
"Aku ikut boleh? "
Baru saja hendak pergi, tiba-tiba Kirana datang mengganggu.
Artara Bingung Harus menjawab apa, sedang ada Erna di sampingnya.
"Er, kamu duluan aja ke parkir motor, aku ada urusan sebentar! " jelas Artara.
"OUH Ok! " Erna menganguk, langsung berjalan pergi ke tempat parkir.
"Kamu ngapain? lagi si hah? "
"Main ke bioskop lagi yuk! " ajak Kirana tersenyum, menatap Artara.
"Hah? bioskop? " tanya Artara bingung.
"Iyah ke bioskop! " jelas Kirana
"Maaf, aku gak ada wat sama kamu! aku harus nganterin Erna pulang, jadi sekarang, kamu jangan ganggu aku! oke? "
Kirana langsung cemberut, dari yang awalnya tersenyum ceria, Ia benar benar kecewa, karena mendapat penolakan.
Tanka pikir panjang, Artara langsung berjalan pergi, ia tak mau menunggu Erna menunggu nya terlalu lama.
Namun di beberapa langkah ia meninggal kan Kirana, tiba-tiba saja ia memikirkan suatu yang penting dan berguna dari sosok Kirana.
Artara langsung berjalan berbalik arah, menemui Kirana kembali sebelum menghilang.
"Kirana! " panggil lirih Artara, karena tak ingin di ketahui orang sekitar.
__ADS_1
"Yah ada apa? " tabua Kirana, seketika langsung kembali tersenyum, senang, karena Artara menemui nya.
"Waktu itu, kamu kan? yang ngerjain tugas gua di kelas? " tanya Artara
"Yah, menyakiti yang ngerjain! "
"Okeh, aku butuh bantuan kamu lagi sekarang! kamu mau ikut kan sama aku? " tanya Artara
"Kemana? bioskop? "
"Bukan, dah yuk ikut aja! " jelas Artara
******
"Duh, Artara mana si! " keluh Erna, berdiri di tempat parkir sendirian, menunggu Artara datang.
"Eh, Erna? kamu ngapain di sini sendirian? Artara mana? " ujar Bella, karena tak sebagai melihat Erna ada di dekatnya, kebetulan ia baru saja mengeluarkan motor nya.
"Tapi dia mau kan nganterin kamu pulang? " tanya Bella, meringis.
"Yah, untung nya gitu si Bell! "
"Cie cie, pokoknya gua dukung deh! "
"Iya, makasih Bella! "
"Iyah sama sama, aku duluan yah Bay! " Belal langsung menancapkan gasnya, berjalan meninggal Erna di tempat parkir.
"Iya hati hati! "
__ADS_1
"Yoi! " balas Bella dari kejauhan.
Akhirnya, Artara terlihat sedang berjalan menuju tempat parkir, Erna bisa bernafas lega, namun ia merasa aneh, karena Artara seperti sedang berjalan dengan orang lain. Erna sampai berfikir positif, jika itu hanya ke salah pahaman saja.
"Kok lama banget? habis ngapain? " tanya Erna
"Ough, tadi ada barang yang ketinggalan di kelas, lupa naruh dimana, jadi nyari nya susah dan lama deh! " jelas Artara
"Ooo okeh, yuk pulang! " ajak Erna.
Artara langsung memakai helm, menaiki motor nya, menariknya keluar, dari barisan motor yang lain.
Jantung Artara mulai terasa bergetar sangat hebat, setelah ia menaiki motor itu, Erna perlahan mendekat, dan duduk di belakang tubuhnya.
"Aku boleh pegang pundak kamu? " tanya Erna
"Ooh boleh, gak papa, nanti jatuh! " jelas Artara
"Oh okeh! "
"DEG"
Ternyata bukan pundak yang Erna pegang, melainkan memeluk Artara sangat erat, bahkan sampai Artara tak bisa berbuat apa apa, saking groginya.
"Jantung kamu, kok kenceng banget sih bunyinya? "
"Oh ya?" tanya balik Artara
"Iyah, tapi ini kapan Jalan nya, kok diam aja! " jelas Erna masih dalam pelukan hangat Artara.
__ADS_1
"Iyah sabar! "
Artara langsung menyalakan mesin motor nya, perlahan langsung ngegas, dan berjalan keluar dari sekolah