
Langit yang cerah di hari Minggu. Pagi itu di kediaman Anin, semua sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Ibu, mami dimana?" tanya Rafin begitu melihat Anin tidak ada di antara nenek dan Ibunya.
"Mami masih dikamar sayang, bangunin gih" jawab Bi Inah.
Rafin kemudian berlari kecil menuju kamar Anin. Di kamarnya Anin masih saja terlelap dalam tidurnya.
"Mami.. mami!! Ayo bangun.." rengek Rafin, tapi tidak juga bisa membangunkan Anin.
"Mamiiiii... mamiiiii!!" rengeknya lagi.
Anin menggeliatkan badannya. Membuka matanya, dan memandangi wajah putranya itu dengan senyuman.
"Mami udah bangun sayang. Rafin udah sarapan belum? Mami lapar nih.." tanya Anin kemudian.
Di tariknya tangan Anin, menyuruh Anin untuk bangun.
"Ayo mami, nenek masak banyaaak makanan. Apin pelutnya udah besal nih.." ajak Rafin sambil menunjukkan perutnya yang besar karena kekenyangan.
Anin tertawa melihat tingkah putranya itu.
"Sayang, kenapa tiap kali melihatmu malah bikin mami makin mengingatnya" ucap Anin dalam hati lalu memeluk Rafin.
"Mami, lindu ya sama Apin? Peluk-peluk Apin kuaat cekali" tanya Apin dengan gemasnya.
"Iya nih, mami kok gak bisa jauh-jauh ya dari anak mami ini. Makanya nanti malam bobonya sama mami ya sayang?"
"Ciaaap mami, nanti malam Apin bobo cini ya?" jawab Rafin dengan senang, lalu mereka berdua pergi ke dapur bergabung dengan Mia dan Bi Inah.
"Pagi Bu, pagi Mi," sapa Anin.
"Pagi sayang, Rafin sini sama nenek duduk" jawab Bi Inah, dan di balas senyuman oleh Mia.
"Sarapan dulu, Ibu masak banyak pagi ini." ajak Mia kepada Anin.
Anin memperhatikan makanan yang di masak oleh Bi Inah.
"Banyak banget Bu, yang di masak?"
"Iya, hari ini Ibu masak makanan kesukaan kalian. Kemarin Rafin minta di masakin ayam goreng, terus ini ada nasi goreng seafood kesukaanmu dan ini buat Mia, kemarin dia pingij sekali makan oseng kangkung. Maklumlah bawaan dalam sayang" jelas Bi Inah membuat Anin terkejut.
"Bawaan dalam? Kamu hamil Mi?" tanya Anin penasaran. Kemudian di balas anggukan oleh Mia.
Anin yang mengetahui kalau Mia sedang hamil, kemudian berlari memeluk sahabatnya itu.
"Ahhh, senangnya akhirnya aku punya ponakan baru. Turut berbahagia ya sayang" ucap Anin sambil mencium pipi Mia.
"Mas Teguh sudah tau?"
__ADS_1
"Sudah, aku sudah memberitahunya tadi malam" jawab Mia tersenyum.
"Duh, senangnya....!! Ah, aku gak sabar liat ponakan aku. Kamu kapan ke dokter? Aku ikut ya?? yaaa.. pleasee!!" pinta Anin dengan nada memelas.
Bi Inah yang melihatnyapun tersenyum. Ada bahagia yang sulit buat dia ungkapkan saat melihat dua putrinya bahagia.
"Masih lama!! 3 bulan lagi" canda Mia membuat Anin cemberut.
Kemudian mereka bertigapun tertawa. Sedangkan Rafin bingung, menatap Nenek, Mami dan Ibunya.
*
Rafa yang sedang duduk di ruangannya, sibuk dengan kerjaannya. Tiba-tiba ada suara berisik dari luar.
"Permisi Pak, maaf di luar ada Nona Cathy. Dia memaksa untuk masuk, padahal sudah di larang Security" ujar sang sekretaris kepada Rafa.
"Dasar kalian semua!! Hal seperti ini saja kalian tidak mampu menyelesaikannya!!"
"Seret dia bila perlu!! Aku tidak ingin melihat dia ada di sini." ucap Rafa lagi dengan suara penuh emosi.
Tak lama Rafa berbicara, Cathy menerobos masuk kedalam ruangannya.
"Sayaaang, mereka tidak mengijinkanku menemuimu" rengek Cathy sambil memeluk Rafa.
"Pergi!!" bentak Rafa kemudian mendorongkan tubuh Cathy sampai jatuh ke lantai.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut melihat sikap Rafa. Mereka tidak menyangka Rafa akan berbuat seperti itu. Karena mereka tau, sebelum Cathy akhirnya memutuskan untuk menikahi Hendra, Paman Anin. Mereka adalah sepasang kekasih yang banyak di irikan oleh orang. Bagaimana tidak, Rafa sangat mencintai Cathy. Perlakuan Rafa pada Cathy membuat semua orang iri, terutama kaum hawa.
"Sayang..kamuu?" ucap Cathy tak percaya atas apa yang Rafa lakukan.
Rafa membalikkan tubuhnya, tidak ingin melihat Cathy.
"Pergilah!! Jangan sampai aku bersikap kasar lagi!! Dan 1 hal lagi, jangan panggil aku lagi SAYANG!! Kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun karena kamu sekarang adalah isteri orang. Dan perlu kau ketahui, aku sudah tidak mencintaimu lagi."
"Tidak, tidak mungkin!! Tidak mungkin secepat itu kamu melupakan aku, Rafa!! Aku tau dalam hatimu pasti masih mencintai aku." ucap Cathy tidak tau malu lalu memeluk Rafa dari belakang.
Rafa yang risih melihat kelakuan Cathy, mulai tidak bisa menahan emosinya. Kemudian memanggil Mark dan menyuruhnya membawa Cathy secara paksa.
"Seret dia keluar dari ruangan ini!!" bentak Rafa kepada Mark.
"Dan satu hal lagi!! Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!! Kalau kamu tanya apakah aku masih mencintaimu? Jawabannya tidak!! Setega itu kamu menghianatiku, secepat itu juga aku melupakanmu!! Camkan itu!!" ucap Rafa sebelum Cathy menghilang dari pandangannya.
Ada kegetiran yang Rafa rasakan dalam hatinya. Wanita yang dia cintai selama beberapa tahun ini, ternyata hanya mencintai dia karena kedudukan, harta dan ketampanannya. Dia pikir selama ini Cathy berbeda dari gadis kebanyakan. Ternyata Cathy sama saja, hanya kebencian yang kini memenuhi ruang hati Rafa.
**
"Dasar baji**an!! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku lagi" umpat Cathy menahan rasa malunya.
Kemudian dia berlalu pergi, melajukan mobilnya dengan kencang. Di sudut parkiran itu, ada sepasang mata yang memandang kepergian Cathy sampai menghilang.
__ADS_1
"Benar, Bos!! Dia ada disini. Dan sekarang situasinya sudah aman!!" ucapnya kepada seseorang.
...............
Di kediaman Bi Inah.
"Nanti Ibu mau keluar sebentar dulu, kalian berdua bisa kan jagain Rafin?" tanya Bi Inah kepada kedua putrinya.
"Bisa Bu, tapi Ibu mau kemana siang-siang begini?" tanya Mia penasaran.
"Ehm, itu Ibu mau ketemu sama Tante Ajeng. Kemarin Ibu sama Tante Ajeng sudah janjian. Biasalah, edisi curhat seperti biasa." jawab Bi Inah.
"Perlu Anin antar Bu? Anin sekalian mau ke Ind*maret"
"Gak perlu sayang, Ibu berangkat naik Taksi aja. Kalian pergi saja bertiga, ajak Rafin jalan-jalan sana." jawab Bi Inah kemudian bersiap-siap untuk pergi.
"asiiik, Ibu mau ajakin Apin beli es klim ya?" sorak Rafin kegirangan.
Anin dan Mia tertawa bersamaan melihat tingkah Rafin.
"Dasar anak mami!! Tau aja nenek bilang ke Ind*maret pasti mau beli es krim ya sayang?"
"Ayuk kita pergi, kita borong es krim yang banyak buat Rafin!!" ucap Anin tersenyum dan Rafin langsung bersorak kegirangan.
"Tapi Mami Mandi dulu ya, habis itu kita pergi. Rafin tunggu mami ya sayang?"
"Okey Mami... " ucap Rafin bahagia.
Lalu Aninpun bersiap-siap mandi dan tak lama kemudian, Aninpun sudah tampil dengan cantik.
"Hayuuuk, kita pergi!!" ajak Anin kepada Rafin.
"Ibu gak ikut ya, Nak?" ucap Mia.
"Lho kenapa Mi? Kamu gak enak badan?" tanya Ani khawatir.
"Gak kok, Nin!! Aku cuma mual-mual aja dari tadi. Gak apa-apa ya kalau kamu dan Rafin aja yang pergi?" pinta Mia dengan wajah pucatnya.
"Gak apa-apa sayang, tapi kamu dirumah gak ada teman, gimana ini?" tanya Anin khawatir.
"Tenang aja, istirahat aja bentar nanti juga baikan. Kalian pergilah, diluar juga sudah mau hujan."
"Iya sudah kami pergi dulu ya. Gak lama kok, kamu istirahat aja" jawab Anin lalu pergi bersama Rafin.
Kemudian Miapun pergi ke kamar untuk beristirahat.
(Bersambung)
***
__ADS_1
Hi Readers!! Author mohon dukungannya, vote dan like sebanyak-banyaknya ya.
Terimakasih.