My story indigo

My story indigo
Terawang


__ADS_3

"Hosh hosh hosh... "


Erna terbangun, menarik nafas sekencang kencang nya. Ternyata itu hanyalah sebuah mimpi buruk, Ia tak habis fikir, kenapa wanita itu yang selalu saja muncul di dalam mimpinya, padahal sudah nyaris melupakan sosok wanita itu, tapi malah justru diingatkan kembali.


"Artara?"


Jika di pikir pikir, ada kesaman lain di mimpinya itu, Sosok itu meminta agar menjauh dari Artara. Erna yang kembali mengingat mimpi sebelum nya, ternyata ada sangkut pautnya dengan mimpi yang baru saja ia rasakan, seolah olah, ini adalah lanjutan dari mimpi sebelumnya.


Erna bergegas mencari mencari ponselnya, segera menelpon Artara.


"Gua harap, dia belum tidur! "


"MOHON MAAF, NOMOR YANG ANDA TUJU, SEDANG TIDAK AKTIF! " isi suara telpon.


"Aduuhhh!!!! "


*******


Esa sudah tertidur lelap di atas tempat tidur rumah sakit, ruangan juga terlihat kosong tak ada siapa pun yang menunggu.


Esa tiba tiba terbangun, melihat di sekitarnya sudah tak ada siapapun, Ia tersadar, ada suara aneh di telinga nya, sehingga membuat nya terganggu. Ia sempat bingung, padahal telinga sedang iritasi, dan dokter sudah memberi tau, jika telinga nya, tidak begitu normal terdengar, sama seperti hari hari sebelumnya.

__ADS_1


"Esa! " panggil suara itu, sangat keras terdengar di telinga, serasa seperti di bisikan seseorang, persis di sebelah telinganya.


Esa masih diam, perlahan bangun terduduk di atas ranjang, menengok ke akan dan ke kiri, mencari sumber suara tersebut.


"Aku di sini! " jelas suara itu.


Esa mendengar, suara itu persis ada di bawah tempat tidurnya. Sempat membuat esa sedikit merasa takut, namun karet ia yakin, ada seseorang di bawah tempat tidurnya. perlaha, ia menundukkan kepala nya, masih dalam kondisi duduk di atas ranjang, perlahan mengintip di bawah.


Saat sudah mengecek, tak ada siapapun disana.


"Ini aneh! " jelas esa masih sambil mecari cari seseorang di bawah tempat tidurnya.


Sampai akhirnya ia kembali ke posisi semula, untuk bergegas tidur kembali


Sosok itu sudah tepat, berdiri di samping tubuhnya, langsung mencekik lehernya tampa ampun.


********


"Hosh hosh hosh....! "


Artara terbangun dari tidurnya, karena ia kemasukan terawangnya, ia melihat Esa yang akan mati terbunuh.

__ADS_1


Artara langsung bergegas keluar dari dalam kamar, tak peduli, ia mengenakan pakaian tidur. Artara berlari, mecari kunci motor yang lama tak ia pakai di gudang.


"Kamu mau kemana malam malam? pakai pakaian tidur juga? " ibu terbangun, karena mendengar suara motor berisik dari dalam gudang.


"Ini masalah penting mah!Antara hidup dan mati! ''jelas Artara.


" Gak boleh, ini sudah lewat jam 12 malam, kembali ke kamar sekarang! " bantah ibunya, tak ingin Artara pergi malam malam.


"Gak mah, aku akan tetap pergi! "


Artara langsung mengendalikan motor nya, keluar dari gudang masuk garasi dan keluar dari rumah.


Ibu hanya bisa geleng geleng, marah, melihat anaknya yang semakin aneh dan susah untuk di atur.


Saat di perjalan, Artara berusaha untuk mencari telepon genggam nya, namun sialnya ia lupa tertinggal di dalam kamarnya. Ia hanya takut, semua sudah terlambat, ia tak ingin ada siapapun yang mati karena ulah hantu.


."Semoga saja, saya tidak terlambat! "


*****


Setelah sampai di rumah sakit, ia langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit, sempat menjadi pandangan seisi rumah sakit, karena pakaiannya, namun artara sudah tak berfikiran malu, Karena nyawa Esa lebih penting

__ADS_1


.


__ADS_2