
Dengan perasaan bahagia, akhirnya Artara bisa menaiki motor nya sendiri, tanpa harus repot repot di antar oleh ibunya.
"Idih idih, Udah naik motor nih sekarang! " tan sengaja, Anto melihat Artara baru saja melepaskan helem di tempat parkir.
"Udah bukan anak mami lagi nih! " ejek Anto.
"Siapa yang anak mami? gua dari dulu gak pernah manja! " bantah Artara sambil melepas helem. q
"Kok Tumben si, pakai motor? "
"Ayah aku udah ngizinin! emang kenapa sih! gak boleh gitu aku naik motor sendiri? "
"Lihilih siapa nih? naik motor sendiri? " ujar Sandi tiba-tiba lewat, karena terlihat dari arah kejauhan.
"Udah udah, gak usah pada heboh begitu, emang kenapa si? " jelas Artara.
"Ya dak papa sih! eh ya, aku tadi lihat Erna tadi! " jelas Sandi
"Emang kenapa? apa hubungannya? " tanya Artara.
"Sama aku juga tadi lihat, kayanya dia berangkat lebih awal! "
"Dah ah, hak ada juga yang nanyain dia! " bantah Artara.
******
__ADS_1
Sebelum ia masuk ke dalam kelas, yang ia lihat pertama kali, adalah Erna. Wanita yang ia anggap hanya sebagai teman saja, tak lebih dari itu.
"Oy Artara! " panggil nya setelah melihat Artara hendak masuk ke dalam kelas.
"Kenapa ya? " tanya Artara bingung, karena Erna sudah ada wanita cantik sedang menunggu nya, di pagi pagi yang cerah itu.
Erna tiba-tiba menarik tangan nya, berjalan menyingkir dari keramaian, Entahlah. Itu membuat Artara kebingungan.
"Gua ngalamin hal yang aneh selama deket sama kamu! " jelas Erna, sudah di tempat yang sepi.
"Terus? "
"Gua mimpi ada seseorang wanita, berambut pendek, pakai seragam sekolah. Mukanya serem banget, dan aku udah mimpiin dia 2 kali! Dan kamu tau apa yang di katakan sama aku? "
"Jauhin kamu! " jelas Erna
"Kirana, ups! " Artara sampai keceplosan.
"Hah? Kirana? " tanya Erna bingung
"Bukan apa apa! ini semua hanyalah sebuah kebetulan saja, kamu ingatkan saat nonton horor kemarin? " tanya Artara
"Yah aku ingat! " jelas Erna
"Kamu ingat betulkan, sosok hantunya emang berambut pendek, pakai seragam sekolah kan? " tanya Artara.
__ADS_1
"Ough iya bener juga ya!"
"Kamu kan penakut nih, pasti karena itu yang bikin kamu kepikiran terus sampai terbawa mimpi! " jelas Artara.
"Okeh aku setuju, tpi kalo untuk kata untuk jauhi Artara apa ya? " tanya kembali Erna.
"Emang kamu mau jauhin aku? "
"Enggak juga si, ya udah aku mau kelas duluan yah bay" balas singkat Erna langsung berlari kecil pergi ke kelasnya.
Artara hanya terdiam, melihat Erna berjalan. Sampai ia melihat sosok Kirana yang sudah ada di belakang tubuhnya.
"Hay Artara! " sapa Kirana tersenyum seperti anak SD.
"Aku tanya sama kamu! apa yang udah kamu lakuin sama Esa semalam? " tanya Artara serius.
"Artara marah ya sama Kirana? "
"Yah, aku marah banget sama kamu, untuk apa sih kamu lakuin sampai segitunya? okeh boleh kamu kasih dia pelajaran, tapi jangan sampai nyawa jadi taruhan! "
Kirana terdiam, wajahnya cemberut, tak ada lagi senyum di bibirnya. Wajahnya menghadap ke bawah, tak berani menghadap, karena tak bisa melawan.
"Asal kamu tau? ibunya sampai nangis gara gara kamu! di sampai sedih, ibu mana yang senang anaknya mati Kirana? "
"Iya Artara, Kirana paham, aku janji tak akan gangguin Esa lagi! " jelas Kirana, mengangkat kepala nya, menghadap Artara
__ADS_1