My Love Sleeping Beauty

My Love Sleeping Beauty
Rebecca


__ADS_3

Gadis pirang seksi, cantik dengan matanya yang berwarna biru. Dia sangat populer di kampus. Sudah banyak pria yang menyatakan cinta padanya. Tapi tak satupun diterimanya.


Gadis pirang itu hanya menyukai satu pria yang selalu membuat berdebar-debar. Pria yang cuek dan tampak dingin. Tetapi pria itu sangat ramah dengan siapapun.


Gadis pirang itu adalah Rebecca Cliff, jurusan Fashion Design putri dari Robert Cliff yang juga seorang rektor di kampus ini.


Suatu hari Rebecca membuat pesta di sebuah bar. Dia mengundang beberapa temannya yang mempunyai level yang sama dengannya. Tidak terkecuali ketiga temannya Emily, Laura, dan Keyla. Mereka minum hingga mabuk. Ketiga temannya sudah menghilang bersama laki-laki yang mengajaknya ONS "One Night Stand".


Tubuhnya sudah lunglai akibat alkohol yang diminumnya terlalu banyak. Dia melangkah keluar dengan langkah yang sempoyongan. Dia berjalan menuju mobilnya yang diparkir yang berada pada basemen.


Rebecca tidak menyadari jika ada 3 pria yang mengikutinya. Dia hanya berjalan menuju mobilnya tanpa melihat ke samping kanan dan kiri.


Saat menekan tombol buka pada kunci mobilnya. Seaeorang menarik tangannya. Dia mendorong tubuhnya hingga membentur mobilnya.


Rebecca mulai meronta, "Siapa kau? Lepaskan aku," desisnya menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya karna orang itu memegangnya dengan sangat keras.


Orang itu hanya menyeringai, kemudian saru orang lagi membantunya dan mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil di bagian belakang.


Rebecca jatuh dan terbaring, dia berusaha menendang mereka. Tapi justru kakinya di pegang dan dibuka lebar oleh mereka. Tampang mereka sangat menakutkan. Ketiganya semakin menyeringai dengan tatapan mata penuh gairah.


"Lepaskan aku brengsek!," katanya menendang wajah salah seorang diantara mereka yang ingin merangkak ke tubuhnya.


"Cih, sial kau berani menendang wajahku wanita jalang," pekiknya menarik paksa baju Rebecca yang memang kekurangan bahan itu. Sehingga penutup dadanya terlihat dan sedikit menyingkap kulit halusnya dan gondokannya.


Lelaki itu semakin liar dan kasar, dia menampar wajahnya dengan sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah


"Kau harus memuaskanku malam ini, *****!," maki lelaki itu yang tangannya mulai gerayangan ditubuhnya.


.Rebecca meringis kesakitan, airmata mulai membanjir di pelupuk matanya. Dia akan melakukannya jika tidak dipaksa seperti ini. Dia tidak ingin berakhir seperti ini diperkosa oleh 3 pria brengsek yang tidak dikenalnya.


Rebecca berusaha untuk kabur dan lepas dari cengkeraman mereka sebelum akhirnya dia bernasib tragis. Tangannya mencoba mencari-cari panel pintu mobilnya.


CEKREK!!


Terbuka. Rebecca mendorong tubuhnya agar keluar dari mobil. Tetapi sayang pria yang satu sekarang memegangi tangannya dan menahannya. Dia terus-terusan memberontak dan mendapati dirinya dengan pukulan yang membuatnya semakin kesakitan.


Pria yang satunya memegangi kakinya, mengangkat roknya yang pendek lalu menarik pelindung milik Rebecca. Dia terus memberontak tetapi tenaganya tidak mampu melawan tenaga mereka.


Pria itu menyeringai lalu menenggak salivanya. Gairahnya sudah dipuncak saat melihat milik Rebecca yang sudah basah.


"Ternyata kau pun menginginkannya, *****!," bisiknya ditelinga Rebecca.


Mata pria itu menggelap, pria itu pun dengan cepat membuka ikat pinggangnya dan menarik celananya turun. Dia merangkak lagi dan berbisik sekali lagi kepada gadis yang sudah pasrah.


"Nikmati saja sayang," ucapnya lalu mengelus bagian sensitif Rebecca dan membuatnya sedikit meremang.

__ADS_1


Rebecca menutup matanya pasrah. Dia tidak akan bisa kabur dari mereka. Malam ini nasibnya sedang sial.


BUGH...BUGH..BUGH...


Mereka dihajar oleh seseorang. Pria tadi yang ingin menghantamnya sudah tersungkur di lantai. Rebecca segera bangun dan memperbaiki pakainnya yang sudah acak-acakan. Dia duduk dan menutup pintu mobilnya dengan cepat.


Pria yang satu lagi dihajar hingga jatuh pingsan. Sementara yang satunya kabur dan meninggalkan lantai basement.


Rebecca memperhatikan kejadian itu lalu manik matanya menangkap sosok seseorang yang mendekat. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Kau tidak apa-apa?," tanya laki-laki itu yang tidak lain adalah Umbara.


Rebecca mengangguk. Umbara membuka pintu mobil dan memberikan jaketnya pada Rebecca dan menutupi pakaiannya.


"Thanks!," ucap Rebecca dengan sedikit lirih.


Umbara tersenyum tipis, "Oke!," balasnya.


Rebecca terus memperhatikan Umbara yang sudah menolongnya. "Apa kau bisa pulang sendiri?," tanyanya lagi masih membungkuk di pintu mobil.


Rebecca menggeleng, "Baiklah aku akan mengantarmu. Berikan kunci mobilmu dan tunjukkan arah rumahmu." katanya lagi menawarkan.


Rebecca memberikan kunci mobilnya yang tergeletak di lantai mobilnya. Umbara menerimanya. Dia menutup mobil lalu memuka pintu depan mobil. Dia duduk dibalik kemudi Lalu kemudian menutuo kembali pintunya. Dia memasukkan kunci lalu memutarnya, kemudian menginjak gas lalu membawa mobil Rebecca meninggalkan basement.


------------------------------------------------------------------------


Rebecca baru saja memarkirkan mobilnya di tempat khusus yang disediakan untuk dirinya. Fasilitas yang dia minta dari ayahnya secara paksa.


Dia dan teman-temannya turun dari mobil. Baru saja dia ingin berjalan masuk ke dalam. Rebecca melihat sosok laki-laki tinggi dengan rahang yang kuat, alis tebal dan bibir tipis yang seksi. Bibir yang ingin sekali Rebecca rasakan.


Dia tersenyum dan terus memperhatikan laki-laki itu. Dia tidak memperdulikan ocehan ketiga temannya yang sedang membahas tas branded limitid yang mereka incar.


Rebecca memanggil seseorang, "Hei, kau. Ke sini!," panggilnya kepada seorang mahasiswa laki-laki berlalu dengan tubuh pendek dan rambut berwarna coklat yang keriting.


"Kau memanggilku!," tanya meyakinkan dengan menunjuk wajahnya sendiri.


Rebecca tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan menatap tajam. Mahasiswa itu mendekat dengan sedikit takut.


"Kau tahu siapa dia?," Rebecca menunjuk kepada sosok seseorang yang sedang berbicara mengenakan kemeja biru bergaris lengan pendek.


Mahasiswa yang tadi memperhatikan tangan Rebecca. "Oh dia Bara. Namanya Umbara Jauhar Danu Atmaja. Anak Bisnis Management semester tiga."jawabnya detail.


Rebecca tersenyum senang, "Pergilah!," usirnya mendorongnya.


Emily dan Laura merasa kesal tidak diperhatikan oleh Rebecca. Biasanya dia yang paling antusias.

__ADS_1


"Kau ini kenapa, honey?," tanya Emily ketus. Rebecca tidak merespon.


Laura memperhatikan arah pandang ketua timnya. "Kau menyukainya?," tanya Laura paham dengan sikap Rebecca yang terus memperhatikan laki-laki itu.


"Siapa?," tanya Keyla tertarik.


Laura menunjuk dengan arah pandangnya, "Pria yang mengenakan kemeja biru bergaris itu. Sepertinya Rebecca menyukainya."


"Kalau begitu, kita harus berkenalan dengannya." ajak Emily menarik tangan Rebecca mendekati mereka.


Umbara tidak menyadari kehadiran 4 wanita cantik dan seksi yang berada di belakangnya.


"Ehem...," Laura berdeham sengaja agar laki-laki itu berbalik.


Umbara berbalik dan melihat mereka. Teman-temannya yang lain sudah dari tadi merasa gugup dengan kehadiran Rebecca. Mahasiswa cantik dan seksi yang banyak disukai oleh mahasiswa pria di kampus ini.


"*Holy shit, dia tampan sekali" batin Emily


"Dia seksi sekali. Kalo Rebecca sudah tidak menginginkannya. Tidak mengapa jika aku mengambil bekasnya," pikir Keyla senyum-senyum


"Pria sempurna, pasti sangat hebat di ranjang," mesum Laura membayangkan*.


"Hi, kita ketemu lagi." sapa Rebecca.


Umbara tersenyum tipis, pandangannya tidak suka dengan ketiga wanita ini yang nampak menggoda dirinya.


"Terima kasih kau sudah menolongku malam itu." ucapnya mengulurkan tangannya


Umbara melihat tangan itu, dia ragu untuk membalasnya. "Kau sudah mengucapkannya berulang kali," jawab Umbara dingin tidak membalas dan justru mengalihkan pandangannga.


Rebecca tersenyum, dia merasa tertantang untuk mengejarnya.


"Rebecca," masih mengulurkan tangannya.


"Bara." balasnya tidak merespon tangan Rebecca.


Umbara ingin beranjak, "Maaf aku harus pergi," pamitnya mengajak teman-temannya.


"Tunggu!," katanya setengah berteriak.


Umbara berhenti tetapi tidak berbalik, "Simpan saja, aku sudah tidak memerlukannya." kemudian pergi meninggalkan mereka.


Umbara pergi karna merasa risih dengan tatapan cewek-cewek itu. Terlalu frontal menggoda pria.


Rebecca terus mencari cara agar bisa dekat dengan Umbara. Tetapi sepertinya sulit, pria pujaannya justru melirik dan menyukai cewek lain.

__ADS_1


Saturday, 18 January 2020


__ADS_2