My story indigo

My story indigo
Gangguan Salsa


__ADS_3

Salsa menyerah, karena sudah berulang kali, mendorong pintu agar terbuka, tapi selalu gagal. Salsa memilih untuk berjalan masuk ke kamar nya sendiri. Berbaring di tempat tidur, memeriksa pesan, yang ternyata pacarnya, Aldo.


Pesan itu berisi, kata kata yang di bilang basa basi, mengenai kabar dan sedang apa, itu sudah jadi pertanyaan dan makanan sehari hari bersama pacar.


"Salsa! " panggil ibu.


Saking fokusnya membalas pesan dari pacarnya, ia sampai tak sadar, jika ibunya sudah masuk, ke kamarnya.


"Iyah mah! ada apa? " tanya Salsa, langsung terduduk di tempat tidur.


"Kamu ngerasa ada yang aneh gak sih sama Artara? " tanya ibu, berbisik.


"Em, banyak mah! tadi juga baru lihat dia lagi ngomong sendiri an di kamar, sedang ngerjain tugas keknya! "


"Kita lihat yuk! " ajak ibu.


"Gak bisa mah! pintunya udah di kunci ama dia! " jelas Salsa

__ADS_1


"Nih lihat! mama punya kunci cadangan! " jelas Ibu, sambil memperlihatkan kunci kamar Artara.


Salsa seketika langsung berdiri dari tempat tidur, menyetujui apa kata ibunya. Perlahan berjalan menuju kamar Artara.


Mereka sudah berdiri tepat di depan pintu, namun sebelum mereka membuka, Salsa mencoba untuk menguping apa yang sedang Artara katakan.


Hingga mereka pun siap, ibu langsung memasukan kunci pintu, langsung membukanya.


"Mamah? " Tanya Artara, melihat ibunya sedang berdiri bersama kakaknya, membuka pintu. Ia pun tak lupa, langsung mematikan telepon.


Salsa dan ibu terdiam, melihat Artara, Yang ternyata sedang telepon.


" Hah gak papa, cuman pengin lihat ade belajar! kan udah kaka bilangin! " jelas Salsa


"Terus mama? " tanya Artara


"Mama hanya nurutin apa kaya Salsa, apa salahnya? mama gak boleh? "

__ADS_1


Ibu memilih untuk keluar dari kamar Artara, membiarkan Artara dan Salsa masih di dalam. Ibu sudah sedikit tenang, ia pikir Artara sudah semakin gila, karena mengobrol sendiri di dalam kamar, bahkan percakapan itu, persis benar benar seperti ada 2 orang yang ada di kamar itu.


"Kaka ngapain disini? " jelas Artara karena risih, melihat kakanya masih ada di dalam kamarnya.


"Loh kok ngusir sih? emang gak boleh aku disini? "


Artara mengalah dari kakanya, ia hanya bisa bernafas karena Salsa yang bandel.


Salsa berjalan melihat lihat sekit kamar Artara, sampai akhirnya ia berjalan mendekati cermin yang ternyata ada sedikit debu yang menempel.


"Astaghfirullah Artara, jadi cowok itu harus rajin bersih bersih dong! lihat kaca nih! kotor! " Nasehat Salsa sambil menggelengkan kepalanya.


Artara masih terdiam tak Menghiraukan perkatan kakanya itu, ia hanya fokus mengerjakan Tugasnya agar cepat selesai.


Salsa pun langsung mengambil beberapa lembar tisu yang tergelak di sekitarnya, perlahan menggelapkan nya, membersihkan kaca itu.


Namun di beberapa usapan, cermin itu semakin sangat jelas, hingga ia mulai merasa ada sesuatu hal yang sangat aneh di cermin.

__ADS_1


Salsa semakin kuat membersihkan nya, sampai kaca terlihat sangat jernih, dan saat ia menatap cermin, ia seperti melihat hal aneh di cermin itu, ada sosok wanita yang sangat cantik, sedang mengajari Artara belajar. Tapi saat Salsa melihat langsung dari kenyataan, sosok itu sudah menghilang begitu saja, dan saat ia melihat cermin itu. Wanita itu sudah tidak ada lagi di sana.


"Astaghfirullah, ini hanya kesalahpahaman saja! " batin Salsa, berusaha untuk berfikir positif, agar tidak memikirkan hak yang aneh


__ADS_2