
Artara berjalan, mendekati dokter. Ia tau, jika golongan darahnya adalah O.
"Ough baik, apakah kamu memiliki riwayat penyakit atau sebagainya? " tanya dokter.
"Darah saya normal, dan saya tidak memiliki riwayat penyakit apapun! " jelas Artara tegas.
"Baik, tunggu sebentar, kami akan ambil darah kamu! "
"Baik dokter! " jelas dokter, langsung kembali masuk. ke dalam ruangan IGD untuk mempersiapkan pengambilan darah
"Syukur lah, terimakasih ya allah! " jelas Ibu Esa setelah mendengar kabar itu.
"Siapa namamu nak? " tanya ibu Esa, langsung mendekat.
"Artara tante! " jelas Artara.
"Saya sangat sangat terimakasih sama kamu! kamu mau apa? biar tante kasih buat kamu! "
"Tak perlu tante, Aku ngerjainnya ikhlas kok! "
Erna ikut mendekat, sampai membuat ibu Esa terkejut, karena ia tau betul, wanita yang sedang ia lihat saat itu.
"Erna? " panggil ibu Esa
"Siang tante! " jelas Erna tersenyum.
__ADS_1
"Loh? kalian udah saling kenal? " tanya Artara.
Artara kaget, ternyata mereka sudah saling mengenal satu sama lain, bahkan jika di perhatikan, mereka terlihat sangat akrab, Erna yang biasa terlihat jutek dan menyebalkan, bisa terlihat sangat kalem di depan orang yang lebih tua.
"Iyah, kami sudah kenal, semenjak dulu, Esa pacaran sama Erna. Dulu kamu sering banget ke rumah tante saat pacaran, semenjak putus, udah gak main lagi! " jelas ibu
"Iya tante! " balas singkat Erna, karena tak tau menjawab apa.
"Jadi kalian ini pacaran? " tanya ibu sambil melirik melihat Erna dan Artara serius.
"iiii... "
"Hah? enggak tante, kita hanya sekedar teman aja kok tante! bukan sedang pacaran kok! " jelas Artara, padahal Erna hendak menjawab iya. Tpi terhenti, karena dijawab lebih dulu oleh Artara.
"Kenapa tidak, pacaran aja. Kalian cocok loh! " saran ibu Esa tersenyum, menatap mereka berdua.
Hendak saja Artara menjawab. Dokter tiba-tiba datang menjemputnya.
"Saya Dok! "
******
Artara berbaring las di atas ranjang rumah sakit, ia sudah di pindahkan ke ruangan lain. tubuhnya sedikit lemas, entahlah mungkin karena belum terbiasa.
Erna tiba-tiba masuk ke dalam, perlahan mendekat, dan duduk di bangku samping nya.
__ADS_1
"Gimana ? kamu gak papa? " tanya Erna.
"Yah, aku gak papa! boleh ambilkan minum? "
Air putih yang tergeletak di ataseja, Erna ambil, langsung ia berikan.
"Gua gak tau sama lo Ar, kamu kok aneh banget ya!? " tanya Erna,
Artara yang masih sedang meminum air, langsung ia habiskan.
"Aneh gimana? gak lah! gua nolongin orang, kenapa di bilang aneh? " tanya balik Artara tersenyum tipis karena mendengar kata kata Erna.
"Bukan itu yang aku aneh dari kamu! tapi, saat sebelum kamu pergi naik mobil ambulans, lu ngomong, dia akan butuh bantuan lo! dan itu bisa tepat banget sama apa yang kamu alami! " jelas Erna.
Artara mulai berfikir untuk menjawab nya. ia yakin, Erna adalah orang yang tepat untuk ia curhatkan, membongkar kemampuan nya itu..
"Aku...!! "
"Artara? "
Baru saja hendak ia mengucapkan kata indigo, tiba-tiba saja. Ibu datang menjemputnya, terlihat sekali ibunya sedikit panik melihatnya.
"Loh, mama tau dari mana aku di rumah sakit? " tanya Artara.
"Mama baru saja dapat kabar dari. pihak sekolah, kamu sedang ada di rumah sakit! "
__ADS_1
Artara terdiam tak menjawab.
"Loh, ini ada siswi disini? kamu siapa? "