My story indigo

My story indigo
Ketakutan yang berlebihan


__ADS_3

Erna yang tadinya hanya mendekat sambil menggenggam tangannya erat erat, tiba tiba saja, memeluknya. Hal itu membuat Artara gerogi tanpa ampun, bagaimana mungkin, seorang wanita dengan kepribadian Pemberani, bisa se penakut ini.


"Kalo kamu penakut, kenapa kamu milih horor? " tanya Lirih Artara, agar tak mengganggu penonton lain.


"Terserah gua lah, kalo maunya horor! " jelas Erna, masih dalam pelukan Artara.


******


Tak terasa keluar dari bioskop, ternyata sudah malam, Erna terlihat lemas tak semangat. Antara yakin, pasti karena efek ketakutan dan trauma, yang di pikiran Artara , ia pasti kapok nonton horor. Dan sesampainya ia di rumah, pasti bakal terngiang ngiang.


Berbeda dengan Kirana, saat keluar Bioskop, ia nampak tertawa sambil tersenyum menghadap nya, nampaknya ia benar benar ingin nonton flm itu lagi.


"Ar nonton lagi yuk! " Untuk sekian belasan kali Kirana mengomel seperti anak kecil, Namun Artara hanya diam, ia hanya tak ingin dianggap aneh.


"Sebelum pulang, kita makan dulu yuk! " pinta Erna tiba tiba, Artara sampai lupa, dari siang ia belum. makan, dan saat ia rasakan. memang perutnya sangatlah lapar.


Mereka memutuskan untuk membeli nasi padang di pinggir jalan. Saat Artara memesan, ia teringat Kirana, bagaimana mana mungkin membiarkan Kirana bengong melihatnya makan.


"Pak saya pesan 3 porsi yah, untuk minumannya es jeruk ya! " jelas Artara.


Erna yang hanya terdiam duduk, menunggu Artara memesan. Sambil ia menunggu, Erna mengambil cermin kecilnya, melihat wajahnya. Karena ingin terlihat cantik.

__ADS_1


Artara duduk, seketika Erna langsung menyembunyikan cermin kecil itu, sembari ia menanyakan pesanannya itu.


"Gimana udah pesan? Tanya Erna.


" Udah, itu lagi disiapin! "


Kirana tiba tiba mengomel, entahlah. Ia tau persis, pasti tak sabaran.


"Mana Ar lama sekali, aku udah lapar nih, Ar, jangan diam aja! " pinta Kirana sambil menggoyang tubuh Artara.


"iya Iyah sabar, bentar juga dateng! "


"Hah? kamu ngomong sama siapa? " tanya Erna, tiba tiba, karena melihat Artara ngomong sendirian.


Beruntung, pesanan tiba tiba sampai, Erna yang menunggu jawaban nya itu, seketika terdiam dan cuek, karena sudah fokus dengan makanan yang sudah disajikan. Namun lagi lagi, Erna dibuat bingung, karena porsi yang mereka pesan itu untuk 3 orang.


"Loh, ini gak salah pesen? kok ada 3? " tanya Erna setelah menyadari ada kejanggalan.


"Iya bener kok, aku sengaja beli 3,satunya buat aku. gua rasa gua sangat lapar, jadi pesen 3! "


Erna hanya mengangguk, ia tak peduli, langsung saja ia menyantap makanan itu, sampai tak sengaja ia melihat Artara yang mengambil 2 sedok, menaruh ke Satu piringnya lagi, bahkan lebih anehnya lagi, ia meletakan piring itu persis di samping tubuhnya, hal itu terkesan seperti sedang makan dengan orang lain. Tapi karena sudah sangat lapar, ia tak peduli, hanya fokus untuk makan sampai kenyang.

__ADS_1


Kirana seketika langsung memakannya dengan lahap, jika dipandang Artara, Kirana memang sedang mencomot nasi demi nasi, tapi jika pandang oleh manusia normal, hal itu tak terlihat apapun. hanya saja jika seseorang memakan bekas Kirana, pasti akan menjawab Hambar atau tidak enak, karena mereka hanya memakan sari sari makanan nya saja.


"Aku jujur aneh sih sama kamu, seumur hidup aku, baru kali ini, aku nemuin Cowok seaneh kamu, tapi gak papa, kamu bikin aku makin penasaran! " jelas Erna sambil makan, karena ia belepotan. Erna mengambil tisu, membersihkan wajahnya dengan tisu, sambil melihat cermin. Sampai akhirnya ia tak sengaja, cermin itu menghadap persis di sebelah tempat duduk Artara


"Astaga! "


Kerena kaget dan takut, cermin itu terjatuh sampai pecah.


"Kamu kenapa Er? " tanya Artara panik.


"Akuuu.. lihat hantu di sebelah kamu Ar! " jelas Erna memperlihatkan mimik wajahnya yang ketakutan.


Artara tersadar, pasti yang ia maksud itu Kirana, karena siapa lagi, hantu yang sedang dekat dengan nya hanya ada dia di sini.


"Kamu minum dulu, ayo minum, biar kamu rileks! "


Artara mendekat, sambil memberikan air jeruk itu, Ia berharap agar Erna kembali tenang.


"Aku liat tadi di cermin, ada hantu perempuan, rambutnya pendek, pakai seragam sekolah, terus dia lagi makan makanan kamu! "


"Udah tenang, ini pasti karena kamu ketakutan tadi waktu di bioskop, kamu jangan takut yah! ada aku disini okeh? " jelas Artara, meskipun ia tau, Erna pasti melihat sosok Kirana.

__ADS_1


Erna seketika dibuat tenang, sosok Artara yang dikenal sebagai sosok pria yang pendiam itu, ternyata cukup membuatnya semakin kagum, dia bisa membuat nya jauh lebih tenang, akan hal yang ia takuti saat itu. ia tau, hal itu cukup sederhana untuk di ucapkan, tapi tatapan matanya yang tajam, membuatnya merasa yakin, jika semua akan baik baik saja.


"Okeh! " jawab singkat Erna tersenyum tipis menghadap Artara.


__ADS_2