
"Tumben pulang sore! " panggil ibu, tepat setelah Artara masuk kedalam rumah.
"Iya mah, baru aja jalan sama temen! " jelas Artara berjalan menuju kamar.
"Itu makan dulu, kamu gak laper? "
"Gak mah, dah kenyang! "
"Tumben! "
Kaka tiba-tiba datang, sehabis mandi setelah pulang kuliah.
"Oh,itu bagian Artara kamu makan aja! " ujar ibu sambil mengaduk gorengan.
"Hah, gak deh mah! lg diet! "
"ouhh begitu! bagus deh! "
Esok hari...
Entah kenapa, rasanya ia blm pernah merasakan sebahagia itu, tepat berdiri di depan gerbang sekolah. Ia melihat di sekelilingnya nampak seperti tentram dan damai. Yah, karena Bagas biang rusuh sudah di keluarkan dari sekolah. Rasanya ia baru merasakan tempat sekolah yang aman.
"Waah lu berangkat awal nih! " sapa Anto tiba tiba datang. langsung merangkul Artara dari belakang.
"Eh, elo To. ini tadi habis mampir pasar dulu!" jelas Artara sambil berjalan masuk.
"Lu ke pasar ngapain?? " tanya Anto penasaran.
"Cuman beli onde onde! " jelas Artara
__ADS_1
"Enak tuh, nanti bagi ya! " minta Anto.
"Yeee, beli sendiri lah! "
"jadi temen kok pelit banget sih, emang buat siapa? " tanya Anto
"Ah kepo, pokoknya rahasia! "
Namun saat Artara dan Anto hendak masuk kedalam kelas.Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya sangat keras.
"Woyyyy, sini loo!! "
"Deg"
Artara terdiam, ia tau persis suara siapa, tak lain lagi, ia adalah Tegar.
Perlahan suara getaran terasa, dan saat Artara melawan rasa takut untuk melihat, ternyata benar. Tegar sudah berdiri tepat dihadapan.
"Lu gak usah ikut campur, ini urusan antara aku dan Artara! " bentak Tegar
"Masalah Artara, jadi urusan saya juga, jangan berani berani lu ama temen gua! "
"Idih.Gak usah jadi sok sok an pahlawan deh lo! "
"Udah udah Kenapa? ada apa? " tanya Artara masih sedikit menahan takut, agar terlihat pemberani.
"Gara gara lu, dan temen kampungan mu ini, Bagas di keluarkan dari sekolah, lu mau tanggung jawab gak? " jelas Tegar.
"Tunggu, tanggung jawab? lo waras? atau jangan jangan gak berotak ya? asalkan kamu tau, selama ada Bagas, gua yang selalu di bully dan seluruh sekolah keganggu gara gara temen lu itu! "
__ADS_1
"Berisik lo! jangan cuman ngomong doang"
"BET." seketika Anto langsung menghantam tepat di bibir Artara.
Memang terasa sakit terasa di Pipinya, sedikit berdarah. Namun entah mengapa, tangan nya tiba-tiba bergerak sendiri, sampai perlahan kesadaran nya hilang, Artara tersadar, Kirana masuk ke dalam tubuh nya.
Artara langsung mencekik habis habisan Tegar di hadapan semua siswa,padahal sudah telihat ramai menggerombol.
"Apaan, lepas woy! " Anto mulai terasa kesakitan, karna cekikan Artara yang semakin keras.
Sampai cekikan itu benar-benar semakin kuat, hingga tubuh Tegar terangkat, walau hanya dengan satu tangan saja. Tatapan Artara sungguh mematikan, dengan warnanya yang nampak merah di pandangan Tegar.
Anto yang tak percaya dengan apa yang ia lihat di lokasi, hanya bisa menghentikan perlakuan Artara, karena takut, akan di ketahui guru. Namun usahanya selalu gagal, karena Artara membisu, seperti tak mendengar apa apa.
"Jangan main main dengan Artara! Apa perlu. Kuantar kau ke Neraka! " bisik Artara di hadapan Tegar yang kewelahan
"Artara hentikan. Bisa gawat kalo ketahuan guru! " jelas Anto
"Wah itu beneran Artara? " gosip siswa siswi yang hanya menonton
"Serem juga dia ya?! "
"BRUK." Tegar terjatuh di bawah lantai.
Sampai akhirnya Artara tersadar, melihat Tegar yang sudah terkapar di lantai kesakitan, ia benar benar tak tau, apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini ada apa To? " tanya Artara bingung.
"Dah mendingan kita masuk aja, biarin aja Tegar mampus! buat kalian semua bubar bubar!!! " jelas Anto
__ADS_1
Disusul Gilang dan sandi, ikut membantu membubarkan keramaian.
"Udah kita masuk ke kelas aja dulu, cerita nya nanti istirahat! " jelas Anto.