My story indigo

My story indigo
pembuktian


__ADS_3

"Kok lemah banget sih? gitu doang muntah?"


Artara terdiam, dan saat melihat cermin, ia melihat Kirana di belakangnya. Sedang menatapnya miris


"lu ngapain disini? " tanya Artara menghadap Kirana.


"Ough, jadi gini, manusia kalo ngucapin orang yang sudah di tolongin?" jelas Kirana


"Sorry, iya iya, gua makasih yah. Udah mau bantuin gua tadi, coba aja lu gak ngirimin Vidio itu, udah bakalan hancur hidup gua!" jelas Artara.


"Kita kan sahabat? benarkan?" jelas Kirana


"Hah sahabat, kapan aku minta kamu jadi sahabat aku? " tanya Artara pura pura bingung.


"Kok gitu si! " jelas Kirana mulai cemburut.


"Hahaha, iya iya sorry, kamu emang sahabat aku! " Artara perlahan mendekat "Iya TOS dulu dong!" ujar Artara mengangkat tangannya. Dan saling menyentuh tangan.


"Besok main yuk!" ajak Kirana tiba-tiba


"Hah, kemana? lu kan hantu?"


Kirana lagi lagi terdiam dan cemberut, nampaknya tak senang mendapat penolakan.


Artara yang hanya bergurau menolak ajakan, tiba tiba merasa bersalah karena membuat Kirana cemberut.


"Sorry sorry, iya gua mau! emang mau kemana sih?" tanya Artara sedikit tertawa.


"Biasa, setelah pulang sekolah, belakang sekolah aja, kita berduaan ya? tpi bawa onde onde ya?" jelas Kirana


"Hah, onde onde? lu kira gua pedagang pasar!" tawa Artara pecah mendengarnya.

__ADS_1


"Kan kamu bisa berangkat pagi, mampir ke pasar dulu!"


"Iyah Iyah, besok gua bawain! yang spesial buat hantu manja!"


"Kok dibilang manja sih! gak mau! "


"Lah terus maunya di panggil apa? "


"K-I-R-A-N-A! okeh? aku punya nama tau! " jelas Kirana


"iyah Iyah, maaf yah hantu Kirana! "


******


"Sorry gua kelamaan ya?" Tanya Artara sesampainya di meja makan.


"Enggak juga,kita juga gak nungguin lu, enak nih, lu beneran gak mau?" bincang Anto melahap makanan.


"Hah, ngomong apa barusan??" tanya Anto tak sengaja dengar.


"Terus terang aja yah, Restoran ini tuh ada penglaris nya!" jelas Artara.


"Ah, lu mah! jangan suka ngarang ngarang cerita!" bantah Gilang.


"Soal masalah percaya atau gak nya! kalian bungkus aja separuh makanan kalian, bawa pulang, dan rasakan masakannya, pasti beda!" jelas Artara


"Iya juga yah, selama aku di sini, gak pernah tuh ada yang di bungkus, bahkan nih, denger denger emang restoran ini tuh ada penglaris nya, sering pihak restoran melarang membungkus makanan!" jelas Sandi


"Lah itu kamu tau, kenapa masih makan disini?" tanya Artara.


"Lah itu yang jadi pertanyaan, setiap kali aku masuk, entah mengapa, rasanya itu beda, dan bikin betah aja!" jelas Sandi

__ADS_1


"Ye, itu mah karena pelayannya cantik cantik disini!" cetus Gilang


"Heh, yang itu beda woy!" Bantah Sandi tak terima.


"Jadi kalian mau buktikan tidak?" Tanya Artara.


"Okeh, gua mau. gak ada salahnya mencoba sekali!" jelas Anto duluan.


Mereka sepakat, memasukan makanan mereka kedalam kantong plastik yang mereka bawa, menaruhnya di dalam tas.


********


Setelah mereka membayar dan pergi dari Restoran itu, mereka sepakat berhenti di tengah perjalanan, membuka isi plastik makanan tadi.Namun saat hendak dibuka, aromanya berubah, tak seenak waktu di restoran.


"Loh kok baunya gini yah? gak kaya tadi?" Tanya Anto, yang pertama kali membuka plastik makanannya


"Ah jangan negatif thinking dulu, mungkin tas kamu tuh, yang gak pernah dicuci!" cetus Gilang.


"Sembarangan!"


"Eh, tapi bener loh, punyaku juga baunya agak lain, gak enak gitu!" jelas Sandi setelah membuka plastik.


"Nah, tunggu apalagi, ayo dimakan!" suruh Artara, karena melihat mereka hanya mencium saja, bahkan Anto menjauh dari makanan itu, saking baunya.


"Dah deh, aku percaya sama kamu Ar, aku gak mau dan gak akan pernah le restoran itu lagi!" jelas Anto langsung membuang makanan itu.


Sandi dan Gilang, masih belum menyerah, dan percaya begitu saja, perlahan ia mengambil dan mencicipi, rasa makanan itu.


"Ukhokkk!!!" mereka mut'ah bersama


"Gila bener, gak enak. lebih baik makanan basi kemarin dari pada makan ini!" jelas Gilang

__ADS_1


__ADS_2