
********
Rafa masih mematung berusaha mencerna setiap omongan yang di ucapkan Anin tadi. Lalu Mark datang menghampirinya.
"Maaf Tuan, sepertinya Tuan harus segera balik ke Singapura. Ada masalah penting yang harus Tuan selesaikan segera dengan Tuan Philips," jelas Mark kepada Rafa dengan panjang lebar.
"Ah dasar tua ban*ka itu!! Selalu saja mencari masalah. Tadi Tuan Philips sudah menelepon saya. Segera siapkan penerbangan siang ini juga kita harus segera berangkat" perintah Rafa kepada orang kepercayaannya itu.
Rafa kembali ke tempat pemakaman Nyonya Atmaja. Hanya tinggal beberapa orang yang masih berada ditempat itu. Rafa mencari keberadaaan Anin, tapi Anin tidak ada disana.
"Hmm kemana gadis itu??" ucap Rafa dalam hati. Lalu melihat jam nya sudah menunjukkan jam 1 siang dan dia harus segera kembali ke Singapura.
Di perjalanan Rafa masih saja terpikir dengan Anin. Rafa merasa khawatir apakah gadis itu akan baik baik saja dengan Bi Inah. Rafa juga masih bingung dengan omongan Anin yang mengatakan Rafa adalah seorang pencuri.
"Ahhhh ... apakah dia pikir aku juga akan mengambil alih hotel keluarganya? Itu sebabnya dia bilang aku pencuri??" ucap Rafa dengan raut wajah kebingungan.
*
Anin masih saja duduk tanpa berbicara sepatah katapun. Mia yang melihatnya pun merasa sedih. Tak ada lagi wajah ceria yang selalu Anin perlihatkan tiap kali berbicara dengan sahabatnya itu.
"Bu, apakah Anin akan baik-baik saja??" tanya Mia kepada Bi Inah yang juga sedih melihat kondisi Anin.
"Ibu juga tidak tau nak, kita berdoa saja semoga Non Anin bisa melewati ini semua. Yang terpenting kita tidak boleh meninggalkan Non Anin. Kita harus tetap menemani dia. Kamu ingat kan, Tuan dan Nyonya Atmaja sangat baik pada kita. Inilah saatnya kita membalas budi baik mereka dengan menjaga non Anin." jawab Bi Inah kepada Mia.
Bi Inah juga bisa melihat betapa terpukulnya Anin atas musibah beruntun yang menimpanya. Ditambah lagi harus kehilangan rumah dan beberapa harta milik orangtuanya.
"Kamu udah bersihkan kamar kamu kan, Nak?? Biarkan Non Anin istirahat malam ini di kamar kamu. Pasti dia sangat kelelahan." tanya Bi Inah kepada Mia.
"Sudah, Bu. Mia udah bersihkan semuanya. Biar Anin tidur sama Mia malam ini, karena Mia besok juga kan udah balik ke mess lagi" jawab mia tersenyum. Dia merasa senang sahabatnya itu bisa tinggal di rumah mereka. Walau di sisi lain, Mia juga merasa iba atas masalah bertubi-tubi yang menimpa Anin.
Bi Inah menghampiri Anin yang daritadi hanya duduk terdiam tanpa sepatah katapun. Pikirannya melayang entah kemana.
"Non Anin, istirahat dulu yuk!! Bibi udah menyiapkan kamar buat Non," ujar Bi Inah menyadarkan Anin dari lamunannya.
"Iyaa Nin, ayuk!! Malam ini sampai seterusnya kamu bakal tinggal di kamar aku," seru Mia dengan wajah berseri-seri.
"Yeeey, akhirnya aku punya saudara yang tiap malamnya bakal aku ajakin buat ngegosip. Selama ini kami tau tidak? aku gosipnya sama calon nenek, yang giliran aku ajakin ngegosip. Bukannya ngegosip, ini malah aku yang di ceramahin!!" canda Mia nakal lalu melirik Bi Inah dan mereka berdua pun tertawa.
"Dasar Anak nakal. Manggil Ibu calon nenek!! Memangnya kamu yakin bakal di nikahin sama Teguh??" balas Bi Inah gak mau kalah.
Aninpun tersenyum melihat candaan antara ibu dan anak itu. " Pa ... Ma ... coba kalian masih ada disini. Kita pasti bisa canda-candaan seperti ini," ucap Anin dalam hati, dan dia pun menangis.
Melihat Anin menangis, Mia memeluk sahabatnya itu. "Nin, kita akan selalu ada buat kamu. Mulai hari ini dan seterusnya, kita akan jagain kamu. Kamu tidak sendiri. Jangan nangis lagi ya?" ucap Mia berusaha menenangkan sahabat nya itu. Bukannya bikin Anin tenang, yang ada Mia pun ikut menangis sambil memeluk sahabatnya itu.
Bi Inah yang melihat kedua sahabat itu menangis, merasa terenyuh dengan kenyataan pahit yang harus di hadapi Anin. "Duhhhh ... ini anak gadis Ibu, dua-duanya kok menangis?? Apa tidak kasian melihat ibu ikut nangis? Kalau Ibu tambah tua, banyak kerutan, nanti tidak ada yang mau sama Ibu lagi gimana??" canda Bi Inah berusaha mencairkan suasana sedih di ruangan itu.
Anin menatap Bi Inah ...
"Bi ... bisakah Anin memanggil Bi Inah, Ibuu?" tanya Anin lalu di jawab Bi Inah dengan sebuah anggukan dan merekapun berpelukan.
__ADS_1
.......................................
Sudah 5 tahun waktu berlalu, sekarang semuanya sudah kembali ke rutinitasnya masing masing. Semua kehidupan sudah kembali normal, tapi tidak dengan Rafa yang masih saja berusaha mencari keberadaan Anin yang menghilang tanpa kabar.
"Bagaimana Mark? Apa kamu sudah ada informasi baru?" tanya Rafa kepada Mark lewat sambungan telepon pagi ini.
"Ahhh baiklah!! Kamu cari tau terus kemana gadis itu pergi. Seperti nya Bi Inah menyembunyikan keberadaan gadis itu. Karena tidak mungkin dia pergi tanpa memberitahu kemana dia akan pergi. Pantau terus kemana saja Bi Inah pergi dan cari tau siapa saja yang dia telepon akhir-akhir ini!!" perintah Rafa dengan suara keras dan sedikit emosi.
5 tahun bagi Rafa adalah 5 tahun terberat dalam hidupnya. Bagaimana tidak, amanah yang Nyonya Atmaja pinta 5 tahun lalu sungguh membuat dia frustasi karena sampai saat ini dia tidak tahu dimana keberadaan Anin. Selama 5 tahun juga Rafa hidup dengan sebuah penyesalan.
*******
FLASH BACK ON
(5 tahun lalu, tepatnya seminggu setelah pemakaman Nyonya Atmaja).
"Ahh lelahnya ..." ujar Rafa lalu bersandar pada sofa. Dia merasakan lelah yang lumayan menguras tenaganya setelah perjalanan jauh bolak balik yang dia tempuh untuk menemui Cathy di Maldives.
"Mungkin ini adalah keputusan yang tepat, akhirnya aku tau siapa dirimu." ucap Rafa lalu tersenyum sinis membayangkan peristiwa yang baru saja dia alami.
**
Kedatangan Rafa ke Maldives semata mata hanya ingin memastikan kalau informasi yang Mark kumpulkan mengenai tingkah laku Cathy selama ini adalah benar. Dan mengenai untuk apa sebenarnya Cathy melakukan perjalanan jauh kesana, dia ingin membuktikan sendiri kalau itu semua adalah sebuah kebenaran.
Kenyataan pahit yang memang harus di hadapi oleh Rafa adalah benar, kalau selama ini Cathy hanya memanfaatkan nya sebagai pion untuk keberhasilan kariernya di dunia modeling. Cathy selama ini mencintai Rafa hanya karena Rafa kaya dan Rafa adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarga Teague.
Mereka punya niatan jahat untuk memanfaatkan Rafa. Hendra tau Rafa sangat mencintai Cathy. Jadi lewat Cathy, Hendra berencana mengambil alih Hotel yang dulunya adalah milik Keluarga Atmaja yang sekarang di ambil alih oleh Rafa sebagai investor terbesar di hotel itu.
Tapi niat buruk mereka sudah tercium lama oleh Rafa. Tapi dia belum punya bukti kuat untuk membuat keduanya malu, terutama Cathy tunangannya. Kecurigaan Rafa berawal dari berubahnya tingkah laku Cathy dan susahnya komunikasi antara mereka. Ada saja alasan Cathy yang membuat Rafa mencari tau apa yang sedang di lakukan tunangannya itu.
Rafa mengakhiri hubungannya dengan Cathy, berat memang yang Rafa rasakan. Mengingat betapa cintanya Rafa kepada gadis itu. Tapi apa yang di lakukan Cathy kali ini sangatlah fatal.
***
"Tak ada lagi yang harus kau jelaskan!!" umpatnya dalam hati ketika melihat banyaknya pesan yang masuk dari Cathy.
"Dasar gadis tidak tau diri!! Kau terlalu tamak. Kau pikir aku akan memaafkanmu dengan begitu saja!!" ucap Rafa lalu memblokir nomor Cathy dari ponsel miliknya.
Rafa menghapus semua foto, video, dan semua moment kebersamaan nya dengan Cathy. Tak lupa dia juga menghapus semua isi pesan percakapan mereka selama ini.
"Apa ini?? Kenapa aku baru menyadarinya?" ucap Rafa tidak percaya begitu melihat isi pesan teks dari Nyonya Atmaja.
"Apapun yang terjadi nanti, bantu Ibu menjaga Anin.!! Ibu percaya kamu adalah orang baik. Ibu mohon!!" begitulah isi pesan teks Nyonya Atmaja.
"Bukankah ini hari tepat dimana Nyonya Atmaja meninggal? Ahh ... kenapa aku baru melihatnya?? Apa Nyonya Atmaja sadar bakal terjadi sesuatu padanya, itu sebabnya dia mengirimiku pesan seperti ini??" gumam Rafa dalam hati, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rafa baru menyadari ada pesan masuk dari nyonya Atmaja. Selama ini Rafa memang tidak pernah membuka isi pesan teksnya karena dia tau, semua isi pesan itu adalah dari Cathy. Karena itu Rafa selalu mengabaikan isi pesan teks miliknya.
"Ini baru seminggu yang lalu!! Kenapa baru sekarang aku membukanya? Ahhh shi*t!! Kalau aku tau ada pesan masuk dari nyonya Atmaja, akan ku buat ini sebagai alasan untuk menjagamu!!" umpat Rafa dalam hati dengan rasa penyesalan.
"Ahhhh siaal!! Betapa bodohnya aku!! Sekarang harus kucari kemana dirimu?" ujar Rafa dengan sebuah rasa penyesalan.
__ADS_1
(FLASH BACK OFF)
........................
Pagi Hari ...
"Ibu hari ini Mia sama mas Teguh tidak bisa jemput Rafin, ya. Di hotel sedang di adakan acara. Ibu tolong jemput dia ya. Sekolahnya pulang jam 10.45!!" teriak Mia dari bawah karena sedang terburu-buru.
"Ibu ... Mia sama mas Teguh pamit ya??Sarapan sudah Mia siapin, Ibu jangan lupa minum obat!!" tambah Mia lagi lalu buru-buru pergi meninggalkan rumah menuju hotel tempatnya bekerja.
Tampak seorang wanita tua baru bangun dari tidurnya. "Dasar gadis pemalas, dari dulu tidak pernah berubah. Melakukan semuanya dengan terburu-buru!!" ucap Bi Inah lalu bangun dari tidurnya.
••••••••
Di hotel tempat Mia dan Teguh bekerja ...
"Apa betul pemilik hotel yang di gosipkan memiliki ketampanan itu akan datang hari ini?" ucap salah satu karyawan kepada temannya yang lain.
"Sepertinya begitu!! Makanya di lakukan penyambutan besar-besaran. Ada yang bilang ini adalah kedatangannya setelah 5 tahun tidak pulang ke Indonesia. Dia hanya memantau semuanya lewat orang kepercayaannya!!" ucap yang lain lagi menambahi.
"Wahh wahh!! Akhirnya kita bisa melihat boss kita yang tampan itu!!," ucap salah satu karyawan senyum-senyum membayangkan wajah tampan bossnya itu.
"Idihhh ... dasar kamu otak mes*m!! Gak dibayangin juga kali!" ucap yang lain menimpali, sehingga membuat karyawan yang sedang berada disitu pun tertawa.
"Hmmm ... hmmmmm"
Sebuah suara membuyarkan candaan mereka. "Selamat Pagi. Bu!!" ucap mereka serentak begitu melihat Mia datang.
"Tolong manfaatkan waktu kalian dengan semaksimal mungkin! Pastikan semuanya sudah aman dan terkendali!! Saya tidak ingin ada kesalahan sedikit pun dalam penyambutan nanti! dan satu hal lagi, tidak baik membicarakan orang pagi-pagi." ucap Mia tersenyum menyindir mereka, lalu di balas anggukan oleh semua karyawan yang sedang berada di tempat itu.
"Mati kita!! Apa Ibu Mia mendengar kita?" ucap salah satu resepsionis pria.
"Pastilah dia mendengarnya. Sudah!!sudah!! Sekarang kita pastikan saja semuanya sudah aman dan selesai!! Kalau ada kesalahan nanti, habislah kita!!" ucap salah satu karyawan wanita lalu mereka semua pergi melanjutkan tugas masing masing.
Acara pun berlangsung dengan lancar, aman dan terkendali. Tidak ada kesalahan sedikitpun. Dan Mia merasa puas atas apa yang dia dan karyawannya kerjakan dalam penyambutan Rafa!!
Yaaa ... Rafandra Teague akhirnya balik ke Indonesia setelah 5 tahun lamanya tinggal di Ausie.
💓💓💓
***
(Bersambung),
Hai Readers. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa dan alur ceritanya kurang mengena di hati Readers semua.
Saya masih pemula, dan mohon kritik dan sarannya lewat coment yang tersedia.
Mari untuk saling support dan terimakasih. 😘😘
__ADS_1