
Bagas tak mampu lagi menahan rasa gatalnya untuk menghantam habis wajah Artara, ia pun langsung berlari mengincar untuk menghantam matanya.
"SET"
"Hah!"
Namun Artara mampu menahan tangan bagas yang begitu kuat, nyaris saja mengenai matanya.
"Tenaga lu, segini aja nih, hah???" ujar Artara sambil menahan tangan.
"BET! " Artara memukul perut bagas tepat sasaran
"Aaaa.....!" teriak bagas kesakitan dan berjalan mundur.
Namun bagas tak ingin kalah begitu saja, ia langsung menghantam semua bagian tubuh Artara tampa ampun
"giatttt... giatttt giatttt giatttt...!"
Namun sayang semua bisa Artara halangi, hanya dengan satu tangan saja, sehingga tak sedikit pun Artara terluka
"Hiyyaaaa...."
lagi lagi Artara membalas memukul perutnya, sampai terpental dekat, sebenarnya ia mampu lebih jauh lagi, bahkan membunuh.
"AAAAA....."
Bagas tak berdaya tergeletak di atas tanah, menjerit kesakitan, mulutnya keliat darah, beruntung tak terlalu beresiko.
"Dah ya, akun mau pulang!" jelas Artara.
Tanpa membuang waktu lama, Artara meninggal kan Bagas begitu saja
"AWAS KAUU. INI BELUM SELESAI!" teriak bagas dari kejauhan sambil memegang perutnya
Artara mendengar dan ia tak hiraukan ucapan itu.
"huffffff huffff....!"
Artara tersadar, ia duduk di samping motor nya, sambil berdiri menggenggam kunci.
"Gua kenapa,kamu masuk ketubuh gua ya?" tanya Artara
"Yups sesuai dugaan, kalo aku gak masuk ke tubuh mu, mana mungkin biarin lu di pukulin!"
Yang barusan Ia kara hanya ilusi, namun ternyata beneran nyata, hanya saja tubuhnya dirasuki oleh Guntur. Untuk melawan Bagas sampai babak belur.
"Terimakasih ya Gun!"
"Iya sama sama, gua niatnya juga pengin bantu kok!" jelas Guntur
"ya udah yuk pulang!"
"Eh tunggu, bersihin dulu bibir kamu!"
"Hah bibir?" tanya Artara bingung
Dan saat ia melihat di cermin spion motor, ternyata ada sedikit darah bibirnya
"Ough iya, tadi kan berantem!"
__ADS_1
Artara langsung mengambil kertas seadanya di dalam jok motor untuk membersihkan nya.Ia takut jika pulang nanti ia Nenek nya akan khawatir melihatnya.
"Gimana udah bersih?" tanya Artara
"Okeh beres yuk pulang!"
*****
Bagas bingung harus berbuat apa, untuk berdiri saja ia sangat susah, apalagi pulang.Di sekitar nya juga sepi, nyaris tak ada orang yang lewat.
"Tolong!!!" teriak Bagas.
Namun tak ada yang mendengar dan menolong. beruntung ia membawa hape.Ia pun langsung menelfon teman nya tegar. ia. memilih meminta tolong ke teman, dari pada orang tua. karna hanya akan dapat masalah
"Halo bos ada apa?" tanya tegar sambil bermain PC
"tolongin gua, cepat kesini?"
"Hah gimana bisa gak kedengeran!" tanya tegar kembali, karna terlalu fokus bermain pada, ia sampai tak memperhatikan.
"Tolongin gua cepetan, pakai mobil kamu!"
"Kamu dimana bos?" tanya tegar
"Gua di kota belakang restoran, gua sherlok ya?"
"Okeh bos!" balas tegar
Sebenarnya malas jika ia harus menghentikan main psnya, namun jika itu perintag Bagas, ia tak mampu menolak.Tegar langsung mengganti pakaian. mengambil kontak mobil. dan pergi
15 menit kemudian...
Tanpa waktu lama, Tegar pun datang menemui Bagas, dengan menggunakan mobil pribadi nya.Ia sempat bingung, karna tujuan peta maps nya sempat salah. Ia hanya mengingat jika bagas mengatakan di belakang restoran. sampai akhirnya ia menemukan nya.
"Udah cepet angkat aku ke mobil kamu!"
Tegar langsung menggendong Bagus, dan langsung masuk kedalam mobil, duduk di sampingnya.
"hufff hufff huff....."
Bagas mengambil tisu banyak banyak, membersihkan semua darah yang menempel di sebagian wajah dan tubuhnya. sembari ia menahan rasa sakitnya.
"Ini ada air bos minum dulu!" jelas tegar menyerah kan airnya mineral.
Bagas langsung meminumnya dan menyerahkan botol nya kembali.
"Aku habis berantem sama orang paling nyebelin di kelas kita!" ujar bagas sambil menggenggam kesal.
"Siapa bos?" tanya tegar
"Artara!"
******
Baru saja sampai, kaka tiba-tiba keluar di depan pintu.Raut wajahnya kurang mengenakan,cemberut dan sedikit marah. Artara sudah paham, pasti mengajaknya untuk segera pulang.
"Yuk pulang!" jelas Salsa setelah Artara melepaskan helem.
"Akun baru sampai lo?! masa langsung pulang!" Bantah Artara
__ADS_1
"Mama marah sama aku, pokoknya kamu harus pulang katanya!"
Artara sedikit cemberut, menatap Guntur di belakang, sampai tak sengaja melirik di pohon. ada ana kecil itu sedang bermain lato lato.
"Heh, ayo pulang malah bengong!" ujar Salsa sambil menepuk pundak adiknya.
"Iya bentar, aku ijin dulu ke nenek!"
Tepat sebelum masuk, neneknya tiba-tiba keluar.
"Nenek aku ijin pulang yah nek!" ujar Artara tersenyum. langsung mendekat dan menciun tangannya.
"iyah, sering sering mampir kesini ya!" jelas nenek.
"DAH nenek!" ujar Salsa melambaikan tangan nya di dalam mobil
Sedikit berat, namun Artara harus pulang, terlebih besok harus Sekolah.
******
Sore semakin gelap. Ibu yang mondar mandir sendiri di ruang tamu, selalu mengintip anaknya di jendela,berharap mereka sudah sampai. Artara dan Salsa seolah khawatir.
"Tuh anak, kok gak pulang pulang!" uajr ibu sambil berdiri mengutip di jendela.
"Udah lah mah, nanti juga pulang, gak perlu dikhawatirkan!" ujar ayah, tiba tiba datang sambil membawa sevangkir kopi, duduk di ruang tamu.
"Aduh pah, mama tuh gak bisa tenang tentang Artara. terlebih habis ke kota sendirian, takut nya bakal terjadi sesuatu sama dia, Baru aja kena dipukukin di sekolah, takutnya kenapa napa!" ujar ibu masih khawatir.
Ayah memilih diam, menikmati kopi hitamnya.
******
"kak?" panggil Artara tiba-tiba di dalam mobil saat perjalanan pulang.
"Em ada apa?" tanya Salsa sambil menyetir.
"Kaka pernah gak sih ngalamin hal aneh?" tanya Artara
"Hal aneh?! maksudnya?! " tanya balikan Salsa karna masih bungung.
Sebenarnya Artara malas jika ingin bertanya hal hal berbau mistis, namun saat di perjalanan masuk ke dalam hutan, perasaan nya berubah tak mengenakan, seakan terjadi sesuatu yang buruk
"Kakak awasssss.....!!!!!" Teriak Artara
"Ssssstttttt...... " Salsa mengerem.
"lu kenapa sihhh, ada apa???" tanya Salsa emosi, karna membuatnya panik, padahal di depannya tak ada apa apa.
"Kaka sekarang turun dari mobil, dan lihat sendiri!" ujar Artara
Tanpa lama lama Salsa langsung keluar dari dalam mobil.
"ASTAGA!"
Pemandangan di dalam mobil, dengan di luar itu berbeda, karna saat Salsa keluar, ia melihat mobilnya nyaris saja jatuh ke dalam jurang, karena salah arah. Entah kenapa semua bisa terjadi, Salsa hanya panik setengah mati.
Artara keluar, melihat di sekitar, ternyata ada lampor yang berkeliaran.Dan saat ia melihat jam ternyata sudah maghrib. Artara hanya bisa menenangkan kakaknya salsa yang panik.
"Ini ada apa?! kenalan bisa begini, jelaskan kepada kaka!" tanya salsa panik. ketakutan.
__ADS_1
"Tenang kak, ini ulah lampor!" jelas Artara
"lampor apa itu lampor??" tanya salsa masih bingung.