
"Pyar! "
Baru saja selesai memakai seragam sekolah, menyisir rambut nya dengan sangat rapi, memakai sedikit parfum,dan tak pernah lupa untuk bercermin. Artara langsung memecah celengan nya itu, Dan yang benar saja, isinya hanya seberapa saja.
"100, 5000......."
Dan saat ia selesai menghitung, ternyata hanya ada 20 ribu saja. Artara hanya bisa bernafas berat, uang segitu, tak mungkin cukup untuk waktu satu minggu, padahal Harapan nya, ada uang sekitar 50ribuan lebih.
"Haduh, mana uangnya cuman segini! "
Artara langsung bergegas turun untuk sarapan, terlihat kakaknya Salsa sudah lebih dulu, sedang di meja makan.
"Wih, adik ganteng banget! " ledek Salsa melihat adeknya baru saja turun.
Artara hanya diam tak menjawab ledekan itu, ya hanya fokus untuk sarapan, bukan untuk ribut.
"Raut wajahnya kaya sedang gak baik ya? jutek amat! udah rapi gini, kok wajahnya jutek, pantesan gak laku! " karena ejekan pertama nya tak di respon, ia melanjutkan part keduanya.
"Eh, kata siapa gak laku? kemarin, mama lihat Artara sama cewek cantik! " ibu menjawab, karena tak sengaja mendengar. Sambil membawa sepiring sayur yang baru saja matang.
"Ough ya? jangan jangan kamu pakai pelet ya? " ledek lagi Salsa sedikit tertawa.
__ADS_1
Artara masih diam, sambil menggeram tangan nya.
"Gua yakin sih, ceweknya pasti seleranya jelek! " jelas Salsa
"Kaka jaga omongannya ya, Kaka aja tuh yang iri! " jelas Artara tak bisa menahan emosi nya itu.
"Udah, kasian. Ayo makan, mumpung belum dingin! " ujar ibu langsung terduduk untuk segera makan.
Disusul ayah yang tiba tiba saja, baru datang setelah mandi, nampak tak kalah rapi, dengan seragam kantornya.
"Tumben Artara diem gini pas ada papa? " setelah duduk, hendak memakan makanan yang sudah di siapkan ibu, Ayah tak sengaja melihat Artara yang bengong.
"Oalah, jadi gitu! " jawab ayah
"Aku ke rumah sakit, bukan keluyuran gak jelas, main sama sini, aku tuh, cuman pengin jenguk temen aku di rumah sakit! " bantah Artara
"Untuk apa? memang dia temen deket kamu? dirumah sakit udah ada dokter dan suster, mereka lebih pecus merawat pasien, bukan kamu! " bantah ibu
"Udah udah, jangan di permasalahan! " ujar ayah.
"Pah! " panggil Artara tiba tiba
__ADS_1
"yah ada apa? " tanya ayah
"aku berangkat sekolah naik motor aja ya? " punya Artara.
"Apa motor? gak bisa! kamu masih dalam pengawasan mama! " bantah ibu, tak setuju dengan keputusan anaknya.
"Artara lan sudah 18 tahun, sebentar lagi, buat SIM, jadi gak papa lah! tak perlu memperlakukan nya seperti anak kecil! '' jelas ayah.
Artara bernafas lega, Akhirnya keinginan nya terwujud dari dulu, bisa berangkat dan pulang sendiri menaiki motor sendiri, tanpa harus di antar atau di jemput.
"Makasih pah! " ujar Artara.
"Iya sama sama! "
"Loh loh, kok gitu sih? lah Salsa naik apaan ke campus nya? " tanya Salsa bingung.
"Salsa, kamu naik becak aja mau? " canda bapak meringis.
"Papah apa apaan sih! tentu mama yang anterin sendiri! " jelas ibu
Salsa hanya bisa pasrah, ia sebetulnya juga ingin menaiki motor sendiri, namun hanya ada satu motor saja di rumah, terpaksa harus mengalah dari adiknya
__ADS_1