My story indigo

My story indigo
Restoran penglaris.


__ADS_3

Dengan lemas dan berat hati Artara memilih untuk mengikuti ajakan mereka, karena mengajak nya merayakan kembali kemenangan melawan Bagas, hnya, nya bengong sendiri, berbeda dengan teman yang lain, mereka tak sabaran masuk.


"Aduhhh pindah aja yuk, perut gua tiba tiba sakit nih. aku gak bisa makan makanan laut, kayanya gua alergi deh!" bantah Artara tak ingin masuk.


"Gua gak mau pindah restoran lain,kita juga sepakat makannya disini!" jelas Gilang


"Ya udah, tpi aku gak makan sini ya?" jelas Artara, memohon agar tak masuk ke restoran itu.


"lah kok gitu sih?" tanya Anto


"Kan gua dah bilang, perut aku sakit, gak bisa makan makanan laut!" jelas Artara.


"Pas diajak pergi kamu gak. pernah mau! giliran udah mau, pas tinggal masuk aja lo malh minta pulang! gimana si? " jelas Gilang


"Ya udah deh!" jelas pasrah


Akhirnya mereka masuk kedalam restoran, Artara sedikit takut, karema wanita berkebaya putih yang memiliki lidah yang panjang menjilati makanannya, tiba-tiba terhenti menatapnya seperti tak suka.


Artara hanya cuek tak menghiraukan, selain itu. Artara juga mencium aroma kembang, entahlah itu dari mana, yang pasti itu pasti ritualnya.


"Hai bha!" panggil Anto ke salah satu pelayan, yang ternyata sangat cantik, Artara menebak. selain makanan nya yang katanya cantik ternyata memang Pelayan nya cantik cantik.


"Iya mas, mau pesan apa?" tanya pelayan itu, dengan nada suaranya yang lembut. Membuat mereka tersenyum senang kecuali Artara.

__ADS_1


Artara menatap ngeri, ia tau. wanita itu cantik bukan karena alami, melainkan menggunakan susuk pemikat lawan jenis.


"Kami pesen tumis kepiting nya 3 yah, minumnya es susu 4!" jelas Anto


"Eh gak usah, 3 aja, aku gak usah!" bantah Artara melihat wanita pelayanan itu hendak mencatatnya.


"loh, masnya gak pesen apa apa disini?" tanya wanita pelayan itu, membuat Artara kaget.


"Hah? gak bha, aku udah Kenyang soalnya!" jawab Artara gugup.


"Kalo udah kenyang, bisa pesen minuman loh! " jelas pelayan itu, seolah maksa halus untuk memesan.


Artara kembali melirik di sekitar restoran itu, dan penglaris itu hanya berlaku untuk. makanan saja, bukan minuman, setidaknya ia bisa memesan.


"Ough ya udah, makasih yah mas!" jelas pelayan. Sembari tersenyum melihat mata Artara dan langsung pergi menyampaikan pesanan mereka.


Artara bisa bernafas lega, karena wanita itu sudah pergi.


"Waduh waduh,kita bertiga jadi nambah 4 nih, soalnya Artara keliatan suka juga sama pelayan tadi!" Canda Sandi


"Hii gak juga, banyak kali yang cantik nya alami!" balas Artara membenarkan.


"Waduh, yang kamu maksud apaan, alami alami? emang wanita tadi itu gak alami?" tanya Gilang seolah tak terima idaman mereka dicap seperti jadi jadian.

__ADS_1


"Hah gak gitu juga, intinya dia buka tipe gua aja!" jelas Artara.


"Emang tipe lo yang gimana? tanya Sandi


"Belum tau!" balas singkat Artara, tak mau ambil pusing.


Sudah puluhan tahun, ia bertemu dan melihat puluhan bahkan ratusan sampai ribuan, belum pernah sekalipun ia merasa tertarik, ia juga sempat bingung. seperti apa rasanya jatuh cinta, dan seperti apa rasanya di cintai.


Kring


Artara kembali membuka hp, membuka isi pesan yang terkirim dari orang misterius yang telah mengirim Vidio Bagas di cctv.


"Hai aku di depan pintu" tulisan dari chat itu.


Dan saat ia melihat ke arah pintu, ia mulai tersadar jika itu adalah.


"Kirana!"


Ternyata Hantu wanita cantik itu, Artara tersenyum menatapnya, yang tak habis pikir,dari mana hantu itu mendapat hp, dari mana ia bisa tahu Artara ada disini dan bagaimana bisa punya Vidio video nya.


"Heeey katanya gak suka wanita pelayan tadi, malah liatin pelayan yang lain, lihatin nya senyum lagi" tiba tiba Anto mengoceh


"Gua gak liatin dia!" bantah Artara tak Terima begitu saja

__ADS_1


Makanan pesanan


__ADS_2