
"Baik Pak Dokter terimakasih sarannya! "
jelas ibu Tegar setelah berbincang banyak.
Perlahan berjalan masuk ke dalam ruangan, namun dibuat heran, lampunya mati, dan saat ia masuk, air darah berceceran dimana mana, membuatnya panik. Sampai akhirnya menyalakan lampu.
"Gyaaaaaaaaaa.....!! "
Tubuh tegar sudah tergantung di atas kipas, matanya melotot, bahkan lidah pun menjulur keluar dengan tubuhnya yang kaku, sudah membiru.
Esok hari.....
Artara yang baru saja masuk ke sekolah, melihat seluruh siswa dan siswi bergerombol di papan pengumuman. Artara yang bingung tak tahu menahu apa yang mereka lihat di papan itu, seketika mendekat dan menyusup. Sampai akhirnya melihat pengumuman itu.
"DEG"
Foto Tegar terlihat sangat jelas, tertempel di kertas, dengan keterangan jelas, bahwa Tegar sudah pulang untuk selamanya. Nampaknya sedikit membuat Artara shock mendengar kabar ini, walaupun ia tau Tegar orang yang seperti apa.
"Minggir gua mau lihat juga! "
"Awas! "
Karena siswa semakin berdesakan mendekat, ingin melihat informasi. Artara memilih keluar dari gerombolan menuju kelas. Tepat sekali, Gilang sedang ada di kelas.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama Tegar? " tanya Artara
"Gua denger denger ya, dia bunuh diri di rumah sakit! " jelas Gilang
__ADS_1
"Hah? bunuh diri? kok aneh ya? perasaan Tegar itu orang yang gak pernah ada masalah sampai ngelakuin hal konyol seperti ini! "
"Itulah yang jadi misteri, aku pun gak habis pikir sama Tegar, kenapa bisa sampai segitunya! "
******
Artara berdiri di hadapan cermin, kebetulan cermin itu sudah diganti oleh pihak sekolah karena kejadian Tegar waktu itu, Artara menatapnya dengan serius, ia hanya ingin tau, apakah ada sangkut PAUD nya dengan hantu, kenapa Tegar bisa sampai seperti itu.
Ia berkonsentrasi, sampai akhirnya ia menyentuh cermin itu, karena ingin Menerawang.
"Ah sial, tak bisa apa apa? "
Entah kenapa, kemampuan nya semakin menurun, atau mungkin terlalu banyak pikiran, sampai ia tak fokus.
"Hey, kenapa lu? " Tanya Erna, Anak perempuan cantik, di kelas sebelah. Entahlah, akhir akhir ini dia selalu memperhatikan gerak geriknya.
"Nanti pulang sekolah, jalan sama aku yuk! " pinta Erna.
"Hah? jalan? lu ngajak gua? "
"Iyah ngajak kamu, siapa lagi?" Jelas Erna terlihat gelisah, ingin cepat cepat pergi, untuk menunggu jawaban.
"Eee okeh, nanti sepulang sekolah! "
"Okeh, kita nonton bay! " jelas Erna.
Namun seketika Erna hendak keluar, Tiba-tiba ada Gilang masuk.
__ADS_1
"Elu ngapain ke masuk toilet cowok? berduaan lagi sama Artara! " Tanya Gilang meringis tertawa.
"Gak usah berisik deh lu, minggir! " bantah Erna menabrak Gilang tak peduli
Seketika Erna keluar dari dalam toilet, ia langsung tersenyum, nampaknya, ia sangat senang karena permintaan nya di kabulkan.
"Lu tadi lagi ngapain sama Erna hah? " Tanya Gilang kepo dan penasaran.
"Gak tau tuh cewek, ngajakin nonton sama gua! " jelas Artara enteng, sambil mencuci tangannya.
"Astaga!!! itu tandanya dia naksir lo Ar! " Gilang terkejut dengan pernyataan itu.
"Gak usah ngaco, awas aku mau ke kantin! "
******
"Hey, gua mau baru dapet info ter hot nih! " sesampainya Gilang dari toilet, duduk di kantin bersama teman temannya.
"Apaan lang? " Tanya Anto seketika penasaran
Artara mulai tak nyaman, firasatnya pasti mengenai Erna itu.
"Tadi pas gua masuk toilet, ada Erna sama Artara berduaan di toilet cowok, dan saat gua tanya Artara, ternyata ngajak nonton! " jelas Gilang menahan tawa sambil menatap Artara
"Gila, lu seriusan nih? Erna paling ngetop itu kan?" Sandi kaget tak main.
"Yoi, kayanya ada yang mau ajak jalan nih ! " jelas Gilang mencolek colek Artara meringis.
__ADS_1
Artara terdiam seribu bahasa, ia hanya berfikir bingung, apakah benar jika Erna naksir sama dia. Sempat terbenak dipikirkan nya, mana mungkin wanita sekelas Erna yang bisa dibilang artis sekolah bisa suka dengan nya. Terlebih ia belum pernah dekat dengan perempuan sekolah mana pun, ia tak yakin apakah Erna akan nyaman dengan dirinya itu.