My Secret Romance

My Secret Romance
Episode 23


__ADS_3

Sesampainya di suatu tempat, Bi Inah turun kemudian menuju tempat yang ingin dia datangi.


"Silahkan masuk Nyonya, Tuan sudah menunggu di dalam!!" ucap Seorang pria begitu melihat Bi Inah tiba.


Kemudian Bi Inah masuk ke ruangan yang di maksud.


"Masuk Bi, silahkan duduk," ucap Rafa begitu melihat Bi Inah memasuki ruangannya.


"Apakah Anin tidak curiga Bibi kesini?"


"Tidak, Tuan Rafa" jawab Bi Inah kemudian terkejut melihat sosok yang tak asing juga berada di ruangan itu.


"Pak Wong??" ucap Bi Inah.


"Iya Bi, ini saya. Maafkan saya, setelah 5 tahun ini, saya baru bisa memberikan kabar. Saya harus bersembunyi dari orang-orang yang dulu berhasil membuat Devi meninggal dalam kecelakaan" jelas Pengacara Wong membuat Bi Inah terkejut.


"Aa aa apaaa? Berarti kematian Nyonya di sengaja??" Bukankah Polisi bilang, Nyonya meninggal murni karena kecelakaan?" tanya Bi Inah penasaran. Dia tidak menyangka, ternyata orangtua Anin meninggal karena di sengaja.


"Iya Bi, itu sebabnya saya harus bersembunyi. Karena yang mereka tahu, saya juga ikut dalam kecelakaan itu. Bibi juga harus merahasiakan keberadaan saya. Saya tidak ingin keberadaan saya diketahui orang, sebelum saya membalaskan dendam saya kepada mereka semua" jawab Pengacara Wong.


"Terus siapa mereka? Apakah saya mengenalnya?" tanya Bi Inah.


"Iya, Bi Inah mengenalnya. Dia adalah Hendra, Pamannya Anin." jawab Rafa, membuat Bi Inah seketika lemas tak berdaya. Bi Inah tidak menyangka Hendra bisa setega itu.


"Terus apa yang akan kalian lakukan sekarang?" tanya Bi Inah khawatir. Dia tau permasalahan ini bukanlah hal sepele.


Kemudian Rafa menjelaskan apa yang terjadi sekarang. Mulai dari kedatangan Hendra menemui Rafa ingin merampas hak kepemilikan dari Hotel yang sekarang di ambil alih oleh Rafa. Dan rencana mereka selanjutnya untuk membalaskan dendam mereka kepada Hendra dan komplotannya.


*


"Jadi Tuan Rafa ingin saya membantu Tuan untuk membuat Anin bersedia menikahi Tuan?"


Bi Inah menarik napas, dia tahu menjelaskan ini kepada Anin bukanlah hal mudah. Anin sangat membenci Rafa, ditambah lagi aib yang di tanggung oleh Anin selama ini tentang Rafin, bukanlah hal yang mungkin untuk di ceritakan kepada Rafa.

__ADS_1


"Seandainya Anin bisa berterus terang kepada Rafa, apakah semuanya bisa menjadi lebih mudah?" ucap Bi Inah dalam hati.


"Tapi Tuan, mengenai Non Anin..sebenarnya Anin sudah memiliki pacar. Pasti sulit buat saya untuk membuatnya menerima lamaran Tuan." jawab Bi Inah lagi, membuat Rafa terkejut.


"Aaa apaa? Anin sudah punya pacar?" tanya Rafa tak percaya.


"Benar Tuan, sepertinya Non Anin juga akan kembali ke Paris dan tinggal disana. Tapi untuk saat ini dia masih ragu, apakah kembali kesana atau tetap tinggal di Indonesia." jelas Bi Inah.


Rafa terdiam, dia tidak menyangka informasi yang Mark dapatkan mengenai kekasih Anin ternyata benar adanya. Tapi Rafa tetap bersikeras untuk membuat Anin mau menikahinya. Karena sejujurnya, Rafa mulai jatuh hati pada Anin.


"Bi..setidaknya bersama Rafa, Anin lebih aman. Saya tau Rafa akan bisa melindungi Anin dari genggaman Hendra." ucap Pengacara Wong menengahi pembicaraan mereka.


"Dengan menyatukan Anin dan Tuan Rafa, setidaknya Hendra tidak akan berkutik lagi. Tuan Rafa adalah investor terbesar di Hotel itu dan Anin adalah pemilik sah Hotel MX." tambah Pengacara Wong lagi.


"Untuk Sekarang, kita harus lebih berhati-hati lagi. Kalau Hendra mengetahui keberadaan Anin, bisa dipastikan Anin berada dalam bahaya." ucap Rafa serius.


Bi Inah yang mendengarnya pun merasa ketakutan. Selama ini dia tidak sadar ternyata Anin dalam bahaya. Karena dia pikir, kematian Mama Anin murni karena kecelakaan.


"Anin tidak ingin keberadaannya diketahui orang termasuk Pamannya sendiri? Kenapa?" tanya Rafa penasaran.


"Saya juga tidak tahu, Tuan. Tapi sebelum Anin pergi ke Paris, Anin berpesan kepads saya untuk tidak memberitahukan dimana dia karena Anin tidak percaya siapapun." jawab Bi Inah.


"Oh ya, Tuan. Anin berkata begitu karena dia merasa ada kejanggalan dalam kecelakaan Nyonya Atmaja. Saat Anin meminta penjelasan mengenai kematian orangtuanya, pihak yang berwajib hanya mengatakan kalau semua itu sudah di urus oleh Pamannya. Dan mereka hanya memberitahunya, kalau Mamanya meninggal karena kecelakaan. Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dan sejak itu Anin tidak mempercayai siapapun." tambah Bi Inah lagi.


"Kalau begitu, selama ini Hendra juga pasti mencari keberadaan Anin. Tapi anehnya, seharusnya kami bisa melacak keberadaan Anin. Tapi selama 5 tahun, saya juga tidak bisa menemukan keberadaannya. Dan bagi Hendra koneksi yang bagus, harusnya ini sangatlah mudah. Tapi dia juga tidak menemukannya." ucap Rafa bingung karena penasaran.


"Itu... karena Identitas Anin di samarkan Tuan." ucap Bi Inah menjawab rasa penasaran Rafa.


Rafa mengernyitkan dahinya.


"Apa?? Terus siapa yang membantunya?"


"Tuan Handoko, sahabat Alnarhum Tuan Atmaja. Dia juga merasa ada kejanggalan dari kematian Mama Anin. Dan menawarkan Anin untuk segera meninggalkan Indonesia dengan identitas baru dan tinggal di Paris selama ini." jawab Bi Inah.

__ADS_1


"Handoko?? Bukankah beliau sudah meninggal setahun yang lalu?" tanya Pengacara Wong.


"Benar, Tuan. Tuan Handoko meninggal karena sakit yang di deritanya 2 tahun belakangan ini." jawab Bi Inah membuat rasa penasaran Rafa sedikit berkurang.


"Dan 1 hal lagi, apakah setelah meninggalnya orangtua Anin, Anin dan Hendra pernah bertemu?" tanya Rafa


"Mereka bertemu malamnya setelah acara pemakaman Nyonya Atmaja, Tuan. Saya ingat betul saat itu Hendra datang bersama para Tetua pemegang saham di Hotel. Malam itu Hendra datang untuk menyuruh Anin menandatangani sebuah berkas. Tapi saya tidak tahu apa itu." jelas Bi Inah, membuat emosi Rafa terpancing.


"Dasar kepa**t!! Tidak ada rasa prihatin sama sekali. Padahal Anin adalah keponakannya. Saya yakin, dia pasti menyuruh Anin menandatangani berkas pemindahan hak milik Hotel MX" ucap Rafa geram.


"Lihat saja, akan kubuat kau menderita Hendra Atmaja!!" ucapnya lagi sambil menahan emosinya.


Mereka bertiga terdiam dengan pikiran masing-masing. Ada amarah, kesal dan emosi dalam diri mereka. Mengingat betapa jahatnya yang sudah di lakukan oleh Hendra, dan ini berarti hidup Anin juga dalam bahaya.


*


Ponsel milik Bi Inah berdering. Ada panggilan masuk dari Mia.


"Permisi Tuan, saya akan menerima panggilan dari putri saya dulu."


Rafa pun mengangguk. Kemudian Bi Inah dan Mia mulai mengobrol. Tak sampai 5 menit, Bi Inah jatuh terkulai lemas. Ponselnya terlepas dari genggamannya.


"Bi Inah!!" teriak Rafa begitu melihat Bi Inah terjatuh.


Pengacara Wong juga berlari menghampiri Bi Inah.


"Ada apa, Bi?"


"Anin dan cucu saya kecelakaan, Tuan."


***


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2