
15 menit kemudian.....
Karna kasihan dan tak tega melihat sahabat nya merenung sedih ketakutan. Artara memutuskan untuk pergi. meminjam motor peninggalan kake nya.
"Nenek, saya pamit dulu yah, minjem motor nya! " sapa Artara sebelum pergi
"iyah, Hati-hati ya!" perintah nenek
"pokoknya sebelum gelap, harus udah nyampe, pulang bareng kaka!" jelas Salsa tiba-tiba
"iyah, kakak bawelll" cetus Artara sambil memakai helem
Guntur membonceng di belakang, dan candra memilih tak ikut. hanya anak wewe Gombel saja yang ikut membonceng di belakang
Gua bener bener gila sih nganterin setan gumam Artara.
"Brmmm....... "
Mesin dinyalakan, ketegangan Guntur menjadi jadi. karna duduk di depan nya. Artara sudah tak begitu takut, setidaknya ia hanya ingin membeli lato lato. agar semua cepat selesai.
Wewe itu hanya memantau dari kejauhan di atas pohon, melambai labaikan kedua tangan ke anaknya.
"Tar, nanti mampir beli martabak spesial yah?! udah berapa puluhan tahun gak kesana!" ujar Guntur tiba-tiba saat diperjalanan.
"Resek amat, beli aja sendiri,Ough jangan jangan tujuan utama kamu itu ngajak beli martabak.bukan mau beli mainan? " Bantah Artara
"Bukan begitu Artara.Gua kan hantu, mana bisa beli!" jelas Guntur
"lu ama hantu aja takut, situ hantu atau apaan??" jelas Artara sambil fokus menyetir motor
Guntur tak menjawab, dan saat ia melirik anak itu, ternyata sedang tersenyum menatap nya. Dengan giginya yang ompong
*****
"Kring... " suara lonceng di pintu
Baru saja masuk kedalam toko, Artara sudah disambut hangat oleh penjaga yang ramah.
"Mau beli apa dek!" tanya penjaga toko mainan.
"lato latonya ada?" Tanya Artara sambil melihat sekitar toko
Guntur hanya diam, sedangkan anak wewe itu justru keliling di setiap tempat, beruntung ia tak mengganggu.
"Ada, mau beli berapa?" tanya kembali
"satu aja!"
"Kok satu, gak bisa main dong!" jelas penjual
"loh, emang berapa pak?" tanya Artara bingung
"lihat, kan bolanya ada 2,kalo beli satu yang gak bisa dimainin!!" canda pejual
"hahaha, iya juga ya. ya udah beli 2 ya pak!"
Penjaga toko langsung mengambil lato lato dan memberikannya kepada Artara.
"Terimakasih!" ujar penjaga sambil menerima uang.
"sama sama!" balas Artara
"mau aku ajarin cara main nya?"
__ADS_1
"Hah, gak. perlu, aku bisa latihan sendiri kok dirumah!"
"loh, mumpung gratis loh, biasanya kalo ada yang lain minta di ajarin. harus bayar!"
"ough ya?" tanya Artara kembali
Anak itu tiba-tiba mendekat dan merebut lato lato itu. dengan pasti nya. penjaga toko shok. karna tak bisa melihat mereka. cuman hanya lato latonya saja. nampak seperti bergerak sendiri, memainkan dengan sangat bagus dan profesional.
"SESSS SETAN.........!!!" teriak penjaga toko
Sampai akhirnya pingsan.
"Lariiiiiii, mending kita lariii Arrrr!!!" Guntur ikut panik, Artara pun langsung merebut lato lato itu.
"main lato latonya di rumah ya?! sekarang kamu pulang, yah?" jelas artara
Beruntung anak itu tak bawel dan menurut.
Artara kembali menyerah kan lato latonya. Dan akhirnya anak itu menghilang membawanya
Karna tak ingin nambah masalah, mereka memilih cepat cepat keluar dan melarikan diri.
"Astaga, semoga tak lapor polisi!"
*********
"hufffff....."
Artara bisa bernafas lega, ia rasa ia sudah jauh melarikan diri, pasti tak akan ada yang tau keberadaan nya.
"pak saya pesen martabak manis spesial satu yah?" ujar Artara sambil duduk di pinggir jalan.
"Makasih yah, udah beliin!" ujar Guntur
"iyah, gua tau kok. yang penting anak kecil itu udah ngilang,lato lato nya udah diserahin, tugas gua udah beres!" ujar Artara tersenyum lega
"Itu bocah, kenapa si, ngomong sendiri kaya orang gila?"
"Waduh gawat tuh.. "
"Hati-hati jangan deket deket!"
Orang-orang yang duduk di sekitar nya banyak yang bingung, bahkan tak sedikit yang tertawa karna dikira ngomong sendiri seperti orang gila.
Artara tersadar. ia memilih bermain handphone dengan sedikit senyum menahan malu.
"DRRRRRRTTTT... "
Handphone nya tiba tiba bergetar, ada yang menelfon, yang ternyata adalah ibunya.
"Siapa?! pacar baru kami?" tanya Guntur
"Diam kau! "
"Iya mah, ada apa?" tanya artara
"Kamu ko belum pulang, kamu lagi ngapain?"
"Bentar yah mah, ini lagi di kota. habis beli mainan!" balas Artara
"Ya ampun sayang. kamu udah gede ngapin sih, beli mainan. udah saya suruh jangan suka kemana mana. Ini kamu sama siapa?"
"sendiri ma!"
__ADS_1
"Astaga, kaka kamu ngapain aja!" bantah ibu
"Udah lah ma, Artara kan udah gede. gak usah takut gitu. Kalo Artara ada apa apa. Mama gak usah khawatir. Aku bisa kok jaga diri sendiri, mama berlebihan!"
"ya udah, jangan lama lama, nanti langsung pulang!" perintah ibu
"iyah mah, aku ngerti!"
Artara mematikan handphone nya, martabak pun sudah matang di hidangan kan di depan meja.
"Okeh, kamu boleh makan, tpi jangan bikin semua orang disini ketakutan oke?" Perintah Artara
"beres, itu bisa di atur, tenang saja!"
"Ini kalo candra tau kita makan martabak, dia bakalan marah gak ya?" tanya Artara sambil bisik bisik supaya tak terlihat atau terdengar orang lain
"Yang pasti, ngambek sih, hahahaha, dah biarin. Salah sendiri gak ikut!" balas Guntur
"Kalo aja duitku banyak dah aku beliin soto bancar, dia kan paling suka tuh semasa ia masih hidup!" bising Artara.
"Udahlah gak usah memaksa, lagi lagi makasih ya martabak spesial nya?"
"Iya, cepetan dihabiskan. Gua pengin cepet cepet pulang nih! " lagi lagi Artara lupa, ia bicara dengan nada keras. Membuat sekitar memandang aneh.
*******
Baru saja menghabiskan semua martabaknya, membayar dan hendak pergi untuk pulang. Tanpa sengaja ia bertemu dengan bagas.
Sial batin Artara, ia sedikit bingung harus berbuat apa, nampaknya bagas juga menyadari keberadaan nya. Justru terlihat mendekat tersenyum seperti ingin memangsa.
"Wah wah wah, ada anak sekelas nih?" ujar bagas di depannya, menutupi jalannya untuk lewat.Sepertinya Bagas kurang kerjaan, sampai sampai mengganggu Artara segala. Terlebih Artara sudah bosan bila berhadapan dengannya lagi.
"Minggir, gak usah banyak bacot!" ujar Artara tegas.
"Huuuuu...., udah berani ngelawan ya. berani ama gua??" Ujar Bagas melotot, terlihat ingin menonjok.
"Jangan macem macem kamu,ini tempat umum! " jelas Artara santai, tenang, tanpa terlihat panik sedikit pun
Bagus tersadar, ada benarnya. Jika ia bertengkar di sini akan banyak masalah. Sialnya bagas juga sama sama sendiri, tak membawa teman-teman nya.
"Bruk."
Artara tiba-tiba berjalan tanpa pamit, menabrak tubuh bagas sangat keras, berjalan cepat meninggal kan Bagas.
"Woy, kurang ajar kamu ya!!"
Bagas tersinggung dan marah tak main, ia seketika berlari mendekati Artara,langsung menyeretnya pergi ke tempat yang sepi.
"Jangan cari gara gara lu,pengin cepet cepet mati lu?" teriak bagas sambil mencekik Artara di tepi tembok, belakang restoran yang sepi.Artara terlihat mulai panik dan ketakutan.
"Yang cari gara gara tu, siapa. lu aja yang suka cari gara-gara!" Balas Artara sambil melepaskan genggaman tangan Bagas dilehernya, meskipun tangan nya bergetar gugup dan takut.
"BET." satu hantaman bagas melayang di bibirnya, darah sedikit memuncrat di bajunya.
"Gini doang, lu gak berani lawan kan?" ujar bagas tertawa.
Sebenarnya Bagas belum puas memukul nya, namun karna ia masih sedikit ada rasa kasihan ia memilih untuk berjalan perlahan pergi.Terlebih wajah Artara yang seperti hendak menangis.
"Apa apaan pukulan segitu, gak berasa sama sekali!" balas Artara tiba-tiba.
Bagas tersenyum, terdiam saat hendak pergi, ia kembali melirik kebelakang, Artara juga ikut tersenyum, namun tatapan matanya berbeda dengan sebelumnya. seperti bukan Artara.
"WAH, lu mau berani lawan gua!" jelas Bagas
__ADS_1
"Orang kaya lu, emang lebih pantes berantem sama cewek SD!" balas Artara tak mau kalah.
Bagas tak mampu lagi menahan rasa gatalnya untuk menghantam habis wajah Artara, ia pun langsung berlari menghantam matanya.