My Secret Romance

My Secret Romance
Episode 21


__ADS_3

Selamat hari Jumat!!


Happy reading Readers.


Jangan lupa juga mampir ke cerita aku, "AKU MERINDUKANMU".


TERIMAKASIH.


.....................


(Sebelumnya ...)


"Ah iya, sebaiknya saya bertanya kepada dia. Pasti dia tau apa yang harus kita lakukan sekarang" jawab Rafa lalu mengambil ponsel nya dan langsung menelepon Pengacara Wong.


*


"Oke baik. Sampai ketemu disana" ucap Rafa kepada Pengacara Wong lewat panggilan telepon.


"Ahhh!! Semuanya pasti baik-baik saja. Tidak akan kubiarkan manusia bia**b itu merebut Hotel ini. Aku akan segera memberitahu ini juga kepada Anin setelah aku bertemu Pengacara Wong" ucapnya dalam hati.


"Mark, segera siapkan mobil!! Kita akan menemui Pengacara Wong!!" perintah Rafa, lalu Mark pergi meninggalkan ruangan itu.


...............


Sesampainya di suatu tempat yang di maksud oleh Pengacara Wong, Rafa turun lalu memandangi sekelilingnya.


"Cantik sekali tempat ini" ucap Rafa dalam hati. Mengagumi setiap jengkal pemandangan yang terpampang jelas di depan matanya.


"Mari masuk Tuan Rafandra" ucap Pengacara Wong mengagetkan Rafa.


Melihat Rafa terkejut. Tuan Wong pun meminta maaf.


"Ma ma maafkan saya Tuan Rafa, membuat anda terkejut"


"Tidak apa-apa, Tuan Wong" sahut Rafa tersenyum tanpa menoleh.


"Mari Tuan, kita masuk saja dulu. Diluar udara lumayan panas" ucap Pengacara Wong lalu masuk ke dalam rumah bersama dengan Rafa dan Mark.


"Silahkan duduk Tuan" ajak Pengacara Wong mempersilakan Rafa duduk.

__ADS_1


Rafa kemudian dulu lalu menyuruh Mark mengambil map di dalam tasnya.


"Ini map yang Hendra berikan kepada saya, sepertinya dia tidak main-main kali ini. Dia tipe orang yang sangat serakah" jelas Rafa lalu memberikan map tersebut kepada Pengacara Wong.


Pengacara Wong kemudian membacanya, raut mukanya sulit sekali untuk di tebak. Kemudian dia menghela napas setelah selesai membacanya.


"Ini sah di mata hukum, karena saya yang membuatkan ini sewaktu Anin baru lahir Tuan. Tuan dan Nyonya Atmaja yang memintanya saat itu." ucap Pengacara Wong lalu menatap Rafa.


Ada kekhawatiran juga yang tersirat di wajah Rafa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Tuan?" ucap Rafa dengan raut wajah serius.


"Satu satunya jalan keluar adalah kita harus menemukan Anin dulu Tuan. Kalau Anin berhasil kita temukan, Hendra tidak akan mendapatkan apapun dari Hotel itu." ucap Pengacara Wong kepada Rafa.


"Anin sudah kembali, dia ada di Indonesia sudah beberapa hari ini," ucap Rafa membuat Pengacara Wong terkejut.


"Anda serius?? Bukankah terakhir kali kita ketemu anda bilang Nona Anin tidak di ketahui keberadaannya," ucap Pengacara Wong penasaran.


"Saya cuma tidak bisa menemukan dimana dia sekarang, karena Bi Inah dan yang lainnya merahasiakan keberadaan Anin, tapi sekarang dia sudah bersama mereka." jelas Rafa kepada Pengacara Wong.


"Bagus kalau begitu, kita tidak usah memikirkan Hendra lagi. Dia tidak akan mendapatkan apapun karena Anin adalah pewaris sah setelah Papa dan mamanya meninggal." ucap Pengacara Wong tersenyum puas.


"Jangan salah Tuan, bukankah anda tau sendiri Hendra adalah orang kejam yang bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya?? Contohnya apa yang dia lakukan 5 Tahun lalu??" ucap Rafa membuat Pengacara Wong menjadi takut.


Dia ingat betul kejadian beberapa tahun lalu yang menimpa Sahabatnya itu, sehingga menyebabkan Devi istri Tuan Atmaja, sahabatnya meninggal dunia di tempat kejadian. Untung dia selamat dari kejadian, karena sebenarnya Pengacara Wong bukanlah salah satu korban dari tragedi itu.


.....................


(FLASH BACK ON)


Kejadian 5 tahun lalu ...


Setelah Nyonya Atmaja berpamitan kepada Anin, mereka lalu meninggalkan tempat itu bersama orang orang kepercayaan keluarga Atmaja.


"Will, kamu berangkatnya sama saya aja" ajak Nyonya Atmaja kepada Pengacara Wong.


"Terus mobil aku gimana?" tanya William kepada Mamanya Anin.


"Gampang, nanti saya suruh di jemput biar di bawa aja langsung ke kantor kamu. Setelah berjumpa dengan Hendra saya antar kamu ke kantor langsung, deh." ucap Devi istri Tuan Atmaja tersenyum.

__ADS_1


"Oke deh .." jawab Pengacara Wong mengiyakan lalu naik ke mobil yang sama dengan Nyonya Atmaja.


Di tengah perjalanan, ponsel milik Pengacara Wong berdering.


"Maaf Dev, aku sebentar ada urusan mendadak ke kantor." ucapnya kepada Nyonya Atmaja.


Melihat perubahan di raut wajah sahabatnya itu, Pengacara Wong pun berusaha menenangkannya.


"Tenang Dev, aku pastikan sampai disana lebih dulu dari kamu." ucap Pengacara Wong kemudian turun dari mobil.


"Sekarang kamu ambil berkas yang aku minta, terus kamu ke alamat yang Hendra maksud. Kita bertemu disana!!" ucapnya lagi lalu pergi meninggalkan Nyonya Atmaja.


"Tunggu dulu, kamu janji sama saya, kamu akan datang." ucap Nyonya Atmaja menghentikan langkah Wiliam.


"Saya janji!! Kamu tenang aja, saya pasti datang." ucap Pengacara Wong tersenyum lalu pergi dengan menaiki sebuah taksi.


Nyonya Atmaja juga berlalu pergi menuju alamat yang di maksud oleh Hendra. Belum lama mereka berpisah, Pengacara Wong mendengar Mobil Nyonya Atmaja dan orang-orang kepercayaannya mengalami kecelakaan dan masuk jurang. Pengacara Wong merasakan kesedihan dan ketakutan yang luar biasa saat itu. Saat itu dia berpikir itu pasti adalah sebuah kesengajaan, jadi dia memutuskan untuk bersembunyi dan suatu hari akan muncul bila saatnya sudah tepat.


Selama 5 tahun Pengacara Wong bersembunyi, dia juga melakukan penyelidikan mengenai kecelakaan yang menimpa sahabatnya itu. Dan benar adanya dari informasi yang dia dapat, benar kecelakaan itu adalah kesengajaan yang dibuat oleh Hendra dan dia juga bekerja sama dengan salah satu pejabat kepolisian yang sekarang menjadi Kepala kepolisian di kota itu.


Oleh karena itulah, Pengacara Wong berjanji akan mengusut tuntas masalah ini semua. Tapi dia tau dia tidak bisa bekerja sendiri, itulah mengapa dia meminta bantuan kepada Rafa. Karena dia tau pria ini walau di kenal kejam dam sadis kepada lawannya, dia adalah pria yang baik. Selama 5 tahun ini juga, Pengacara Wong melakukan penyelidikan terhadap Rafa, dan dia sudah tau tentang siapa Rafa sebenarnya.


(FLASH BACK OFF)


"Saya takut terjadi apa apa dengan Anin. Melihat dari apa yang dia lakukan terhadap keluarga Atmaja, saya yakin begitu mengetahui Anin ada di Indonesia, Anin pasti dalam bahaya." ucap Hendra penuh kekhawatiran.


Matanya memandang tajam keluar jendela, wajah Anin melintas di pikirannya. Bagaimana dia akan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya sedangkan Anin sepertinya tidak menyukainya dan selalu menghindarinya.


"Kita harus menjelaskan ini kepada Anin Tuan. Dia juga harus tau kejadian yang sebenarnya. Supaya Anin juga berhati hati dengan Hendra." ucap Pengacara Wong .


"Ya, kita harus menjelaskannya segera, nanti saya akan usahakan menemui Bi Inah secepatnya. Bi Inah bisa membantu kita menjelaskan permasalahan ini kepada Anin." jawab Rafa penuh antusias.


Tiba-tiba ponsel milik Mark berdering.


"Baik!! Baik!! Kami akan segera kesana!!" jawab Mark menanggapinya.


"Tuan, sepertinya kita harus pergi sekarang." ucapnya lagi kepada Rafa.


"Baiklah Tuan Wong, sepertinya kami harus segera pergi. Saya akan mengabari anda secepatnya. Dan sebelum permasalahan ini selesai, saya harap. anda bersembunyi dengan baik." ucap Rafa lalu pergi meninggalkan Pengacara Wong.

__ADS_1


******


( Bersambung).


__ADS_2