My story indigo

My story indigo
di bangunkan mama


__ADS_3

Artara terduduk manis bermain bersama kakek, usia nya masih 8 tahun. tiba tiba kakek terdiam menatap wajahnya serius.


"Kenapa kek? " tanya artara bingung


"Kamu bentar lagi remaja ya nak! " jawab kakek tersenyum. Namun dari senyumannya itu, seperti menyimpan sebuah kesedihan.


"Terus? " tanya balik Artara


"Kamu sayang kan sama kakek? " tanya kakek


"Tentu sayang dong! " jawab Artara tertawa


Tiba-tiba saja kakek melepas sebuah kalung di lehernya, dan langsung memberikan kalung itu ke pada cucunya.


"Kenapa buat saya kek, lah kakek? "


"Sebentar lagi, kamu akan dewasa cucu ku. akan banyak bahaya yang akan kamu temui, pakailah kalung, ini. agar kamu selamat dari segala bahaya di sekitar mu! " jelas kakek


"Kakek, Artara kan bisa jaga diri, tak perlu pakai jimat kakek! "


"Ini bukan jimat, buat jaga diri! "


"Tak perlu kek, " Artara masih menolak.


Namun tiba tiba kakek terlihat kesakitan, sambil memegang dadanya. kaling itu seketika terjatuh di lantai.


"Cepat panggil nenek kesini! " kakek menyuruh memangilnya,


Tanpa pikir panjang Artara berlari mencari nenek nya. dan saat nenek menemui kakek, ia langsung panik dan mengambil obat.


"Minum obat nya! "


Artara baru tersadar jika kakeknya memiliki sebuah riwayat penyakit jantung.


"ukhokkkk!!! "


Baru saja meminum obat,kakek tiba tiba saja muntah darah, seketika nenek panik.tak pikir panjang,nenek langsung menelfon ambulans untuk menjemput nya.


Artara menangis melihat kakek nya yang kesakitan, ambulan pun datang. artara ikut mengikuti nenek dan kakeknya.


Keadaan semakin parah, karna kake tiba-tiba saja tak sadarkan diri. artara berusaha untuk tetap tenang, namun hanya bisa menangis di pelukan neneknya.


"Dok tolong suami saya dok! " ujar nenek, baru saja sampai di rumah sakit.


"Baik saya akan bantu sebaik mungkin! "


(5menit kemudian)


Pintu ruangan operasi di buka, dokter dan para suster keluar dari dalam, Dengan eskpresi yang sangat khawatir, nenek langsung berjalan mendekati dokter.

__ADS_1


"Seperti apa kondisi suami saya sekarang dokter! " tanya nenek. Dengan kedua tangannya yang bergetar


"Mohon maaf, ternyata Tuhan lebih sayang kepada suami anda, kami sudah melakukan yang terbaik. Namun takdir berkata lain. suami anda sudah meninggal! "


Nenek langsung berlari masuk ke dalam ruangan, langsung memeluk erat Jenasah nya, dengan penuh kesedihan.


Artara menangis melihat dari kejauhan, tak bisa di bayangkan. jika kakek nya benar benar harus meninggalkan nya selama lamanya


*******


"Sayang, mau tidur sampai kapan? "


Artara terbangun, melihat wajah ibunya di hadapan nya, ia melirik. korden jendela sudah terbuka. membuat nya silau karna sudah pagi.


"Mama kok bisa masuk sih, kan udah di kunci? " tanya artara.


"Kalo gak mama buka pake kunci cadangan, ke enak an kamu, udah cepet. mandi sarapan, kamu mau sekolah kan? " ujar ibunya


"Iya iya, bentar! " jawab malas artara.


Tubuhnya yang terasa lemas, dan masih sangat mengantuk, ia paksakan berdiri. perlahan ia masuk ke dalam kamar, sampai tak sengaja terkena tetesan air yang begitu dingin.


*****######*****


Artara terduduk di ruang makan makan, menunggu ibunya mengoles selembar roti tawar untuk nya.


"Kan aku dah pernah bilang mah, aku pengin pindah sekolah aja! " jawab artara tak ragu ragu.


"Memang kenapa, bukan nya sekolah nya bagus, ada jurusan ya g mendukung kamu jadi dokter kan, juga banyak loh, jebolan universitas terbaik dari situ! "


Artara tak mampu membalas, roti berlumur selai sudah siap di hadapan nya, ia memilih mengambil nya dan menyantap nya langsung.


"Papa mana, kok gak sarapan bareng? " tanya artara tak bersama ayahnya pagi itu


"Papa udah berangkat, katanya ada rapat penting di kantor! " jawab ibunya


"Lah kaka? " tanya artara


"Masih tidur, kuliahnya berangkat siang katanya! "


"Tuh kan, mama selalu manjain kaka, padahal. kalo sama aku harus ini itu, gak kaya kaka, apa apa terserah, lihat kan seenaknya sendiri! " sindir artara.


"Sayang, mama lakukan semua ini untuk kita juga, mama yang melahirkan kamu, jadi mama tau persis kalian semua seperti apa! " jawab ibunya.


"Memang yah, cuma almarhum kakek yang bisa ngertiin aku selama ini! "


Ibu artara tak menjawab, langsung berdiri dan mencuci piring yang kotor.


"Selesai makan, langsung berangkat sama mama ya, kaka kamu masih tidur soalnya! "

__ADS_1


Artara tak menjawab, dan langsung mengambil segelas susu dan meminum nya.


Terdengar getaran jalan kaki, tiba-tiba kaka artara masuk.


"Eh, adik ku sayang udah mau berangkat? " ujar salsa, kaka perempuan Artara.


"Itu sarapan dulu sayang, mama udah siapin buat kamu! " ujar ibunya sambil mencuci piring


"ih jorok, baru bangun tidur, langsung makan. gak cuci muka dulu kak? " ujar Artara


"kamu kenapa sih, tiba tiba ngatur ngatur kaka begitu? " ujar salsa


"Entar aku cerita ke aldo loh, nanti bisa bisa di putusin! " ledek artara


"ihh, ngomong apaan sih! " jawab salsa sedikit kesal


"Udah udah, gak usah ribut. artara, ayok kita berangkat! " ujar ibunya.


Artara langsung berdiri menyangking tas nya, berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil, terduduk di samping ibunya.


Mesin mobil di nyalakan, dan langsung berjalan menuju sekolah sma nya.


*****#####*****


Artara berjalan keluar dari dalam mobil,terlihat ramai dan polisi sedang menyelidiki, ia sudah tau. pasti para gangster semalam yang memalak nya, ia sudah tak peduli lagi, ia hanya cuek dan berjalan melewati kerumunan para siswa siswi lain nya.


Terlihat sebagian banyak teman disekitar ny menatap aneh melihat nya, tapi ia sudah biasa seperti itu, karna hampir setiap hari di perlakukan hal yang sama


"Eh, itu. pembawa sial nya lewat! " bisik salah satu siswa siswi di sekolah


Sedikit terdengar jelas di kuping nya, tapi ia hiraukan. dan langsung masuk ke dalam kelas, terduduk di kursi paling belakang di kelas


Anto, sandi dan Gilang. teman paling akrab tiba-tiba datang.


"Heh, kamu udah tau belum, kasus kita hari ini? " tanya anto ke antara


"Iya, tau. tentang pembunuhan di depan sekolah kan?"


"Kok kamu bisa langsung tau sih? " tanya Gilang


"yaelah, Artara. itu serba tau gak sih? " sandi ikut berbincang


Tiba tiba ada bagus, ketua kelas yang masuk ke dalam kelas, juga terkenal yang paling di takuti karna paling berkuasa.


"Heh, anto sandi Gilang, hati hati loh, nanti sial gara gara artara! "


Mereka bertiga bubar, bukan karna tak ingin berteman lagi dengan artara, namun hanya takut saja, karna tak berani melawan.


Artara hanya terdiam, menahan marah nya, semua sekolah juga tau, artara adalah orang yang selalu bertingkah aneh, dan memberi sial, jika berdekatan dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2