
"Mama dan papa gak tau apa yang aku rasakan! " jelas Esa.
"Apa yang kamu rasakan? cerita sekarang! "
"Artara sudah merebut Erna dari aku ma! " jelas Esa, sampai akhirnya meneteskan air matanya.
Ibu dan ayah terdiam mendengar nya, Ibu hanya mendekat dan memegang tangan anaknya.
"Sayang, Cinta itu bukan masalah dia harus dengan siapa, tpi cinta itu akan ada di setiap rasa! dan rasa itu adanya di hati, jika dia bener bener cinta sama kamu, dia pasti akan balik lagi sama kamu, cinta itu tidak bisa dipaksakan! " jelas ibu tersenyum.
Esa terdiam menatap kedua bola mata ibunya, ia bisa memahami apa yang dikatakan ibunya.
********
Erna berbaring di atas tempat tidur, selimut ia tarik menutupi setengah badan nya, lampu ia matikan, sampai akhirnya menutup kedua matanya.
__ADS_1
"E... r.. na....! "
Erna kembali terbangun, mendengar ada seseorang yang memanggil nya. Tubuh yang sudah setengah mengantuk ia paksakan bangkit, duduk di atas tempat tidur, menyalakan lampu.
Persis setelah menyalakan lampu, sesosok hitam yang ia lihat dari depan jendela tiba tiba menghilang, dan saat ia kembali mematikan lampunya.
Sosok bayangan hitam kembali muncul, terlihat badan nya kurus, dengan rambut pendek. memakai seragam sekolah jaman dahulu, ia pikir itu hanyalah sebuah imajinasi nya saja yang berlebihan. Ia tak lagi memikirkan bayangan itu, ia langsung mematikan lampu, kembali berbaring di tempat tidur, menutup matanya.
Namun di beberapa detik ia menutup kedua matanya untuk tertidur, sosok bayangan hitam itu terus terngiang ngiang terus di pikirannya, sampai ia kembali membuka matanya, melirik ke arah bayangan itu berada. Namun saat ia hanya melirik di depan jendela, di saat pertama ia lihat, ternyata sudah tidak ada, sampai ia kembali teliti melihat di sekitar ruangan, bayangan itu sudah berpindah, persis di samping ia berbaring.
"Ceklek"
Saat lampu sudah dinyalakan, sosok bayangan itu kembali menghilang, Entah apakah itu hanya reflek ketakutan saja, sehingga ia bisa berfikir hal yang seram seram.
Erna kembali mematikan lampunya, dan sosok itu sudah tak ada lagi, dan ternyata benar, semua itu hanyalah imajinasi nya saja yang terlalu berlebihan.
__ADS_1
Erna kembali posisi tidur semula, bergerak menghadap ke depan. Namun saat tak sengaja ia ada sehelai rambut yang jatuh tepat di mata Erna, membuat tidurnya kembali terganggu. Membuat nya untuk segera membuangnya. Dan saat ia menyalakan lampunya, untuk mengecek dari mana asal rambut itu jatuh.
"GYAAAAA!!! "
Wajah dari sosok bayangan itu benar benar terlihat jelas dan nyata, mata merah, dan hancur berlumuran darah bercampur belatung yang bergoyang di setiap daging.
Erna seketika bergegas untuk lari, namun tiba tiba saja, sosok itu mencekiknya sangat sangat erat, membuat Erna yak berdaya, ia sama sekali tak bisa bergerak, apalagi berteriak meminta pertolongan.
"T... o... long! " teriak Erna sangat lirih, berusaha menyelamatkan diri.
"MAU KAH KAU KUANTAR KE NERAKA? " teriak hantu itu, berpapasan dengan wajah Erna sangat dekat, sampai tercium bau busuk.
"Sudah ku peringkat kan, jauhi ARTARAAAAA!!!!!!! "
Sosok itu semakin mengamuk, cekikan itu semakin kuat. Tak hanya sesak bernafas, ia juga menahan perih karena ada cakar yang menancap di lehernya, sampai terluka.
__ADS_1