My story indigo

My story indigo
Kedatangan mantan


__ADS_3

"Siapa yang nama-Nya Artara disini! mana? " Betak Esa, mendatangi Artara yang sedang makan bersama Erna dan yang lain.


Hal itu benar-benar membuat Artara terdiam, Hal tak mengenakan terjadi, padahal ia hanya ingin hidup tenang, tanpa ada masalah dengan siapa pun.


"Gua tanya sekali lagi, di sini yang namanya Artara mana? " Bentak Esa semakin keras, sampai sekeliling nya melirik semua.


Erna yang mulai tak terasa nyaman itu, perlahan berdiri, menatap mantan nya itu, dengan tatapan miris. Untuk apa dia datang mengganggu nya lagi.


"Gak usah ikut campur masalah hidup gua! kenapa nyari nyari Artara, lu matanya buta apa gimana? dia ada di samping gua nih! " balas Erna tak kalah pedas meladeni tingkah Esa yang sok kenal dengannya.


"Ough, ternyata ini! Erna Erna, gua tau lu emang cantik, gua aja gak bisa move on dari lu, tapi gak gini cara nya Er! lu mau jadiin dia pelampiasan? lu sadar gak sih, Artara itu anak pembawa sial di sekolah! " Kata kata itu terdengar tajam di telinga Artara, ia tak berani melawan, masih duduk sambil menggenggam tangannya, menahan emosi.


"Punya mulut, itu dijaga, jangan asal ngomong, lu tau apa tentang Artara ha? asal kamu tau! selama gua pacaran sama lu, gak ada untung! dasar cowok matre! "


Gilang, Anto dan sandi masih terdiam, mereka juga tak ingin ikut campur urusan Asmara mereka.

__ADS_1


"Dimana mana itu, ceweknya yang matre! " bantah Esa.


"CUKUPPPPP!!!! "


Artara seketika langsung berteriak, ia tak tahan lagi mendengar mereka mengomel, ini pertama kalinya Artara memberanikan diri, tanpa di bantu makhluk halus.


Esa dan Erna seketika terdiam, dan kaget mendengar teriakan itu, namun tak membuat Esa diam saja, ia justru tersenyum menatap nya, perlahan mendekati Artara yang sedang berdiri, melotot menatap nya.


"Udah udah, tenang Ar, lu gak mau kan ada masalah lagi, tenang! Ujar Gilang seketika langsung menghentikan perdebatan itu.


Esa terlihat diam, tatapan nya itu bener bener meremehkan Artara, pikirnya, ia bukan tipe orang yang hendak ia pukul, karena sudah pasti Artara akan banyak belur.


"Maukah kau! KUANTAR KE NERAKA!!!!! "


Dari suara yang sangat lirih, tiba tiba berdengung kencang . Esa yang tak tau suara siapa itu, terdengar dari telinganya itu, suara itu perlahan terasa sakit, karena semakin keras berulang ulang

__ADS_1


Jefri yang awalnya hanya melihat saja, seketika langsung mendekat, karena Esa yang terlihat kesakitan memegang telinganya.


"Lu kenapa bro! " tanya jefri panik melihatnya.


"Gilaa, telinga gua sakit bangettt...!!! panggil rumah sakit atau apalah! " jelas Esa masih memegang telinganya itu.


Artara langsung mengamati Esa yang sedang kesakitan itu, dan yang benar saja, ada sesosok perempuan menyeramkan, sedang membisikkan.


"KUANTAR KAU KE NERAKA"


Ia tau Persis, siapa itu. Kirana, dia yang selama ini berpenampilan sangat cantik dan imut didepan nya, ternyata memiliki sifat yang lumayan menyeramkan. Aura yang Artara rasakan pun, negatif.


Erna hanya cuek, ia tak peduli. Mau matipun ia takan pernah peduli dengan Esa, Karena baginya, Ia bukan lah siapa siapanya lagi


"AHHHHH, cepat Jef! " Esa semakin kesakitan.

__ADS_1


Sampai darah mulai menetes dari telinga Esa, hal itu membuat siswa sekiranya ikut panik. Artara mulai kasihan melihatnya, Kirana benar-benar sangat marah dengannya, ia tau. Pasti karena ia tak suka dengan sikap Esa kepada nya.


__ADS_2