
"Sore!" sapa Artara setelah sampai rumah, selepas naik ojek dari sekolah.
"Sore sayang!" Balas ibu dari dapur sedang memasak.
Seketika Artara langsung berjalan menuju dapur, karena ia sudah merasa sangat lapar, beruntung ibunya sedang memasak.
"Loh kok pulangnya sore?" tanya ibu sambil mengaduk gorengan ayam.
"Iyah mah, soalnya ngumpul dulu sama temen temen di sekolah!" jelas Artara duduk diruang makan, sambil menunggu matang.
"Ough begitu, tau tau mama jemput kamu sekalian tadi . soalnya siang tadi mama ada urusan!" jelas ibu
"Gak perlu mah, mama juga pasti capek!" bantah Artara, tak ingin merepotkan ibunya
"Ya udah, itu tolong ambilkan piring, ayamnya udah Mateng nih!"
Malam hari...
Beruntung hari itu tak ada PR,membuat Artara bisa merasakan ketenangan dan santai. Tubuhnya yang terasa nyeri dan pegal setelah berlari kejar kejaran siang itu, ia baringkan di atas tempat tidur, sudah puluhan kali memejamkan mata, Selalu gagal dan terbangun. sampai akhirnya ia memikirkan Kirana, si hantu cantik.
"Astaga, kenapa juga aku mikirin hantu!"
Seketika ia menepuk nepuk pipinya supaya sadar.
__ADS_1
"Brem brem ......"( suara mesin motor)
Artara bangun dari tempat tidurnya, perlahan berjalan mendekati jendela, mengintip Kaka di luar dari dalam jendela.
Terlihat Salsa yang turun dari motor pacarnya Aldo. Nampak romantis dan sangat serasi, tiba-tiba Aldo mencium pipinya, bagai suami dan istri.
"Hay kalian gak boleh kaya gitu, nikah dulu!" ujar ibu tiba tiba datang memarahi.
"Hehehe maaf mah!" ucap Aldo sambil menundukkan kepala.
Salsa hanya tersenyum salah tingkah.
Artara tertawa masih mengintip dari dalam jendela, ia pun mulai berangan angan, jika suatu saat akan memiliki pacar.
"Aduh Bu, nanti malah ngerepotin!" tolak Aldo tak ingin merepotkan calon mertuanya.
"Ngerepotin apanya, justru kami yang merepotkan, karena udah nganterin putri saya!" jelas ibu.
"Iya yuk sayang, sebentar aja kok yuk!" ujar salsa menambahi.
Aldo sudah bingung harus mencari alasan lain, ia pun memilih untuk menuruti kemauan pacarnya Salsa.
Artara tak bisa mendengar ucapan mereka dari dalam jendela, ia hanya menebak, pasti Aldo bakalan masuk kedalam rumah, sampai akhirnya dugaannya benar.
__ADS_1
Pagi hari....
Dengan rasa yang sedikit tenang, perlahan ia masuk kedalam sekolah. Berjalan tanpa mempedulikan omongan siswa dan siswi di sekitar, karena ia yakin. Bagas tak akan lagi mengganggunya, kerena sudah berjanji.
Namun saat sudah masuk ke dalam kelas, Gilang, Anto dan Sandi. Nampak merenung, entah apa yang sedang mereka pikirkan.
"Kalian kenapa? kok malah merenung? kemarin gimana tongkrongannya seru?" Tanya Artara.
"Kamu gak tau informasi terbaru dari kita?" Tanya Gilang
"Apa emangnya? "
"Nanti sepulang sekolah, Kita berempat bakal ke kantor sekolah!" jelas Anto
"Terus, kenapa?" tanya Artara mulai serius dan tegang
"Besar kemungkinan, Kita bakal di keluarin dari sekolah, Bagas baru saja melaporkan kejadian kita kemarin ke guru BK!"
"Emang ada bukti? Kok jadinya gini sih?"
"Ada cctv, yah kita tak bisa lagi apa apa, Bagas adalah siswa kesayangan sekolah. keluarga nya sudah banyak donasi sekolah ini,sepertinya kita akan segera di keluarkan!".
Artara terdiam dan terpukul dengan berita ini, belum beberapa lama ia mendapat kasus, kini harus mendapatkan kembali. Apa kata ibu jika tau berita ini.
__ADS_1