
"Kring.....!!!!"
Bel istirahat berbunyi, semua siswa di kelas nampak tersenyum, karena pelajaran matematika sudah berakhir.
Tanpa terkecuali Artara, ia terdiam, Tetap terduduk sama dengan posisinya. sedangkan yang lain sudah berlarian keluar kelas.
Artara yang melirik melihat Bagas berjalan melewatinya, beruntung ia tak mendekatinya. Hanya berjalan biasa.
"Ke kantin yuk!" ajak Gilang tiba-tiba datang menghampiri
"Kamu lagi nungguin siapa sih, kaya serius amat dari tadi!" tanya Anto
"Hah, enggak. Aku gak nungguin siapa siapa, kalian duluan aja, aku gak laper!" jelas Artara
"Lu yakin nih, gua tinggal sendirian disini?" jelas sandi
Artara sedikit bingung, sebenarnya bukan masalah jika ditinggal sendirian di dalam kelas, karena sudah biasa. Tapi jika Bagas tiba-tiba datang, ia tak tahu harus minta tolong siapa
"Ya udah kita ke kantin ya bay!" sapa Anto sambil berjalan meninggalkan kelas bersama sandi dan gilang
"Wong tungguin gua jadi ikut!"
Teriak Artara berlari mendekati mereka.
********
"Bos ini kita rencana nya gimana nih, pulang sekolah nanti?" tanya tegar sambil minum es di kantin
"Gampang, kita cilik aja dia!" jelas Bagas sambil mengaduk mie ayamnya dengan saos
__ADS_1
"Culik?" tanya Juli
"Iyah, culik aja ke tempat yang sepi, terus kita habisin sepuasnya, ancam aja jangan lapor ke siapa siapa, gua tau banget Artara seperti apa!" ujar bagas
Artara tiba-tiba lewat bersama 3 temanya, Bagas tetap diam, pura pura tersenyum, sembari menanti pulang sekolah.
"Bos, kalo Artara bawa temen temennya gimana?" bisik Juli
"Udah tenang, gua bakal suruh temen gua buat ikut Sama kita. Gak usah khawatir, emang mereka itu sekuat apa?" Bagas tertawa pelan
******
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Guru sudah keluar kelas. semua pun berkemas kemas untuk pulang.
Artara bingung tak main, hari ini ibunya baru saja mengirim pesan di hpnya, lagi lagi. Tak bisa jemput karena ada keperluan mendadak.
Ia tak tahu harus seperti apa, Artara melirik kebelakang bangku nya, melihat Bagas sedang menatap nya serius, ia sama sekali tak berkemas seperti yang lainnya, sedikit keberuntungan. ia sudah siap segalanya.
Sandi, Gilang dan Anto panik, tak seperti direncanakan, jika mereka akan melawan Bagas di belakang sekolah. sekarang justru Artara melarikan diri.
"Woyyyy mau kemana loh!!" Bagas tak mau diam saja melihat mangsanya kabur.
Artara berlari sekuat tenaga, berlari ke luar sekolah, Namun sialnya. Bagas benar benar merencanakan semua ini dengan matang matang. para geng Bagas sedang berdiri persis di depan gerbang.
"Sial! " Batinnya
Artara bingung harus berlari kemana, saat hendak balik Bagas sedang mengejarnya di belakang, dan saat ia menengok lagi ke arah gerbang mereka sudah tersadar jika Artara sedang melihatnya. sampai akhirnya Bagas dan kawan kawan nya mengejar
Artara memilih berlari kebelakang sekolah,. mencari cari tangga untuk segera memanjat, namun tak ada satupun tangga yang terlihat.
__ADS_1
"Mau lari kemana kamu?!!" ujar bagas
Artara tak terdiam setelah mendengar suara itu, seperti nya tak ada harapan lagi untuk kabur.
"Kok diem aja si? takut ya?" ledek tegar
"Hahahaha!" Tawa Juli dan teman bawaan lain.
Perlahan Artara menghadap mereka, dengan rasa takut dan khawatir. Ia hanya bisa pasrah. menatap mereka dengan muka yang tegas, meskipun takut
"Wah wah wah, berani nengok juga lu ya?" tantang Bagas memelototinya.
"Gak usah banyak gaya kalian!!!!" teriak Gilang
Gilang sandi dan Anto tiba tiba datang, dengan gagahnya berjalan lewat menabrak gerombolan Bagas yang berjumlah 5 orang,
Artara bisa sedikit tenang, karena mereka datang menolongnya, meskipun ia yakin mereka juga pasti bakal bernasib sama dengan dirinya, akan babak belur.
"Hahaha, pahlawan nya dah Dateng guys!!!!" Bagas menertawakan mereka.
"Heh, gak usah sok jago lu. ngelawan orang keroyok keroyok aje, dasar pengecut!" cetus Anto
Bagas tak tahan lagi, ia langsung berjalan mendekati Anto " Hah? keroyokan? kita lawan berdua dulu Berani gk lu?" bisik Bagas di dekat telinga Anto
"Kalo nantang gak usah pelan Pelan ngomongin nya, lu takut kalah?" jelas Anto justru dengan nada keras, hingga semua tau apa yang dibisikkan.
"Okeh kita berdua duel. kalo kamu kalah lu dan temen temen lu,termasuk Artara meski nurut apa kata kata gue, pun sebaliknya!" jelas Bagas
"Okeh, siapa takut!" balas Anto dengan lantang
__ADS_1
Artara melotot tak percaya, apa Yang akan terjadi, Terlebih jika Anto kalah, akan jadi apa. jika harus menuruti kemauan bagas