
"Udah kak, kita sebaiknya masuk ke dalam mobil sebentar, ini waktu nya maghrib, gak baik kita lama lama di luar, apalagi dalam perjalanan!" jelas Artara
"Gilaa mobil kita udah di pinggir jurang.kalo tiba-tiba jatuh gimana?! kita di tengah hutan!"
"Okeh aku tau itu kak, tapi saya mohon segera masuk ke mobil!" Artara mulai ketakutan, karna lampor itu mulai mendekat, Ia sangat takut jika terjadi sesuatu. Karna Artara pernah dengar mitos dan legenda, untuk tidak menatap bola matanya. karna akan berakhir fatal.
Beruntung Salsa menurut, dan segera menutup nya rapat rapat. Namun kagetnya salsa tiba-tiba menyalakan mobilnya.
"kakak pliseee matiin lampu Mobilnya sekarang!" Artara panik bukan main, karna lampor itu suka sekali dengan cahaya dan berisik, mungkin karna itulah lampor mendekatinya.
Salsa pun mematikan mesinnya.
"Saya mohon diam kak pliseee tutup mata kamu!" Artara benar benar pasrah dan takut karna lampor itu berada di luar kaca sebelah kakanya. Ia hanya takut kakanya akan melihat.
Salsa menutup matanya, hanya doa yang bisa Artara lafalkan dari dalam hati.
15 menit kemudian.....
Perlahan Artara melihat jam, yang waktunya sudah lewat maghrib, ia rasa aman, dan saat ia melirik di sekitar ternyata sudah tak ada lagi. perasaan nya pun juga sudah tak ada lagi. lampor itu menghilang.
"Kak, buka mataya?" jelas Artara.
Namun kakaknya tetap terdiam masih menutup matanya.
"kak Salsa buka matanya!!" panggil lagi Salsa lebih keras.
Perasaan Artara mulai panik, dan saat ia menyentuh pundaknya ternyata masih diam.
"Jangan jangan nyawa kaka di ambil lampor? " perasaan Artara makin terjadi jadi. ia pun langsung menggoyang goyangkan tubuh kakaknya
"Hah?! ada apa?" taya Salsa terbangun
"waduh kirain mati, ternyata tidur!" cetus Artara sedikit kesal.
"Gimana?! udah?! kita boleh pulang sekarang?" tanya Salsa masih bingung.
"Ayok nyalain mobilnya hati hati!"
Penglihatan nya sudah normal, ternyata benar. mobilnya di atas jurang. beruntung Artara mampu menyegatnya.Karna itu adalah ulah lampor yang menghipnotis salsa agar jatuh kejurang,agar bisa dijadikan tumbal. beruntung karna kemampuan Artara. Ia bisa melihat yang sebenarnya.
Salsa masih dibuat bingung, namun karna terbangun dari tidur nya, ia jadi agak tak memikirkan masalah tadi. yang ia pikiran nya hanya pulang dan melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
Mobil pun berjalan normal, di jalan. meskipun sedikit sempit karna si tengah hutan. Dan memang hutan itu sudah terkenal menelan korban jiwa karna kecelakaan. Terlebih waktu maghrib.
"DRRRTTTT... "
Hape Artara bergetar, dan ternyata ibunya menelfon.
"Iya mah, kita lagi pulang kok!" jelas Artara langsung.
"Kamu dimana sayang, kok lama banget?" tanya ibu
"Ini bentar lagi kok, baru keluar hutan!"
"Okeh! "
*****
suara mesin mobil terdengar, ibu langsung keluar dari dalam rumah.Dan ternyata benar-benar ada Salsa dan Artara yang baru saja pulang. Ibu langsung mendekat dan membukakan pintu mobil.
"Kalian kenapa baru pulang!" Tanya ibu cemas.
"Hah, tadi nyaris saja nyemplung!" Jelas Salsa
"Nyemplung ke mana?! Kalian habis berenang?" Tanya ibu
"Astaga, jurang?! Kalianserius?!! "
Artara langsung keluar dari dalam mobil, berjalan masuk kedalam rumah, sedangkan salaa masih di dalam perlahan keluar karna masih mengantuk.
"Tadi Artara bilang nyemplung jurang?! Itu serius?"
"Entah.aku juga bingung mah. Pas Artara tiba-tiba nyuruh aku berhenti dan keluar dari mobil. Ternyata mobilnya sudah berdiri di atas jurang!" Jelas Salsa
"Astaga!" Ujar ibu
"Udah yah mah, aku mau ke kamar, tidur bentar!"
Salsa berjalan keluar dari dalam mobil, sedangkan ibu masih bengong,seolah olah Tak percaya.
"Hey anaku. Udah pulang!" Sapa ayah saat melihat Artara masuk.
"Ayah!" Balas Artara, ia langsung berjalan mendekat, duduk di sofa sambil menonton TV.
__ADS_1
"Gimana, habis kerumah nenek ya?" Tanya ayah
"Yah seperti biasa kalo ada masalah, sama mama!"
"Yang cari masalah itu kamu, bukan mamah, kalo kamu gak nyari masalah gak nyari kegaduhan. Mama gak akan marah sama kamu!" Ujar ibu.
Ibu tiba-tiba datang, terlihat marah dan emosi. Artara hanya terdiam menonton TV. Seolah olah tak mendengar, Sedangkan ayah tiba-tiba mendekat mengelus elus rambut Artara.
"Kau yang sabar ya nak, papa tau. Kamu gak salah kok!" Jelas ayah membela Artara.
"Papa?!! Asal papa tau. Tadi itu di habis nyemplung jurang!" Bantah ibu tak Terima.
"Hah nyemplung jurang?" Tanya ayah tak percaya.
"Iyah pah, mama bener, nyaris aja tadi aku dan kaka nyemplung jurang!" Jelas Artara
"Tapi yang nyetir itu salaa kan?! Kenapa harus Artara ya g dimarahin?" Jelas ayah
"Kok gitu,gara gara Artara nginep di rumah nenek,jadinya salsa kan yang harus jemput!" Jelas ibu.
Pertengkaran itu semakin menjadi jadi, meskipun sudah terbiasa.
"Udah udah, aku mau kekamar!" Ucap Artara.
Karna males mendengar ocehan mereka berdua, Artara memilih untuk menghindar,Ia berjalan masuk ke dalam kamar, mengunci dan tidur di atas kasur. Ia tau, ini masih jam setengah 6 malam, ia belum makan malam, terlebih perutnya sudah sedikit lapar.
Artara memilih mengambil hapenya di saku, menyalakan nya, dan membuka pesan.
"Yah seperti biasa, kosong dan tak ada yang chat!"
"kring"
Baru saja hendak mematikan hape karna tak ada chat satupun, Tiba-tiba berbunyi. ada pesan yang masuk. Dan saat di lihat, ternyata tak di kenal.
"hey!" tulisnya
Hendak Artara membalas nya, pesan itu kembali terkirim.
"Urusan kita belum selesai, kita lanjutkan besok, pulang sekolah!"
Artara seketika panik, Ia tau dia siapa. Pasti Bagas yang mengiriminya. ia berfikir dari siapa dia mendapatkan nomonya.Jantung sedikit berdenyut, ia mana mungkin bisa melawan nya. Sedangkan Guntur saja tak ada di sekolah. jika pun ia meminta bantuan kuntilanak yanga da si kalung nya, pasti akan jadi kasus lagi.
__ADS_1
"Hey, Kok gak di bales, takut ya?" tulis pesan itu terkirim lagi.
Artara memilih untuk langsung menghapus chat itu, dan memblokir nya. agar tak mengganggu nya lagi.