
Titid titid.......
Alarm berbunyi, perlahan Antara terbangun, mematikan alarm. Dengan nafas berat, Dan lemas Ia paksakan berdiri, untuk langsung begegas mandi.
****
"Mah, nanti aku pulang nya gak usah di jemput yah, aku mau jalan jalan sama temen!" jelas salsa sambil sarapan.
"Temen apa temen?" Artara ikut ngomong
"Berisik, okeh ma?! boleh ya?! " mohon salsa.
"Iya boleh! ough ya ajak aldo main kesini lagi dong!" ujar Ibu
"Iyah mah, nanti aku ajak!" jelas salsa.
Ayah tiba-tiba masuk ke dalam ruang makan, baru selesai mandi, dengan pakaian nya yang sudah rapi.
"Heh papah udah ganteng!" puji salsa melihat papanya.
"Kamu juga cantik. ada apa? pasti ada maunya!" tanya ayah karna sudah tau modus anak perempuannya
"Minta duit! mama udah ngizinin kok, buat jalan jalan sama aldo!" salsa meringis
"hahaha okeh, tapi pulang nya harus dianterin aldo yah, jangan kemalaman!" jelas ayah
"ok siap papi!"
__ADS_1
******
Selesai sarapan bersama keluarga, Salsa, dan Artara masuk ke dalam mobil, menunggu ibu masuk untuk mengantarnya.
"Kak?" sambil menunggu Artara menanyai kakaknya.
"hem, ada apa?".jawab salsa sambil bermain hape.
" Eh gak jadi!" balas gugup Artara.
Ibu tiba-tiba datang, dan langsung duduk di bangku menyetir.
"gimana, udah siap kan?! gak ada yang ketinggalan?!" tanya ibu sebelum pergi.
"Gak ada mah, udah siap!" balas Salsa
*******
"Dah sayang!" balas ibu.
Artara berbalik ke belakang, menghadap sekolah. ia bernafas berat untuk masuk. yang selalu dipikirkan adalah bagas,tegar dan temannya yang lain.
"Okeh, gua harus bisa menghadapi semua ini sendiri! " harap Artara sambil mengelus elus kalungnya.
perlahan ia masuk ke dalam gerbang sekolah. Dengan seperti biasa, semua melirik. melihatnya, entahlah apakah ia ganteng atau memang sudah terkenal jadi bahan pembicaraan di sekolah.
"Anak nya lewat tuh!" bisik siswa
__ADS_1
"Itu itu anaknya yang kena kasus kemarin?" bisik siswi
"ouhh itu anaknya!" bisik siswi yang lain.
Entahlah Artara sedikit tak bisa menahan ocehan murahan itu, ia perlahan mendekati wanita itu, dengan tatapan marah.
"Ada perlu apa dengan saya?! kalo ngomongin orang, kenapa gak langsung aja di depan gua?! lu takut ama gua?!" jelas Artara di depan siswi itu
"Hey jadi orang jangan baper dong, kita aja sedang ngomongin yang lain, ngapain juga ngomongin lu!" bantah wanita itu tak Terima
"lu pikir gua apaan, gua tau lu ngomong gua!" balas Artara.
"Dah lah males berhubungan dengan orang aneh yang banyak halu nya!" wanita itu langsung pergi meninggalkan Artara.
Artara hanya terdiam, menahan emosinha, sambil menggenggam erat erat tangannya. semakin lama ia diam, semakin banyak siswa dan siswi melihatnya. ia pun langsung kembali berjalan dan masuk ke dalam kelas.
Beruntung tak ada Bagas tegar, maupun yang lain nya, hanya ada anto sandi Gilang. yah sedang mengobrol di dalam kelas. Tanpa basa basi ia langsung meletakkan tasnya dan duduk di bangku.
"Hey kenapa lu, bengong aja, sini dong ngumpul!" jelas Gilang karna melihat Artara bengong
"Semoga lu juga gak kenapa napa!" jelas Artara.
"Emang ada sih?! cerita aja ke kita, barang kali bisa bantu!" jelas anto.
Mereka pun memilih mendekati Artara duduk di sekelilingnya.
"Ditanya kok malah diem aja,di jawab dong, kita bakalan bantu nih!" ujar sandi ikut ikutan.
__ADS_1
"Iyah Artara, selama ini gua lihat lihat, lu kaya makin banyak masalah deh!" jelas Gilang.
"okeh, gua ceritain, kayak nya pulang sekolah nanti, gua bakalan di hajar sama bagas berserta geng nya!" jelas Artara