereka berdua tidak bisa di introgasi lebih lanjut.


Famwe bergerak ke arah utara untuk memanggil monster laut, dia memerintahkan monster itu untuk membawa gelombang laut menuju tempat Morgoth dan Aule saat ini bertarung.


Dengan gelombang dahsyat yang mereka gerakkan berhasil membuat tsunami yang cukup besar sehingga menghantam mereka yang ada di padang pasir. Vaire pun tak tinggal diam dengan mengeluarkan gempa susulan yang membuat tanah terbelah sehingga bencana yang di ciptakan tak bisa membuat Morgoth dan Aule menghindarinya.


Setelah Morgoth dan Aule tak berdaya dan kelima monster terbawa oleh tsunami, tiba saatnya untuk Fanwe dan Vaire menangkap mereka dan memaksa mereka untuk menjelaskan apa sebenarnya tujuan mereka datang ke Valinor.


“ Kau mungkin sudah terlambat, sekarang mereka yang berada di Valinor mungkin sudah mati.” Ucap Morgoth masih dapat tersenyum puas.


“ Apa maksudmu? Siapa yang datang ke Valinor setelah kita pergi dari sana.?” Tanya Vaire dengan kesal.


“ Kalian telah tertipu selama satu bulan terakhir, yang mulia Manwe bukanlah dia yang selama ini kalian agungkan. Valar yang sebenarnya sudah menghilang dan masih banyak lagi kejutan yang akan membuat kalian mungkin bisa terkena serangan jantung.” Sambung Aule.

__ADS_1


“ Apa maksudmu, bicara yang jelas sialan.” Kini Vaire menarik kerah baju Aule dan hendak untuk menghajarnya namun di tahan oleh Fanwe.


“ Jelaskan pada kami, siapa yang telah memerintah kalian.?” Tanya Fanwe dengan nada yang tenang.


“ Kalian mengenalnya, dan sebentar lagi dia akan tiba di Valinor.” Ucap Morgoth menatap Fanwe dengan senyuman tipis.


**


Hari sudah menjelang petang, matahari hampir tenggelam dari barat. Tiba-tiba saja cuaca di seluruh Valinor berubah menjadi dingin, langit pun semakin gelap dan angin kencang berhembus tidak seperti biasanya.


Yavanna keluar dari kastilnya dan menatap ke atas dimana saat ini langit gelap bersamaan dengan petir hitam terlihat muncul dengan sangat jelas disana, Yavanna kemudian memerintahkan seluruh bawahannya untuk melindungi masyarakatnya dari fenomena tersebut.


Belum cukup satu hari Fanwe dan Vaire meninggalkan Valinor dan sekarang kejadian ini harus di hadapi oleh Yavanna tanpa mereka, tidak ada Valar pria yang tersisa kecuali Valar agung.


Setelah memastikan semua bawahannya berada di tempat yang aman sekarang tiba saatnya untuk Yavanna bergerak menelusuri semua tempat, dan secara kebetulan dia bertemu dengan Eslle yang sibuk menyembuhkan bawahannya yang tiba-tiba menunjukkan sikap yang aneh.


“ Apa yang terjadi pada mereka.?” Tanya Yavanna penasaran.


“ Aku juga tidak tahu, mereka tiba-tiba seperti ini dan bukan hanya satu tapi semua bawahanku banyak yang mengalami kejang-kejang aneh seperti ini.” Jawab Eslle tetap fokus dalam menyembukan mereka.


Yavanna tidak ingin menganggu Eslle dan bergerak untuk mencaritahu apa yang membuat mereka semua seperti itu, saat di telusuri dia menemukan sumber dari permasalahan yaitu dari makan malam yang telah mereka makan.


“ Siapa yang membuat makanan ini.?” Tanya Yavanna pada juru masak yang baru saja merasa sesak setelah ikut memakannya.


“ Ada yang membawa bahan makanan untuk kami, dan aku tidak sengaja mencampurnya pada masakan itu.., tiba-tiba saja secara bersamaan kami mengalami hal yang aneh uhuukkk.”


“ Dia suruhan dari valar Cybelle.”


Setelah mendengar nama itu sontak Yavanna langsung di buat geram dan ingin segera menemui Cybelle, namun melihat banyaknya bawahan Eslle yang kesakitan membuatnya juga harus membantu mereka agar tidak ada yang menjadi korban dari makanan yang mengandung racun itu.


Yavanna kini membantu Eslle mengumpulkan bawahannya yang mengalami kejadian aneh itu, dia meyakinkan Eslle bahwa dia bisa melakukannya meski saat ini Eslle tampak ragu dengan kekuatannya sendiri.


“ Kau bisa melakukannya, sudah tugasmu untuk menyembuhkan segala penyakit.” Ucap Yavanna yang berhasil mengembalikan kepercayaan diri Eslle saat itu.


Situasi di tempat Eslle sudah sedikit membaik, ini saatnya Yavanna untuk pergi mencari Cybelle. Namun ketika Yavanna baru saja pergi dia kembali di kejutkan dengan keadaan di Valinor yang semakin memburuk, banyak korban yang berjatuhan tanpa dia sadari ketika dirinya berada di kediaman Eslle.


“ Sebenarnya apa yang sudah terjadi? siapa yang melakukan semua ini.?”


Dari atas langit Valinor terlihat sebuah portal raksasa yang muncul dengan energi yang sangat kuat, energi itu bahkan membuat Yavanna sampai merinding di buatnya.


Ketakutan Yavanna semakin bertambah ketika dia melihat satu persatu makhluk keluar dari sana, dan yang lebih mengejutkan lagi mereka adalah sosok yang di kenalnya selama ini.


Yang pertama adalah Melkor dimana dia berdiri di barisan paling depan dengan penampilan yang sangat berbeda dan tatapan mata siap membunuh, kemudian ada sosok wanita bermahkota yang membuat Yavanna lebih terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Amoera ternyata masih hidup.


Kemudian ada tiga makhluk lainnya yang muncul secara bersamaan namun Yavanna tidak mengenal mereka, energi mereka semua sama kuatnya dan Yavanna tidak bisa berkata-kata lagi menyaksikan hal yang di anggapnya tidak masuk akal.


“ Apa-apaan ini, sulit di percaya mereka masih hidup dan membentuk kelompok baru.” Benak Yavanna sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.

__ADS_1


Kemudian Melkor dan yang lainnya turun dari atas sana dan sekarang berada di tempat yang sama dengan Yavanna, jarak antara mereka hanya beberapa meter saja dan aura jahat dari mereka terasa begitu kuat.


“ Yo, ternyata kalian sudah datang.” Sahut Melkor membuat Yavanna ikut menoleh melihat siapa yang datang.


Kemunculan Ulqiora dan Cybelle saat ini membuat Yavanna sedikit lega karena dia mengira bahwa mereka berdua akan membantunya, tapi yang terjadi adalah mereka berdua Nampak bergabung di barisan Melkor saat ini.


“ Ada apa dengan kalian? Ingat bahwa kalian adalah Valar yang harus melindungi tempat ini.” Sahut Yavanna dengan kesal.


“ Tapi sayangnya kami berdua hanya berpura-pura menjadi valar untuk mencapai tujuan ini.” Lontar Ulqiora sambil menunjukkan wujudnya yang sebenarnya.


“ Kalian boleh di sebut valar, tapi sayangnya kalian masih sangat naïf.” Sambung Cybelle yang juga menunjukkan wujud asli mereka berdua yang terlihat seperti Amoera dengan penampilan yang mengerikan.


“ Ku harap Fanwe dan Vaire segera kembali, mereka harus tahu dalang di balik semua ini adalah Melkor.” Benak Yavanna.


“ Aku tidak terkejut tentang hal itu, sejak awal kalian memang sangat mencurigakan tapi aku tidak pernah menyangka kalau semua ini adalah siasat busuk yang kau buat Melkor.” Sahut Yavanna agar dirinya terlihat lebih berani dari yang Melkor pikir.


“ Benarkah? Apa itu artinya aku hebat karena telah menyusun semua rencana ini dengan matang.?” Balasnya masih menganggap Yavanna remeh.


“ Kau tidak hebat sama sekali, seorang pengkhianat sepertimu tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan apapun.” Lontar Yavanna serius.


Melkor terlihat tertawa mendengar ucapan Yavanna barusan, dia bisa saja menyerang Yavanna untuk diam namun karena selama ini mereka pernah menjalin kerja sama sehingga Melkor akan membiarkan Yavanna untuk sementara waktu.


“ Sayangnya Varda telah mati, dia telah mengorbankan dirinya untuk kita bisa datang ke tempat ini sesuai rencana yang di buat.” Ucap Melkor kemudian.


“ Bagaimana mungkin yang mulia bisa tertipu dengan semua ini.” Kata Yavanna tak habis pikir.


Saat ini Yavanna hanya seorang diri menghadapi mereka semua, meski begitu dia tidak ada niat untuk melarikan diri dan mencoba menghadapi semuanya dengan penuh percaya diri.


“ Yavanna.” Suara yang tak asing terdengar dari belakang, mereka adalah Azura dan Eslle yang berhasil bergabung bersamanya.


“ Melkor? Apa itu Melkor.?” Ucap Azura yang juga terkejut melihatnya.


“ Rupanya benar dia menghilang untuk berkhianat pada tempat ini.” Gumam Essle.


Yavanna kemudian memberitahu mereke berdua bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah musuh, posisi mereka bertiga yang seorang wanita tidak bisa melawan begitu saja sehingga ketiganya hanya dapat diam dan berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah ini.


Secara kebetulan valar agung Manwe muncul di hadapan mereka bertiga, mereka begitu senang karena ada yang dapat menghadapi mereka paling tidak kekuatan yang di miliki saat ini hampir seimbang dengan pihak musuh.


Yavanna kembali menjelaskan kepada Manwe bahwa mereka adalah pengkhianat yang akan mengambil alih Valinor. Setelah selesai memberitahu Manwe tentang kebenaran yang ada, hal yang tak terduga pun terjadi dimana Manwe menoleh ke arah Yavanna, Azura, dan Eslle.


“ Kalian yang seharusnya menyingkir dari tempat ini.” Ucap Manwe sebelum menyerang mereka bertiga.


Ketiganya langsung terpental hebat di tiga titik yang berbeda, efek dari serangan Manwe barusan sangat kuat yang membuat mereka langsung hilang kesadaran.


“ Kerja bagus, kau melakukan tugasmu dengan baik rupanya.” Sahut Melkor pada Manwe yang saat itu langsung menunduk patuh di hadapan Manwe.


“ Dengan begini Valinor akan menjadi markas utama kita mulai saat ini.” Lanjut Melkor dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2