My story indigo

My story indigo
Tak tau terimakasih


__ADS_3

"Nama saya Erna tante! " senyum Erna menghadap ibu Artara.


"Ough Erna, kok Artara gak pernah cerita kalo udah punya pacar? " tanya ibu.


"Ibu apaan sih, jelas jelas dia cuman temen! "


Erna tertawa renyah mendengar nya, rasanya ia senang kalo di anggap pacar.


"Haduh, kirain kalian pacaran" jelas ibu.


"Enggak mah! "


******


19:27 WIB


Artara masuk kedalam rumah, setelah dari rumah sakit.


Pintu ternyata tak dikunci, ayah pasti sedang menonton TV di dalam rumah.


"Malam ayah! " sapa Artara setelah masuk, melihat ayahnya sedang menonton TV.


"Malam! kamu udah sehat? " tanya ayah.


"Dia gak papa, cuman di ambil Darahnya aja! " balas ibu, yang tiba tiba masuk.


Artara terdiam, karena pertanyaan nga sudah dijawab.


"Ya udah pah, aku mau ke kamar! "


Ayah hanya menganguk, membiarkan Artara masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


******


Erna yang baru saja masuk ke dalam rumah, Tiba-tiba ibunya sudah ada di ruang tamu.


"Kamu kenapa pulang malam? kok gak ngabarin mama? " tanya ibu dengan ekspresi serius dan tegas.


"Sorry mah, aku habis dari rumah sakit! " jelas Erna.


"Tadi dianterin siapa? " tanya ibu


"Keluarga temen aku! " jelas Erna.


"Laki laki? atau perempuan? "


"Laki laki. yah, doakan ya ma, semoga cepat jadian hahaha! " tawa renyah Erna.


"Halah, palingan bertepuk sebelah tangan! "


"Ough iya, tadi Kenapa kamu ke rumah sakit? "


"Mantan aku, Esa sakit. Telinganya terluka dan infeksi! "


"Astaghfirullah, dia baik baik aja kan? "


"Gak papa mah, sekarang udah membaik! " jelas Erna.


"Kita harus kesana besok!" jelas ibu.


"udah gak perlu mah, dah ga mah, aku mau tidur! "


Erna langsung berjalan melewati ibunya, namun di beberapa langkah ia berjalan.

__ADS_1


"Mama gak peduli, kita tetap kesana! "


"Gak perlu mah, Esa itu sudah jadi mantan aku, kan mama sendiri yang bilang, kalo Esa bukan sosok lelaki yang baik buat aku! "


"Iyah, mama tau itu, tapi meskipun dia mantan kamu, ataupun mama gak suka sama Esa, tapi saat kamu masih pacaran sama dia, inget Er, saat kamu kesusahan dan ngelindungin kamu siapa? Esa kan? "


Erna tak menjawab, hanya melirik bola matanya ke kanan dan kiri. Seolah olah tak mendengar apa apa.


"Mah, aku mau tidur capek! "


******


Esa perlahan mulai tersadar, jari jari tangan nya mulai bergerak, perlahan memegang telinganya yang sudah di perban, Saat ia melirik di sekitar tempat tidurnya, ternyata sudah ada dirumah sakit. Ada ibu dan ayah, sedang duduk di samping nya.


"Sayang? kamu sudah sadar nak? alhamdulillah! " Syukur ibunya, melihat anaknya sudah siuman dari masa kritis nya.


"Mamah, Papah? " panggil Esa.


"Iya Esa, ada apa? " tanya ayah


"Aku kenapa yah? " tanya Esa.


"Kamu gak ingat kejadian sebelum nya? " tanya ibu.


"Gak tau mah! " jelas Esa.


Esa pangling, karena tak mengingat apapun yang terjadi sebelumnya, kerna setelah ja sadar, yang ia rasakan hanya sakit di telinganya.


"Tadi ada temen kamu ke sini, Nama nya Artara, dia yang juga mendonorkan darah buat kamu! " jelas ibu.


"Kenapa harus dia mah? kan mama bisa cari orang lain aja? gak sudi, darah orang kurang ajar ada di tubuh aku mah! " jelas Esa.

__ADS_1


"Cukup Esa! sudah untung kamu selamat karena bantuan teman kamu, kamu pikirin kesehatan kamu! bukannya terimakasih malah memberontak! " bantah ayahnya tak suka dengan perkataan anaknya itu.


__ADS_2