My Love Sleeping Beauty

My Love Sleeping Beauty
Kehidupan di Panti Asuhan


__ADS_3

Tidak ada yang bertahan lama tinggal di Panti Asuhan. anak-anak yang dititipkan biasanya mendapatkan keluarga baru. Begitu juga dengan Amel. Saat usia Rere menginjak 1 tahun, saat itupula Danang dan Rere harus berpisah dengan Amel.


"Besok pagi akan ada orangtua yang akan mengadopsi kalian". Ibu Citra mengumumkan setelah mendapatkan konfirmasi dari pasangan suami istri beberapa hari lalu.


Ekspresi anak-anak itu tidak sama, ada yang merasa senang dan adapula yang merasa tidak ingin terpisah dengan saudaranya. Seperti halnya dengan Danang dan Amel. Mereka sangat dekat karna mereka ditemukan didepan pintu Panti hanya berbeda sehari saja. Mereka pun dibesarkan sama-sama. Danang sangat menyayangi Amel seperti seorang kakak yang selalu ingin melindungi adiknya. Karna usia Danang lebih tua dari Amel, Jadi Danang bersikap lebih dewasa.


"Mas Danang, Amel gak mau pergi dari tempat ini. Amel suka disini." Kata Amel setelah mendengar pengumuman dari Ibu Citra.


"Aku juga gak mau pergi. Tapi kalo keluarga itu menyukaimu mereka pasti akan mengadopsi kita." kata Danang.


Amel memutar bola matanya, "Kalo begitu Amel akan berdoa supaya tidak ada yang menyukaiku. Jadi Amel tidak akan pernah pergi dari tempat ini". katanya berencana.


"Kalo Amel gak pergi, berarti Amel akan terus sama Mas Danang juga adek Rere". Amel bersemangat sambil memeluk Rere dengan gemas.


Danang menatap Amel sayang, "Tapi kalo mereka memilihku bagaimana?," Wajah Amel tiba-tiba murung dan mengerucutkan bibirnya.


"Kalo Mas Danang pergi, Amel juga mau pergi" katanya disertai dengan isak tangis.


Ibu Citra dan Ibu Tari hanya memperhatikan mereka.


Keesokan harinya seorang keluarga dengan mengendarai mobil mewah datang dengan membawa banyak mainan dan makanan. Anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan ini berkumpul. Ada yang berusia 10 tahun, 8 tahun, 6 tahun, ada yang masih balita bahkan ada yang masih berusia beberapa hari.


Keluarga itu tidak mencari bayi, dia mencari anak yang berusia 3 -5 tahun. Mereka memperhatikan sepanjang anak-anak itu bermain kemudian si istri tertarik dengan anak perempuan yang giginya masih jarang memakai dress berwarna pink bergambar boneka barbie.


"Siapa nama anak itu?." tanyanya kepada Ibu Tari menunjuk pada anak perempuab kecil itu.


Ibu Tari mengikuti arah telunjuk wanita itu, kemudian mengukir sebuah senyuman. "Namanya Amel, dia masih TK dan dia sangat dekat Danang." terang Ibu Tari menunjuk seorang anak laki-laki yang sedang bermain bola dengan anak laki-laki lainnya.


Wanita itu tampak mengerti dengan arah pembicaraan Ibu Tari, "Aku tidak bisa mengadopsi keduanya. Aku hanya ingin mengasuh satu saja, dan aku tertarik pada Amel". terang wanita itu dengan tegas. Ibu Tari mengangguk mengerti.


"Kami akan membujuknya untuk mengikuti kalian," balas Ibu Tari lagi memberikan isyarat pada Ibu Citra untuk mengajak Amel dan Danang ke tempat mereka.


Ibu Tari tidak ingin memaksa anak-anak itu untuk mengikuti keluarga baru yang akan mengadopsi mereka kecuali jika anak itu masih berusia dibawah 2 tahun. Beliau selalu meminta persetujuan anak-anak itu terlebih dahulu kemudiab barulah mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan.


Tidak mudah untuk membujuk mereka apalagi jika sudah terjalin keterikatan diantara mereka seperti Danang dan Amel. Dengan berbagai cara Ibu Citra dan Ibu Tari memberikan pemahaman kepada Amel agar mau ikut bersama keluarga barunya. Begitu juga dengan Danang agar mau melepaskan Amel.


Setelah menunggu dua hari Amel pun setuju untuk pergi bersama keluarga barunya. "Amel pasti akan kangen dengan Mas Danang," ucap Amel saat mereka berpamitan dengan sedih.


Danang memeluk Amel, "Aku juga pasti akan merindukan kamu." balasnya.


"Mas Danang harus janji tidak akan pernah melupakan Amel," Amel memberikan janji kelingkingnya yang kecil kemudian disambut oleh Danang.


Kemudian Amel pergi bersama keluarga barunya. Danang mengejarnya dari belakang lalu melambaikan tangannya.


Kisah haru seperti ini terus terjadi pada kehidupan di Panti Asuhan. Mereka silih berganti ada yang datang dan pergi. Setelah kepergian Amel, Danang pun diasuh oleh kelurga lain sebulan kemudian. Akan tetapi berbeda dengan Amel yang diajak oleh keluarga barunya ke luar negeri. Danang masih sering ke Panti Asuhan untuk menemui Rere adik barunya.


###


Maretha tidak diberikan oleh keluarga lain karena permintaan ibunya. Maretha tumbuh dan besar di Panti Asuhan tanpa kekurangan kasih sayang dari Ibu Citra dan Bunda Tari.


Bunda Tari menjalankan Amanah dari Ibu Kirana (Ibu kandung Maretha) selalu memberinya surat disetiap ulang tahunnya sejak usianya 6 tahun.

__ADS_1


Maretha saat ini sudah berusia 18 tahun, dan hari ini dia mendapatkan surat terakhir dari ibunya. "Aku gak tahu bun, ibuku wajahnya seperti apa. Tapi aku bisa membayangkan jika dia memiliki wajah yang cantik dan hati yang baik." komentarnya setelah membaca surat terakhir dari ibunya.


Ibu Tari atau Bunda Tari menangkup pipinya dengan lembut, "Bunda juga belum pernah bertemu langsung dengan ibumu. Tapi kami yakin dia memliki wajah yang sama denganmu. Punya lesung pipit seperti ini dan terlihat lebih mania jika tersenyum." puji Bunda Tari memperhatikan gadis belia yang penuh dengan semangat.


Maretha sangat cerdas, semangat belajarnya tumbuh saat usianya 6 tahun setelah dia mendapatkan surat pertama dari ibu kandungnya. Dia mendapatkan banyak penghargaan dan juga beasiswa. Kecerdasannya mungkin turunan dari ayahnya yang tidak diketahui.


Meski Maretha tinggal dan besar di Panti Asuhan, tetapi dia tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak adil dari teman sekolahnya. Padahal dia selalu bersekolah di sekolah populer di kotanya. Mungkin karna dia tinggal di kota kecil yang tidak terlalu memperdulikan latar belakang seseorang apalagi jika seperti Maretha.


Saat ini Maretha sudah kelas 3 SMA dan sedang mempersiapkan diri untuk ujian. Teman-temannya sangat baik dan rela memberikan kejutan ulang tahun untuknya di Panti Asuhan.


Pagi-pagi buta Alisya, Vena, Fitri, Aksar dan Ridwan datang mengendap-endap ke Panti Asuhan dengan membawa sebuah Birthday Cake untuk Maretha. Dengan bantuan dari Ibu Citra dan beberapa penghuni lainnya mereka berhasil masuk di dalam kamar Maretha tanpa ketahuan.


"Rere dimana bu?," tanya Alisya saat sudah berada didalam kamar Maretha dengan berbisik.


"Dia di dapur lagi bantuin bunda bikin sarapan untuk anak-anak," jawab Ibu Citra.


"Ibu tolong ya bantu menahan Rere lama-lama di dapur, kita mau hias kamarnya dulu." tambah Alisya lagi memohon pada Ibu Citra.


Ibu Citra menaikkan jempolnya, "Gampang!" kemudian berlalu menuju dapur meninggalkan sahabat-sahabat Maretha di kamar.


Vena dan lainnya mengeluarkan semua peralatan yang sudah mereka persiapkan. Aksar dan Ridwan meniup balon yang diberikan oleh Fitri dengan terpaksa. "Kalian aja yang tiup balonnya, karna kalian disuruh bawa pompa malah lupa," kata Fitri dengan tampang garangnya kepada kedua teman laki-laki mereka.


"Loh kok kita sih, tiup sama-sama dong," Protes Aksar tidak terima disalahkan.


Fitri dan Alisya menjitak kepala mereka, "Udah jangan protes. cepetan ditiup nanti Rere datang lagi," Aksar dan Ridwan pun menurut. Daripada kepala mereka benjol akibat kebrutalan Alisya dan Fitri (mereka memiliki karakter yang keras, tetapi Fitri lebih tomboy mungkin karna dia masuk ekskul karate di sekolah dan Sispala)


Mereka menghias kamar Maretha dengan segala pernak pernik ulang tahun. Sementara di dapur, Ibu Citra terus-terusan memberikan banyak pekerjaan untuk Maretha. Mulai dari memasak nasi, mencuci piring, membuat teh, susu dan kopi untuk penghuni Panti. Mencuci sayuran dan hampir semua pekerjaan didapur Maretha yang mengerjakan hingga membuat badannya kelelahan.


Maretha masih sibuk mengatur makanan diatas meja untuk sarapan adik-adiknya, "Iya bunda, bentar. Rere siapin sarapan untuk adik-adik dulu." balasnya mengalihkan pandangannya pada Bunda Tari.


Bunda Tari mendekatinya dan mengambil alih pekerjaannya, "Tolong kamu ambilin kotak yang semalam bunda taruh di lemari kamar kamu," perintahnya meminta Maretha ke kamarnya.


Maretha mengernyit, "Kotak? Kotak apaan sih bun?." tanya Maretha mengingat.


"Ada, bunda sendiri yang taruh semalam. Saat kamu udah tidur." tambah Bunda Tari meyakinkan.


Maretha pun berjalan menuju kamarnya. Dia tidak tahu jika didalam kamarnya sudah ada sahabat-sahabatnya yang siap memberikan kejutan. Maretha memegang kenop pintu kamarnya lalu memutarnya kemudian mendorongnya.


SURPRIIIIISEEEEEE!!!


Teriak Alisya, Vena, Fitri, Aksar dan Rindwan.


Maretha terkejut melihat kehadiran teman-temannya, "Happy Birthday Maretha!." ucap Vena memegang Cake ditangannya.


"Happy Birthday Rere!." ucap Fitri memelutuskan satu balon dan membuat Alisya dan Vena terlonjak kaget.


"Apaan sih, Fit bikin kaget aja." protes Alisya dengan suara cemprengnya.


Maretha mengembangkan senyuman lebarnya dan sedikit tertawa mendapatkan kejutan dari kelima sahabatnya. Memperlihatkan kedua lesung pipitnya dan barisan giginya yang putih.


"Terima kasih semuanya," Ucapnya dengan sangat terharu. Sebulir beningnya mulus terjatuh dipipinya karna bahagia.

__ADS_1


"Make a wish dulu deh!." kata Vena meletakkan cakenya di tangan Maretha.


Maretha pun memejamkan matanya kemudian merapalkan doa didalam hatinya. Lalu membuka matanya kemudian meniup lilinnya.


"YEAYY!!!. SELAMAT ULANG TAHUN!!"


"HAPPY BIRTHDAY MARETHA SEPTIN AURA"


"HAPPY BIRTHDAY HONEY" Ucap mereka dengan bersemangat dan membuat riuh kamarnya.


Bunda dan Ibu Citra memperhatikan mereka dari kejauhan pun tampak ekspresi haru dan senang.


Setelah membuat kehebohan didalam kamar Maretha mereka bergabung di ruang tengah untuk menikmati makanan yang sudah dimasak oleh Bunda, Ibu Citra dan Maretha di dapur pagi tadi.


Vena meletakkan Birthday Cake di tengah meja. Aksar dan Ridwan mengangkut berbagai minuman dari mobil ke ruang tengah.


"Sekali lagi terima kasih semuanya sudah repot-repot bikinin surprise buat aku," ucap Maretha lagi bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.


"Udah, jangan nangis dong. Kita kan sahabat selamanya!." kata Alisya menghapus airmata Maretha dengan ujung ibu jarinya.


Ridwan dan Aksar memajukan tangannya didepan kemudian di susul oleh tangan Vena, Fitri dan Alisya. Lalu Maretha pun mengikuti, "Sahabat selamanya." teriak mereka bersamaan yang disertai dengan tawa yang pecah diantara mereka. Mereka pun saling berpelukan.


"Ets, sana!" cegat Fitri saat Aksar dan Ridwan ingin ikut memeluk mereka.


Aksar memasang muka memelasnya, "Kita kan mau ikutan berpelukan juga." katanya


Fitri memasang muka gaharnya kepada mereka dengan memelototi mereka, "Awas ya kalo ikut-ikut. Nanti gue hajar kalian berdua,"ancamnya dengan mengangkat kepalan tangannya kuat-kuat.


"Ya udah deh, kita aja berdua yang berpelukan." kata Aksar ingin merangkul Ridwan tetapi Ridwan justru menghempaskan tangan Aksar. "Idiiih ogah. Aku masih normal," balasnya kemudian mereka pun tertawa bersama.


Semua anak di Panti memberikan selamat kepada Maretha dan memberikan doa yang terbaik untuknya. "Selamat ulang tahun kakak Rere, semoga kakak diterima di Universitas impian kakak di kota," ucap Rani salah seorang anak yang berusia 8 tahun memberikan doa.


"Amin. Terima kasih sayang." balasnya memeluk dan memberikan ciuman dipipinya


"Se-moga ka-kak Rere, suk-ses dan lu-lus ujian de-ngan nilai yang pa-ling ba-gus." ucap seorang anak lagi dengan sedikit gagap dan kesulitan berbicara.


"AMIIIINNN.!" balasnya dengan gemas lalu mengacak rambut adik laki-lakinya itu.


Semua orang merasa senang dan memberikan doa-doa terbaik untuk Maretha termasuk Bunda dan Ibu Citra. Di tengah kebahagiaan itu kemudian perhatian mereka teralihkan kepada seseorang yang baru saja datang dan sedang berdiri diambang pintu bersama dengan seorang wanita cantik.


Mereka tampak sangat kompak, si wanita memegang sebuah tootbag ditangannya dan si pria membawa bucket bunga mawar ditangannya.


"Apakah kami terlambat?." tanya orang itu dan semua orang menatap ke arah mereka berdua.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Ups author stop dulu yaa. Next akan dijelaskan siapa kedua orang yang baru datang itu.


Jangan lupa beri semangat pada aku yaa biar greget lanjutin ceritanya. Follow dan Vote yaa ceritanya ya readers tersayang.


Thursday, 02 January 2020

__ADS_1


__ADS_2