
Kringg.....
Suara yang selalu di nantikan semua siswa sekolah akhirnya berbunyi, tanda menandakan harus pulang ke rumah masing masih, Artara yang teringat janji kepada Erna. entahlah, itu membuatnya sedikit gugup. Untung saja ia sudah memberitahu ibunya untuk tidak menjemput.
"Cie cie, ada yang mau kencan nih! " ledek Anto saat kemas kemas buku ke dalam tas.
"Lihat tuh, Erna nunggu di depan kelas loh! " ujar sandi memperlihatkan luar kelas.
Artara juga sedikit bingung, ternyata benar, dia ada di depan kelas. Yang pasti ia sedang menunggu nya, hal itu justru membuat Artara kaget dan semakin membuat nya gugup, ada ada saja perempuan menunggunya, padahal seharusnya dia saja yang melakukan itu.
"Wah wah wah, ini sih definisi beneran suka sama lu si Ar! " jelas Gilang.
"Udah udah, kalian pulang aja sanah, ngapain nungguin gua! " jelas Artara agak risih dengan perkataan mereka.
"Iya Iyah, kamu juga jangan kelamaan, kasian tuh, ceweknya nungguin! " ledek lagi Anto
"Sekali lagi lu ngomong begitu, gua tabok nih! "
"Aw gak sakit!!! " ledek Anto semakin menjadi jadi.
Artara tertawa dan semakin emosi gemas mendengar nya, seketika ia langsung berdiri dan mengejar mereka, namun sayang. mereka sudah berlarian keluar kelas menyelamatkan diri.
Sampai akhirnya ia berpapasan dengan Erna di luar kelas, tatapan matanya benar benar dingin dan sedikit membuatnya takut. karena Erna termasuk anak yang bandel, bukan tipe cewe yang pemalu, dan lebih suka blak blakan.
"Gimana? jadi kan kita nonton? " tanya Erna dengan nada santai nya.
"Okeh jadi, tapi nonton apaan? " tanya balik Artara karena, ia jiga bingung mau nonton apa, terlebih Erna mengajaknya terlalu mendadak.
"Ough iya sorry sorry gua sampe lupa ngasih tau kamu, kita nonton flm horor gimana? " Jelas Erna.
"Horor? " tanya Artara sekali lagi
__ADS_1
"kenapa? lu gak mau nonton horor ya? " jelas Erna.
"Ough enggak, gua mau mau aja kok, judulnya apa? " tanya Artara.
"Arwah penasaran! " jelas Erna.
Artara mengangguk saja, ia setuju dengan permintaan Erna, sampai akhirnya mereka berjalan keluar dari sekolah, sempat membuatnya ragu, karena mereka masih menggunakan seragam sekolah, tapi karena beberapa kali Erna selalu ngotot.
Tepat saat keluar dari sekolah, berdiri di pinggir jalanan menanti taxi online, tiba tiba ia merasakan sesuatu yang aneh, yang benar saja. saat ia kembali menghadap ke belakang, Kirana tiba tiba muncul di belakangnya, benar benar membuatnya kaget.
"Lu kenapa si? " tanya Erna, karena melihat Artara yang mulai aneh sendiri.
"Hah gua gak papa, tenang gak ada apa apa?" jelas Artara ikut panik.
Erna kembali menyalakan handphone sambil menelfon taxi online, Artara pun menghindar sedikit dari Erna, supaya tak terdengar olehnya.
"Kamu ngapain ngikutin gua hah? " bisik lirih Artara kepada Kirana, ia berbicara namun sambil melihat Erna untuk jaga jaga agar tidak di lihat, kalo sampai terlihat pasti akan dipandang aneh.
"Kamu mau kemana? " tanya Kirana penasaran, nampaknya ia benar benar ingin tahu menahu akan kepergiaan nya itu dengan Erna.
"Aku ikut ya! " lirih Kirana tersenyum, nampaknya ia benar benar ingin ikut, wajahnya benar benar membuat Artara sedikit sedih menatap nya, Kalo dipikir pikir pun, kasian juga Kirana, menghabiskan seluruh hidupnya di sekolah, kesepian sendiri.
"Okeh, kamu boleh ikut, tapi jangan ngerepotin ya!" peringatan Artara untuk Kirana, karena ia benar benar tak ingin terjadi suatu hal yang tak diinginkan.
"Okeh janji deh! "
Taxi itu tiba tiba saja lewat, Artara seketika melambaikan tangannya, untuk menandakan keberadaan nya, Erna masuk lebih dahulu di belakang mobil, hendak saja Artara masuk, ia teringat dengan Kirana, ia pun memilih duduk di depan dengan supir.
"Hey, kenapa duduk di depan, di belakang aja sama aku" hendak saja. Artara duduk di depan, tiba tiba Erna menyuruh nya untuk duduk di belakang.
Artara pun mengisyaratkan agar Kirana duduk di depan saja, untungnya ia menuruti kemauan yang itu, sehingga tidak merepotkan Artara.
__ADS_1
Artara duduk tepat di samping Erna. Entahlah, ia benar benar gugup, ia tak bisa melirik kemana mana, hanya fokus melihat luar jendela. Namun saat ia memberanikan diri menghadap Erna, ternyata ia sedang memperhatikan.
"Kok kamu diem aja sih dari tadi? " Tanya Erna memulai pembicaraan, karena dari awal perjalanan mereka terdiam.
"Eeee, kalo boleh tau, kenapa kamu ngajak aku nonton! " tanya Artara, sebenarnya ia bingung harus berkata apa.
"Ough kalo itu, emang sengaja. Aku gak nyangka loh, kamu nerima ajakan aku, katanya kamu itu tipe orang yang susah di ajak kemana mana, apalagi sama orang yang tak begitu akrab! " jelas Erna.
"Kalo masalah itu, sebenarnya karena lagi kebetulan aja, dari pada jenuh di rumah gak ngapa ngapain! mending jalan jalan "
"Kamu sudah punya pacar? " tanya Erna
"Deg" seketika Jantungnya berdenyut kencang
Pertanyaan itu serasa aneh di kupingnya, baru kali ini, ia ditanya masalah cinta oleh perempuan, Artara sampai bergetar tak pede dengan pernyataan itu. Sampai sampai ia tak bisa fokus, kakinya getar getar.
"Kenapa? kok malah senyum senyum si? " tanya Erna mulai penasaran, kenapa Artara tak menjawab jawab.
"Belum! " jawab Artara memaksa, kalaupun Artara menjawab punya, siapa pula yang hendak ia kenalkan, Karena untuk masalah asmara, itu bukanlah keahliannya
"Ough begitu, sekarang kamu lagi nyari pacar gak? " tanya Erna kembali.
Artara berharap tak ada lanjutan dari pertanyaan ini, tapi kenapa harus ada part 2 nya. Terlebih, pernyataan ini Seolah olah memancingnya untuk segera pacaran.
"Enggak juga, aku lagi fokus buat ujian nanti, nilai ku juga lagi gak bagus, jadi gak usah mikirin cinta cintaan! " jelas Artara.
"Wah berbalik dengan aku dong, aku sedang cari pacar nih! " ceplos Erna tampa ampun.
"Loh bukannya kamu pacaran sama Esa ya? " tanya Artara.
"Hah, aku dah putus sebulan yang lalu sama dia, Esa tuh orangnya gak asik, gak keren kaya kamu, apalagi pas kamu kelahi sama Tegar waktu itu, aku benar benar salut loh sama kamu waktu itu, keren deh pokoknya! " jelas Erna tersenyum, baru kali ini Artara bisa melihat senyuman Erna. Ternyata lumayan manis juga. apalagi jika sampai tertawa, Artara tak habis Fikir pasti akan membuatnya jatuh hati.
__ADS_1
"Hah bukan apa apa kok Er, jangan berlebihan begitu sama aku, aku juga manusia biasa kok Er! "
"Hahaha iya iya aku tau kok Ar! " Tawa Erna, untuk pertama kalinya ia melihat Erna tertawa langsung di depan nya, memang benar, cantiknya bertambah tambah kali lipat dari pada sebelum sebelumnya.