
"Masalah Esa, gua gak peduli! asal kalian pikir, ini gak ada hubungannya dengan gue! okeh? " jelas Artara. Padat, jelas dan singkat.
Gilang, Sandi dan Anto bubar, karena siswa mulai berhamburan masuk ke dalam kelas, menandakan akan segera masuk.
Artara yang masih memikirkan Erna itu, tiba tiba tak sengaja menyentuh sesuatu di laci mejanya. Dan yang benar saja, ada satu coklat tergeletak di dalamnya. Terlihat jelas ada tulisan.
"Erna! " baca Artara pelan.
Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin ada coklat di dalam lacinya itu, terlebih, apa tujuan nya memberikan coklat itu. Artara mulai berfikir jernih kembali, karena ia tak ingin salah paham.
"ASSALAMUALAIKUM ANAK ANAK! "
Artara terkejut, saking fokusnya ia melihat coklat itu, ia sampai lupa, gurunya sudah masuk ke dalam kelas.
"Wa'alaikum salam bu guru! "
*******
Bel istirahat berbunyi, seperti biasa, Artara dan 3 sahabatnya itu, mengajak nya ke kantin, tapi mereka bertiga harus ke kantin lebih dulu, karena Artara masih harus menyembunyikan coklat itu, karena malu, jika sampai di ketahui orang. Namun saat Artara baru saja keluar dari dalam kelas.
__ADS_1
"Hay Artara! " sapa Erna, melihat Artara baru saja keluar dari dalam kelas.
"Kamu ngapain disini? " Artara sedikit kaget, karena tak menyangka ada Erna sedang menunggu nya.
"Kok ngomongnya gitu? gak suka ya gua disini? " bantah Erna tak Terima.
"Enggak, sorry gak seperti itu kok! "
"Ke kantin bareng yuk! " pinta Erna.
"Kamu kan temennya banyak, gak enak sama temen temen kamu! " jelas Artara.
Tiba-tiba saja, Erna menggenggam tangan Artara erat erat, menariknya. Mungkin jika dilihat orang lain, mereka terlihat sangat mesra, tapi yang Artara rasakan hanyalah malu.
Erna memilih untuk duduk bersama teman-teman Artara. Gilang, sandi dan Anto. Mereka terlihat kaget, melihat Artara dan Erna sedang bergandengan tangan, duduk di dekat mereka di kantin, mereka mengira, jika Erna dan Artara benar-benar sudah jadian.
"Kalo di lihat lihat dari waktu ke waktu, kalian makin mesra aja nih? " sindir Gilang, sambil meminum segelas air.
"Berisik lu, kalian iri ya? " cetus Erna, sedikit tak terima.
__ADS_1
"Waduh, yang ada tuh, justru kalian seneng, udah bagus gua katain mesra, emang mau, gua katain kalian lagi tarung kaya ayam jago! " jelas Gilang semakin membuat Erna emosi.
"Lu kenapa sih? berani lu ama gua? mentang mentang gua cewek! gua gak takut ama lu! " Erna langsung berdiri, menghadap Gilang.
"Udah, ini kita mau makan! apa mau nonton kalian tinju? " ujar Sandi tiba tiba nyerocos.
Erna pun diam, dan mengalah, sama halnya dengan Gilang yang ikut diam.
*******
" Itu yang namanya Artara! " tunjuk Jefri ke arah Artara yang sedang duduk di kantin bersama teman-teman nya, termasuk Erna.
"Ough itu, awas aja entar! " jelas Esa kesal, menatap nya, terlebih sedang berdekatan dengan Erna yang sangat ia cintai.
"Deketin aja yuk, hajar aja! " jelas Jefri ikut tak Terima.
"Okeh, siapa takut! " ucapan Jefri meyakinkan Esa.
Rasa sakit hatinya itu benar-benar harus dibayar tuntas, melihat wanita yang ia cintai, dekat dengan orang lain, ia sadar jika dirinya dengan nya sudah putus alias sudah bukan siapa siapanya lagi, mantan adalah julukan yang pas untuk saat inj, Namun rasa sakit yang kini ia rasakan, benar-benar tak bisa ia bendung.
__ADS_1