My Pilot My Husband

My Pilot My Husband
Bab 53


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian,


Rumah Kyang dan Risma ramai dipadati oleh tamu yang datang. Hari ini, mereka sedang mengadakan acara syukuran atas kelahiran putri mereka, Kyara Putri.


Dibalik wajah bahagia Risma tersimpan sedikit kekhawatiran. Bagaimana jika Kyang benar-benar menepati perkataannya dulu, bahwa Kyang akan terus membuatnya hamil sampai Risma bisa memberi seorang anak laki-laki pada Kyang.


"Kok melamun,ada apa?" tanya Kyang sambil menepuk bahu Risma dengan lembut.


"Aku tidak melamun," kilah Risma.


"Kamu berbohong padaku, sayang." ujar Kyang sambil memandang wajah Risma dengan penuh cinta.


"Aku merasa bahagia karena Tuhan memberiku seorang gadis kecil yang sehat dan cantik," ucap Risma.


"Aku kira kamu sedang memikirkan rencana kita untuk menambah momongan," goda Kyang sambil melangkah pergi untuk menemui para tamunya.


Salwa dan Keenan juga hadir di sana, berbaur dengan para tamu yang hadir.


Bukan hanya mereka berdua, tapi seluruh keluarga Keenan juga hadir termasuk pak Gery dan bik Eli.


Satu persatu tamu mengucapkan selamat dan juga memanjatkan doa terbaik mereka untuk putri Kyang dan Risma.


"Daniel ke mana?" tanya Kyang, sedari tadi dia tidak melihat Daniel ada di sana.


"Daniel bermain bersama Angkasa di taman belakang, bi Eli dan bi Lilis yang menemani mereka." jawab Keenan.

__ADS_1


Hari mulai sore, para tamu berpamitan untuk pulang.


Daniel, Angkasa, dan Khayrani sibuk membuka kado milik Kyara. Mereka bertiga terlihat sangat heboh.


"Mumpung kita semua sedang berkumpul di sini, ada yang ingin Papa sampaikan pada kalian semua." ujar pak Gery sambil menatap anggota keluarganya satu persatu.


"Papa mau ngomongin soal apa?" tanya Risma.


Papa memandang bi Eli yang duduk tidak jauh darinya, bi Eli sedang memangku Mentari yang sudah tertidur.


"Papa dan bi Eli sudah sepakat untuk menikah?" jawaban pak Gery membuat semua yang hadir terkejut sekaligus bahagia.


Semua mengucap syukur atas keputusan yang diambil oleh kedua orang tersebut.


"Mas sudah tahu, karena papa dan bi Eli sudah mengatakan tentang rencana pernikahan mereka sebelumnya." jawab Keenan.


Semua menyetujui rencana pernikahan pak Gery dan bi Eli. Dan siapa sangka bahwa semua sudah dipersiapkan oleh Keenan.


Tepat pukul delapan malam pak Gery mengucapkan janji suci di hadapan para saksi dan seluruh anggota keluarganya.


Di antara semua, Risma lah yang merasa paling bahagia. Meski tidak ada ikatan darah, tapi mereka sangat menyayangi Risma.


Setelah selesai mengucapkan janji pernikahan, Pak Gery dan bi Eli langsung pergi, kembali ke kampung. Dia tidak bisa menginap karena ada pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.


Keenan, Salwa, ibu dan bi Lilis pun pulang, karena hari sudah larut malam. Angkasa dan Mentari sudah tertidur.

__ADS_1


"Akhirnya papamu sudah menemukan wanita yang tepat," ucap Ibu.


"Semoga papa bisa menemukan kebahagiaannya bersama bi Eli," semua mengaminkan ucapan Keenan.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, indahnya malam ini seindah suasana hati mereka.


Kebahagiaan yang mereka dambakan kini sudah tercapai. Tidak ada lagi kesedihan dan kepedihan, tidak ada lagi kebencian dan dendam. Semua sudah bergantikan senyum dan kebahagiaan, tergantikan oleh rasa saling menerima dan memaafkan.


Menyimpan dendam hanya akan membuat hidup sengsara, hati akan merana.


Keenan menggenggam tangan Salwa, wanita yang sudah menemaninya dan banyak memberikan kebahagiaan padanya.


Sesampainya di rumah, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing.


Keenan memeluk erat tubuh istrinya, menyalurkan rasa kasih dan sayangnya yang begitu besar pada sang istri.


Dikecupnya kening Salwa berkali-kali, "Terima kasih atas semua kebahagiaan ini." ucapnya.


"Terima kasih karena sudah menerimaku apa adanya," balas Salwa.


"Terima kasih Tuhan, karena sudah memberiku pasangan yang baik. Aku bahagia bersamanya, sangat bahagia. Semoga kisah cinta kami langgeng dan bahagia hingga akhir hayat nanti, hingga kami tua dan menutup mata," ucap Keenan dalam hati sambil memandangi wajah ayu istrinya.


Sebelum tidur mereka pun bertempur sebentar untuk saling mencurahkan rasa yang ada. Semua rasa cinta dan sayang tercurah malam itu.


~~ SEKIAN~~

__ADS_1


__ADS_2