
Di sebuah klub malam ...
Hendra sedang berpesta minuman dengan teman-temannya dan beberapa wanita penghibur disana.
Entah sudah berapa botol minuman yang sudah dia habiskan. Tapi dari omongan dan tingkah lakunya, bisa di bilang dia sudah sangat mabuk berat. Omongannya melantur tidak jelas kesana kemari.
"Hei, kamu!! Kamu wanita murahan. Bisa-bisanya kamu memainkan perasaanku. Kamu itu istriku, tapi kenapa kamu masih saja ingin pergi menemuinya?"
Hendra berjalan mendekati salah seorang gadis yang dia pikir itu adalah istrinya, Cathy.
"Kemari kau!! Jangan bersikap sok jual mahal kepadaku!! Layani aku!! Aku ini adalah suamimu!!" ucap Hendra lalu menarik gadis itu dan mulai mencumbuinya di depan teman-temannya.
Tapi bukannya marah atas apa yang Hendra lalukan, justru kelakuan Hendra itu malah jadi bahan tontonan bagi mereka.
"Hajar, Bro!!" ucap salah satu temannya.
"Sikat, Hen!!" ucap yang lain juga.
Lalu mereka mulai tertawa dan mengabaikan Hendra yang mulai melakukan aksinya yang tidak tahu malu itu.
Sedangkan si gadis yang daritadi berontak, hanya bisa pasrah sekarang. Dia hanya bisa menangis saat Hendra mulai melepaskan satu persatu pakaian miliknya.
Walaupun dia adalah wanita penghibur, melakukan hal memalukan seperti itu dan di tonton banyak orang membuatnya sangat malu.
Hendra terus saja melakukan aksi liarnya tanpa memperdulikan perasaan si gadis dan banyaknya mata yang menatap mereka.
"Kubilang diam, ya diam!! Jangan sok jual mahal sama aku!! Aku sudah pernah menidurimu, jadi kenapa kau harus malu?" ucapnya lagi kemudian mulai mencumbui gadis itu yang kini hanya tinggal memakai pakaian dalamnya saja.
"Plaaaak!!"
Tiba-tiba seorang gadis masuk dan menampar Hendra.
"Dasar kau pria bajin*an!! Bisa-bisanya kau tidak tahu malu begini di depan semua orang!!"
Teman-teman Hendra memandangi gadis itu dan mulai berbisik satu sama lain.
"Ssst, inikan istrinya itu"
"Iya, model panas yang biasa muncul di majalah pria dewasa"
"Sok alim!! Padahal terbiasa juga melihat yang begini"
Mereka saling berbisik, membuat gadis itu, yang tidak lain adalah Cathy merasa geram dan berusaha menahan emosinya.
"Angkat dia!!" perintahnya kepada dua orang pria berbadan kekar yang tadi datang bersamanya. Lalu mereka pergi meninggalkan klub malam itu.
*
Sesampainya di kediaman Hendra ...
"Bawa dia ke kamarnya!!" perintah Cathy kepada kedua orang itu. Dia berusaha menahan emosinya dan mengambil sebotol minuman lalu meminumnya sampai habis.
__ADS_1
"Aku sangat menyesal ..." ucap Cathy dalam hati. Dia mengingat begitu banyaknya kenangannya bersama Rafa, pria yang pernah menjadi kekasihnya selama beberapa tahun ini. Tapi semua kini tinggal kenangan. Tidak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Kini setiap detik kehidupan yang dia lalui, dia hanya bisa menyesali perbuatannya.
"Tidak!! Aku harus bisa!! Ya, aku harus bisa mendapatkanmu kembali!!" ujarnya, lalu pergi di tengah dinginnya malam, melajukan mobilnya entah kemana.
••••
Paris, di kediaman Reiki Alterio Savian.
"Kamu kemana aja?" ucap Rei penuh kekhawatiran. Dia sudah menunggu semalaman, tapi tak juga mendapatkan kabar dari Anin.
"Apa terjadi sesuatu denganmu, sayang?" ucapnya lagi, kali ini benar-benar sangat khawatir akan keadaan kekasihnya itu.
Lalu dia mulai menghubungi ponsel Anin, dan hasilnya sama seperti sebelumnya, ponsel Anin tidak bisa dihubungi.
"Ahhhhhh, sial!! Kenapa tidak aktif lagi, sih?? Apa sebegitu susahnya memberi kabar, kenapa kamu harus membuat aku seperti orang gila begini!!" ujar Rei lalu membanting ponselnya.
Dia kemudian pergi keluar dari apartment miliknya, kemudian melajukan mobilnya dengan kencang seperti orang yang sedang tidak waras.
Rei kemudian sampai di sebuah apartment yang tidak jauh dari apartment miliknya. Lalu masuk dan menuju salah satu apartment, yang entah milik siapa.
"Ting ... tong"
"Ting ... tong"
"Ting ... tong"
Kemudian seorang wanita membukakan pintu dan terkejut melihat siapa yang datang.
"Maaf, Len. Iya aku tahu. Anin sedang berada di Indonesia. Tapi sudah beberapa hari ini aku susah sekali menghubungi dia. Aku hanya ingin meminta bantuan kamu, mungkin kamu tahu nomor lain yang bisa dihubungi selain nomor Anin?" jawab Rei kepada wanita itu, yang bernama Leni. Leni adalah sahabat Anin. Selama Anin tinggal di Paris, Leni adalah satu-satunya orang terdekat Anin selain Rei. Dan mereka tinggal bersama.
"Masuk dulu, Rei. Aku cari dulu nomornya di dalam," ajak Leni, kemudian merekapun masuk bersama.
"Kamu tunggu disini dulu. Seingat aku, Anin punya buku daftar telepon semua keluarga dia yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan dia tidak membawanya." ujar Leni lalu pergi ke kamar Anin.
Rei yang sedang menunggu Leni pun terlihat sangat gusar. "Oh, Tuhan. Aku harap semuanya baik-baik saja."
Leni lalu keluar dari kamar Anin dan menunjukkan buku kecil yang dia maksud tadi. Rei tersenyum bahagia. Lalu menerima buku itu dari Leni.
"Sepertinya dia tidak membawanya. Kamu beruntung, Rei" canda Leni lalu mereka pun tertawa.
Rei membaca satu persatu daftar nama yang Anin tulis. Ibu, Mia, Teguh dan nama Rei sendiri.
"Kamu benar, aku beruntung. Sepertinya aku mendapatkan semua nomor yang aku mau." ucap Rei tersenyum.
"Bisakah kamu jelaskan apa yang terjadi? Anin juga tidak pernah menghubungiku lagi. Mungkin sudah beberapa hari ini. Biasanya dia selalu menelepon aku, dan dia banyak bercerita tentang kehidupannya disana"
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, Len. Sepertinya sedang terjadi sesuatu, tapi aku sendiri tidak tahu harus mencari kemana informasi tentang Anin"
"Sebaiknya aku pergi dulu. Kalau nanti ada kabar, aku akan memberitahumu. Aku minta nomor kamu saja, nanti aku akan meneleponmu," ucapnya lagi lalu mengambil sesuatu dari saku celananya.
"Astagaa, aku lupa kalau ponselku, aku banting tadi," ucapnya tersenyum lalu menyodorkan buku Anin kepada Leni. "Tulis saja nomormu disini". Leni yang mendengar penuturan Rei pun tertawa. Kemudian dia menuliskan nomornya dan Rei pun lalu berpamitan pulang.
__ADS_1
••••
Di kediaman Bi Inah ...
Bi Inah yang terlihat sibuk mulai tadi subuh. Entah apa yang dia lakukan, sampai dia harus bangun sepagi itu.
"Bu, cepat sekali bangunnya?" ujar Mia tiba-tiba, membuat Bi Inah terkejut.
"Dasar anak nakal!!"
Mia tersenyum, dan melihat begitu banyaknya makanan enak yang sudah tersaji di meja makan.
"Banyak sekali makanannya, Bu? Memang siapa yang mau datang?" tanya Mia penuh keheranan.
"Tidak ada yang datang, sayang. Ibu hanya ingin membawakan makanan untuk suamimu dan Tuan Rafa. Tuan Rafa sudah sangat baik kepada keluarga kita. Kalau bukan karena dia, Ibu tidak tahu apa yang akan terjadi pada Rafin dan Anin," ucap Bi Inah sedih.
"Bu, apa Ibu tidak heran melihat sikap Tuan Rafa yang sangat baik kepada kita? Apakah benar dia mencintai Anin?" tanya Mia penasaran, melihat sikap Rafa yang sangat baik kepada keluarga mereka.
Bi Inah tersenyum memandang Mia. Dan mulai menceritakan pengakuan Rafa tentang perasaannya, di hari dimana Anin juga mengalami kecelakaan.
"Apaaa?? Ibu serius?"
"Serius, sayang. Tuan Rafa juga berniat menjadikan Anin sebagai istrinya, dan meminta bantuan Ibu untuk membuat Anin mau menerimanya. Tapi, jujur Ibu sendiri tidak tahu harus melakukan apa. Disatu sisi, Ibu senang sekali Tuan Rafa ternyata mencintai Anin. Setidaknya, masalah Rafin akan menemukan titik terang"
"Tapi, Bu?? Anin sudah mempunyai kekasih. Dan menurut Ibu, apa Anin mau menerima Rafa yang jelas-jelas sangat di benci oleh Anin?" ucap Mia tiba-tiba, dan suasana pun seketika menjadi hening. Mereka larut dalam pikiran masing-masing.
"Kriiinggg .... kringggg"
Tiba-tiba telepon rumah berdering mengagetkan mereka berdua.
"Biar Mia saja yang angkat, Bu" ujar Mia berusaha mengatur kembali detak jantungnya.
"Halo ..."
"Halo ..."
"Iya, ini siapa?"
"Maaf saya mau berbicara dengan Ibu nya Anin. Saya Rei, kekasih Anin"
Jawaban seseorang dari sana, membuat Mia tidak tahu lagi harus berkata apa, dan Mia lalu menatap Bi Inah.
*****
(Bersambung.)
Hi, terimakasih untuk tetap mendukung cerita saya ini lewat like dan comment nya.
Semoga kita tetap bisa saling mendukung dan mohon maaf kalau ada penulisan kata-kata yang tidak tepat.
Tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun kalian berada dan tetap semangat menjalani hari, walau apapun kesulitan yang sedang kalian hadapi.
__ADS_1
😊😊