My Secret Romance

My Secret Romance
Episode 56


__ADS_3

••••••


3 hari berlalu, hari ini Rafa akan pulang kerumahnya. Dokter menyarankan agar Rafa di bawa pulang kerumahnya, bukan ke apartemennya. Karena dengan begitu dia akan mengingat kembali kenangan-kenangan indahnya, sehingga bisa mempercepat proses penyembuhannya.


*


("Bi, hari ini Tuan akan pulang kerumah. Bisakah bibi membantu saya mempersiapkan semuanya?") pinta Mark lewat sambungan telepon.


"Baik, Tuan. Akan segera saya lakukan."


Bi Inah langsung menuju kamar Rafa dan mulai membersihkannya. Bi Inah berpikir, semuanya akan diganti dengan yang baru, agar suasana Rafa juga lebih bahagia ketika dia memasuki kamarnya sendiri.


"Biar saya bantu, Bu." ujar Anin yang kebetulan lewat di depan kamar Rafa.


"Kamu tidak bekerja, Nak??" tanya Bi Inah yang heran melihat Anin yang belum bersiap pergi bekerja. Karena biasanya, pada jam itu Anin sudah tidak ada lagi dirumah.


"Agak siangan saja, Bu. Anin bantu Ibu dulu baru Anin berangkat. Oke??" jawab Anin tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, Nak. Ibu ke dapur dulu, ya? Ibu mau memasak makanan kesukaan Tuan Rafa hari ini. Sudah lama dia tidak pulang kerumah. Kita harus menyambutnya dengan baik kali ini." ujarnya pamit lalu pergi menuju dapur.


Anin memandangi setiap sudut kamar itu. "Sangat bersih dan rapi. Selera warna kita ternyata sama." batinnya saat memegang gorden lembut yang terpasang di jendela kamar itu.


Untuk pertama kalinya dia memasuki kamar Rafa, dan dia bisa melihat setiap detail isi dari kamarnya.


"Hem, sebaiknya aku mengganti semua ini dengan yang baru. Mungkin dengan melihat ini semuanya, suasana hatinya menjadi lebih baik," ucapnya dalam hati, lalu teringat dengan semua barang-barang yang dia beli untuk keperluan kamarnya.


"Tidak apalah, akan aku gunakan untuk kamar ini saja. Nanti aku beli lagi yang baru untuk kamarku." ujarnya setengah berbisik lalu pergi mengambil barang-barangnya dan meminta Pak Man untuk membantunya.


*


Setelah kejadian yang menimpa Rafa beberapa hari yang lalu, Mia lebih memutuskan untuk tinggal bersama Teguh di Bali, tapi tetap dengan pengawalan ketat yang di atur oleh Mark untuk mereka berdua.


Mia tidak ingin melihat keberadaan wanita itu, yang tidak lain adalah Cathy. Di tambah dia juga tidak ingin melihat Anin bersedih, karena itu bisa berpengaruh pada kehamilannya yang sudah cukup besar.


Anin juga jarang sekali berada di rumah semenjak kejadian itu. Dia lebih senang menghabiskan waktunya dengan bekerja dan belajar lagi mengenai bisnis perhotelan bersama Mark. Dia juga sekarang lebih sering keluar kota, dan untuk sementara mengambil alih tugas yang biasanya Rafa kerjakan bersama Mark.


*


Sementara itu di kantor milik Hendra.


"Miko!!!"


"Siap, Tuan!!"


"Bagaimana tugas yang saya berikan kepadamu??"


"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, Tuan. Peristiwa naas yang menimpa Rafandra hari itu, menurut polisi murni karena kecelakaan."

__ADS_1


"Kamu yakin?? Lalu apa yang dikatakan oleh komisaris polisi itu??"


"Dia juga mengatakan hal yang sama, Tuan!! Itu murni karena kelalaian sang pemilik mobil!!"


"Tidak!! Tidak mungkin!! Seorang Rafandra bukan tipe orang seperti itu. Walau semua dilakukan oleh orang kepercayaannya, tapi itu semua harus lewat pemeriksaan pria itu sendiri. Jadi tidak mungkin itu terjadi!!"


"Jadi maksud Tuan, ada yang sengaja merusak rem mobilnya??"


"Iya!! Saya sangat yakin sekali dengan itu. Ada yang sengaja melukainya!!"


Hendra tersenyum penuh arti sambil menatap kejauhan, hiruk pikuk jalanan kota dari dalam ruangannya.


"Ada apa, Tuan? Kenapa anda tersenyum??"


"Saya bahagia. Setidaknya, ada yang membantu kita tanpa sengaja untuk menyingkirkan orang itu. Tapi siapa???"


Hendra menatap Miko, lalu berkata, "Cari orang itu!! Kita harus segera menemukannya sebelum Mark dan Rafandra menemukannya. Siapapun dia, kita harus berteman dengannya." perintah Hendra menepuk pundak Miko, lalu tersenyum puas.


**


"Tuan Rafa sudah datang!!!" teriak Pak Man, lalu semuanya berkumpul di depan untuk menyambut si empunya rumah.


Rafa keluar mobil bersama Cathy, yang menggandeng tangannya. Bisa dilihat raut wajah Cathy yang kaget melihat rumah yang sama sekali tidak diketahui olehnya.


Mark bisa melihat perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh Cathy. "Seperti yang saya bilang tadi di rumah sakit, kalau kamu sampai membocorkan rahasia keberadaan rumah ini. Matilah kamu!!" ancam Rafa sedikit berbisik, saat Rafa berjalan di depan dan Cathy mengikutinya dari belakang.


"Selamat datang kembali, Tuan!!" sapa mereka serentak, sambil membungkukkan badan.


"Siapa anda??" tanyanya penasaran.


"Eh, itu anu. Saya ..."


"Dia kepala asisten rumah tangga yang baru, Tuan. Saya sengaja mempekerjakannya untuk memantau semua aktifitas disini dan membantu Nona Cathy untuk mengurus semua keperluan anda." jelas Mark memotong ucapan Bi Inah.


"Ehm, baiklah. Saya yakin dengan pilihanmu." ujar Rafa lalu pergi meninggalkan mereka semua menuju kamarnya untuk beristirahat.


**


Rafa menatap kagum dengan kamarnya. Semua didekorasi dengan warna kesukaannya.


"Kamu yang melakukannya, sayang??" ujarnya sambil menatap Cathy.


"Ehm ehm, itu. Iya aku yang menatanya untukmu. Bagaimana, sayang?? Kamu suka kamarnya??"


"Suka sekali!!"


"Iya, ini semua aku lakukan agar suasana hatimu menjadi lebih baik. Jadi kamu bisa cepat pulih." ujar Cathy berbohong, mencoba mencari perhatian.

__ADS_1


"Kamu memang yang terbaik!! Kamu tahu bagaimana memilih dekorasi untuk kamar ini." ujar Rafa lalu berjalan mendekati Cathy dan menciumnya.


Ciuman yang begitu lama dan hangat. Dan Cathy benar-benar menikmati setiap sentuhan yang Rafa berikan, setelah 5 tahun lamanya, Cathy tidak pernah merasakannya lagi.


"Sayang, aku mencintaimu ..." bisik Rafa, kemudian melanjutkan kembali serangannya, sampai lupa kalau pintu kamar mereka tidak terkunci.


*


Anin yang sedang bersiap pergi bekerja, keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang keluarga. Lalu tiba-tiba langkahnya terhenti, karena suara-suara aneh dari dalam kamar Rafa.


Anin berdiri tepat di depan pintu kamar Rafa, dia melihat pintunya tidak terkunci.


"Ada orang kah di dalam?? Suara apa itu???" tanya Anin penasaran.


Tapi belum sempat kakinya melangkah kedalam, Anin berjalan mundur menjauhi kamar itu. Dan ...


Kakinya tersandung sebuah meja tepat di sebelah pintu kamar itu. Dan dia langsung berlari. Rafa yang mendengar keributan diluar, langsung berlari keluar dan mencari sumber suara yang membuatnya kaget itu.


Dia melihat sebuah vas bunga yang jatuh, tapi tidak menemukan keberadaan siapapun.


"Ah, siall!!" umpat Cathy kesal karena niat jahatnya untuk memiliki Rafa pun gagal seketika.


"Aneh, tidak ada orang tapi vas bunga itu jatuh. Apakah tadi posisinya kurang bagus, ya??" ujarnya bingung lalu menatap kekasihnya itu.


"Sudahlah, sayang. Jangan di pikirkan lagi. Sekarang kamu istirahat dulu, ya?? Aku mau membereskan barang-barangku dulu, lalu kembali lagi nanti kesini."


"Jangan lama ..." pinta Rafa lalu mencium kening Cathy. Cathy tersenyum puas, walau ini semua terjadi karena insiden itu, tapi dia masih bisa memiliki Rafa. Dia akan melakukan apapun itu agar semuanya tetap seperti ini.


"Akan aku buat kamu tetap mengingatku seperti ini. Kamu tidak perlu mengingat masa depan. Aku tidak ingin kamu sembuh!!!" ujarnya tersenyum licik.


**


Anin masuk kedalam mobilnya, dan tubuhnya hanya mematung tanpa berkata apapun. Dia masih kaget setelah melihat apa yang terjadi di kamar Rafa.


"Apa itu kamu lakukan hanya bersamanya?? Atau kamu juga melakukannya dengan semua wanita, dan buat kamu itu adalah hal yang biasa??


Anin menghela napasnya mencoba untuk tidak menangis.


"Berarti, hari itu kamu melakukannya denganku juga adalah hal yang biasa buatmu?? Itu sebabnya saat itu, kamu bahkan tidak peduli dengan nasib gadis yang sudah kamu tiduri dan kamu hanya menyelesaikannya dengan uang??"


Anin memukul setir mobilnya dengan kuat. "Dasar bajing*an!!" makinya, dan Aninpun akhirnya menangis. Rasa kecewa, kesal, benci dan marah kini bersatu setelah melihat semua yang terjadi. Emosi yang tertahan selama ini, akhirnya keluar juga.


Entah apa yang akan Anin lakukan selanjutnya. Yang jelas untuk saat ini, dia lebih memilih untuk menjauhi Rafa.


•••••••


Bagaimana kisah selanjutnya?? Stay terus yah ...

__ADS_1


Jangan lupa follow, like dan commentnya.


Terimakasih, Bersambung!!


__ADS_2