
22:06 wib
Artara tak henti hetinya tertera, bermain dengan teman hantunya. Meskipun harus menutup mulutnya agar tak didengat neneknya yang sedang tertidur di kamar sebelah nya.
"Gua mau tidur ya, kalian berdua jangan ganggu!" ujar Artara kedua teman hantunya.
"Hah, gak enak jadi manusia, ngapain tidur segala!" jawab Candra
"Iyah, main lagi yuk! " ujar Guntur ikutan
Baru saja menutup tubuhnya dengan selimut tebal, tiba-tiba teman nya masih ingin bermain.
"Iya Iyah, aku main lagi! "
Karna tak tega melihat ekpresi kedua teman nya itu. Artara kembali membuka selimut, duduk di samping mereka memainkan ular tangga.
"JEDERR....... "
Hujan tiba tiba turun, petir berbunyi sangat keras, korden jendela tiba-tiba bertentangan, Artara sampai lupa menutup nya. Namun karna terlalu asyik bermain. Ia sampai lupa mempedulikan jendela
"Ar?" Guntur tiba-tiba memanggilnya
"Apa?" jawab Artara sambil melempar dadu gilirannya
"Itu jendela nya, kebuka serem tau! " jawab Guntur gemetaran sendiri
"ya ampun, kamu setan, masa takut setan!" Jawab Artara tak mempedulikan
"Dia kan takut sama wewe gombel! " jawab Candra
"Hah, emang di sini ada wewe gombel? " tanya Artara
Mereka tak menjawab, terlihat ketakutan, termasuk Guntur. Artara berdiri, perlahan mendekati jendela yang berterbangan karna angin yang sangat kencang.
Perlahan ia mengintip, karna ia juga merasa sedikit takut.Dan saat ia cermati satu persatu tempat yang ia lihat di luar jendela
"Hufffff......" Artara bernafas lega. Karna ia tak melihat sosok apapun di luar.
Artara kembali menengok mereka berdua di belakang " kalian hantu, kok takut sih, udah aku cek gak ada! " jawab Artara menghadap mereka
"jeder...."
Guntur melotot melihat nya, saat petir menyambar, sosok wewe gombel itu, tepat berdiri di belakang artara. sambil mengeluarkan lidah nya.
Artara tak menyadari, dan saat ia melihat ekspresi guntur melihat di belakang nya. Dirinya pun ikut menengok, namun tak ada apa apa.
Tanpa pikir panjang ia pun memilih menutup jendelanya rapat rapat. Dan berjalan duduk untuk melanjutkan permainan.
"Lu kenapa sih tadi, ketakutan gitu, setan kok takut setan? " tanya artara
"lu gak akan paham ar!" jawab guntur
"Udahlah!! ini main nya bisa di lanjutin gak sih?!" tanya Candra yang tak nyaman melihat meraka berdua berantem.
"ANAK ANAK TANTE BOLEH IKUT GAK? "
Artara Guntur kecuali Candra tiba-tiba terdiam, Guntur terlihat kaku, sedangkan Artara bingung dan sedikit takut. Dan saat melihat bersamaan ke arah suara.
"wewe gombellllll!!!!!" Guntur tiba tiba berteriak terbirit-birit
Tubuhnya tinggi, rambut nya panjang sampai berceceran di lantai. Bajunya berwarna putih panjang. Basah kuyup karna air hujan. wajahnya pucat seperti mayat. Aromanya juga busuk dan amis. Tangan bergetar dengan kukunya yang sudah sangat panjang kedinginan.
Artara masih tenang, hanya berdebar dan sedikit takut. beda dengan Candra yang hanya cuek diam tak panik sedikit pun.
"Boleh!" jawab Artara gugup, karna takut akan marah.
__ADS_1
"hihihihihihi..!" wewe meringis tersenyum sangat menyeramkan.
Tiba-tiba ada yang bergerak gerak di belakang tubuh wewe itu, dan saat perlahan di perhatikan. Ternyata ada sosok lain. Yaitu anak kecil.
Sama sekali tak memakai kaos, hanya memakai celana pendek. Tubuhnya mungil, kecil kurus,sangat pendek. Dengan warna full putih, hanya kedua matanya saja yang melingkar hitam. Gigi nya ompong serta berambut gundul
"Giila lu yah?! kamu ngizinin anak wewe gombel itu main sama kita disini?" tanya Guntur
"Ya elah, kalo dia bukan hantu. Lu itu apa?! Dajal?" jawab Artara
Anak itu terlihat malu malu, masih sedikit bersembunyi di belakang tubuh ibunya, sambil menarik narik kain ibunya.
"Adek, ayo sini main sama kita! " ujar Artara
Namun setelah Artara mengajaknya main, perlahan anak itu berjalan pelan duduk di samping mereka bertiga, Artara sudah sedikit tenang, beda dengan Guntur yang semakin bergetar ketakutan.
"ya udah mama tinggal ya?" ujar wewe kepada anaknya
"Bsss"
Wewe itu tiba tiba menghilang. Artara dan Guntur akhirnya bisa bernafas lega.
"Nama kamu siapa dek?" tanya Artara, ke bocah itu.
"Nama aku udin!" jawab bocah itu.
Tiba-tiba meringis dengan gigi ompong nya. Menghadap Guntur, seolah ingin bergantian kenalan
"kamu gak makan sesama setan kan?" tanya Guntur kepada bocah itu
1 jam kemudian....
Setelah lama bermain dengan teman-teman hantunya. Artara memilih tidur, matanya terasa sangat mengantuk,tubuhnya juga terasa sedikit berat karna lelah, Ia Tak mau lagi diganggu. Beruntung anak wewe gombel itu sudah pergi dan menghilang.
"Okeh silakan, kami masih lanjut main!" jelas Guntur sedangkan Candra hanya diam.
02:10 WIB
jederr.......
Hujan masih turun,justru semakin deras. petir menyambar sangat kencang, dengan angin yang membuat Artara sampai tak sengaja terbangun. Melihat jam ternyata masih sangat pagi, namun tenggorokan nya terasa kering dan haus, membuatnya susah untuk kembali tertidur.
Artara melirik disekitar ruangannya, teman teman nya sudah pergi, hanya menyisakan tempat yang sedikit berantakan karna ulah mereka.
Perlahan, Artara berjalan dari atas ranjang.Tanpa berfikir lama lama, ia langsung masuk kedalam dapur mengambil gelas dan air putih di dalam kulkas
"HOY!"
Artara kaget, ternyata Guntur ada dibelaiang tubuhnya.
"Ngapain kamu disini. kebiasaan banget bikin kaget orang!" bantah Artara.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu!" jelas Guntur dengan rayt wajah yang tegang dan sedikit takut
"Ah males mending lanjut tidur" karna masih sangat mengantuk Artara memilih tak membuang buang waktu,lebih baik istirahat.
Baru selangkah Artara berjalan pergi, Guntur tiba-tiba menghentikan langkahnya, memegang tangannya erat erat. Seolah itu adalah pembicaraan yang sangatlah penting.
"Terserah kamu percaya atau tidak aku lihat hantu, mirip kakek kamu!!!" bisik Guntur
Artara terhenti terdiam, dan mulai berfikir aneh. Setelah mendengar ucapannya.
"Kamu jangan becanda!" balas Artara tak percaya
"Entah lah, kurasa aku lihat,tadi saat aku sedang main dengan Candra, ada sesosok misterius yang muncul di kamar, kupikir itu arwah sebelah. namun pas aku amati. orang mirip sekali dengan kakek kamu. Itulah sebabnya kami berhenti bermain!"
__ADS_1
"Dimana kamu lihat?" tanya Artara masih ragu
Guntur tak menjawab, Ia hanya menunjuk nunjuk di kamarnya. Artara paham, dan langsung berjalan pelan ke dalam kamar itu.
"ngit............ " suara pintu terbuka
Guntur diam tak mengikuti, hanya melihat Artara berjalan masuk sendiri ke dalam kamarnya.
"DEG"
Jantungnya berdebar kencang, tatapan nya tajam. melihat seorang kakek menghadap jendela. Tubuhnya mirip sekali dengan kakeknya, baju yang dipakai juga persisi seperti hari kematian kakeknya.
"Kakek?" panggil Artara.
Namun panggilan nya tak terjawab respon apapun. Masih diam seperti tak mendengar suara apapun. Dengan jantung yang berdebar, Artara mulai semakin mendekat, perlahan memegang pundaknya.
"Kakek!" panggil Artara tang terakhir kali
JEDERRRRR.......(suara petir)
"Anak iblis!"
****
Artara terbangun kagetnya. melirik disekitar nya, ternyata sudah bangun dari mimpi buruknya
"Huuffff... Astaghfirullah!"
Ia bernafas lega. melihat jam, ternyata sudah jam 8 pagi.Artara di buat kaget, karna mendengar suara perempuan yang ia rasa tak asing. Tubuhnya yang lemas ia paksakan keluar kamar, melihat sumber suara.
"Kaka ngapain disini?"
Artara terkejut kakaknya sudah terduduk menonton TV sambil makan cemilan.
"Memangnya nenekmu bukan neneku juga??" balas salsa
Nenek tiba-tiba datang, sambil membawa kue kering kesukaan nya.
"Eh, Artara sudah bangun, ini nenek baru bikin kue kering, kamu dulu suka banget kan makan ini?"
"Terimakasih nek!" balas Artara
Salsa hanya tak sabaran, ingin berebut dengan adiknya.
"Kaka, kesini ngapain?" tanya Artara
"Mama, nyuruh aku, buat jemput kamu pulang!" jelas salsa sambil memakan biskuit.
"Memang segitu, khawatirnya, sampai di jemput kaka segala, kan ada paman? pulang sendiri pun aku bisa!" Balas Artara.
"Tidak bisa Artara, hari ini paman masih diluar kota, belum bisa pulang sekarang!"
Artara terdiam,memilih memakan kue kering, dari pada kehabisan dimakan kakaknya.
"Akun denger dari mama, kamu kena kasus lagi di sekolah?" tanya kaka tiba-tiba, membuat topik baru
"Ah, udah biasa kali!" balas Artara santai
"Dari pada banyakin kasus, mending fokus deh cari ayang, biar happy! " ejek kaka
"Happy mananya, palingan bentar lagi nangis nangis!"
"Dari pada lu, kesepian, suram!" ejek Salsa
"bodo, wekk!!" balas Artara sambil mengejek mengeluarkan lidahnya
__ADS_1