My story indigo

My story indigo
Mengerjakan tugas


__ADS_3

"Yuk masuk! " pinta Artara, menatap Kirana yang tak hentinya melongo, sampai akhirnya Artara mempersilahkan masuk.


Artara masuk, diikuti Kirana di belakang, berjalan pelan, sambil melihat lihat di sekitar nya, Kirana sampai terhenti. Karena melihat ada cemilan tergeletak di atas meja ruang tamu. Tanpa ragu ragi, ia langsung mengambilnya, bahkan tak segan segan untuk memakannya.


"Eh, jangan di makan! itu punya tamu! " jelas Artara, karena kepergok melihat Kirana sedang memakan nya.


"Ya maaf, aku laper bngt! " jelas Kirana.


"Kamu lagi ngomong sama siapa Ar? " tanya Ibu, tiba tiba-tiba datang dari dapur, mendengar Artara ngomong dengan seseorang.


"Hah? enggak mah! " jelas Artara.


"Tadi mama denger, katanya gak boleh makan cemilan ini? "


Artara hanya meringis tak tau harus menjawab apa.


"Kalo kamu mau ada yang makan, tinggal makan, gak ada yang ngelarang! " jelas Ibu, langsung mengambil cemilan itu, langsung memakannya.


Artara ingin mengingat ibunya untuk tidak usah memakannya, tapi apa lah daya, ibu sudah menelan nya. Makanan yang sudah dicicipi oleh hantu atau makhluk halus, pasti akan hambar, karena mereka hanya memakan sari sari rasanya saja.

__ADS_1


"Loh kok! Rasanya hambar ya? jadi gak enak gitu! " ujar ibu, merasa ada hak yang aneh.


"Tuh kan, mama susah di bilangin, agar jangan dimakan! " jelas Artara.


"Ya udah deh! " ibu langsung mengambil demy itu, menaruhnya di belakang.


Artara lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar, dengan Kirana yang ikut di belakang nya. Lantas langsung mengeluarkan buku buku sekolahnya.


"Okeh, gua minta sama lo, ajarin aku ngerjain tugas! bisa? " tanya Artara, sambil memperlihatkan buka dan rumus yang akan ia kerjakan.


"Cuman rumus ini? " tanya Kirana meremehkan, ia sudah paham betul rumus itu, jadi tak ada kesusahan sedikit pun.


"Kamu lagi ngomong sama siapa sih? "


Tanpa Artara sadari, kaka tiba tiba masuk, sudah berdiri di depan pintu, menatap nya aneh.


"kaka kok gak ketok pintu? sopan dong! " jelas Artara.


"Ini bukan masalah sopan gak nya! kamu lagi ngomong sama siapa? "

__ADS_1


"Enggak kok, kaka aja yang salah denger! "


"Gini ginian kaka denger tau! hem jangan jangan" pikir Salsa


Artara terdiam, menunggu perkataan lanjutan dari Salsa, hal itu, membuat Artara penasaran.


"Pasti karena kamu jomblo ya? suka ngomong sendiri ya? iya kan? " Salsa langsung tertawa. mengejek Artara yang terlihat kesepian.


Artara hanya bernafas berat, langsung berdiri, mendekati kakanya.


"Dari pada kaka bahas hak kek ginian, lebih baik kaka ke kamar kakak sendiri, gak usah ganggu, aku lagi belajar! " jelas Artara, sambil mendorong Salsa keluar dari kamar nya.


Namun Salsa tak mau kalah, ia juga berusaha sekuat tenaga agar tetap berada di kamar adiknya, karena ia belum puas meledeknya.


Artara semakin kuat mendorong nya, sampai akhirnya Salsa yang kalah, perlahan terdorong ke luar dari kamar.


"Kamu kenapa sih! kaka hanya pengin llihat kamu belajar! "


"Kalo kaka pengin llihat aku belajar, besok ke sekolah aku, lihat dari jendela ok? " jelas Artara, langsung menutup pintu, menguncinya. Agar Kakanya tak bisa mengganggu nya lagi

__ADS_1


__ADS_2