My story indigo

My story indigo
Hukuman Erna


__ADS_3

Erna terdiam di dalam kelas, ia sudah sangat mengantuk dan lelah, Ia teringat jika semalam ia tak bisa tidur, karena memikirkan mimpi yang menakutkan. Yang ia rasakan hanyalah khawatir. Jika suatu saat, itu akan benar benar terjadi.


Guru pelajaran bahasa tiba-tiba masuk, semua nampak bergegas duduk dengan sangat rapi, menghormati gurunya. Namun berbalik dengan Erna yang masih laya loyo di kelas.


"Erna? " Bisik Bella, teman sebangku nya.


"Apa? " Tanya Erna


"Artara gimana? Lancar kan? " Tanya Bella.


"Yah, aku rasa dia sudah mulai luluh sama aku, tenag aja, dia bakalan jadi milik aku! " Bisik Erna tersenyum karena baper sendiri.


"Kamu harus hati hati, gua denger denger, banyak juga loh yang suka sama dia, katanya besok mereka rencana akan deketin dia! " Bisik Bella.


"Gak akan aku biarin, awas aja! " Jelas Erna.


"ERNA BELLA! kalau kalian disini hanya ngobrol di kelas, tak usah ikut pelajaran ibu, lebih baik ke luar! " Ancam guru, karena gak sengaja. Melihat mereka mengobrol sendiri.

__ADS_1


"maaf bu! " Ujar Erna dan bella


"Sekali lagi kalian berisik di dalam kelas, kalian harus berdiri di luar kelas berdua! " Ibu guru memberi peringatan, agar mereka tak sesukanya.


Erna dan Bella langsung terdiam di kelas, ia benar-benar takut, jika sampai itu terjadi.


Ibu guru langsung membuka buku, berjalan ke arah papan tulis, menulis materi untuk segera di jelaskan.


Erna dan Bella bisa bernafas lega, karena guru sudah terlihat tenang, tak ngomel ngomel lagi.


Namun tak bersering lama, ia melihat wanita berambut pendek lewat dari luar jendela, nampak perempuan itu sangat aneh, dengan pakaian yang ternyata bukan seragam sekolah ini, namun jika diamati seperti tak asing.


Erna berfikir keras, siapa wanita itu, dan dimana ia melihat nya, karena tak masing baginya.


Erna akhirnya mengingat, siapa wanita nitu, dan ia tau betul, ia yakin itu adalah wanita yang ada di dalam mimpinya.


"Kamu kenapa? " bisik Bella, karena melihat Erna yang ketakutan sendiri di dalam kelas. Nafasnya tak beraturan, bahkan samaoai keluar keringat dingin.

__ADS_1


"Aku lihat hantu Bel! " Jelas Erna.


"Siang siang gini lihat hantu? Lu gak salah lihat? " tanya Bella.


"ERNA BELLA! keluar dari kelas sekarang! " Ibu Guru sudah tak kuat lagi menahan amarah nya, mereka lagi lagi berbuat onar di dalam kelas.


"Baik bu! " Jelas Bella.


Namun berbalik dengan Erna yang masih ngos ngosan sendiri, ia tak mau keluar dari dalam kelas.


"Jangan keluar, ada hantu itu! " Jelas Erna, menggenggam lengan Bella, agar tak keluar.


"Erna ku denger arahan saya? Keluar dari kelas, atau perlu saya kasih kamu hukuman lebih berat? " Jelas guru.


Seisi kelas memandang Erna dan Bella, mereka nampak risih, karena ingin melihat mereka cepat cepat keluar karena mengganggu nya belajar.


Erna mengalah, akhirnya ia perlahan berdiri, dan langsung keluar dari kelas bersama Bella.

__ADS_1


"Kalian harus berdiri, sampai pelajaran ibu selesai! sekali lihat kalian melanggar, ibun akan hukum lebih keras dari pada ini"


Mereka berdiri di luar samping kelas, berdiri berdua, meratapi kesalahan mereka. Erna nampak masih ketakutan. Ia bisa berharap, jika semua itu bukanlah nyata, hanya ilustrasi saja.


__ADS_2